Suami 189 Cm-ku

Suami 189 Cm-ku
81


__ADS_3


Tiara menatap suaminya masih dengan tatapan tidak percaya kalau kini dia sedang mengandung anak pertama mereka. Pada awalnya Tiara takut kalah dia akan sulit memiliki keturunan karena memakai KB berganda akibat kesalahan teknis .


Tiga bulan lebih telah berlalu, Tiara tak menyangka kalau dia akan mengandung dalam waktu secepat ini mengingat dirinya memakai KB ganda sebelumnya.


Mata wanita itu berkaca-kaca, dia begitu bahagia sekaligus terkejut dengan berita ini. Pantas saja dia merasa aneh dengan tubuhnya belakangan ini.


"Jadi sudah ada kehidupan lain disini..." lirih wanita itu sambil mengusap perutnya dengan mata berkaca-kaca. Dia menangis haru saat tau kalau dirinya sedang mengandung.


"Iya sayang, kita benar benar jadi orang tua mulai sekarang, terimakasih telah mewujudkan semua ini, aku bahagia.. terimakasih banyak, kau memberikan apa yang tidak pantas kudapatkan dan sekarang semuanya menjadi milikku, terimakasih..." ucap Vernon.


Dengan penuh kasih dia menatap istrinya dan mengusap wajah wanita itu dengan lembut. Senyuman bangga terukir indah di wajah Vernon.


Cup...


Satu kecupan lembut mendarat di bibir Istri nya," cocok tanamnya Sukses sayang heheheh..." celetuk Vernon.


"Pftthhh ahhahahahaha... kamu benar huwaaa.... aku jadi menangis sambil tertawa kamu ada ada aja hiks hiks hiks hahahahha...." Wanita itu tak bisa menahan air mata dan rasa bahagianya.


"Kamu ini, kenapa kamu tadi tidak panggil aku atau pengawal untuk menemani kamu?" tanya Vernon yang kembali membahas kejadian tadi.


"Semuanya sedang sibuk, aku kebelet pipis, tau taunya orang itu udah ngikutin ku, lagian perutku keram, jadi aku cepat cepat ke toilet, dan asal kamu tau aku pakai senjata sabun dan sanitizer hhahaha terus kena tendangan Sakratul maut tadi hahahahahahaha...." celetuk Tiara yang akhir akhirnya ini sering sekali tertawa terbahak bahak di depan suaminya.


"Dasar kamu, lain kali aku gak mau kamu pergi sendirian, bahaya, ini kan akibatnya, pokoknya gak ada pergi sendiri, mulai sekarang kamu harus dikawal!" ucap Vernon dengan tegas.


"huh jadi dikekang dong, gak bebas dong, terus aku kuliah gimana, kerja part timenya gimana, aku juga mau keluar masa iya aku dikurung!!!" gerutu Tiara sambil memanyunkan bibirnya pertanda dia kesal dengan keputusan suaminya.


Vernon terdiam, "bukan begitu maksudnya sayang, kamu di kawal, bukan di kekang, pengawal kamu akan diperbanyak," ucap Vernon meluruskan kesalahpahaman sebelum si nyai mikir yang tidak tidak tentang dirinya.


"ehh bukannya pengawal nya udah banyak ya? perasaan tiap hari aku diikuti pengawal deh, masa iya mau ditambahin lagi?" celetuk Tiara.


"Eh... tau dari mana si Mama!??" Tanya Vernon terbelalak.

__ADS_1


"Sayang ku oh sayang, aku ini Tiara istri ketua Mafia, hal sekecil itu aku tau," celetuk Tiara.


"iya kamu tau, tapi mereka juga gak sigap, buktinya kamu terluka!" kesal Vernon.


"Ehh kamu khawatir ya? maaf ya..." ucap Tiara sambil mengusap rahang suaminya.


"huh... aku benar benar takut kamu dalam bahaya, apalagi setelah aku mengumumkan jati diri kita ke publik, semakin banyak orang yang mengincar kamu, aku gak bisa hidup kalau kamu sampai kenapa kenapa!!" ucap Vernon dengan serius.


Tiara tersenyum," Papa khawatir sekali ya, tenang saja Papa, Mama ini kuat, dedek bayinya juga bertahan kan? Papa jangan takut," celetuk Tiara sambil menirukan suara anak kecil.


"Gemes banget sih si Mama muda..." Vernon mencubit gemas hidung mancung istrinya.


"Heheh... Kita udah jadi Papa dan Mama, aku senang sayang, aku kadang berpikir apa aku bisa jadi orang tua yang baik? sementara aku bahkan tidak tau bagaimana rasanya disayang orang tua," ucap Tiara.


Vernon mendengar, ternyata yang ada dalam pikirannya sama dengan pikiran istrinya. Vernon yang kehilangan kasih sayang orangtua kandungnya dan Tiara yang terpisah saat masih begitu kecil dan malah bertemu dengan keluarga yang tidak dengan tulus menyayangi nya.


Nasib kedua orang ini serupa. Lagi lagi Vernon menatap istrinya yang jadi banyak bicara itu.


"Apa aku pantas jadi seorang ibu? apa aku sanggup? apa aku layak!?? pertanyaan pertanyaan itu muncul di kepalaku," ucap Tiara.


"Benarkah!? hahahha aku tidak sabar, kamu juga pasti jadi Papa yang hebat buat anak kita, semoga semua baik baik saja dan berjalan dengan lancar sampai Baby lahir," ucap Tiara dengan senyum bahagia.


"Iya sayang, sekarang Mama istirahat dulu, lukanya harus segera sembuh kalau mau keluar dari ruang sakit, " ucap Vernon.


"Emmm belum bisa tidur, pengennya bareng kamu..." rengek wanita itu.


"sejak kapan kamu semanja ini sayang hmm?" tanya Vernon seraya menepuk pucuk kepala istrinya.


"Sejak kapan ya hahah.. aku juga gak tau, tapi akhir akhir ini mood aku tuh baik banget, mungkin bawaan si Baby ya," Tiara menerka nerka.


"Mungkin saja, " jawab Vernon.


"Tapi sayang, tadi di kamar mandi sebenarnya aku sedikit mengalami pendarahan, ada gumpalan sebesar hati ayam, apa bayi kita baik baik saja!??" Tiara teringat saat di kamar mandi gedung Fashion week tadi, dia merasakan perutnya kram dan ada gumpalan darah.

__ADS_1


"Aku juga tidak tau, biar kupanggil Damian untuk menanyakan bagaimana keadaanmu dan baby, " ucap Vernon.


"Baiklah, emmm tapi aku lapar, apa boleh minta tolong bawakan makanan?" cicit Tiara sambil menatap Vernon dengan mata berbinar binar.


"Hahahhaah... baiklah sayang, ughhhh kamu gemesin banget sih, ummah ummah... ummah..." Vernon dengan gemas lagi lagi mengecup bibir ranum istrinya.


Tiara tersenyum saja,dia menikmati keadaan ini meski lengannya masih sedikit nyeri.


Vernon memanggil Damian dan meminta tim medis membawa Alat USG ke kamar Tiara. Setelah meminta Damian ke ruangan istrinya, Vernon atas saran Damian mencari sup daging sapi untuk istrinya, ini akan membantu memulihkan tenaga Tiara dan juga membeli buah buahan segar untuk mempercepat proses penyembuhan luka Tiara.


Dia pergi bersama Max dan juga Arthur.


"Dimana restoran yang menjual sup disini?" tanya Vernon.


"Kita ke arah sana saja tuan, saya rasa disana ada jual sup, saya akan cari buahnya dulu," ucap Max.


"Aku akan menemanimu Ver, selain beli makan buat yang lain, Tasya, Josua, Kanon dan korban racun itu juga butuh makan enak supaya perut mereka aman." ucap Arthur.


"Baiklah ayo cepat, ini untuk istri ku, menyenangkan rasanya membeli kebutuhan istri, ini dia rasanya kalau sudah menikah hahaha..."Vernon tertawa bahagia.


Arthur geleng geleng, reaksi Vernon ini benar benar di luar dugaan, bahkan tanpa ragu pria itu menunjukkan rasa cintanya pada Tiara.


Sementara di Milan mereka sibuk disana, di negara Indonesia sedang terjadi kegemparan akibat berita tentang kehancuran Admaja dan Toretto telah tersiar ke seluruh dunia.


Semua orang terkejut dengan fakta konyol mengenai Risa dan Tuan Dharma yang menjadi partner ranjang padahal usia mereka cocok untuk ayah dan anak.


"Bagaimana bisa hal ini terjadi, sialan!!! siapa yang melakukan ini semuaaa!!!!!!!" Nyonya Admaja dan putri keduanya sudah diusir dari rumah akibat ulah mereka sendiri.


"tidak... Mom ada apa dengan Dad dan kak Risa, kenapa jad begini hiks hiks hiks... kenapa bisa begini!!!!"


"Ini semua karena wanita itu, saya bisa membantu membalaskan dendam kalian!" seseorang tiba-tiba masuk ke pekarangan rumah itu dan menatap mereka.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2