
Mata Vernon membulat sempurna saat dia mendengar kabar dari Damian tentang kondisi istrinya. Ternyata Tiara sedang mengandung buah hati mereka dan hampir saja mereka kehilangan janin itu akibat kejadian yang menimpa Tiara.
Vernon berdiri dengan tubuh kaku, dia menghampiri Damian, rasanya nafasnya tercekat saat mendengar berita yang baru dia ketahui itu dari sahabatnya.
"Ka..kau tidak bercanda kan Dam!!??" Vernon mencengkram kedua bahu Damian dengan kuat dan menatap pria itu dengan tatapan tak percaya.
Damian menatap Vernon," kau pikir pekerjaanku untuk melawan di depan mafia gula seperti dirimu!?" ketus Damian.
"Aku serius tuan muda Vernon, beruntung tidak terjadi apa apa dengan janin nyonya muda, usianya masih dua Minggu, ini sangat rentan," jelas Damian.
Vernon tersenyum sumringah dia memeluk Damian dengan erat dan memukuli punggung pria itu untuk menyalurkan rasa bahagianya dengan berita ini.
"Aku akan jadi Papa... aku seorang Papa sekarang wahahahhahaha... yasss... hahahhaha..." Vernon berseru kegirangan.
"Egkhh... Le.. Pas..kan aku arkhhh kau membuatku sesak dasar!!!!" Damian mendorong Vernon karena memeluknya terlalu erat.
Brukk
Karena terlalu keras di dorong, Vernon terjatuh ke lantai.
"Ehh ya ampun, ma..maaf tuan muda.. Bu..bukan salah saya..." Damian Panik, namun Vernon tidak marah, dia berdiri masih dengan senyuman bahagia.
"Tak apa," ucap Vernon sambil membersihkan celananya.
Damian terpelongo melihat perubahan besar pada pria itu. Biasanya jika terjadi kejadian seperti ini, Vernon pasti akan marah dan mengamuk. Tapi kali ini pria itu malah bersikap netral, layaknya orang dewasa yang berpikiran terbuka bukan seperti dirinya yang dulu.
"Ya Tuhan sepertinya tuan muda kerasukan salah satu roh di rumah sakit ini, sejak kapan tuan muda jadi aneh seperti ini!!!" batin Damian.
“ kumohon jangan berubah tuan muda, akan sangat aneh kalau tuan muda berubah secara tiba tiba seperti ini,” pikir Damian yang masih bengong dengan mulut terbuka dan mata membulat.
“ Dam, kapan aku bisa menemui mereka?” tanya Vernon dengan nada datar tanpa ada penekanan dan paksaan serta aura diktator seperti sebelumnya.
Damian tidak mendengar pertanyaan Vernon dia malah asik berkelana dengan pikirannya sendiri memikirkan kemungkinan apa yang terjadi dengan tuan mudanya karena sampi berubah dari segi bicara dan cara menatap.
“ Damian? Apa yang sedang kau lamunkan?” tanya Vernon sambil melambaikan tangannya di depan wajah pria itu.
“Tu. tuan muda.,.. arhhh jangan mendekat, tuan pasti kesurupan kan... hus hushhh sana kenapa masuk ke tubuh tuan muda kami...”celetuk Damian dengan wajah ketakutan. Dia menghindari Vernon karena perubahan secara tiba tiba pada pria itu.
Vernon geleng geleng kepala, dia tertawa melihat tingkah Damian.
“ hahahahhaa... kau sudah gila Damian, apa kau pikir aku kesurupan ahhahahah... dasar kau ini ..” Vernon tertawa terbahak bahak. Bukannya tenang, Damian malah semakin panik melihat kondisi tuan mudanya.
__ADS_1
Damian menatap Vernon dengan teliti, memastikan apakah ada yang salah dengan tubuh tuan mudanya.
“ Tuan muda, “ Max datang bersama dengan yang lainnya.
“ bagaimana keadaan kakak ipar?” tanya duo K.
“ Damian jelaskan,” ucap Vernon .
“ Keadaan nyonya muda baik baik saja, lukanya berhasil di tangani, kini Nyonya muda sedang berada di ruang istirahat, kita bisa menemuinya beberapa menit lagi,” jelas Damian.
“Bagaimana Max, apa sudah kau bereskan ?” tanya Vernon dengan nada lembut tidak seperti biasanya.
Tentu saja hal ini membuat mereka yang baru tiba bertanya tanya dengan apa yang terjadi sampai membuat Vernon berubah dalam waktu singkat.
“ Su.. sudah tuan muda.. “ jawab Max yang malah takut dengan kepribadian Vernon.
“Baiklah terimakasih atas kerja kerasmu, dan untuk kalian semua, terimakasih buat hari ini,” ucap Vernon.
Meraka saling bertatapan, sepertinya ada yang salah dengan pria itu. Sikapnya jadi aneh sejak tiba di rumah sakit.
“ kak Ver, ada apa denganmu? Kenapa berubah, aneh sekali, apa ada yang mengusikmu?” tanya Kodak dengan wajah heran.
“ Aku seorang ayah sekarang, aku tidak ingin memberikan contoh yang buruk bagi anak anakku nanti, kalian yang belum jadi orangtua tidak tau rasanya, aku akan jadi contoh bagi anak anakku, kalau aku berkata kasar, mereka akan berkata kasar pada ibu mereka, dan itu akan melukai hati istriku, aku tidak ingin mereka jadi orang yang buruk dan kehilangan sosok ayah dan ibu seperti yang kualami, yaahhh tentu hanya orang yang sudah menikah tau perasaan ini , kalian para jomblo tunggu saja waktunya hehehe.. aku ke Tiara dulu,” jelas Vernon dengan wajah angkuhnya .
Mereka menganga mendengar ucapan Vernon. Benar benar hal baru bagi mereka melihat Vernon seperti itu.
Plaakkk...
“ aku tidak mimpi, vernon berubah, dan tunggu dulu apa cetakan Vernon junior sudah jadi?” arthur terbelalak.
“ ja... jadi Nyonya muda sedang mengandung?” Diana juga terkejut dengankabar ini. Jika demikian, beberapa saat lalu Tiara hampir kehilangan janinnnya.
“ Pantas saja tuan muda berubah secepat itu, ini karena dia akan menjadi seorang ayah,” ucap Max yang sudah paham betul dengan sifat tuan mudanya.
“ Dia akan jadi ayah yang hebat,” ucap Damian. Mereka mengangguk setuju.
Sementara itu, Vernon sedang berjalan menuju ruangan istrinya setelah bertanya pada perawat beberapa saat lalu. Dia berjalan perlahan dengan jantung berdegupo kencnag. Kabar bahagia ini membuatnya gugup. Entah bagaimana reaksi istrinya nanti jika tau kalau dia sedang mengandung buah hati mereka.
“Aku jadi gugup huhfftt...” Vernon menghela nafas kasar.
Dia melangkahkan kakinya, di sekeliling rumah sakit dia menatap para pasien yang sedang berkunjung kesana menemui saudara mereka yang sedang sakit. Menatap ke arah taman rumah sakit dimana para anak sedang bermain bersama orang tua mereka.
Seutas senyuman indah terukir di wajah tampan pria itu.
__ADS_1
“ aku akan jadi orang tua, seperti mereka, aku akan jadi seorang ayah,” Vernon terharu. Dia selalu merasa kalau dirinya tidak pantas. Tetapi Tuhan berkehendak lain. Dia dititpkan seorang malaikat kecil di rahim istrinya. Vernon layak mendapatkan itu.
“ Papa akan menjaga kalian dengan segenap hati Papa. Tak akan pernah Papa ulangi kesalahan yang sama dari kakek, cukup aku yang tidak merasakan kasih sayang orang tua, jangan sampai anak anakku juga demikian,” gumam Vernon .
Dia tiba di kamar rawat istrinya. Perlahan pria itu membuka pintu. Tiara masih memejamkan mata.
Tap... tap... tap
Langkah kaki yang biasanya selalu tergesa gesa dan selalu terlihat ketakutan itu kini tidak lagi sama. Dia berjalan dengan lembut dan tegas di saat yang sama. Senyuman indah tak lepas dari wajah Vernon dia mendekati istrinya. Mengusap wajah Tiara den mengecup kening istrinya yang lengannya di balut dengan perban.
“ emh... “ Tiara membuka mata, dia masih merasakan nyeri di lengan kanannya.
“ Sayang.. akhhh shhh ini masih sakit....” rengek wanita itu yang sontak bersikap manja di depan suaminya.
Vernon tersenyum,” tidak apa apa, nanti akan sembuh, “ ucap Vernon sambil menatap istrinya dengan penuh cinta. Dia duduk di samping istrinya.
“ Huh seharusnya aku bisa menghindar tadi, dia seperti orang gila, aku tidak sengaja tertusuk, perutku tiba tiba kram tadi dan aku mual karena dia bau, ck... seharusnya aku tidak tidur disini, rumah sakit bau aku membencinya.. sekarang saja aku mual sayang,” cerocos Tiara.
“ Sayang apa kita bisa pulang, aku gak suka disini, bauuuu.....” rengek wanita itu lagi sambil menggoyang goyang lengan suaminya, memberikan tatapan memelas ke arah Vernon.
“ jangan rewel, kamu sembuh dulu baru pulang, gak boleh pulang kalau lukanya masih basah, nanti makin parah,” ucap Vernon dengan lembut.
“ Yaaahhh tapi kan disini gak enak sayang, masa iya kita ke Milan Cuma buat masuk rumah sakit, “ Tiara mengerucutkan bibirnya.
Vernon tersenyum gemas.
“ Iya nanti kita pulang, tapi tunggu sampai kamu dan baby mendingan ya sayang,” ucap Vernon sambil mengusap perut istrinya.
“ Baby? Maksudnya?” tanya Tiara heran.
“ Baby, anak kita sayang,” ucap Vernon sambil mengusap dan menatap perut istrinya.
“ Haha? Ma...maksudnya aku hamil? Aku hamil anak kita? Yang benar? Kamu tau dari mana ? jangan mengada ada Ver, aku gak mau kecewa dan terlalu berharap, kamu ihhh...” celetuk Tiara sambil memasang wajah kesal.
“ Aku gak bercanda sayang, kamu lagi hamil,usianya baru dua minggu...” jelas Vernon.
“ Ja... jadi benar?”
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen.