Suami 189 Cm-ku

Suami 189 Cm-ku
49


__ADS_3


D. K Grup


Berita pagi ini membuat tuan Dharma hampir kehilangan nyawanya karena Toretto grup, perusahaan yang dirintisnya sejak dari nol hancur hanya dalam waktu satu bulan.


Praanngggg.... Benda benda kaca melayang terbang, berhamburan kesana kemari dan pecah berkeping-keping akibat ulah tuan Dharma yang terbawa amarah.


"Dharma hentikan itu!!!!" pekik Nyonya Kiara. Tampak jelas luka lebam di wajah wanita itu.


"Diam kau Kiara, arkhhh sialan berani beraninya anak pungut sialan itu membocorkan rahasia perusahaan, sial sial sial, ini semua karena anak bodoh dan idiot yang kau lahirkan itu Kiara.. aku hancur karena anak anak yang tidak bisa diandalkan!!" Tuan Dharma benar benar marah.


Toretto grup hancur berantakan, saham yang menurun drastis dan kini sedang di lelang dalam pasar saham dengan harga murah. Tiba tiba banyak pihak yang menarik investasi bahkan utang grup itu mencuat ke permukaan bagai mayat yang telah lama di sembunyikan di dalam lautan, mengambang ke permukaan air dan menyebarkan bau busuk sampai kemana mana.


"Kau yang membuat semua begini, seandainya kau tidak menekan Vernon dan Kevin terlalu banyak, mereka akan menjadi anak anak yang hebat!!" teriak Nyonya Kiara.


Kini Nyonya Kiara menjadi sasaran dari tuan Dharma. Sasaran pelampiasan pria itu akan amarahnya yang berapi api.


"Apa kau bilang!!!" pekik Tuan Dharma sambil mencengkram leher nyonya Kiara dengan sangat kuat bahkan membuat istrinya sendiri hampir kehabisan nafas.


"Uhukk... uhuk... hiks hiks.. ini semua karenamu, kamu Egois Dharma, Kevin, Vernon anak anakku, aku menyesali semua perbuatan ku pada mereka, mereka menderita karena dirimu!!!" teriak Nyonya Kiara sambil menangis.


Meski Nyonya Kiara terkesan sombong dan cuek terhadap Vernon dan terlihat lebih memperhatikan Kevin, alasannya hanya satu, dia ingin mempertahankan keluarganya di tengah kacaunya tempramen suaminya.


"Seharusnya aku menjaga Vernon dan membawa Kevin jauh dari orang gila seperti dirimu!!!!"


"Ke... Kevin.. Kevin dimana !? dimana putraku!!!" teriak wanita itu dengan air mata bercucuran.


"Cihh sampah!!!" umpat tuan Dharma.


"Kevin sudah mati, anak sialan itu tidak dibutuhkan lagi, hanya anak pungut apa gunanya!!!" ketus tuan Dharma.


"Kau harusnya mendidik mereka dengan benar bukan hanya begaya dan update di sosial media, asal kau tau kau bukan ibu yang bertanggung jawab jadi jangan menyalahkan aku!!!" kesal pria itu.


Nyonya Kiara menyadari kesalahan besarnya sebagai seorang ibu, dia tidak pernah menjaga kedua putranya dengan baik. Yang ada di pikirannya hanya kemewahan dan harta serta kejayaan di mata orang orang. Namun semua tahta, Harta dan Kasta yang dia dapatkan tidak ada gunanya.


Gagal... Dia benar benar gagal menjadi seorang ibu bagi putra kandungnya maupun anak angkatnya.


"Tuan Dharma, mohon hentikan kekacauan ini, saya dapat kabar baik dari Nusantara grup!!" ucap asisten Tuan Dharma.

__ADS_1


"Om Dharma, Nusantara grup menerima proposal investasi kita, Toretto grup bisa diselamatkan !!!" Risa juga masuk ke dalam ruangan tuan Dharma, dia dan asisten Tuan Dharma kini menjadi tangan kanan pria itu.


"Benarkah!!!" Mata tuan Dharma langsung membulat sempurna, senyuman bahagia tergurat di wajahnya. Dia menghempaskan Nyonya Kiara begitu saja ke atas lantai.


"Tega kamu Dharma, aku istrimu tapi yang kau pedulikan hanya uang hiks hiks hiks... menyedihkan kau menyedihkan Kiara, ini lah karma karena mengejar harta, inilah hukumanmu!!!" tangis wanita itu tersedu sedu.


Tuan Dharma, Risa Admaja dan Beni asisten tuan Dharma membiarkan nyonya Kiara disana dan tak memperdulikan tangisan wanita itu.


Mereka bertiga asik membahas mengenai proposal mereka yang diterima oleh Nusantara Grup dan tentu saja ini akan berdampak pada perkembangan Toretto grup di L.A.


Nyonya Kiara berdiri sambil mengepalkan kedua tangannya. Dia menangis pilu, inikah balasan paling menyedihkan atas semua ketamakannya selama ini.


Risa Admaja jelas jelas hanya orang luar tetapi tuan Dharma menuruti wanita itu begitu saja tanpa memperdulikan istri nya yang terluka akibat ulahnya.


Nyonya Kiara dengan hancur hati menatap mereka bertiga yang duduk di sofa sambil tertawa dengan proposal bisnis mereka yang telah disetujui oleh Nusantara grup.


"Tega kamu Dharma, kau jahat hiks hiks hiks...." Tangis wanita itu begitu pilu. Dia mengambil tas dan ponselnya lalu berlari keluar dari sana dengan hati yang hancur berkeping-keping.


"Om, Tante Kiara pergi," ucap Risa sambil melirik Nyonya Kiara dengan lirikan liciknya.


"Biarkan saja Risa, dia perempuan tidak berguna, sekarang fokus kita adalah untuk mendapatkan dukungan dana sebesar besarnya dari Nusantara grup. dan kau Risa, ingat misimu untuk mendapatkan Vernon, anak sialan itu adalah pewaris D.K, tanpa dia kita tidak bisa menguasai perusahaan ini!!" jelas tuan Dharma.


"heh mendapatkan pria idiot itu sangat mudah, aku hanya perlu menambah bumbu drama agar tuan Dharma semakin terpikat dan berada dalam genggaman ku!" batin Risa dengan senyuman licik.


"CK... menikah apa nya, mereka itu hanya kesalahan satu malam, lagipula wanita pendamping Vernon itu hanya orang biasa kita bisa menyingkirkan nya dengan mudah, kalau tidak bisa, musnahkan saja hahahah..." celetuk tuan Dharma yang asik menatap proposal bisnis yang sudah ditandatangani oleh Tuan V.


"Baik Om, tapi Risa takut gagal," ucap perempuan itu sambil melingkarkan tangannya di lengan tuan Dharma.


Hal itu jelas dilihat oleh Beni, asisten tuan Dharma.


"Benar benar kacau!!" pikir Beni yang memilih diam dan menunduk seolah dia tak melihat hal itu.


Tuan Dharma merangkul pinggang Risa." Kau pasti bisa, jangan kecewakan om," bisiknya sambil mengusap pinggang wanita itu.


"om... ada Beni ihh.." seloroh Risa dengan senyuman nakalnya sambil menepuk dada tuan Dharma dengan sensual.


"Ben, segera buat persiapan, kita akan mengunjungi kantor Nusantara grup!" titah Tuan Dharma yang tak ingin diganggu waktunya bersama Risa.


"Baik tuan!" ucap Beni sambil undur diri dari dalam ruangan itu.

__ADS_1


Risa dan Tuan Dharma tersenyum puas, mereka saling berpelukan. Pria hidung belang itu sudah dikuasai oleh perempuan jahat bernama Risa. Manusia jadi jadian yang bisa bisanya menggoda tuan Dharma.


"Sayang, aku sudah lama ingin memelukmu," ucap Tuan Dharma tanpa tahu malu, padahal usia Risa bisa dianggap sebagai anaknya.


"Aku juga, habisnya om selalu menghabiskan waktu bareng Tante Kiara, kita jadi tidak bisa menghabiskan waktu bersama," ucap Risa.


"Cih kalau bukan karena harta keluarga D.K aku tidak akan melakukan ini, aku akan mengambil semuanya dan menghancurkanmu dalam sekali tebas hahahah... Risa Admaja menjadi orang paling kaya di negeri ini!!!" batin wanita itu.


"Om apa yang harus kulakukan, Papa waktu itu gagal mendapatkan Vernon bahkan mereka di usir dan adikku menyerah, apa yang harus kulakukan!?" tanya Risa sambil menatap tuan Dharma.


"Sudah kubilang, gunakan saja istri bodohnya itu, wanita itu akan jadi senjata ampuh untuk kita!" ucap tuan Dharma.


"Hmmm benar, dengan melukainya kita bisa mendapatkan Vernon, om memang yang terbaik!" ucap Risa sambil mengecup pipi pria tua penuh akal licik itu.


" Tentu saja sayangku hehehehe..." Tuan Dharma membalas Risa dengan lebih rakus, mereka bergulat di dalam ruangan itu, sungguh sebuah aib yang sangat memalukan.


Tanpa mereka sadari benda kecil berwarna hitam di seluruh sudut ruangan tuan Dharma merekam semua ucapan dan kelakuan tuan Dharma juga Risa di dalam ruangan itu.


" Mau mencelakakan istriku!? cihhh Mimpi kau bajingan!!!" umpat Vernon yang mengawasi tuan Dharma di balik komputer nya.


Tiba tiba..


Tuk.. tuk tuk...


"Tuan, Nona Tiara tiba," ucap asisten Vernon sebagai tuan V.


"Persilahkan dia masuk!" ucap Vernon dengan tegas.


Tampak Tiara masuk ke dalam kantor Vernon sambil berjalan menunduk dan mengepal kedua tangannya.


"Silahkan duduk nona Tiara," ucap Vernon dengan lembut.


" Cihh dasar pembohong!"


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 🤗


__ADS_2