
Rumah sakit,
Tiara sudah diperiksa dan sedang beristirahat di kamar pasien. Vernon tampak sedang berbicara dengan Damian dokter pribadi sekaligus sahabatnya. Johan dan Nastusha juga berada disana, begitu pun dengan teman teman Tiara.
"Bisa jelaskan sekarang!?" Tanya Vernon, sejak tadi dia mendesak Damian untuk menjelaskan kondisi istrinya.
Seluruh rumah sakit dibuat heboh dengan ulah pria itu.
"Tenanglah dahulu kau membuat heboh seisi rumah sakit dan mendesak ku terus menerus, bagaimana aku bisa mengungkapkan nya !?" Kesal Damian.
"Istriku pingsan begitu tentu saja aku panik Damian!!" Kesal Vernon.
"Vernon tenanglah dahulu!" Senggak Johan. Tentu saja pria itu terdiam saat Johan memarahinya.
"Jelaskan lah Damian, " ucap Johan.
"Tiara dalam kondisi lemah karena memakai KB ganda, dia sepertinya mengonsumsi pil KB setiap hari dan tentunya tubuhnya juga menerima KB suntik yang kau perintahkan waktu itu Vernon!" Ucap Damian.
"Karena dosis berlebihan dan untuk pertama kalinya, tubuh Tiara tidak sanggup, hal ini menyebabkan badannya lemas dan muncul freckles di wajahnya, selain itu siklus menstruasinya juga tidak lancar, beruntung kita bisa mengetahuinya dengan cepat, " jelas Damian.
Sontak mereka semua terkejut, Vernon tak menyangka kalau istrinya akan mengonsumsi pil KB tanpa sepengetahuan nya.
"Kenapa dia begitu!?" Tanya Vernon.
"Kau juga kenapa begitu bodoh!" Kesal Johan yang terkejut saat mendengar penyebab adiknya pingsan adalah overdoses KB.
"Bukannya kau sudah berkomunikasi dengan dia saat mengambil keputusan itu Vernon!?" Kali ini Nastusha angkat bicara.
"Seingatku saat memerintahkan hal itu, kau mengatakan akan berbicara dengan Tiara, kupikir dia sudah tau, apa yang terjadi Vernon?" Tanya Damian.
Kini mereka semua menatap Vernon dengan tanda tanya besar di kepala mereka masing masing.
"Aku tidak berani, aku takut dia akan berpikir yang tidak tidak," ucap Vernon sambil menatap istrinya.
"Apa yang kau takutkan, dan kenapa harus KB?" Tanya Johan.
"Aku takut tidak bisa melindungi Tiara jika dia mengandung anak kami, aku takut Tiara akan jadi sasaran empuk orang-orang itu, akhh semua ini salahku yang terlalu lemah!" Ucap Vernon.
Mereka saling menatap terutama Johan dan Nastusha.
"Tapi kenapa Tiara juga meminum pil KB? Apa dia memang sejak awal tidak ingin memiliki keturunan dariku? Tak ingin mengandung anak kami!?" Pertanyaan itu keluar dari bibir Vernon.
"Tidak, Tiara tidak seperti itu!" Ucap Nastusha.
"Dia sama dengan dirimu Vernon, dia takut jika dia mengandung anak kalian dia akan sulit bertahan jika sesuatu terjadi, dia takut suaminya yang keras kepala dan bodoh ini mengorbankan dirinya untuk melindungi Tiara dan anak kalian, Tiara ingin mengandung jika waktunya sudah tenang," jelas Nastusha.
__ADS_1
Vernon terkejut bukan main, dia pikir Tiara membencinya dan tak ingin memiliki anak dengannya, nyatanya Tiara memiliki ketakutan yang sama dengan Vernon.
"aku tidak tau itu.." ucap Vernon.
"Ver, sepertinya kau dalam masalah besar, demi hubungan kalian, kuharap perbanyaklah komunikasi dengan Tiara dan jangan mempertahankan keras kepalamu itu!" Ucap Johan dengan tegas.
"Sebenarnya apa yang terjadi sebelum kalian tiba kesini!?" Tanya Johan dengan tatapan penuh selidik.
"Kami bertengkar, aku melukainya lagi tadi, ini salahku," ucap Vernon. Dia memijit pelipisnya, benar benar menyesali perbuatannya dan kata katanya yang menyakiti hati istrinya.
"Apa ini masalah yang sama lagi Ver, masalah D.K!?" Tanya Johan dan pria itu mengangguk lemah.
"Bodoh!" Kesal Johan.
"Kalau Tiara terus menderita di dekatmu jangan salahkan aku membawanya dan memisahkan dia dari dirimu Vernon, " ucap Johan.
"Sayang jangan begitu," tegur Nastusha.
"Aku hanya kesal dengan keras kepala si bodoh ini, entah kata kata kasar akan yang kau lontarkan kuharap kau segera sadar Vernon, kuncinya adalah jujur pada istrimu, karena dia yang akan hidup bersamamu bukan orang lain!" Tegas Johan. Dia mendengus kesal karena kelakukan adik ipar sekaligus sahabatnya itu.
"Ini salahku, lalu Damian apa yang harus dilakukan? Apa efek suntik dan obat itu akan bertahan lama!?" Tanya Vernon.
"Biasanya bertahan selama sebulan sampai dua bulan, sekarang Tiara butuh istirahat dan menenangkan pikirannya, dia tidak boleh stress dengan keadaan," jelas Damian.
Vernon hanya diam mendengar penjelasan Damian. Semakin besar rasa bersalahnya pada Tiara.
Tuan Weizmann dan Shaka akan tiba hari ini di Indonesia. Mereka berencana untuk mempertemukan Tiara dengan dua anggota keluarga lainnya.
Setelah kepergian Johan dan Nastusha, Duo K dan Hanum juga keluar untuk memberikan mereka berdua ruang.
Vernon berdiri dengan lesu, dia menghampiri istrinya, lagi lagi dia berbuat kesalahan. Semua yang dia lakukan ternyata malah membuat istrinya terluka. Lagi lagi dia keras kepala.
"Bodoh, kenapa aku tidak membicarakan hal itu denganmu dan membuatmu dalam kondisi bahaya," sesal Vernon.
Dia duduk sambil menatap wajah cantik istrinya. Menggenggam tangan wanita itu dengan erat. Pikiran Vernon tentang angan angan kosong nya mulai terbuka.
Mereka berdua diselimuti rasa takut karena kekejaman tuan Dharma. Rasa takut untuk memiliki kebahagiaan dan keluarga sendiri, takut dengan segala resiko dan ancaman yang mungkin akan mereka hadapi.
Jika terus dalam lingkaran ketakutan ini, maka mereka mungkin tidak akan bisa bahagia.
"Semua karena diriku yang terlalu takut, maafkan aku sayang, aku terlalu banyak melukaimu," lirih Vernon sambil mengusap lembut rambut istrinya.
"Mari kita hidup bahagia, tak ada lagi pil KB atau suntik apa pun itu, aku ingin kita bahagia, " ucapnya.
Mata Tiara terbuka, dia mendengar semuanya, mendengar tentang kekhawatiran suaminya tentang rencana memiliki keturunan.
Tiara menatap Vernon yang sedang menunduk, diangkatnya tangannya dan diusapnya kepala pria itu.
__ADS_1
"Sayang," panggil Tiara.
Sontak Vernon membuka matanya,"sayang kamu sudah bangun? Syukur lah, maafkan aku untuk semuanya maafkan aku karena egois sayang, maafkan aku, aku menyesali nya," Vernon langsung mengungkapkan penyesalannya pada Tiara.
Tiara menangis, bulir bulir air mata membasahi pipinya," tak apa, yang penting kamu sudah sadar, dan untuk pil KB maaf aku tidak memberitahumu, aku takut kamu marah dan berpikir kalau aku..
"Ssthhh tak usah dibahas, biarkan saja berlalu, mulai hari ini kita hanya akan hidup dengan bahagia, aku janji, entah diberi anak dengan cepat atau tidak biarkan Tuhan yang bekerja, aku akan jadi orang yang menjagamu, menjaga anak anak kita nanti, " ucap Vernon dengan sungguh sungguh.
Tiara mengangguk, dia bersyukur suaminya menyadari kesalahannya. Obsesinya selama ini ingin mendapatkan kasih sayang yang mungkin tak akan bisa dia dapat kan justru merenggut kebahagiaan yang ada padanya saat ini.
"Syukurlah, syukurlah kamu sadar sayang, " lirih Tiara.
"Cepat sembuh, maaf membuatmu seperti ini," ucap Vernon sambil mendarat kan sebuah kecupan manis di kening istrinya, turun ke mata, pipi dan terakhir sebuah ciuman panjang di bibir wanita itu.
Mereka saling berpagutan menyalurkan rasa cinta dan bahagia mereka dengan ciuman panjang di dalam ruangan perawatan itu.
"Aku mencintaimu sayang, sangat mencintaimu," bisik Vernon sambil mengecup wajah istrinya dan memeluk wanita itu dengan erat, dia naik ke atas ranjang Tiara.
"Aku juga mencintaimu," balas Tiara sambil melanjutkan ciuman panjang mereka.
Sementara itu di luar ruangan, tiga manusia yang tidak tau apa apa malah kebingungan dengan apa yang baru saja terjadi, tak ada yang menjelaskan apa pun pada Hanum, Kodak dan Kanon, tau taunya mereka melihat Presdir Nusantara yang ternyata adalah Vernon suami Tiara.
"Bahkan kalian berdua tidak tau!??" Tanya Hanum.
"Emm iya, kami saja baru sadar," celetuk Kodak.
"Wahhh fantastis!!!" Hanum hanya bisa geleng-geleng kepala dengan serentetan kejadian ini.
"Dia benar benar Tuan Vernon kan!??"
Tiba tiba Max datang kesana, dan melewati mereka begitu saja dengan wajah panik sambil membawa barang-barang Vernon dan Nyonya mudanya.
Max membuka pintu dengan cepat tanpa mengetuk. Namun sedetik kemudian keluar dengan wajah pucat pasi dan tangan gemetaran.
"Max habis kau!!!!!" Pekik Vernon dari dalam ruangan Tiara.
"Mampus, salah lagi kan!!!" Celetuk Max sambil memukul keningnya sendiri. Baru saja dia mendapatkan pemandangan yang tak seharusnya dia lihat. Pemandangan saat tuan dan nyonya mudanya sedang berciuman panas dan malah harus terhenti karena ulah Max.
"Mati lah aku..." Batin pria itu.
.
.
.
Like, vote dan komen 🤗
__ADS_1