Suami 189 Cm-ku

Suami 189 Cm-ku
63


__ADS_3


..."Apa yang berharga bagi tuanku, adalah kewajiban ku untuk menjaganya!"...


...Max Borenstein...


...****************...


Tiara dan Vernon berjalan sambil bergandengan tangan memasuki gedung itu. Saat melihat tangan Tiara yang menggenggam tangan Vernon dengan posesif membuat wanita itu merasa kepanasan dan kebakaran jenggot. Dia tidak sudi tuannya yang hebat justru bersanding dengan seorang gadis lemah yang tidak tau apa apa.


“Ck.. sialan, apa tuan muda tidak melihat kalau perempuan ini hanya gadis kecil, hanya hama kecil yang tidak sebanding bahkan jika dibandingkan dengan diriku sendiri dia sama sekali tidak sebanding, kenapa tuan muda malah memilih perempuan bodoh ini,” geram Diana.


Max melirik rekan seperguruannya yang terus menatap Tiara dengan tatapan pembunuh.


Bughh...


Max menyenggol lengan wanita itu dan melayangkan tatapan menyeramkan ke arah Diana.


“Jaga matamu Diana, kalau kau masih ingin hidup, hargai pilihan tuan muda, kau tidak boleh menilai orang hanya dengan melihat penampilannya saja!" kesal Max.


“Max!!” Kesal Diana, dia menarik lengan pria itu dan membawanya berbicara.


“Lepaskan, bukan muhrim!!” ketus Max sambil membersihkan lengannyayang dipegang oleh Diana, tapi kalau nyonya mudanya yang pegang dia tak akan berani melakukan hal seperti itu.


“Ck... kau lihat sendiri wanita yang dibawa oleh tuan, dia itu perempuan lemah, sekali lihat saja aku bisa tau perempuan macam apa dia, Dia itu hanya sampah dan hanya kelinci buruan yang justru membuat markas ini dalam bahaya, apa kau tidak bisa melihatnya atau kemampuan analisismu sudah menurun jauh hah?” Diana memarahi Max karena pria itu tampak berpihak pada Tiara.


Max menatap Diana sambil memicingkan matanya. Dia benar benar tidak menyukai cara Diana menilai Tiara nyonya mudanya yang berharga.


“ Dia itu akan membahayakan tuan muda jika dibiarkan terus menempel di sekitar tuan, ini tidak baik Max!!" desak Diana.


“Atau kau ingin aku menghabisinya hah? Biar kubunuh saja diam diam. Alu akan menghancurkan wa... ekhhh....ma..maax... sa..sakitt...... uhukkk,....


Max mencengkram leher Diana saat bibir wanita itu mengatakan ingin membunuh perempuan yang berharga bagi tuan mudanya. Perempuan yang telah membuat hidup tuan mudanya yang suram menjadi penuh dengan warna.


“Jangan berani mengucapkan kata kata itu dengan mulut liarmu Diana, kenapa kau tidak setuju dengan pilihan tuan muda kali ini, biasanya kau selalu mendukung tuan muda apa pun pilihannya, tetapi melihat nyonya muda disini membuatmu kebakaran jenggot hah?” Max mengeraskan rahangnnya berusaha meredam agar amarahnya tidak semakin meningkat.

__ADS_1


“Kau tidak tau siapa nyonya muda, jangan menghakiminya dengan mulut kotormu itu, sama saja dengan Yuri, kejadian pada Johan dan Nastusha, apa kau ingin senasib dengan Yuri hah!??” bentak Max.


Ketika Max menyebut nama Yuri, Diana langsung terdiam. Yuri adalah salah satu bawahan Vernon yang tergila gila dengan kakak kandung Tiara, Johan. Dia bahkan rela memberikan segalanya untuk Johan bahkan sampai menjebak pria itu untuk tidur dengannya meski berhasil digagalkan oleh Vernon dan yang lainnya.


Kejadian di masa lalau saat Nastusha sedang mengandung Shaka, saat itu Yuri berusaha dengan kuat untuk menghancurkan hubungan Johan dengan istrinya. Dia menjebak Nastusha dan mengatakan wanita itu berselingkuh dan tidur dengan pria lain, dan menjebak Johan dengan memberi obat tidur ke minumannya dan mengambil foto mereka sedang tidur bersama lalu mengirimnya pada Nastusha.


Kejahatan wanita itu membuat hubungan Johan dan Nastusha renggang bahkan membuat Nastusha kabur dari rumah.


Max tidak ingin kejadian yang sama menimpa Tuan mudanya dan Tiara. Sebisa mungkin dia akan menghancurkan apa pun yang menjadi penghalang dalam hubungan tuan dan nyonya mudanya.


“ Jangan sekali sekali mengikuti jejak Yuri, jika tidak kau akan mati mengenaskan di tanganku sendiri Diana, Ibu tidak akan senang jika tau putri kesayangannya ini bekerja sebagai anggota mafia dan mengincar nyawa seorang wanita tak bersalah,”ucap Max sambil melepaskan tangnnya dari leher Diana.


“Uhukk... uhukk... hanya demi wanita bodoh itu kau membuatku sampai seperti ini kak Max? Kau tidak menganggap adikmu sendiri hah?” kesal Diana.


“Kau yang mulai, lagi pula sejak kapan aku dianggap sebagai kakak di dalam kehidupanmu bahkan di dalam keluargamu, jangan munafik, mari kita jalani kehidupan kita sebagai orang asing!!” ucap Max dengan tatapan datar dan dingin sambil beranjak meninggalkan Diana disana.


“kak Max, akan kuberitahu ayah tentang kejadian ini,” kesal Diana.


“Aku bukan bagian dari kalian, jadi kita tidak ada hubungan sama sekali,” tegas Max.


Pria itu berjalan dengan cepat menyusul tuan dan nyonya mudanya.


Hubungan Max dan kedua orangtua serta saudara sarudaranya tidak baik. Mereka sama sekali tidak menganggap Max sebagai bagian dari keluarga Syekh yang melegenda dengan kekuatan dan kekuasaan mereka di Mesir.


Bagi Max keluarganya sudah lama mati, dia tidak peduli karena keluarganya sekarang adalah tuan dan nyonya mudanya yang begitu menghargai setiap jerih payahnya meski dia sering terkena semburan maut dari vernon karena tidak berhati hati.


Belum mereka semua masuk ke daam gedungmarkas tiba tiba anak buah Vernon yang berjaga di depan gerbang meniup peluit tanda bahaya sedang menyerang . Ini menunjukkan kalau ada musuh yang secara terang terangan menyerang markas Davichi.


Pluuuiiiiiiittttttt.........


Seluruh anak buah langsung siagadi tempat jika musuh menyergap langsung markas besar Davichi.


“ Sial, Vernon sepertinya markas diserang, “ Johan langsung panik dia spontan menggenggam tangan adiknya yang malah membuat Venron cemburu dengan kakak iparnya dan disaat markas sedang di serang.


“Gak usah dipegang gitu juga Johan.” Celetuk Vernon yang langsung menarik Tiara ke dalam pelukannya.

__ADS_1


“heh dasar tukang cemburu,” ketus Johan.


“Itu adikku,” balas Johan yang dnegan snegaja mengambil tangan Tiara.


“Ckk ini istriku, gak perlu dipegang pegang sama situ,” ketus Vernon.


“Adikku Verr...” kesal johan.


“Istriku Johaaannn...” balas Vernon.


“hei bisakah kalian berdua berhenti? Kita sedang diserang dodol!!!” ketus Damian yang malah geram dengan kedua pria itu.


Tiba tiba saja markas sudah dikepung dan ada banyak anak buah dari pihak lawan yang mengepung mereka. Sekelompok orang berpakaian hitam mengepung dan memasuki area markas. Anak buah yang berjaga tidak banyak karena dibagi ke bebrapa lokasi.


“tuan muda kita dikepung,” teriak Max panik sambil menhghampiri meraka. Di depan sana, Diana dan anak buah yanglainnya sednag menghadang musuh.


“ Berapa banyak, siapa mereka?” tanya Vernon dnegan tatapan tajam. Istrinya tidak lepas dari penjagaan Vernon.


“Kalvari, kelompok Praja Tuan,” ucap Max .


Mereka semau saling menatap, baru tadi dibicarakan, pria itu sudah melancarkan aksinya menyerang Davichi di siang bolong seperti ini.


“Sialan, bagaimana mereka bisa tau kita disini!??" kesal Vernon.


“Tuan muda... hah... hah... kami menemukan pelacak di tubuh mata mata itu, ini jebakan, mereka menyerang kita disaat anak buah sedang bertugas di luar!!!” penjaga di bagian penjara berlari sambil membawa cip yang sangat kecil yang dipasangkan di telapak kaki pria itu, saking kecilnya hanya terlihat seperti tahi lalat di tumit mata mata itu.


“ Sialan.....”


Sementara itu di luar, Diana sedang tersenyum saat para musuh menyerang.


“Ini akan menjadi kesempatanku untuk membunuh gadis tidak berguna itu, pasti karena dia markas di serang, tuan muda akan sadar kalau perkataanku tadi benar,” batin wanita itu.


.


.

__ADS_1


.


Like, vote dan komen.


__ADS_2