
Sudah setengah jam lamanya Tiara duduk di depan Vernon tanpa membahas apa pun. Vernon hanya diam dan menatap Tiara dengan tatapan datarnya. Tiara sendiri tidak peduli, dia menunggu drama suaminya berlangsung.
tuk... tuk.. tuk...
Jadi Vernon mengetuk meja kerjanya untuk memecah keheningan dalam ruangan itu. Tatapan begitu serius.
"Wahhh, dia benar benar diam saja? bagaimana bisa!?? bukankah ketampanan ku ini akan membuat semua orang jatuh hati sampai aku punya banyak skandal dengan perempuan perempuan tidak jelas!" batin Vernon mulai gelisah. Istrinya di depannya, ingin dia memeluk, mencium dan bermain dengan istrinya, tapi nyatanya dia masih dalam kebohongan nya.
"Ekhmmm... " Vernon mulai memancing Tiara untuk bicara. Namun seperti sebelumnya Tiara tidak menunjukkan respon apa pun.
"Uhuk... uhuk.. ekhmm.. A.. AAa.. ekhmm..." Lagi lagi Vernon berdeham.
"Kenapa Tuan Muda V!? kebanyakan makan es serut ya? atau kebanyakan drama!?" celetuk Tiara. Dia menatap Vernon sambil memicingkan matanya.
"Uhuk.. uhuk.. uhuk... Ka..kau.. benar benar tidak sopan, aku atasanmu!" Ucap Vernon. Pria itu benar benar terkejut dengan ucapan Tiara yang ketus dan menusuk.
"Maaf Tuan, saya pikir saya berbicara dengan seseorang yang akrab, anda mirip dengan seseorang yang saya kenal," celetuk Tiara.
"Ekhmm mi..mirip dengan siapa!?" tanya Vernon penasaran
"Tentu saja aku mirip dengan orang orang tampan di luar sana bahkan wajahku ini tidak ada tandingannya hehehhe..." seloroh Vernon sambil menggaruk garuk dagunya.
Tiara terkikik geli, ternyata kepribadian suaminya selucu ini, terlalu narsis dan sangat percaya diri.
"Maaf tuan, tapi anda mirip kucing tua tetangga kontrakan saya yang tiap pagi mengeong cari pasangan buat kawin hahhaahhaa...." celetuk Tiara. Yang benar saja, Tiara mengejek suaminya secara langsung di depan wajahnya.
"A..apa!? kucing tua... a..aku ? yang benar saja nona!!!!" Mata Vernon terbelalak, dikira dia dibandingkan dengan orang orang tertampan diluar sana, taunya dibandingkan dengan seekor kucing tua kebelet kawin.
" Ahahahha... sedikit mirip apalagi kalau anda berteriak seperti tadi hahahaha..." Tiara tertawa terbahak-bahak, dia bisa senyaman itu karena di depan suaminya sendiri, kalau di depan orang lain? jangan ditanya dia persis seperti Vernon dalam mode ketua Mafia.
Vernon tersenyum bahagia, apalagi saat melihat istrinya seluwes itu.
" Ehh tapi kok ada yang aneh, kalau di depan orang lain biasanya Tiara tidak sepeti ini? aneh? kenapa dia tertawa senyaman itu di depanku, orang yang jelas tidak dia kenal dekat!?" pikir Vernon.
"Tuan ada apa memanggil saya disini!? " tanya Tiara sambil melirik jamnya.
"Waktu saja terbuang percuma, Empat puluh tujuh menit 39 detik dan sekarang berjalan lagi telah berlalu begitu saja tanpa melakukan apa pun, apa anda pikir saya datang kesini untuk meladeni tingkah kekanakan anda itu !?" Tegas Tiara, mode singanya aktif kembali.
Glekk..
"Haihh apa yang kupikirkan tadi, dia sama saja, lihatlah mode emak emak rempongnya sudah kembali," batin Vernon sambil geleng-geleng kepala.
"Kenapa geleng geleng pak, Banyak beban atau banyak bohong ya !?" celetuk Tiara.
"Ekhmm tak kusangka kepribadian nona manis ini seluwes ini hahahha... saya pikir anda orang yang kaku nona cantik!" ucap Vernon seraya mencolek dagu Tiara sambil tersenyum licik.
__ADS_1
Tiara tersenyum licik sambil menatap Vernon, dia berdiri lalu mendekatkan wajahnya ke arah Vernon bahkan pria itu sampai duduk tegap dan terdesak ke kursinya.
"Apa aku semenarik itu di mata anda tuan muda V??" bisik Tiara sambil menarik dasi Vernon dan menatapnya dengan tatapan lapar.
Tiara duduk di atas meja, mendekatkan wajahnya dan menarik dasi Vernon dan tersenyum dengan sensual.
Vernon bagai terhipnotis dengan kecantikan istrinya dalam balutan pakaian kerja yang terlihat seksi dan menggoda. Jika saja dia dalam mode Vernon si pria bertopeng, dia sudah memakan wanita itu sekarang.
Vernon menelan salivanya dengan kasar, Tiara menarik dasi Vernon dan mengusap bahu pria itu sambil tersenyum jahil.
"Kau pikir bisa mendapatkan ku? dasar pria bodoh, minta ijin pada suamiku!!!" ketus Tiara sambil melemparkan tatapan tajam pada Vernon.
"Ya Tuhan, kenapa istriku semenyeramkan ini, dai benar benar garang!!!!" batin Vernon berteriak.
"Oh My God gak tahan aku, cantik, seksi, sempurna!!!"batin Vernon lagi.
Brukk...
Tiara mendorong Vernon hingga dia terhempas ke kursinya sendiri.
"Cukup main mainnya tuan, saya datang kesini untuk bekerja bukan meladeni anda, jelas anda tau saya sudah menikah masih saja ada pikiran bodoh untuk menggoda orang!!!" Tiara turun dari atas meja dan kembali duduk di kursinya sambil mengangkat satu kakinya dan menaruh tangannya di dagunya menatap Vernon dengan tajam.
"Kendalikan dirimu !" ucap Tiara dengan tegas.
Vernon tersentak kaget, seketika dia sadar, citranya sebagai tuan muda V malah jadi hancur di depan istrinya sendiri, bagaiman bisa dia terpikat dengan begitu mudah di depan istrinya.
"CK... sudah lah, anggap saja iklan lewat, itu bukan godaan tapi ancaman!" ketus Tiara.
"A..Ancaman! ka..kau berani mengancam ku!?" Vernon terbelenggu.
"Kenapa tidak!?" balas Tiara dengan angkuh.
"Kepribadian mu benar benar tidak tertebak!" ucap Vernon.
"Tentu saja, sampai sampai semua pria di perusahaan ini tertarik padaku bahkan para gadis itu padaku , Tiara gitu loh!" ucap Tiara sambil mengibaskan rambutnya dengan angkuh.
Mata Vernon membulat saat mendengar ucapan Tiara, jika perempuan iri tentu dia tidak masalah, tapi jika sampai pria pria lain menatapnya, akan menjadi saingan besar bagi Vernon.
Pria itu berdiri lalu mendekati Tiara dan memegang bahunya.
"Katakan padaku siapa yang menatapmu hah, siapa mereka, biar kupecat sekaligus!! berani sekali mereka menatap kesayanganku!!"
"Eh maksud ku berani sekali mereka menatap seorang wanita bersuami!" ucap Vernon. Bisa bisanya dia keceplosan di depan Tiara.
" Hahahahah... semua pria di perusahaan ini tuan, pecatlah mereka maka anda akan merugi hahahah..." balas Tiara.
"Lalu..." Tiara menepis tangan Vernon dari bahunya.
__ADS_1
"Jangan berani menyentuh saya lagi tuan, saya tidak ingin suami saya yang baik hati, jujur dan rajin membaca cemburu," ucap Tiara, kali ini dia menjaga jarak. Wanita ini benar benar hebat dalam membuat orang bingung.
"Eh.. maaf," ucap Vernon langsung berdiri tegap.
"hahahaha lihatlah wajahmu itu, kamu sama sekali tidak curiga? dasar bodoh, mau saja dikerjai, " batin Tiara.
"Lalu apa tujuan saya datang kesini tuan, sudah hampir satu jam!" ucap Tiara sambil mengangkat jam tangannya.
" Ekhmm.. baiklah," Vernon duduk di kursinya.
"Saya memanggil Anda kesini untuk memberikan ini," Vernon memberikan dokumen ke tangan Tiara.
"Apa ini?" tanya Tiara sambil membuka dokumen itu.
"Saya ingin anda bertanggung jawab dalam fashion week di Milan, yang akan dilaksanakan akhir bulan ini, Anda akan mewakili Nusantara grup bersama model yang tentunya nona bisa pilih sendiri," ucap Vernon.
" Fashion week!?? aku tak salah dengar? a..aku bertanggung jawab, anda tidak salah kan tuan!? di perusahaan ini masih banyak designer lain, kenap harus saya!?" tanya Tiara heran.
"Kalau tidak mau ya sudah, aku akan memilih orang lain!" ucap Vernon hendak mengambil kembali dokumen itu.
"eits... siapa bilang tidak mau," ucap Tiara.
"Jadi anda setuju?" tanya Vernon.
" Tentu saja, ini mimpi saya, bagaimana bisa saya menolaknya!" ucap Tiara dengan mata berbinar-binar menatap dokumen itu.
Vernon tersenyum," anything for you babe," batinnya.
"Kalau begit anda bisa memilih tim yang akan ikut serta, perusahaan akan diwakili dua tim, satu dari tim anda dan yang lainnya dari tim perusahaan, anda akan tampil di fashion week Milan bersama Tim yang lain dengan tema yang sudah ditentukan, kalau ada yang kurang bisa dibicarakan nanti, " ucap Vernon.
"Baik tuan akan saya lakukan!" ucap Tiara dengan penuh semangat.
"Semangat sekali kamu sayang, syukurlah kamu bahagia," batin Vernon.
" Tuan muda, tuan Dharma dari D.K grup sudah tiba!" asisten Vernon masuk ke dalam ruangan memberitahu tamu mereka sudah tiba.
Jangan tanya Max dimana, dia sedang mengurus Karl company bersama tuan Frank. Selain itu dia harus menyembunyikan identitasnya dari tamu hari ini dan dari anak anak magang di Nusantara grup.
"Persilahkan mereka masuk," ucap Vernon.
"Tuan Dharma!? mau apa?" batin Tiara.
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen 🤗