
"Hahahahahahah.... huwahahahahahah... dia akan mati, mampus kau Vernon hahahaha... itu balasan untuk pria idiot yang telah menghancurkan keluarga ku hahahahahahaha.... mati kau bangsat sialan hahahhahahah!!!!!!"
Shela tertawa puas di rumah kontrakan yang kini dia tinggali bersama Nyonya Admaja. Setelah semua harta Admaja dibekukan mereka harus kehilangan seluruh harta benda mereka. Dengan sisa uang pribadi dan perhiasan yang mereka jual, Shela dan Nyonya Admaja memilih mengontrak di sebuah rumah kecil yang lumayan nyaman.
"Hei jangan tertawa terlalu keras, orang orang akan mendengar mu, " nyonya Admaja datang membawa wiski dan kukis yang mereka beli dari luar.
"Hmm... wiski ini jadi lebih enak saat menikmatinya setelah memusnahkan pria sialan itu," ucap Nyonya Admaja sambil menyesap wiski itu.
"hmmm.. Mom benar tapi aku tak akan puas sebelum wanita sialan itu juga ikut mati, dia harus mati di tanganku!!!!" geram Shela yang entah memiliki dendam apa pada Tiara.
"Jangan sampai ketahuan, kita bisa bahaya kalau ketahuan, kau terlalu gegabah!" tegur nyonya Admaja.
" CK.. aku tidak segegabah itu Mom" ucap Shela sambil memutar malas kedua bakal matanya.
"Hmm terserah, tapi apa kau sudah menemukan ponselmu!?' tanya Nyonya Admaja.
"CK.. tertinggal di apartemen si artis bodoh itu, tenang saja Mom, aku akan mengambilnya, sekaligus membereskan wanita sialan itu!" ucap Shela.
"CK.. entah kenapa aku jadi khawatir!" ucap Nyonya Admaja.
"Tenang Mom, aku tak mungkin melakukan kesalahan. Si Mina bodoh itu akan disalahkan atas kejadian ini, beruntung kita keluar dar mobil itu diam diam dan pergi dari sana setelah penembakan terjadi, Mina yang akan disalahkan!" ucap Shela dengan senyuman bangga.
"Ya.. ya.. kita lihat saja!" ucap Nyonya Admaja.
Sementara itu di sisi lain kota itu, Athena dan Mina sedang berada di lokasi kejadian dimana Vernon tertembak.
"Aku yakin ada sesuatu di mobil ini, melihat mereka keluar begitu saja tanpa meninggalkan jejak!" ucap Mina yang sedang memeriksa mobil yang dia sembunyikan di semak semak dimana mereka bersembunyi semalam.
"Aku lihat kesana dulu," ucap Athena yang dianggukkan oleh Mina.
Athena berjalan ke arah belakang mobil, mencari sesuatu yang mungkin bisa mereka jadikan bukti.
"Apa yang kalian lakukan disini, bukannya seharusnya wanita sialan ini mati setelah membuat tuan Muda dalam kondisi kritis!!!" suara bariton Max menyeruak di telinga kedua orang itu.
__ADS_1
Max yang baru diberitahu tentang kejadian yang menimpa Vernon saat dia dan istrinya di tengah jalan menuju tampak tujuan mereka. Keduanya memilih langsung memutar balik dan kembali ke kota.
Max berdiri dengan tatapan tajam sambil mencekik leher Mina yang dia jadikan sandera.
"To.. tolong kak.. a..aku.. uhuk uhuk.. sesak..." lirih Mina yang berada dalam cengkraman tangan Max.
"Kumohon tolong jangan lakukan ini sekarang, kita harus mencari bukti, Meski Mina hendak menembaknya tapi yang membuat tuan Vernon seperti itu bukan Mina, memang Mina salah tapi ada penjahat sebenarnya yang harus ditangkap jika ingin Tiara dan Vernon tetap selamat!!!"
"Dia pelaku di balik penembakan ini, dia adalah Shela Admaja dan ibunya, tolong dengarkan aku, kami akan menyerahkan diri setelah berhasil menemukan kedua orang itu!!!" Athena memohon pada Max.
Max cukup kaget melihat bagaimana Athena memohon belas kasihan dari dirinya.
"Di saat seperti ini kalian masih ingin menyalahkan orang lain ? di mana kepala kalian hah!!!" Max membentak keduanya, dia benar benar murka atas kejadian ini.
"Aku tau kalian marah, tapi tolong!! aku benar benar minta tolong ijinkan kami mencari kedua orang it,u jika tidak Tiara dan kandungannya juag Vernon akan dalam bahaya, Admaja adalah keluarga yang licik, kumohon beri kami kesempatan, setelah itu kalian boleh menghukum kami!!!!" pinta Athena dengan nada memohon.
"CK.. apa buktinya kalau bukan si jal4ng ini pelakunya hah!???" kesal Max.
"Mas!!" Hanum keluar dari dalam mobil, dia tidak tega melihat Mina yang dicekik oleh Max.
"Lepaskan dulu dia mas, kita dengarkan apa mau mereka, lagi pula kita membawa banyak anak buah disini, kasihan, dia sudah kehabisan nafas," Pina Hanum dengan lembut.
"Tapi sayang, mereka ini...
"Sudah tenangkan dirimu mas, Tuan Vernon tak akan bangun kalau Mas melakukan ini, dengarkan dulu, lagipula mereka tak akan bisa kabur!" pinta Hanum lagi dengan lembut.
"cihh..." Max menurut dia melepaskan tangannya dan menghempaskan Mina dengan kasar.
Pria itu mengeluarkan sapu tangan dan membersihkan tangannya yang memegang Mina tadi lalu membuang benda itu ke tanah.
"Tenanglah," ucap Hanum sambil mengusap lengan suaminya. Jika Hanum tidak ikut campur, bisa saja Mereka berdua dihabisi oleh Max dalam sekejap.
"Maaf," ucap Max pelan yang dianggukkan oleh Hanum.
__ADS_1
"Bicaralah, tapi jangan pernah berpikir kalau kalian bisa kabur dari tempat ini!!!" ucap Max dengan tajam.
"Terimakasih tuan, nona, uhuk..uhuk..." lirih Mina sambil duduk berlutut di depan mereka.
"A..aku yang salah, awalnya memang aku berniat menembak Tiara, tapi Vernon menghalangi dengan tubuhnya. Namun aku jelas ingat kalau pistol yang kupakai kosong di dua slot pertamanya, dan pelurunya pun hanya ada dua, kalian bisa memastikan itu pada teman yang memberiku Pistol itu, " jelas Mina dengan suara tercekat. Setiap mengingat itu dia terbayang wajah Tiara yang begitu sedih dan menderita karena ulahnya.
"Nyonya Admaja dan Shela memang berniat membunuh Vernon dan Tiara, me.. mereka ingin balas dendam atas kematian tuan Admaja dan Risa yang hilang... me.. mereka juga mengincar Tiara, kita harus menangkap mereka, setelah itu aku akan dengan sukarela menyerahkan diriku!" ucap Mina sambil menangis sesenggukan.
Max diam sambil mengepalkan kedua tangannya, dia benar benar geram dengan semua kejadian ini. Memang sejak awal, Shela dan Nyonya Admaja sudah mereka curigai, tapi mereka tak tau kalau kedua orang itu sampai senekat ini.
"Kalau begitu kalian cari buktinya, sekaligus kalian yang menangkap orang orang itu, kuberi waktu besok siang!!!" ucap Max dengan tegas.
"Athena, kurasa kau tau apa yang seharusnya kau lakukan, Nyonya muda pasti kecewa melihat kalian seperti ini!!" ucap Max.
"Mas, apa Tiara mengenal mereka?" tanya Hanum .
"Kenal, mereka bahkan memiliki hutang darah pada Nyonya Muda!" ucap Max.
Pasangan pengantin baru itu pergi dari sana meninggalkan Athena dan Mina.
Mina menangis sejadi jadinya, dia yang terlalu bodoh dan egois, akhirnya orang orang yang tidak bersalah jadi korban keegoisan nya.
Athena memeluk adiknya dengan erat, dia tau Mina menyesali perbuatannya, dia tau kalah gadis itu telah menyadari kesalahannya. Athena tak sekalipun membentak Mina meski tau gadis itu salah, dia akan dengan sabar menghadapi semua perilaku Mina.
"Kak... hiks hiks hiks... maafkan aku... arrhhhhh... maafkan aku... aku yang salah!!!!!!" Air mata gadis itu mengalir begitu deras, entah bagaimana dia akan menghadapi Tiara di masa depan.
Sementara itu di rumah sakit di ruangan Tiara kembali terdengar tangisan pilu.
"Tidak.. tidak Vernon, sayang bangun!!!!! hiks hiks hiks... bangun sayang!!!!!!"
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen ya