Suami 189 Cm-ku

Suami 189 Cm-ku
25


__ADS_3


Tuan Dharma membuka dokumen yang diberikan oleh Kevin dan membaca laporan keuangan Toretto grup untuk kuartal pertama.


Baru membaca lembaran pertama, mata tuan Dharma langsung membulat saat melihat keuangan Toretto grup merosot tajam karena kehilangan beberapa investor potensial mereka dalam waktu yang bersamaan padahal jelas Toretto grup tidak melakukan kesalahan apa pun dalam setiap pekerjaan yang mereka jalankan dan selalu memberi kepuasan bagi para investor.


Namun, dua pemegang saham yang cukup kuat di Toretto grup menarik semua saham mereka hanya dalam selang satu Minggu.


"Kenapa bisa begini Kevin? kenapa bisa begini!!!!" pekik tuan Dharma yang semakin membara kemarahannya dengan laporan keuangan yang merosot dan menghancurkan pembukuan kuartal pertama hanya dalam waktu dua Minggu.


"Kami masih mencari tahu penyebabnya Pa, yang jelas kedua perusahaan tersebut kini telah menarik saham mereka, Kevin akan segera mencari investor lain, dan tolong Papa fokus pada perusahaan bukan pada semua rencana gila papa itu!!" tegas Kevin.


"Kevin permisi," ucapnya sebelum tuan Dharma sempat menjawab.


"Dasar anak anak sialan!!" umpat tuan Dhram.hang malah semakin kesal pada Kevin.


"Ada apa dengan Kevin kenapa dia juga membuatku kesal seperti anak idiot tak berguna itu hah!!!" kesal tuan Dharma.


"Benar apa kata Kevin pa, kita harus fokus untuk mengembalikan nilai pasar Toretto, jika terus begini kita bisa dalam keadaan kacau, jangan sampai investor lain ikut menarik saham mereka!" ucap Nyonya Kiara dengan tegas.


"Sialan, kenapa tiba tiba sekali seperti ini!!" geram tuan Dharma, dia mengepalkan kedua tangannya, mengeraskan rahangnya pertanda pria berkumis tebal itu berada dalam kobaran api kemarahan yang luar biasa panas nya.


Perlahan lahan masalah muncul ke permukaan, tanpa tuan Dharma sadari perusahaannya mulai hancur di bagian bawah, tanpa sepengetahuan Dharma, agen mata mata utusan Vernon telah memasuki sendi sendi penting dalam perusahaannya.


Mengambil posisi sebagai manager, kepala departemen, bagian akuntansi dan jabatan penting lainnya. Sewaktu waktu mereka akan meledak seperti bom waktu yang tidak tau kapan akan terjadi.


Sementara itu Vernon membawa Tiara ke rumah utama keluarga Karl. Mereka disambut hangat oleh Paman dan Bibi Vernon yang berbeda jauh sifatnya dengan tuan Dharma.

__ADS_1


"Selamat datang Vernon, akhirnya kamu berkunjung juga ke rumah ini nak, Bibi merindukan kamu," ucap seorang wanita berambut gelombang sebahu dengan warna blonde, dia berdiri menyambut bersama suaminya pria tinggi dengan tubuh tegap dan kumis tipis kecokelatan dan rambut kecokelatan yang sangat pas dengan iras bule nya.


"Halo Paman Frank, Halo Bibi Gita, lama tidak bertemu, Vernon rindu kalian heheheh..." celetuk pria yang masih menggendong istrinya itu.


"Kami juga rindu nak, ayo masuk, siapa dia?" tanya tuan Frank sambil melirik Tiara yang masih terlelap dengan tenang sambil memeluk suaminya.


"Istri Vernon hhehhe, cantik kan? seperti boneka hihih... dia kelelahan karena jagain Vernon, Vernon ke dalam dulu ya Paman, Bibi biar Tiara bisa tidur dengan nyenyak," bisik Vernon yang berusaha agar tidur istrinya tidak terganggu.


Mendengar kata 'istri', sontak tuan Frank dan Nyonya Gita saling menatap, mereka tidak tau kabar pernikahan diam diam Vernon serta kejadian saat Vernon diusir dari rumah keluarga D.K, tentu saja mereka terkejut jika mendengar kalau Vernon sudah menikah dengan kondisinya itu sebagai seorang pria idiot.


"Baiklah nak, baiklah, kamar kamu selalu dibersihkan jadi sudah siap ditinggali," ucap nyonya Gita


"Terimakasih Paman, Terimakasih Bibi!!" seru Vernon dengan suara bahagia.


Vernon naik ke atas sambil menggendong istrinya, sementara itu tuan Frank dan Nyonya Gita langsung menarik tangan Max dan membawa pria itu berbicara sementara Arthur dan Damian yang ternyata menyusul setelah membereskan pembuat onar menunggu di ruang tamu.


"idih si Papi, lihat yang bening langsung deh itu matanya bersinar sinar, apa gak cukup cuma Mami yang bening di mata Papi, kalau si kembar tau, Papi udah digantung di pohon Pete tetangga biar Taru rasa!!" ketus Nyonya Gita.


Sungguh kepribadian mereka ini tak ada yang bisa menebak,"Ya ampun bobroknya persis banget sama si bos, kupikir tadi sudah berubah jadi sedikit kalem, tau taunya makin bobrok aja!!!" batin Max, dia benar benar tak habis pikir dengan pasangan itu.


"Loh Papi kan cuma nanya, honey, bunny, sweety, pretty ku sayang, gak usah baper, ingat umur Mami, lagian ranjang berdecit bareng Mami tuh paling hot, masa iya Papi ngincer yang bau kencur ya nggaklah, Papi mah setia sama ketumbar, jahe lengkuas yang lebih strong heheh.."Tuan Frank memeluk istrinya yang sedang kesal dari belakang, hal yang selalu mereka berdua lakukan, berdebat tentang hal kecil dan ujung-ujungnya...


"Mata dan telingaku ternodai, apa pula itu ranjang berdecit, bikin otakku traveling kemana mana, dasar pasangan anabul, sama kayak ponakannya, main mukbang bibir di depan umum!!!" batin Max hanya bisa berteriak dari dalam tanpa bisa mengungkapkan bagaimana rasanya sangat sakit saat seorang pria yang baru ditinggal ayang malah melihat yang lain sayang sayangan di depannya, sungguh ironis!


"Haih Paman, Bibi sebenarnya perempuan tadi memang istri sah tuan muda, jadi tak ada yang perlu kalian khawatirkan dengan narasi panjang kalian yang tak berkesudahan itu, Vernon sudah menikah dengan perempuan tadi,"Max mau tak mau memotong kemesraan kedua sejoli usia lanjut itu.


"Jadi benar!??" ucap mereka berdua dengan mata terbelalak dan mulut menganga tak menyangka kalau ternyata Vernon keponakan kesayangan mereka sudah menikah.

__ADS_1


"Benar Paman, Bibi, mana berani saya bercanda!" ucap Max.


"Wow!!" celetuk mereka berdua dengan raut wajah yang sama dan cara menatap yang sama.


"Paman Bibi, ada sesuatu yang harus kalian ketahui, ini berita mengejutkan bagi kalian, maaf baru bisa menyampaikan sekarang," jelas Max.


"Ada apa Max, kenapa wajahmu jadi tegang kayak ****** baru yang dibelikan bibirmu kemarin malam di pasar malam!!" celetuk Tuan Frank.


"Pffth bwaahahhahaha... Hahahaha paman... Bibi tolong jangan buat aku tertawa, aku sedang serius ini, kalian ini ya," Max pada akhirnya tak bisa menahan tawanya apalagi saat melihat wajah Tuan Frank yang benar benar serius saat membicarakan kain segitiganya yang baru.


"CK... tau nih si kolot, masa iya sampai segitunya dikasih tau sama orang, udah lanjut, ada apa dengan ponakanku? " ketus Nyonya Gita.


"Hahaha baiklah, tolong serius, ini benar benar hal mengejutkan, " ucap Max


Kedua orangtua itu mengangguk paham sambil menatap Max dengan serius.


"Vernon dikeluarkan dari daftar keluarga D.K!" ucap Max dengan tatapan serius dan penuh penekanan.


Seketika kilat menyambar dari langit, bagai mendapatkan berita buruk di tengah acara ulang tahunmu, perasaan tuan Frank dan Nyonya Gita benar benar menjadi tak karuan.


"Dasar manusia manusia sinting!!!" pekik tuan Frank Karl, saudara tuan Dharma yang sudah lama berselisih paham tentang banyak hal sehingga hubungan mereka tidak benar benar baik.


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen ya 🥰


__ADS_2