
Seminggu sejak kejadian itu telah berlalu. Tiara kini sudah kembali sehat seperti semula. Mereka sering mengunjungi Kevin yang masih menjalani perawatan di rumah sakit yang sama dengan Tiara.
Kedatangan Tuan Weizmann dan Shaka masih dirahasiakan dari Tiara. Johan dan Nastusha juga sedang mengurus kepindahan mereka ke negara itu.
Pagi kembali berkuasa atas bumi Jakarta. Tampaknya cuaca dingin di pagi ini tidak mengimbangi suasana panas di dalam kamar kontrakan Tiara yang lama.
Dua manusia yang sedang dimabuk cinta tengah bergulat di atas ranjang. Suara suara nikmat terdengar keluar dari mulut mereka berdua. Olahraga panas di pagi hari karena ulah Vernon yang menggoda istrinya sejak dini hari tadi.
"Sa..sayang... pelan sedikit.. ahhh" Suara Tiara terdengar berat, tangannya memegang kepala Vernon yang sedang bermain main di titik kelemahannya.
"tahan sebentar," balas Vernon.
Kedua manusia itu menikmati permainan panas mereka, sentuhan demi sentuhan, erangan nikmat yang tiada tanding. Vernon sudah melakukannya sampai dua kali tapi seolah belum puas dia terus menerus menggempur tubuh istrinya yang sudah menjadi candu baginya.
Bergulat di hari yang dingin di bawah selimut tebal. Sungguh pasangan ini memiliki stamina yang hebat.
Sentuhan demi sentuhan dimainkan Vernon di area favoritnya, menggunakan berbagai posisi untuk mendapatkan kenikmatan yang luar biasa. Hingga pada puncaknya dia menyemburkan benih benih cinta mereka memenuhi rahim Tiara dengan harapan malaikat kecil mereka segera tiba disana.
"Aahh....
Keduanya melenguh nikmat di puncak pergulatan mereka. Vernon tidak langsung melepaskan penyatuan mereka, dia memeluk Tiara sebentar dan menenangkan istrinya juga dirinya.
"Aku mencintaimu sayang," bisik Vernon.
Tiara tersenyum dia memeluk pria itu. Vernon melepaskan penyatuan mereka, mengubah posisinya dan berbaring di samping istrinya sambil memeluk wanita itu dengan penuh cinta.
"Terimakasih," bisik Vernon.
Tiara masih saja malu malu padahal bukan sekali dua kali mereka melakukan itu, tapi rasanya masih saja malu.
"Kamu malu ya hmm?" goda Vernon sambil mencolek dagu istrinya.
"Jangan di tanya, jadi tambah malu nih," ucap Tiara sambil menyembunyikan wajah nya di balik dada bidang suaminya.
"Hahahahah gemesin banget sih sayang," Vernon tergelak melihat tingkah istrinya.
Sebenarnya mereka pulang ke kontrakan Tiara karena Vernon ingin menghabiskan waktu berdua dengan istrinya. Jika di rumah utama Karl, Tiara tidak akan diberi kesempatan untuk berduaan dengan Vernon, alasannya karena Bibi Gita pasti akan mengajak wanita itu bercengkrama, mengobrol sebagai sesama wanita, membawanya ke acara minum teh, memasak bersama dan melakukan banyak hal.
Selain itu Duo K akan terus mengikuti Tiara untuk persiapan Fashion Week mendatang, Duo K akan menjadi model dari Tim Tiara bersama dengan Arthur dan juga Hanum. Mereka menjadi tim untuk Fashion week kali ini.
"sayang," panggil Vernon.
"Ada apa?" tanya Tiara sambil mendongakkan kepalanya ke atas.
Tangan Vernon meluncur ke perut Tiara membuat wanita itu terbelalak, apa suaminya mau melakukannya lagi, bukannya ini sudah tiga ronde, apa dia pikir Tiara tidak lelah.
"Mau apa !!?" tanya Tiara panik.
__ADS_1
"nggak mau apa apa heheh, kamu mikir aneh aneh ya hahahaha..." celetuk Vernon.
Sontak semburat merah memenuhi pipi chubby wanita itu, pikirannya terlalu jauh.
"CK... kamu ihh.."
"Heheh maaf sayang, aku hanya berharap dia segera bertumbuh disini, " ucap Vernon sambil mengusap perut Tiara dengan lembut.
"Aku juga berharap demikian, awalnya aku takut kalau aku akan sulit mengandung karena memakai KB ganda, tapi setelah mendengar penjelasan kak Damian, aku sedikit lega karena kita hanya diminta terus berusaha," jelas Tiara.
"apa kamu suka anak kecil?" tanya Vernon.
"Suka sekali, mereka menggemaskan," jawab Tiara.
"He emm.. apalagi kalau itu anak anak kita, aku juga suka," balas Vernon.
"Semoga dia cepat hadir ya sayang," ucap Tiara sambil tersenyum.
"Pasti akan segera tiba, kita hanya terus berusaha setiap malam, nyicil buat anak heheheh..." celetuk Vernon dengan tatapan menggoda.
"Hahahahahahah itu mah maunya kamu..." balas Tiara sambil tertawa.
Setelah pergulatan panjang itu, mereka berdua sama sama membersihkan diri tanpa ada embel embel lain karena Vernon habis diomeli oleh Tiara karena begitu banyak bercak bercak merah hasil karya seni pria itu di tubuhnya.
Mau tidak mau Vernon harus menahan dirinya lagi. Memang dasar pria ini tidak pernah puas.
"Kamu kan ada rapat sayang, terus yang capek siapa yang ngeluh siapa, dasar, kamu kan yang paling banyak menangnya, " celetuk Tiara yang sedang menyiapkan pakaian kerja suaminya dan juga pakaiannya.
" Pokoknya gak boleh bolos, sekarang ayo siap siap kita ke kantor, banyak pekerjaan yang harus kita selesaikan, Fashion week tiga Minggu lagi, " tegas Tiara.
"Sayang emangnya kamu gak capek gitu? " tanya Vernon.
"Capeklah, kamu tunggangi terus," ketus Tiara.
"Pffth hahahahhaha.... iya iya.. maaf deh, kamu yang paling capek sebenarnya heheh, ya udah Kita ke kantor, tapi kamu jangan kerja terlalu lelah, " ucap Vernon.
"Iya sayang, ayo siap siap dulu, jangan sampai terlambat," ucap Tiara yang sudah beres berpakaian dan langsung menyelonong keluar kamar untuk menyiapkan sarapan mereka.
"Sayang pakaianku!!!" teriak Vernon.
"itu di atas meja!" Balas Tiara.
"Pakai kan dong!!!" rengek Vernon.
Tiba tiba Tiara muncul dari balik pintu dengan sebuah pisau dapur mengkilat di tangannya sambil menatap Vernon dengan tatapan pembunuh.
"Mau dipotong..." Tiara melirik pusaka Vernon dengan tajam. Sontak pria itu menutup pusakanya dengan dua tangan sambil menenggak salivanya dengan kasar.
"ngg...nggak, a...aku pakai sendiri, pakai sendiri, cuma bercanda kok, hehehe.. maaf.. maaf," cepat cepat Vernon menggelengkan kepalanya saat melihat tatapan maut dari istrinya.
__ADS_1
Tiara beranjak dari sana meninggalkan Vernon dengan wajah konyolnya itu.
"Huh... dasar kamu, " celetuk Vernon sambil tersenyum tipis di wajah tampannya.
Pria itu bersiap siap, dia memakai pakaian yang dipilihkan oleh istrinya, tak lupa dia memakai topengnya untuk menutupi identitasnya. Dia belum memiliki rencana mengekspos Tiara ke publik, sebab masih banyak serigala liar yang harus dia basmi di luar sana.
Keduanya telah selesai sarapan dengan perbincangan hangat seperti biasa. Di saat yang sama, Max dan Arthur sudah menunggu dengan mobil masing masing di depan rumah kontrakan Tiara.
Mereka berangkat terpisah untuk menutupi identitas masing-masing.
"Arthur jaga istriku dengan benar, jika sampai ada lecet seujung jari saja, habis kau di tanganku!!!!" ancam Vernon sambil menatap tajam pria itu.
Arthur memutar malas kedua bola matanya. Sikap Vernon tidak pernah berubah, dia selalu saja keras tapi sangat lembek jika sudah menghadapi istrinya.
"Sayang jangan begitu, kak Arthur sudah membantu kita," tegur Tiara.
"Eh... hehehehe.. maaf sayang, aku hanya sedikit takut karena kita tidak pergi bersama, tunggu sampai semua beres, kita akan berangkat bersama kemana mana," ucap Vernon sambil membingkai wajah istrinya dengan tangannya.
"CK.. dasar bucin, kalian berdua cepatlah, nanti saja waktu romantisnya, sekarang waktunya kerja!!" gerutu Arthur.
"iri bilang kawan hahahahah..." celetuk Vernon.
Akhirnya mereka berpisah, Vernon pergi bersama Max dan Tiara bersama dengan Arthur.
Di dalam mobil, Vernon tampak mengubungi seseorang.
"Apa kau sudah menyiapkan semuanya!?" tanya pria itu dengan serius.
"...."
"Baiklah, besok harus dilakukan dengan benar!" ucap Vernon.
"..."
Lain halnya dengan Tiara di mobil Arthur, saat mereka melintasi jalanan dekat kontrakan Tiara, mata wanita itu menangkap sosok perempuan yang sedang bersembunyi di balik pohon di dekat jalanan itu. Pakaian lusuh, wajah penuh luka dan lebam.
"Aku seperti mengenalnya!" Pikir Tiara.
"Ada apa Ra?" tanya Arthur.
"Tidak, hanya saja aku seperti melihat seseorang yang ku kenal, mungkin mirip saja, karena tak mungkin dia berpenampilan seperti gembel," jelas Tiara.
.
.
.
like, vote dan komen 🤗
__ADS_1