Suami 189 Cm-ku

Suami 189 Cm-ku
Season 2


__ADS_3

Tiara tampak syok saat mendengar fakta yang bahkan dia sendiri baru tau. Fakta tentang Hanum yang bukan anak kandung keluarga Malik, bahwa Hanum adalah seorang anak haram.


Bukan hanya Tiara, semua yang ikut dalam pertemuan itu juga tampak terkejut dengan fakta yang baru terungkap. Pantas saja nyonya Malik tampak memaksakan kehendak dan selalu menatap Hanum dengan tatapan penuh kebencian. Hubungan keduanya tidak akur dan sangat jarang Merry terlihat akrab sebagaimana hubungan ibu dan anak pada umumnya.


Diana, Arthur,.Duo K dan Damian juga tak menyangka kalau Hanum bukan anak keluarga Malik.


"Aku baru tau hal ini, Hanum tak pernah cerita dan mungkin memang dia sengaja menutupi semuanya dari awal, dia takut... dia pasti takut!!" ucap Tiara. Terlihat jelas kalau tubuh Tiara gemetaran seolah dia juga merasakan kesedihan Hanum sahabat baik yang selalu ada baginya.


Vernon menggenggam tangan Tiara, dia tau ini fakta yang menyakitkan terlebih lagi, fakta bahwa Hanum menyimpan semuanya sendirian selama ini.


"Sayang kita harus lakukan sesuatu, kita harus bertindak, mereka sudah keterlaluan, aku tidak mau sahabatku menderita karena orang orang jahat itu!!!" ucap Tiara sambil menatap suaminya dengan mata berkaca-kaca.


"Baiklah, Max aku akan membantu, kita habisi.mereka bersama sama, termasuk mantanmu yang tidak tau diri itu!!!" ucap Vernon.


"Terimakasih atas perhatian tuan dan nyonya, tapi sepertinya saya akan turun tangan secara langsung, saya akan menghabisi mereka dengan tangan saya sendiri!!" ucap Max dengan tatapan berapi api dia sudah siap untuk menghajar orang orang yang membuat istrinya down.


"Baiklah jika itu maumu, kami akan membantu menyediakan fasilitas, kau bisa gunakan semua yang kau butuhkan, dan jika perlu bantuan tinggal hubungi saja kami," ucap Vernon.


"Terimakasih tuan, nyonya!" ucap Max sambil membungkuk hormat.


"Apa kak Max bisa menyelesaikan ini?" bisik Tiara.


"Tenang sayang, mungkin akan terjadi kegemparan untuk beberapa saat, tapi semuanya akan habis dibasmi Max dengan merata, kita serahkan saja padanya, kalau butuh bantuan aku akan langsung bertindak," ucap Vernon.


Tiada mengangguk paham. Semuanya terlarut dengan pikiran mere masing masing. Kejadian ini benar benar di luar dugaan semua orang.


"Kasihan Hanum, apa dia sudah tau kalau kak Max mengetahui rahasia ini?" tanya Tiara.


Max menggelengkan kepalanya," sebaiknya biar dia yang bicara sendiri, saya takut itu akan mempengaruhi kejiwaannya, untuk saat ini saya akan fokus untuk menemani Hanum, setidaknya saya harus membagi waktu untuk dia, selama ini saya terlalu gila kerja, sampai saya tidak memperhatikan kebutuhan Hanum" ucap Max jujur.


Tiara menatap suaminya, dia dan Vernon sudah membicarakan hal ini semalam.


" Max sebulan ini ambillah cuti dan dampingi Hanum selama sebulan ini , selesaikan semua maslah mu dan buat istrimu aman, jangan terlalu gila kerja , tak baik untukmu dan juga Hanum,” ucap Vernon.


“ benar kak Max, kakak dan Hanum setidaknya harus punya waktu bersama selama sebulan penuh, karena aku juga merasa bersalah atas kejadian yang menimpa Vernon, membuat kalian berdua terhalang bahkan di hari pernikahan kalian yang seharusnya kalian menikmati bulan madu dan menikmati hadiah waktu itu tapi malah gagal karena kejadian itu,” ucap Tiara.

__ADS_1


“ Benar, aku sedikit merasa bersalah padamu Max, kau bekerja dengan baik tapi libur pun aku tak pernah beri, maaf ya brother,” ucap Vernon sambil menggaruk garuk kepalanya. Jujur saja ini bukan gaya pria itu. Dia benar benar merasa canggung dalam hal ini.


Max menatap tuan dan nyonya ya, dia terharu memiliki atasan yang begitu baik seperti mereka. Terlebih lagi Vernon yang banyak berubah setelah kehadiran Tiara.


"Baik tuan, Nyonya, saya mengucapkan terimakasih!" ucap Max sambil membungkuk hormat.


"Tidak, kami yang lebih berterimakasih atas pengabdian mu selama ini Max, terimakasih atas kerja kerasmu!" ucap Vernon yang langsung memberikan bungkuk penghormatan pada Max sebagai tanda terimakasih diikuti oleh Tiara.


Tak pernah dalam sejarah seorang presiden direktur memberikan penghormatan seperti ini pada bawahannya.Sangat jarang ditemui orang orang seperti Vernon yang tidak mementingkan status.


"Tu.. tuan muda, Nyonya..." Max terharu melihat respon tuan dan nyonya besarnya.


"waahhh Vernon dan Tiara benar benar atasan yang luar biasa, mereka bahkan membungkuk pada asisten mereka, " bisik Arthur tepat di telinga Diana.


Diana terkejut saat merasakan deru nafas Arthur di telinganya, terasa lembut dan tiba tiba membuatnya berdebar debar.


"Ekhmm... ka..kau terlalu dekat, " Diana langsung menghindar saat merasa tak nyaman dengan posisi mereka yang terasa ambigu.


"heh... kau merah, kau demam ya?" bisik Arthur yang malah menempel di belakang punggung Diana dan mendekatkan bibirnya ke telinga gadis tomboy itu.


Jantung Diana berdebar kencang, wajahnya memerah dan tiba tiba menjadi panas. Padahal sudah biasa dia sedekat itu dengan pria bahkan bawahannya tapi entah kenapa dia tiba tiba merasa gugup di dekat Arthur.


"CK... jangan ganggu aku!" kesal Diana yang langsung beranjak dari sana dengan wajah merah dan nafas yang mulai tidak teratur.


"Kak, tuan ,nyonya saya ke tempat latihan dulu," ucap Diana pamit.


"Ehh kenapa wajahmu merah Diana? kamu sakit?" tanya Tiara heran.


Diana terkejut, apa wajahnya Semerah itu sekarang?


"Saya tak apa nyonya, saya permisi dulu," ucap Diana sambil tersenyum canggung dan langsung keluar dari ruangan itu dengan jantungnya yang benar benar berdegup kencang.


Arthur menatap Diana sambil tersenyum tipis, matanya terus menatap Diana sampai gadis itu hilang dari balik pintu.


"menarik," gumam Arthur sambil mengusap usap bibirnya yang menyentuh telinga Diana tadi.

__ADS_1


Plukk....


"Apanya yang menarik tentang adikku hmm?" Mas berdiri di belakang Arthur dengan tatapan tajam dan penuh selidik. Sontak Arthur terkekeh melihat reaksi Max yang ternyata di luar dugaan.


"Hehehe kau kakak yang posesif ternyata," ucap Arthur sambil tertawa.


"Jangan coba macam macam dengan adikku Arthur, jangan sampa kah mempermainkan dia, aku sudah hapal sikap burukmu itu!" ancam Max dengan tatapan setajam kilat.


"Wahh apa ini, kak Arthur dan Diana ... apa mungkin kakak....


Tiara menebak nebak sambil menatap Arthur dengan tatapan penuh selidik. Vernon hanya tersenyum tipis, dia tau sifat Arthur, seorang playboy cap kuda liar yang banyak mempermainkan hati wanita, oleh karena itu Max tampak posesif saat Arthur mulai menunjukkan taringnya.


"Dia itu playboy cap kuda sayang, berhati hati dengan pria ini hahhaa.." bisik Vernon.


"Apa? wahh kak Arthur sebaiknya jangan mendekati Diana kalau cuma mau bermain main, Aku sebagai seorang perempuan merasa terhina kalau kakak melakukan itu pada Diana, kalau serius langsung bawa ke pelaminan saja!" celetuk Tiara.


"eh.. ekhhmm me..memangnya siapa yang mendekati siapa, aku hanya bercanda tadi, kalian menganggapnya terllau serius," ucap Arthur yang jadi salah tingkah.


"Justru karena itu aku jadi curiga padamu, jangan sampai adikku jadi korban!!" ancam Max.


"heheheh... te..tenang saja, tak akan terjadi , santai bro santai," ucap Arthur cengengesan.


"lawanku sangat banyak, gila sih, mana berani aku main main sama Diana, orang serius juga,namanya lagi pdkat, hehehe..." Batin Arthur.


Sementara itu di lapangan pelatihan anak buah,


"Sial, ada apa denganku, kurasa aku sakit jantung, kenapa aku berdebar dan keringat dingin tadi, sebaiknya aku meminta Kak Damian mengecek kesehatan ku," gumam Diana yang sedang berlatih disana.


.


.


.


like, vote dan komen 🤗

__ADS_1


__ADS_2