
Membaca pesan bahwa istrinya sudah pulang dengan selamat ke rumah membuat Vernon senang bukan main. Segera dia dan Max melaju menuju rumah utama Keluarga Karl.
Setidaknya pria tinggi itu merasa lega karena istrinya sudah kembali ke rumah mengingat ultimatum yang diberikan olah tuan Dharma tadi.
Max melajukan mobilnya dengan kencang. Tak beberapa lama mereka tiba di rumah. Jujur saja Vernon seperti orang gila, dia keluar dari dalam mobil bahkan saat mobil masih berjalan hingga.
Brukkk..
"Tuan Muda, astaga!!" Max panik, dia terkejut saat melihat kelakuan tahan mudanya yang di luar akal itu, bagaimana bisa Vernon jadi sebodoh itu hanya karena ingin bertemu dengan istrinya.
Pria dengan tubuhnya yang tinggi itu terjatuh ke atas jalan yang kasar dan malah melukai lutut dan keningnya. Namun bagai tak merasakan apa pun dia malah bangkit berdiri tanpa merasakan sakit atau apa pun dan berlari masuk ke dalam rumah.
"Ya ampun tuan samai terluka, cinta memang buta," gumam Max sambil geleng kepala dengan tingkah tuan mudanya itu.
Vernon sendiri menerobos masuk ke dalam rumah.
"Kembar dimana Tiara!??" Tanya Vernon, dia benar benar membuat seisi rumah heboh.
"Ya ampun kak, ada apa dengan dirimu kenapa sampai terluka seperti itu!?" ucap mereka.
"Tak masalah, dimana istriku!?" tanya Vernon sambil menatap sekeliling rumah.
"Tentu saja istirahat, ini sudah jam sepuluh malam kak!" ucap mereka berdua.
Vernon langsung berlari ke lantai dua menuju kamarnya.
Si kembar saling menatap, mereka terkikik geli melihat tingkah kedua orang yang sedang bertengkar itu.
" Lucu juga melihat suami istri berkelahi hihihi...." celetuk Kodak.
"Dasar bocah, tapi lucu sih hahahah..." Keduanya sudah mirip sehati pula, mereka benar benar lucu.
Sementara itu Vernon malah berdiri diam di depan pintu kamarnya tak berani berkutik. Ingin dia langsung masuk tetapi ragu ragu karena belum juga berbaikan dengan istrinya.
"Duhh gimana nih, pengen banget langsung meluk Tiara tapi dia pasti masih ngambek, haihh salahku juga sih..." gumam Vernon sambil memukul keningnya sendiri.
Pria itu malah mondar mandir disana sambil gigit jari. Ingin masuk tapi tak berani.
"CK.. ck.. ck... lihat lah bocah ini Mami, karena kesalahannya dia malah jadi ketakutan sendiri," ucap Tuan Frank yang menatap tingkah Vernon dari lantai satu.
"Biarkan saja Papi, lagipula itu akan membuat hubungan mereka semakin dekat, biar mereka dewasa papi," ucap Nyonya Gita sambil menarik lengan suaminya yang super rempong dan super kepo ibarat ketua tim komplotan emak emak tukang gosip.
"udah ayo bobo, udah malam, biarkan anak muda mengurus masalahnya sendiri!" ucap Nyonya Gita sambil menarik lengan suaminya.
Tuan Frank tersenyum nakal, sontak dia menarik pinggul istrinya dan menggendong wanita itu masuk ke dalam kamar.
"Papi!!" gerutu Nyonya Gita. Dia jelas sudah tau apa arti tatapan nakal suami bulenya itu.
__ADS_1
"Main kuda kudaan yu Mami sayang," ucap Tuan Frank.
blammm!
Pintu di tutup dan dikunci rapat rapat, saatnya main kuda kudaan bagi pasangan yang tetap harmonis di usia mereka yang tak lagi muda itu.
Lain halnya dengan Vernon yang uring uringan antara masuk atau tidak ke dalam kamarnya.
"CK... kenapa aku jadi benar benar bodoh seperti ini!!!" gumam Vernon.
"Terserah lah yang penting selesai kan dulu!" ucap Vernon.
Dia menarik nafas panjang dan membuangnya dengan kasar lalu membuka pintu kamar dengan perlahan.
Perlahan pria itu menjulurkan kepalanya mengintip suasana di dalam kamar. Dia menatap istrinya yang mengangkat selimut dan bantal dan membawa kedua benda itu ke atas sofa lalu tidur disana.
"Sayang!" suara Vernon terdengar seperti anak kecil, dia masuk dan mengunci kamarnya dengan cepat.
Tiara tidak menghiraukan panggilan suaminya, dia masih kesal karena sikap Vernon kemarin malam.
Siapa yang tidak marah jika tiba tiba dibentak padahal sama sekali belum menjelaskan kondisinya. Tentu saja Tiara kesal dan marah pada Vernon apalagi saat Vernon menghakiminya dengan kata kata menyakitkan.
Tiara membungkus tubuhnya dengan selimut dan tidur di atas sofa, benar benar tak ingin menemui suaminya yang keras kepala itu.
"Ra... sayang... maaf," Vernon berlutut di dekat Sofa dimana Tiara tidur sambil menarik pelan tubuh istrinya agar menatap ke arahnya.
"Sayang maaf," ucap Vernon pelan, dia menyesali kata kata buruknya pada sang istri.
Tiara memutar tubuhnya lagi, enggan berbicara dengan suaminya. Rasanya kalut dan kesal. Pria itu memang cocok diberi sedikit hukuman.
"Ra... buka matan dong, aku kangen please, lihat aku... aku khawatir, aku nyariin kamu kemana mana tadi, kamu juga gak ngirim pesan apa apa, ponsel kami juga mati, aku panik Ra, aku takut kamu kenapa kenapa, maaf soal kata kata.kasaeku kemarin malam ,maafkan aku please lihat aku..." ucap Vernon dengan suara pelan.
Tangannya menggoyang tubuh Tiara agar wanita itu bangun.
"Sekarang kamu menyesal, tadi malam sangat kasar... apa kamu sejahat itu, lalu kenapa kami berbohong padaku, sampai kapan kamu tidak jujur Ver.. apa kamu menganggap ku sebagai istrimu!?" batin Tiara, tanpa sadar air matanya mengalir.
Merasa Tiara tidak menjawab Vernon menarik paksa selimut Tiara dan membangunkan istrinya.
"Tiara lihat aku!!" ucap Vernon dengan tegas sambil menatap Tiara yang dia buat dalam posisi duduk. Namun betapa terkejutnya dia saat melihat wajah istrinya sembab, Tiara menangis sesenggukan dengan wajah memerah .
"Loh... ra... apa aku terlalu kasar? maaf, Ra... maaf sayang aku...
"Jahat... hiks hiks hiks... kamu jahat!!!" Tiara menangis sambil memukul dada suaminya. Entah apa yang dia lihat hari ini tetapi rasanya dunia wanita itu runtuh.
"Maaf, maafkan aku, pukul saja kalau itu membuat kamu tenang Ra, aku memang salah, aku memang nggak berguna, aku memang pantas mendapatkan ini maafkan aku..." lirih Vernon.
Dia menarik Tiara ke dalam pelukannya. Menepuk punggung istrinya dengan lembut, dia tau pasti Tiara kecewa pada dirinya.
"Maaf sayang, aku bodoh, aku yang tidak.bisa mengendalikan diriku, aku yang tidak mau mendengar," ucap Vernon.
__ADS_1
"Kami jahat Ver, kamu... hiks hiks hiks..." Tiara masih menangis.
"Maaf sayang, aku salah," ucap Vernon.
Dia membingkai wajah istrinya dengan kedua tangannya dan menatap wajah itu sambil mengusap nya dengan lembut.
"Aku salah, aku minta maaf Ra, tak akan kuulangi," ucap Vernon.
"Aku akan mendengar mu, aku akan mendengar semua penjelasan mu tentang apa pun itu, aku tak akan marah, maaf membuatmu kecewa," ucap Vernon.
"Benar? kamu menyesal!? kamu mau dengar aku!?" tanya Tiara.
Vernon mengangguk," janji aku akan mendengar, jadi kumohon berikan aku kesempatan untuk menebus kesalahanku," ucap Vernon.
"Baiklah... tapi jangan ulangi," ucap Tiara.
"Tak akan," ucap ya lagi.
"Aku merindukanmu, karena kebodohanku kamu sampai seperti ini, aku memang tak bisa diandalkan, jujur aku sangat takut saat mengetahui kalau kamu belum pulang ke rumah, kupikir kamu dibawa oleh orang orang D.K, " jelas Vernon.
"Kamu kan yang mulai, belum juga dengar apa yang mau aku ungkapin kamu udah marah," celetuk Tiara.
"Ya aku salah, aku sadar kok, jadi jangan marah lagi ya," ucap Vernon.
Tiara mengangguk, hanya dengan bujukan Vernon dia sudah luluh karena dia tau Vernon adalah pria yang akan menepati janjinya jika sudah berjanji.
"Terimakasih, " ucap Vernon yang dengan agresif mengecup bibir istrinya, seharian tak bertemu sudah membuatnya begitu merindukan Tiara.
Tiara menarik dirinya, melepaskan pagutan mereka lalu menatap Vernon yang merasa Tiara menghindari dirinya.
" Ver aku ngantuk, kita tidur ya, besok aku mau bicarakan hal penting, ini terkait kak Kevin, Risa dan kedua orangtua kamu," jelas Tiara.
"Baiklah, ayo tidur dan jangan pernah tidur di atas sofa, jika tidak aku akan membuang semua sofa di rumah ini!" tegas Vernon sambil mengangkat tubuh Tiara menuju ranjang mereka.
"Ver... "
"hmm?"
"Apa kamu ada yang disembunyikan dariku?" tanya Tiara.
"Eh... Ng.. nggak ada sih, ke.. kenapa yang?" tanya Vernon heran.
"Nggak kenapa," ucap Tiara sambil memeluk suaminya dan menutup matanya.
"Kutunggu kamu jujur tentang identitas kamu Ver, entah apa pun alasannya, " batin Tiara.
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen ya ☺️