
Di rumah sakit....
Lorong rumah sakit terlihat dua orang tengah duduk dengan pikiran mereka masing-masing. Sambil menunggu dokter menangani Sena.
“Jeno...!” panggil Selly yang kelihatan buru-buru karena berlari dari parkiran.
“Ah, Sell. Lo udah nyampe?” jawab Jeno.
“Sena gimana?, dia gapapa kan? Kenapa dokter belum keluar sih?” panik Selly.
“Sabar non, kita tunggu dokternya saja. Non Sena sedang di periksa,” jawab Mang Edi yang melihat teman Sena sudah panik.
“Lagian Sena ko bisa sih sakit tiba-tiba? Perasaan dari kemarin dia baik-baik saja deh!” ujar Sena.
“Selly, lo mendingan tenang deh, lo tambah bikin gue panik tau gak!” ucap Jeno ketus.
Beberapa menit kemudian...
Pintu ruangan terbuka menampilkan sosok dokter yang sudah selesai melakukan tugasnya terhadap pasien yang tengah di tangani tersebut.
“Bagaimana keadaannya dokter? Apa dia punya penyakit serius dok?” tanya Jeno.
“Kenapa teman saya tiba-tiba pingsan dok?. Dia terlihat baik-baik saja sebelumnya. Tidak ada masalah besar kan dok?” timpal Selly.
“Keadaan pasien belum sadar. Sepertinya pasien sering mengalami gejala alergi makanan laut. Karena berdasarkan hasil pemeriksaan makanan yang di konsumsi terakhir adalah makanan laut. Gejala ini biasanya meyerang setelah beberapa waktu.
Pasien mengalami kepala pusing sehingga menyebabkan ia tak sadarkan diri atau pingsan, pada beberapa kondisi tertentu reaksi alergi makanan laut biasanya sangat serius dan dapat membahayakan yang biasa di sebut Syok Anafilaktik dan ini yang tengah di alami oleh pasien,” ujar sang dokter panjang lebar.
“Lalu, apakah ia akan sadar secepatnya dok?” tanya Jeno.
“Ia akan sadar setelah obat bekerja dan setelah itu bisa langsung pulang, dan sebaiknya pasein agar selalu membawa Epinefrin ketika hendak bepergian untuk mengantisipasi karena di khawatirkan alerginya akan kambuh secara tiba-tiba,” ucap okter jelas.
“Baik dok, terimakasih!” ucap Jeno.
“Sama-sama, dan saya permisi,” Ucap dokter.
Setelah kepergian dokter...
__ADS_1
“Yaaaaak!. Lo Gila ya?, Sena alergi seafood kalau lo lupa!” maras Selly.
“Terus?” jawab Jeno malas.
“Kenapa lo masih ngijinin buat makan hah!!” marah Selly.
“Dia yang keras kepala!” jawab Jeno.
“Apaa?, lo yang ngajak dia buat keluar dan makan di luar dan sekarang lo ngatain Sena! Wahh, seharusnya memang gue setuju dan berusaha bantu Sena untuk menjauh dari orang seperti lo!” jawab Selly dengan nada tinggi.
“Maaf non, ini rumah sakit. Kontrol ya!” ucap mang Edi menengahi.
“Gimana gue bisa kontrol sekarang dengan melihat keadaan Sena?” jawab Selly.
“Lo mendingan balik aja deh Sell, udah malam juga. Gak baik perempuan main terlalu lama di luar!” Ujar Jeno.
“Wah,, sejak kapan seorang Jeno bisa sepeduli itu dengan orang lain?. Setahu ku ia hanya orang yang suka mengganggu kehidupan dan ketenangan orang lain,” Ucap Selly.
“Bukan gue yang ngajak Sena makan!! Jadi jangan terus mengomeli gue, kalau mau seharusnya lo pergi ke rumah senior itu dan mengamuk ke sana! Puas.. sekarang mending lo pergi deh!” ucap Jeno marah karena perkataan Selly sudah keterlaluan.
Namun Jeno tidak merespon pertanyaan Selly melainkan berlalu dan masuk ke ruangan tempat Sena berbaring. Ia perlahan duduk sambil memperhatikan orang yang tengah menutup mata dengan tenang, ia juga dapat melihat dengan jelas bintik merah di kulit gadis itu.
“Sejak kapan sih, lo jadi gak peduli sama diri lo sendiri? Udah tau gak bisa makan makanan kek gitu malah di paksa buat makan, dasar bodoh!” gumam Jeno di sudut ruangan itu.
1 jam kemudian...
Mata yang tengah tertutup perlahan terbuka dan melihat dengan pandangan yang agak buram, perlahan ia pun dapat melihat dengan jelas apa dan dimana ia berada sekarang.
“Uhh,, Jeno.!” Panggil Sena pelan karena melihat Jeno tengah duduk dan terdiam di kursi jaga tersebut.
“Lo udah sadar, mana yang sakit? Lo gapapa kan?” tanya Jeno.
“Gue gapapa. Pasti gara-gara makanan sial itu lagi ya?” tanya Sena tersenyum.
“Lo keras kepala di bilangin, kesal gue sama lo. Gue sampai di marahin Selly tuh!” ucap Jeno.
“Ya, maaf. Lain kali gak gue ulangi lagi, lagian gue perasaan dengan kak Rey,” Ucap Sena.
__ADS_1
“Kenapa sih, sejak dekat dengan dia lo jadi kek gini? heran gue!” tanya Jeno.
“Gak, biasa aja tuh. Udah bisa pulang kan?” tanya Sena.
“Ayok, lo juga udah sadar tuh!” ujar Jeno.
Di lorong rumah sakit...
“Sena, Jeno! Kalian ngapain di sini? Siapa yang sakit?” tanya Leo yang berpapasan dengan dua orang tersebut.
“Eh, kak Leo. I-itu tadi gue salah makan, heheh” jawab Sena gagap sambil melihat Jeno.
“Lo alergi makanan apa emang?, Tapi lo gapapa kan dek?” tanya Leo.
“Dia alergi makanan laut kak, tapi maksa buat makan hanya karena perasaan dengan kak Rey yang ngajak makan tadi sore. Padahal udah tahu dia gak bisa makan makanan kek gitu!” Jawab Jeno panjang lebar.
“Dasar bocah keras kepala. Jitak aja kepalanya kalau buat lagi!” ujar Leo kapada Jeno.
“Tenang kak. Itu mah kecil, gue bakal buat perhitungan dengannya,” jawab Jeno.
“Ya udah kakak pamit mau lihat kawan dulu ya, cepat sembuh ya dek!” ucap Leo.
Sementara di tempat lain...
Ia tengah duduk di balkon kamarnya sambil menikmati kopi panas. Ia kembali tersenyum mengingat kembali apa saja yang telah di lakukan sepanjang hari ini.
“Sepertinya gue emang udah suka sama tu anak, bisa-bisanya gue suka sama junior sendiri. Gak masalah sih, perlahan saja dulu sambil memastikan benar-benar perasaan ini!” Ucapnya sambil tertwa ringan.
“Lagian kenapa sih gue baru kenal dia sekarang, coba dari awal gue tahu ada junior gue yang begitu udah jadi lama tuh,” tambahnya.
“Oke, mari kita mencobanya. Bukankah sepanjang hidupnya, seseorang bisa bertemu 29,2 juta orang. Kesempatan untuk saling cinta adalah 0, 000049. Dan untuk menghadapi kemungkinan yang sangat kecil ini, ada orang yang hanya akan menunggu, tapi ada juga yang berinisiatif untuk bergerak. Banyak jalan bagi mereka tempuh. Tapi dalam proses pencarian, makin lama akan makin panjang yang mereka mau,terhadap apa yang mereka suka. Dan kali ini filingku tidak salah aku sepertinya harus lebih berusaha lagi,” ucapnya.
Rey kembali tersenyum mengingat pertemuan pertamanya dengan Sena, ya orang tersebut adalah Rey. Ia tengah berpikir keras bagaimana cara yang tepat untuk mendekati seorang cewek dengan tempramen yang agak beda dari yang lainnya.
Ku kira ia akan berusaha cukup keras karena masalah hati dan perasaan tidak terlihat mudah untuk di taklukkan, ia sudah menyadarinya ia benar-benar suka padanya.
Dengan rasa yang ia miliki saat ini sedikit membuatnya frustasi jika berpikir dan berimajinasi terlalu liar tentang apa yang akan terjadi kedepannya kalau tidak sesuai dengan ekspektasinya.
__ADS_1