
"Tetapi, siapa yang bisa menebak setiap hati manusia?. Kemarin mungkin terlihat biasa-biasa saja, lalu hari ini sudah beralih menjadi tidak seperti biasanya. Mengertilah!"
✨✨✨
Pagi hari....
"Sarapan yang banyak, biar kamu lebih semangat untuk hari ini!" ucap Reza kepada anaknya.
"Harusnya demikian. Tapi hari ini kami akan ujian, jadi See gak mau makan terlalu banyak Pa, hehe!" jawab Sena.
"Makanlah sesuka mu! Pencernaan mu akan baik-baik saja sayang," ucap Reza sambil mengelus kepala anaknya.
"Yaa,, Pa. Rambut ku akan berantakan nanti!" ucap Sena merengek.
"Baiklah. Cepat habiskan sarapan mu, hari sudah semakin siang," ucap Reza tersenyum sambil meminum kopinya.
"Papa,,," panggil Sena.
"Hmm?" gumam Reza.
"Hari ini, rencananya mau ke mana sih?" tanya Sena kepo.
"Hendak ke mana ya?" tambah Reza mengejek anaknya.
"Papa ih,, pokonya See gak mau lihat hari ini Papa sibuk sama pekerjaan!" ucap Sena.
"Iya sayang. Papa sepertinya butuh refreshing deh!" ujar Reza seru.
"Haruskah ku temani?" tanya Sena dengan muka memelas.
"Oh, gak bisa dong!. Kamu kan sekolah nak, lagi ujian pula. bersantailah di rumah sambil belajar, dan Papa akan jalan-jalan sepuasnya mumpung masih beberapa hari di sini," ujar Reza tertawa mengolok anaknya yang tidak bisa ke mana-mana karena sedang ujian.
"Haruskah See minta cuti untuk beberapa hari ini?" ucap Sena sambil berkedip mata.
"Gak masuk di nalar ya!!" jawab Reza pasti.
"Oke. Selamat bersenang-senang hari ini!!" teriak Sena bersemangat sambil menyalami tangan ayahnya dan berangkat ke kampus.
"Tentu! Semangat ujiannya nak!" Reza menyemangati anaknya.
Setelah kepergian Sena....
"Saatnya bersantai sambil menikmati keindahan kota dan pedesaan. Sepertinya teman-teman sudah menunggu," ucap Reza tersenyum mengingat malam tadi sudah mengabari semua teman-teman yang stay di Indonesia untuk sekedar reunian di alam sambil menikmati kebersamaan yang sudah lama tak pernah terjalin karena kesibukan dan rutinitas.
.
.
.
.
.
.
Di kampus....
"Kuliah,,,
__ADS_1
Oh ku kira itu seperti sedang menikmati pemandangan sambil melihat pulau di tengah laut dengan menggunakan kapal, lalu hanya beberapa kali saja ombak mengusiknya, kemudian kembali tenang dan damai. Berjalan dengan rata sampai aku terhanyut lalu kemudian aku akan mulai mengantuk dan hampir tertidur tapi....
Ah,,,, bukannya melihat rona merah di bagian Barat saat matahari terbenam dan terlihat indah. Malah badai yang datang dan membuatku harus terbentur ulang-ulang di dinding kapal, parahnya lagi entah kapan ini selesai sampai aku pun seperti merasakan pusing lalu kemudian frustasi!!!
Sial, seharusnya aku hari ini sedang berlibur dari semua kegiatan ini!!" gumamnya dengan malas dan bangkit untuk berlalu dari kursi tersebut.
"Aw,,, Badai apa lagi ini!!" ujarnya geram sambil memegang keningnya yang di sentil jari seseorang.
"Bocah gak usah terlalu mendramatis, masih pagi. Minum susu Dancow sana biar pertumbuhan mu cepat," ucap Leo tertawa melihat korbannya meringis kesal.
"Pernah tidak anda melihat seorang laki-laki tampan nan bijaksana tiba-tiba tubuhnya terpental jauh di karenakan ilmu gaib yang sedang di keluarkan perlahan oleh seseorang?" tanya Sena dengan menatap tajam ke arah pelakunya.
"Gak pernah!!" jawabnya santai.
"Kak Loe mau coba? Aku akan dengan senang hati melakukannya.
"Boleh!. Tapi udah bersemedi belum, buat dapat ilmunya?" tanya Leo dengan tawanya yang makin kencang.
"Kak Leo!!! Kamu memang yang terbaik. Bangga aku mengenalmu semasa berkuliah di sini!" ucap Sena sedikit geram karena menahan emosi.
"Kesal ya?, sini ku tabok sekali!" ejek Leo.
"Gak usah. Makasih" ucap Sena pergi meninggalkannya.
"Hati-hati juniorku terkece. Semangat ujiannya!! " teriak Leo melihat punggung Sena yang sudah sedikit menjauh.
Tersenyum, adalah hal yang paling pas di lakukan untuk merespon teriakan itu.
Begitulah mereka terkadang aman dan damai namun juga sebaliknya. Tapi mereka seperti adik kakak yang akur.
.
.
.
"Selamat datang sahabatku tercinta!!!. Semangat untuk hari ini!" teriak Selly kala melihat sahabatnya muncul di pintu.
"Gak usah lebay Lo!" jawab Sena sinis.
"Sini sayang peluk dulu, biar lebih semangat hari ini!" tambah Jeno dengan senyum nakalnya.
"Kalian siapa?. Ini di mana? dan Aku siapa??"ucap Sena dramatis.
"Songong Lo sumpah!" ucap Bayu malas melihat Sena bertingkah.
"Hai Bayu, makin ganteng aja deh!" goda Sena tersenyum nakal.
"See, gue liatin ni!" ucap Jeno tak suka.
"Apa lo!!" bentak Sena tertawa.
"Semuanya harap tenang. pengawas sudah hampir tiba!" ucap Ketua tingkat lantang.
"Halah,, biasa aja kali!!" balas Selly malas.
.
.
__ADS_1
.
.
.
Setelah keluar dari ruangan kelas, Sena berjalan pelan menuju atap. Ia sering ke sana jika butuh ketenangan dan juga kadang sambil belajar.
"Haaaah!!. Anginnya cukup kencang," ucap Sena merentangkan tangan.
Ia hanya seorang diri karena tadi sempat mengajak Selly, tapi anak itu tidak akan pernah bisa melewatkan jam istirahat untuk ke kantin. Biasalah.
Suasananya tenang sampai...
"Sena!!" panggil seseorang.
"Hmm..." jawabannya sambil menoleh ke belakang dekat pintu.
"Ngapain?" tanya orang tersebut.
"Jeno...!" ucap Sena kaget.
"Iya, heheh, kaget ya?. Gue juga sering ke sini, tapi untuk kali ini bukan karena kemauan gue ke sini," ucap Jeno sambil memegang kepalanya sesekali.
"Kenapa Lo?" tanya Sena.
"Gapapa!. Gue boleh kan duduk di sini?" tanya Jeno senyum.
"Aneh Lo! gak usah sok lembut gitu biasa juga teriak-teriak sama gue!" ucap Sena santai sambil tertawa.
"Gak usah ngajak ribut deh, gue lagi mau baik-baik hari ini!" ucap Jeno.
"Terserah Lo!. Jangan ganggu gue!" ujar Sena sambil membuka catatannya.
"Iya..." jawab Jeno senyum
Rambutnya terbang karena angin cukup kencang. tapi tidak membuatnya terganggu dari bacaannya. Ia terlihat cukup serius dan tidak memperdulikan keadaannya. Bahkan dari tadi orang di sampingnya tengah memandangnya serius.
"Cantik!. Terlihat manis lo lagi serius kek gini, tapi semakin ke sini lo tau gak gue semakin aneh sama perasaan gue ke lo. Gue seperti sedang di landa rasa takut, kalau waktu-waktu seseorang akan datang dan membawa lo jauh dari pandangan gue. Entah ini cuma perasaan gue atau bukan, intinya gue sedang mengalami rasa takut itu!" batin Jeno sambil menatap serius ke arah Sena
"Gue takut!" ucap Jeno tak sadar.
"Hah??" Sena.
"Gak tau, hanya gue lagi ngerasa takut aja akhir-akhir ini!" ucap Jeno jujur dan masih tak sadar kepada Sena.
"Takut kenapa??" tanya Sena serius.
"Entahlah. Gue bingung sama apa yang gue takutkan!"jawab Jeno.
"Lo gapapa kan?" tanya Sena khawatir sambil menempelkan tangannya di kening Jeno.
"Hah??. Gue kenapa?" tanya Jeno sadar.
"Tuh kan, aneh deh. Lo lagi gak sakit kan?" tanya Sena memastikan.
"Nggak!" jawab Jeno.
"Istirahat sana. lo kayaknya butuh waktu untuk istirahat," ucap Sena berlalu dan turun dari atap.
__ADS_1
"Gue bukan butuh waktu, gue bingung sama perasaan gue kek lo sekarang," gumam Jeno sambil melihat kepergian Sena yang sudah dari penglihatannya.