Tak Lagi Sama

Tak Lagi Sama
Ramah dan hangat hanya pada seorang saja...


__ADS_3

✨✨✨


Di lingkungan kampus...


Ada banyak mahasiswa yang sedang berlalu lalang ada yang datang dan ada pula yang pergi. Kemanapun mereka hari ini, semuanya adalah bagian dari rutinitas.


Sama halnya pemuda yang satu ini, ia tengah berjalan menuju ruang kuliahnya.


"Selamat pagi Kak Jeno," ujar salah satu mahasiswi.


Jangan heran, ia juga merupakan salah satu mahasiswa yang cukup famous di fakultas bisnis bahkan satu kampus juga ia cukup dikenal.


Ia hanya tersenyum singkat saja untuk merespon sapaan dari orang-orang yang menyapanya, ia sudah terbiasa di kelilingi wanita-wanita cantik di kampusnya, bahkan diluar kampus pun demikian.


"Kak Jeno makin ganteng aja," bisikan disekelilingnya pun selalu membosankan baginya.


Sampai hari ini pun tak ada satu orangpun dari mereka yang mampu menarik perhatiannya. Semua terlihat sama dan membosankan baginya. Ia sengaja tidak menanggapi mereka karena tidak ingin memberikan harapan pada anak orang.


"Pagi bro, masih pagi udah tebar pesona aja," sapa Bayu.


Mereka adalah sahabat baik sejak awal masuk kampus tersebut.


"Apaan sih, gue gak ngapa-ngapain juga," Jeno kesal.


"Buktinya, tuh mereka sampai klepek-klepek liat lo," tambah Bayu.


"Mereka kan emang biasa begitu, gak ada kerjaan,p" jawab Jeno sambil melanjutkan langkahnya.


"Iya sih, Lo gak ada niat ngambil satu dari mereka apa?" tanya Bayu.


"Gak tertarik gue!" Jeno.


"Tunggu. Maksudnya Lo gak suka cewek?" goda Bayu.


"Gila Lo! Masih normal kali gue," ketus Jeno meninggalkan sahabatnya yang masih tertawa puas melihat tingkahnya pagi ini.


.


.


.


.


.


Sementara di parkiran...


"Sena, kangen gue!" panggil Selly sambil berlari dan merengkuh lengan sahabatnya.


"Kita tu gak ketemu cuma sehari doang ya, gak usah lebay," jawab Sena.


"Biarin aja. Hak gue lah!" Selly.


"Semerdeka Lo aja!" ujar Sena melangkah meninggalkan parkiran dengan Selly yang masih setia merangkulnya.


Mereka sambil bercerita dan sesekali tertawa di lorong kampus dan ada banyak junior juga yang melihat mereka, bahkan yang lain merasa gemas dengan tingkah mereka berdua.


Kedua sahabat tersebut cukup famous juga di kampus. Ada banyak juga dari junior bahkan teman angkatan mereka yang laki-laki menaruh simpati terhadap kedua gadis itu.


Karena tidak fokus melangkah, ditambah Selly yang tengah tertawa tak sadar jika ia telah mendorong kuat tubuh sahabatnya, sampai..


Bruuuuk!!


"Aduh, maaf ya. Gue gak sengaja," ujar Sena yang tak sengaja hampir jatuh kalau saja salah satu cowok tersebut tidak menahan tubuh kecilnya dengan kedua tangan cowok tersebut.


"Gapapa Kak, santai aja. Lain kali lebih hati-hati lagi," jawab cowok tersebut dengan senyum yang terlihat manis.


"Iya, kamu adik tingkat ya?" tanya Sena dengan muka merah karena menahan malu.


"Iya kak. Kenalin gue Ivan," ucapannya sambil menjabat tangan Sena.


"Oh, gue-" belum sempat Sena memperkenalkan dirinya sudah terpotong.

__ADS_1


"Kak Sena, gue udah tahu nama kakak!" seru Ivan senyum.


"Kok bisa??" tanya Sena tertawa gemas melihat wajah manis adik tingkat tersebut.


"Kakak masih gak sadar ya, semua cowok di fakultas kita kan udah tahu dan kenal kakak!" seru Ivan.


"Masa sih?, Sampe segitunya?." tanya Sena tak percaya.


"Itu karena kakak gak terlalu pusing dengan keadaan sekitar, padahal tiap harinya hampir semua membicarakan kecantikan kakak lo!" ucap Ivan serius.


"Apa sih, jadi malu gue, udah deh makasih banyak ya. Kapan-kapan gue traktir deh sebagai rasa terimakasih gue," ucap Sena sambil mengusap gemas kepala adik tingkatnya sampai rambut Ivan berantakan.


"Sama-sama Kak, gue tunggu traktirannya,"ucap Ivan kembali merapikan rambutnya yang sedikit berantakan sambil melihat punggung seniornya itu.


"Mimpi apa gue, sampe senior cantik itu mengusap kepala gue gitu?!" gumam Ivan tersenyum.


.


.


.


"Selamat pagi See," sapa Jeno yang sudah berdiri rapi di pintu ruang kuliah.


"Misi. Gue mau masuk kelas!" ucap Sena tegas.


"Gak bisa, jawab dulu sapaan gue tadi," jawab Jeno sambil menghalangi langkah Sena.


Bughh!...


"Banyak bacot Lo, bosan gue tiap ketemu Lo selalu ngeselin!" seru Selly selepas menghantam kuat perut Jeno.


"Awhh, Selly kasar banget sih lo!" jerit Jeno kesakitan.


"HAHAHA,,,, gue gak ikutan ya!" seru Sena.


"Sena,,, baby tolongin gue dong!" teriak Jeno pura-pura sakit.


"Pagi Bayu!" sapa Sena tak peduli panggilan Jeno.


Beberapa menit kemudian....


Jam kuliah pun berlangsung, semua tengah fokus pada dosen yang menerangkan materi.


Jeno yang dari tadi duduk persis di samping Sena terlihat tidak tenang.


"Kenapa Lo?. Diam napa?" Sena bosan dari tadi melihat tingkah anehnya itu.


"Gue gapapa," jawab Jeno nyengir.


"Dasar aneh!" ucap Sena.


"See...." panggil Jeno sambil bisik takut ketahuan dosen.


"Apa sih?" tanya Sena.


"Abis ini jalan yuk!" ajak Jeno.


"Tuh, perhatikan dosennya malah pikiran traveling di luar ruangan," sinis Sena.


.


.


.


Di luar kelas...


"Hai...!" sapa Rey yang sudah duduk di kursi tunggu samping kelas tersebut.


"Loh, Kak Rey ngapain?" tanya Sena yang dibelakangnya diikuti Selly dan yang lainnya.


"Nungguin kamu dek!" Rey tersenyum manis sambil mengelus kepala Sena lembut.

__ADS_1


"Ada perlu apa kak?" tanya Sena polos.


"Aku mau ngajak makan bareng," balas Rey dengan muka berseri.


"Gak usah kak, udah mau pulang juga!" jawab Sena.


"Ya gapapa, sekalian singgah aja. Gak kemana-mana kan?" tanya Rey


"Gak sih," jawab Sena.


"Ya udah. Gue pinjam Sena ya!" ucap Rey manis sambil menarik tangan Sena lembut.


"I-iya Kak. Bawa aja," jawab Selly gagap karena kaget sahabatnya sedekat itu sama senior ganteng yang terkenal dengan sifat dingin itu.


Setelah kepergian mereka....


Tanpa sadar ada sepasang mata yang melihat tak suka terhadap perlakuan Rey untuk Sena.


.


.


.


.


"Maaf ya dek, akhir-akhir ini kakak jarang nyamperin kamu. Kakak lagi sibuk bimbingan," ujar Rey senyum sambil melihat Sena makan dengan lahap.


"Santai aja, gue lagi sibuk dengan tugas juga," jawab Sena karena merasa heran seniornya minta maaf segala gegara hal kecil tersebut.


"Kamu gak merasa aneh kan sama kakak?" tanya Rey.


"Nggak kok!" jawab Sena bohong.


"Kakak cuma mau berusaha lebih akrab aja dek, kamu pasti gak nyaman ya?" ucap Rey tulus.


" Biasa aja, malah Sena senang, kakak baik banget!" jujur Sena.


Karena kenyataannya ia juga merasa demikian, masih ada orang lain yang perhatian padanya. Ia juga bersyukur dengan kedekatannya itu banyak memudahkan berkaitan hal kampus dan sehari-harinya.


Apalagi seniornya yang satu ini pergaulannya baik dan orangnya hangat dan ramah.


"Dek,!" panggil Rey pelan.


"Hmm,,?" jawab Sena sambil menghabiskan minumnya.


"Kakak boleh cerita gak?" tanya Rey.


"Kakak tadi gak salah pesan makan kan?" tanya Sena memastikan.


"Nggak tuh, kenapa emang?" tanya Rey.


"Ya, heran aja, kakak tiba-tiba mau cerita sama gue," jawab Sena tertawa ringan.


"Gue serius dek!" jawab Rey malas.


" Mau cerita apa emang?" tanya Sena tenang.


Melihat ketenangan dan keseriusan gadis di depannya ia kembali merasa ada yang aneh dalam dirinya, ia betul-betul menyadari kali ini bahwa rasa itu adalah rasa suka terhadap gadis di depannya saat ini.


Tapi bagaimana ia harus bersikap untuk saat ini, ia bahkan sudah tak bisa berkata-kata lagi. Katakanlah ia bucin.


Jika sampai teman-temannya tahu ia seperti ini mungkin mereka pun tidak akan percaya.


Bagaimana tidak. Seorang Rey sosok cool dan di juluki cowok bersikap dingin seangkatannya dan bahkan juniornya yang banyak tergila-gila dengan sosok manusia ini pun akan terheran-heran jika mengetahui hal ini.


Di kampus mungkin hanya seorang Sena saja yang tidak tahu siapa sebenarnya sosok Rey yang menurutnya adalah cowok yang hangat dan ramah. Dan memang nyatanya seperti itu.


"Kak..." panggil Sena karena dari tadi tidak mendengar ia bercerita.


"Oh, maaf kakak gak konsen aja, kamu terlalu cantik!" ucap Rey jujur dan tidak sadar.


"Hah?, katanya mau cerita!" heran Sena.

__ADS_1


"Gak jadi, lain kali aja. Udah kan? Balik yuk!" ucap Rey menahan malu karena hampir saja ketahuan jika ia terpana akan dirinya.


__ADS_2