
HAPPY READING :)
Setelah berjalan begitu jauh kata akhir adalah batasan waktu yang kita temui disaat kita sudah begitu dekat, begitu memahami dan begitu mengenal dengan baik setiap orang yang kita temui dan masih banyak hal lagi.
'
'
'
"Ada kata yang pernah saya baca bahwa ada beberapa orang yang mengucapkan 'Tuhan inilah yang saya doakan, Terima kasih' di saat semua sudah berjalan sesuai dengan realnya.
Dan saat ini, aku juga mau mengucapkan terimakasih Tuhan, inilah yang saya doakan. Walaupun ada banyak yang terjadi sebelumnya, tapi aku bersyukur bisa ada dan berdiri kuat sampai pada batas waktunya," gumam Sena tersenyum tipis di kursi terdepan dalam ruangan aula tempat berlangsungnya acara wisuda dan kelulusan tersebut.
"Woahhh! Kita akhirnya diwisudakan!!" seru Selly sambil merangkul kuat tangan sahabatnya ketika mereka sudah berada di luar ruangan.
"Gak nyangka gue. Padahal kita seperti baru aja kemarin jadi Maba," ujar Sena memandang jauh di luar ruangan sambil memandang gedung yang selama ini menjadi tempatnya mereka bernaung dan mengejar ilmu walaupun ilmu itu tidak lari. Heran juga sih kenapa harus kejar ilmu. Udahlah lanjut saja ceritanya.
"Hm, ia. Serasa baru kemarin kita nangis-nangis dibuat sama senior pas mabim ya!" seru Selly.
"Gue jadi kangen masa-masa itu!" ucap Sena tersenyum penuh Sirat.
"Dari pada kita kembali mengenang masa yang terlewat. Mending kita mengabadikan momen aja, saatnya foto-foto!!" teriak Selly
Dan disinilah mereka mengabadikan momen dengan diri sendiri, sahabat, teman-teman dan beberapa dosen.
Ada banyak hal yang perlu dikenang, juga ada banyak hal yang patut disyukuri dan ada beberapa hal juga yang mungkin jadi sesal.
Berbuat banyak kebaikan, keburukan dan masih banyak lagi hal lainnya yang merupakan ciri dari mahasiswa saat masih berkuliah.
Merasa heran saja, bagaimana bisa diri yang bukan siapa-siapa dan memiliki kurang banyak tapi kadang punya sisi jahat. Jahat terhadap waktu, terhadap keadaan, terhadap teman, terhadap sahabat, terhadap dosen, terhadap kampus dan masih banyak lagi.
__ADS_1
"Hari ini mungkin ada sedikit sesal untukku, dihari yang dikata bahagia menurut banyak orang tapi menjadi hari yang terasa biasa saja bagiku. Gue sadar keberadaan Papa dalam beberapa waktu hidup gue sangat berarti ternyata! Tapi, kenapa dihari ini Papa gak pulang, Papa gak datang dan kenapa Papa gak ada dan duduk bersamaku disini dan mengapa Papa gak pernah ada dibeberapa momen penting ku?" gumamnya pelan sambil melihat jauh dati lantai atas gedung tersebut.
"Gapapa, bukan hanya lo sendiri yang alami hal itu. Buktinya kedua orang tuaku juga yang selalu ada untuk ku gak sempet dateng dihari kita sekarang. Jangan kita berpikir jauh bahwa kita yang paling dirugikan, mungkin saja mereka juga adalah korban dari beberapa persoalan hidup ini. Bukankah mereka bekerja begitu keras hingga mampu membuat kita berada di puncak ini?" ucap Selly menepuk pelan sahabatnya.
Mereka seperti itu dan akan selalu seperti itu untuk saling menguatkan dalam hidup. Ada banyak hal yang mereka lewati dan itu mampu membuat mereka begitu mengenal baik dalam hidup.
'Hm, mereka kadang luar biasa dengan yang satu ini. Baiklah mari kita berprasangka baik terhadap beberapa hal saja," jawab Sena tersenyum penuh arti.
"Kita samperin Bayu sama Jeno yuk! Ini tuh udah akhir, waktunya kita berbaikan dengan semuanya!" seru Selly yang tanpa menunggu persetujuannya sudah menarik kuat lengannya.
"Lo benar kita gak akan hidup seperti ini terus!" seru Sena setuju.
Tapi sebelum mereka melangkah pergi sudah mendengar teriakkan yang tak asing, "Kakak!!! Gue gak nyangka kakak lebih cantik dari biasanya, apalagi pas make toga kek gini. Kakak banyak selamat buat hari ini. Ivan jadi pengen cepet-cepet make toga juga!!! Woahh kakak udah sarjana ternyata. Cepat-cepat kerja buat jajanin gue kak! Gue seneng banget! Nih buat kakak!" seru Ivan panjang lebar memberikan buket dan kotak kecil.
"Aduh!! Adik kecilku ternyata sesayang ini, makasih ya. Sini pelukan dulu, nanti kakak traktir sepuasnya setelah ini!!" Ucap Sena yang sudah memeluk erat sosok lelaki kecil yang sudah menjadi adiknya sekarang. Cuma dia yang selalu ada di setiap sisi hidupnya selama ini, dia satu-satunya yang tak pernah melewatkan banyak hal yang ia alami.
"Gue sayang banget sama lo dek, makasih banyak udah ada di setiap sisi hidup gue. Gue gak tahu jika saja lo gak ada selama ini. Gue janji bakal selalu jaga lo disepanjang hidup gue. Jangan pernah pergi dari gue, lo udah jadi bagian dari hidup gue. Lo adek gue satu-satunya!" gumam Sena pelan tapi masih bisa didengar oleh sosok yang ia peluk dengan air matanya yang sudah tak bisa ia bendung lagi.
"Gue juga janji bakal jaga kakak, gue bakal jadi anak penurut asal kakak tetap baik-baik dan sehat. Kakak gak akan sendiri, gue gak akan pergi. Ivan tetap disini dan memeluk kakak seperti ini!" ucap Ivan yang sudah menarik tubuh kecil sang kakak agar masuk dalam dekapannya.
"Oh, gue lupa kalo kakak juga wisuda hari ini! Tapi, tenang Ivan bawa buket lebih kok, nih buat kakak!" ucap Ivan yang sudah terkekeh sambil memeluk seniornya yang satu ini.
"Banyak selamat ya, buat pencapaian kalian hari ini. Ivan turut seneng!" tambahnya mengakhiri pelukan tersebut.
'
'
Mungkin banyak hal yang terlewati selama ini selalu mengikuti ke mana pun kita melangkah, semua itu akan hilang seketika sampai disini ataupun nanti. Rasa lega dan bahagia akan datang pada masanya.
Akan ada saatnya kita terbangun dan
__ADS_1
merasa baik-baik saja, merasa semua beban yang ada perlahan hilang dan tergantikan. Kita akan merasa lebih bersemangat untuk menjalani hari. Kita akan memiliki harapan baru.
Kita akan menjadi lebih percaya diri. Kita akan menjadi jauh lebih dewasa di tingkat level hidup yang semakin tinggi. Bahkan rasanya seperti tak terbayangkan sebelumnya bahwa kita akan merasa sebaik dan sedewasa sekarang.
Keputusan untuk memperbaiki beberapa hal yang pernah terjadi disaat kita akan melangkah pergi adalah yang paling tepat.
Mari kita mencoba berdamai kembali jika masih diberi kesempatan.
"Bayu! Jeno!!" panggil Selly dari kejauhan yang sudah berlari menghampiri keduanya yang tengah duduk bersama teman-teman lainnya.
"Eh, oeee!!" teriak Bayu sambil melambaikan tangannya.
"Wah, akhirnya kita bisa wisuda bareng-bareng!!" teriak Selly bahagia dan sudah memeluk keduanya dengan erat.
Namun, entah kenapa masih saja ada aura dingin dirasakan oleh Sena saat ini. Bagaimana mungkin ia tidak akan canggung jika saja hal ini sekarang seakan tidak seperti biasanya.
"Selamat ya Bayu atas pencapaiannya hari ini. Dan juga selamat buat kita udah bisa sampai di titik ini!" seru Sena yang sudah berada di rengkuhan laki-laki tersebut.
Setelahnya ia berjalan mendekat ke arah Jeno yang dari tadi hanya menatap datar ke arah lain. "Hai,, Selamat Ya Jeno buat kelulusannya hari ini!" ucap Sena menatap hangat pada lelaki itu.
Namun, tak ada pergerakan sekalipun darinya sama seperti mereka saling memeluk dan merasa bahagia untuk hari ini.
"Hm, selamat juga buat lo!" ucap Jeno dan melangkah pergi dari sana tak lupa disusul bayu juga yang katanya mau bertemu kedua orang tuanya.
Tidak ada jawaban lagi setelahnya, wajar jika mereka seperti ini sekarang. Mereka terlalu berlarut dalam masalah tanpa berusaha untuk saling mengalah dan memperbaikinya selama ini.
"Gapapa, setidaknya selama ini lo udah berusaha memperbaikinya, walaupun mungkin lo gak terlalu banyak paham sama persoalan ini. Dari sudut pandang gue saat ini, lo mungkin cuma korban dari keegoisan mereka. Yang kuat ya!!" Selly sudah memeluknya kuat.
"Hm, gue gapapa. Mungkin udah seperti ini jalannya. Gue gak merasa dirugikan kok apalagi merasa disakiti. Toh, hidup juga lebih kejam dari ini dalam beberapa hal!" ucap Sena tersenyum penuh arti.
Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang tengah memandang mereka saat ini. Ia bahkan mendengar percakapan kedua sahabat tersebut. Tapi, apa yang ia harus perbuatan? Bahkan untuk kembali berbaikan saja ia tak bisa. Ia sadar ia begitu egois tapi untuk memperbaikinya saja terasa enggan karena takut ia makin membuat sang gadisnya mungkin, lebih tersakiti dari sebelumnya. Dan pergi dari kehidupan Sena ada pilihan terbaik untuk melindunginya dari sudut pandangnya saat ini.
__ADS_1
"I'm sorry. Mungkin sekarang bukan waktu yang tepat untuk kita. Tapi gue jamin perasaan gue kek lo gak akan pernah berubah sampai kapanpun. Gue akan ada dan melihat lo baik-baik dari kejauhan!" ucapnya dan beranjak pergi dari sudut ruangan tersebut.
_28 Agust. 2021