
Di tinggal pergi oleh seseorang tanpa
pamit rasanya capek, kayak bingung, serba salah sendiri, karena kayak seakan-akan banyak sekali pertanyaan yang belum terjawab sedangkan pemilik jawabannya sudah pergi_ Anonim.
'
'
Hingga pada akhirnya menyebabkan overthinking dan ujung-ujungnya nyalahin diri sendiri. Dan pada akhirnya ga percaya diri buat kenal orang baru lagi.
Capek rasanya nyari jawaban yang ga ada jawabannya, semuanya terasa seakan-akan seperti puzzle yang belum terselesaikan.
Satu Minggu Berlalu ini,,,
Jangan tanya keseharian Jeno dalam Minggu ini. Yang jelas ia hanya menghabiskan waktunya bolak-balik ke rumah Sena. Entah apa yang membuatnya segigih sekarang. Yang jelas puncak rindunya sudah tak tertahan lagi.
Ia benar-benar ingin bertemu dan memeluknya sekarang, ia ingin menjelaskan semuanya. Ia ingin mengungkapkan cintanya yang begitu besar untuknya.
Baginya, tak ada lagi kebahagiaan selain menemuinya dan memilikinya. Akhirnya ia sadari, setelah seseorang hampir tidak bisa digapai lagi baru ia tahu persis bagaimana perasaannya.
Namun suatu kalimat yang ia dengar dari ucapan sang adiknya barusan, mampu membuatnya sedikit merasa sesak dan berhenti bernafas sesaat. Apa yang ia dengar barusan apakah benar. Ia kembali memastikan ulang lagi.
"Percuma, karena dia udah gak disini!" Ucap Ivan pada akhirnya dengan suara melemah tanpa harapan.
Dan jawaban itu membuat gue berhenti bernafas sejenak. Dan berusaha memahami maksud ucapannya barusan.
__ADS_1
"Lalu, Sena kemana???" Tanyaku berbalik meminta jawaban pastinya. Namun, Ivan bahkan sudah tak terlihat lagi. Gue pun langsung menuju lantai atas tempat gue sering kesini dulu.
Tepat didepan kamar yang bertuliskan namanya, gue mengetuk dengan sedikit tidak sabar.
"Ivan! Jangan permainin gue. Gue butuh tahu tentang Sena. Gue cinta sama dia, gue sayang sama dia kalo lo lupa. Iya gue egois masih mengharapkan dia saat gue udah memutuskan untuk meninggalkan. Tapi setelahnya gue cukup menderita buat balasannya.
Gue hidup gak sesuai sama keinginan gue. Beberapa waktu terakhir ini, gue habiskan hanya untuk penyesalan. Gue berusaha buat ngelindungi dia disaat gue udah gak bisa gapai angannya sekalipun. Gue hanya bisa menatapnya jauh saat gue merindukannya. Lo liat sendiri bagaimana gue. Dan lo tau sendiri brengseknya gue. Tapi gue cinta sama kakak lo. Kasih tahu gue dia kemana?" Ucapku sedikit teriak sambil menggedor-gedor pintu kamar Ivan.
Setelah beberapa menit...
"Please jangan ganggu gue bang. Balik ajalah, dia udah gak disini. Dan jangan nanya gue karena gue pun gak tahu!" Ucap Ivan kembali menutup pintunya.
Berakhir gue pergi dari rumah setelah bertanya pada bibi Im. Mereka hanya tahu bahwa Sena memang sudah lama tak disini lagi.
Jika demikian, lalu seminggu ini apa yang gue lakukan disini?
Ya, gue menangis juga pada akhirnya.
Gue menyesal disaat gue diberi banyak waktu dan kesempatan tapi gak gue pergunakan dengan baik. Gue harus mencarinya kemana lagi. Bahkan orang rumahnya pun gak tahu dimana dia sekarang.
Gue yakin, setelah ini hidup gue gak tahu lagi akan jadi seperti apa. Tanpanya. Dia rumah untuk gue pulang, namun belum juga rumah itu dihuni sudah runtuh dan menghilang tanpa jejak.
"Senaaaa!!!! Maafin gue!!" Teriakku dalam tangis pada malam ini ditambah lagi hujan yang cukup deras sangat mendukung suasana hati gue sekarang.
"Jeno! Lo gila? Lo kenapa sampe kayak gini?" teriak Bayu yang tidak dihiraukan.
__ADS_1
"Dia udah pergi! Dia udah gak ada lagi!" Jeno merintih tanpa suara lagi.
"Dia siapa? Siapa yang pergi hah?" Bayu sedikit berteriak ditengah hujan karena merasa cukup bingung.
"Sena gue! Sena gue, udah pergi! Gue bodoh! Gue orang terbodoh yang pernah ada! Berulang kali dia ngasih gue kesempatan tapi berujung selalu gue sia-siain.
Dia udah ninggalin gue!
Dia udah benar-benar pergi! Gue harus apa?" Isak Jeno dalam tangisnya.
"Tenang dulu. Tenangkan pikiran lo. Kita pulang sekarang. Sampai di rumah baru kita pikirkan ulang oke!" Bayu yang sudah membopong sahabatnya ke mobil.
Badan yang basah kuyup, dengan terus merancau nama Sena dari perjalanan sampai ke rumah pun belum habis-habis. Ia terlihat begitu menyesal akan semua yang udah terjadi.
"Kasian banget lo Jen! Lo ngerasain sendiri pilihan dan keputusan yang lo buat beberapa tahun ini." Ujar Bayu melihat miris ke arah sahabatnya yang tengah berbaring karena demam akibat kelamaan diguyur hujan.
"Senaaa! Maafin gue!" rancau Jeno lagi.
Sementara di tempat lain....
"Gue tahu akhirnya memang akan seperti ini. Tapi, lo dimana sih kak? Lo harus tahu bagaimana keadaan bang Jeno. Dia udah kembali dan berusaha mencari lo." Ivan menerawang di langit malam lewat balkon kamarnya.
"Gue juga pengen ketemu lo! Hampir setahun sudah lo gak ada kabar! Lo gimana sekarang? Apa lo baik-baik aja? Kenapa lo gak pernah hubungi Ivan lagi. Apa karena gue cuma saudara angkat lo kak?
Gue kangen sama lo. Gue rindu masa-masa kita yang mungkin gak seberapa lama.
__ADS_1
Gue tahu kak, lo butuh waktu. Gue tahu lo butuh healing untuk semua yang pernah terjadi atas lo dimasa lalu. Ku harap lo gak akan ngelupain gue!" Ivan kembali masuk di kamarnya dan terisak.
^^^^^^_13 Nov. 2021^^^^^^