
✨✨✨
Masih di kantin....
Setelah menikmati makanan merekapun berbincang ringan membahas tugas, dosen dan juga jadwal ujian yang sebentar lagi hampir tiba.
“Eh, Sena lo jadi ke kantin lantai atas?” tanya Bayu mengingat kejadian sebelumnya.
“Oh iya, gue hampir lupa. Tapi mereka mau ngapain ya?” ucap Sena penasaran.
“Lo kesana aja dulu, siapa tahu emang benaran lo dibutuhin diatas,” Jawab Bayu.
“Tapi gue baru liat tuh orang, bahkan gue gak kenal serius!” ucap Selly sambil menikmati minumannya.
“Kalian lagi bicarain apa sih? Kok gue gak tau,” ujar Jeno yang masih fokus ke ponselnya.
“Tuh, si Sena disamparein senior cewek tadi pas lo lagi pesan makan. Mereka suruh dia ke kantin atas kalau selesai makan. Katanya diatas ada kak Rey juga!” jawab Selly.
“Senior yang mana? Mereka ada urusan apa sama kamu?” tanya Jeno yang sudah menatap butuh jawaban ke arah Sena.
“Gaak tahu gue. Katanya gue disuruh ke atas aja. Oh, iya namanya Mira!” ucap Sena santai.
“Tau tuh, aneh tu orang!” ucap Selly lagi.
“Ya udah gue ke atas dulu ya!” ucap Sena bangkit dan hendak pergi dari tempat itu.
“Butuh ditemani gak?” tanya Selly yang sudah bangun dari tempat duduknya.
Namun tak ada jawaban lagi selain lambayan tangan darinya yang menandakan tidak perlu.
Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya bahwa kelas untuk para senior berada di lantai atas begitu juga kantin mereka. Jadi tidak heran jika Sena melangkahkan kakinya menuju lift yang akan mengantarnya ke lantai atas.
“Mereka mau ngapain ya?” gumam Sena yang sudah masuk di pintu kantin tersebut.
Dan betapa terkejutnya ia, disana ia bisa melihat semua tatapan mengarah padanya seorang bahkan tatapan tersebut hampir membuatnya seperti akan ditelanjangi di depan pintu kantin tersebut.
“Mampus gue! Senior semua pada natap gue kek gitu, gue salah apa coba?” ucapnya pelan yang berusaha mencari cewek yang bernama Mira untuk dia temui.
Ia pun melangkah pelan menuju meja orang yang memanggilnya sebelumnya. Ia begitu risih ditatap oleh senior perempuan yang dengan tatapan seakan menginterogasinya masuk di wilayah tersebut.
“Halo kak!” ucap Sena yang sudah berdiri di samping meja Mira bersama beberapa temannya yang tengah duduk santai dan biasa saja dengan kedatangannya karena mereka sudah tahu bahwa ia ke sini untuk bertemu mereka.
“Oh, udah datang?” ucap Mira bangkit dari tempatnya sambil memegang gelas jus yang tengah ia minum.
“Ia. Boleh tahu gue di panggil ke sini mau ngapain ya?” tanya Sea santai.
__ADS_1
“Gak sabaran banget lo jadi orang!” ucapnya dengan tatapan yang kurang suka pada juniornya tersebut.
“Gue gak punya waktu kak, makanya gak sabaran!” jawan Sena santai.
“OKE GUYS, MOHON PERHATIANNYA KE SINI!” teriak Mira tiba-tiba yang mampu membuat seisi kantin tertuju pada mereka.
Sena yang melihat itu cukup kaget namun ia kembali bersikap seperti tidak tahu apa-apa.
BYUUUUURRRRR!
Tanpa disadarinya, baju yang ia kenakan basah semua akibat dari jus segelas yang barusan disiramkan dari atas kepalanya.
“Maksud lo!!” tanya Sena dengan tatapan datar.
“Masih belum jelas?” ucap Mira yang sudah tertawa sinis ditambah teman-temannya yang juga ikut tersenyum karena Mira berhasil melakukan aksinya.
“Sampai detik ini pun gue gak ngerti sama sekali!” ucap Sena dengan tatapan dingin.
“Lo selain perebut dan gak sopan ternyata lola juga ya?” ucap Mira meremehkan.
“JELASIN KE GUE, BIAR GUE PAHAM!” teriak Sena yang mampu membuat semua orang sudah ramai di pintu kantin tersebut.
Bagaimana tidak, junior mereka tengah berdiri dengan keadaan basah di hadapan Mira.
“Hah, maksudnya?” tanya Sena bingung.
“Lo masih gak paham? Gue dari dulu berusaha sekeras mungkin buat dapatin dia dan lo dengan bangganya datang merubah segalanya. Kalau lo ada di posisi gue, lo pasti akan lakuin hal yang sama sekarang!” tegas Mira dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
“Gue gak ada hubungan apa-apa sama kak Rey!” jawab Sena pelan.
“Jadi maksud lo, setelah semua yang lo lakuin ke gue, lo sakiti gue, lo patahin harapan gue yang udah gue bangun dari sebelum lo hadir di sini itu cuma boongan doang?” tanya Mira dengan tatapan tajam.
“Oh, jadi lo nyiram gue karena hal itu?” tanya Sena tak puas dengan apa yang ia alami sekarang.
“Iya. Gue gak suka lo dekat dengan Rey, karena gue udah cinta banget sama dia, gue gak akan pernah bisa. Gue akan lakuin apapun buat dapatin dia termasuk nyingkirin lo dari kehidupannya!” ucap Mira puas.
“Lakuin aja semua yang lo mau lakuin karena kenyataannya gue emang gak ada hubungan apa-apa sama dia!” ucap Sena dingin.
“Dasar jalang lo!” teriak Mira dengan tatap mengejek.
“Tarik kembali ucapan lo itu!” pinta Sena tenang.
“Gak akan, emang kenyataannya gitu kan!” ucap Mira .
“GUE BILANG TARIK UCAPAN LO SEKARANG!!!” bentak Sena yang sudah tidak mampu mengendalikan emosinya. Bahkan kedua tangannya sudah gemetar karena dikuasai emosinya.
__ADS_1
“Gak akan!” jawab Mira kencang.
“YAAAK! TARIK UCAPAN LO SEBELUM GUE BENAR-BENAR MARAH!!” teriak Sena, yang sudah tidak bisa menahan emosinya di tambah Selly dan beberapa teman kelasnya sudah berdiri di sampingnya saat ini.
“Kenyataannya emang gitu kan?” ucap Mira dengan kekehan.
“Gue bukan jalang!” ucap Sena yang sudah meremas dan mengacak rambutnya karena tak mampu lagi menguasai dirinya yang tengah dipenuhi amarah.
“Maksud lo apa kak?” tanya Selly yang sudah berdiri dan memegang bahu Sena.
“Dia emang jalangkan, dia rebut Rey dari gue. Puas lo!” ucap Mira lancang.
Sena yang tak dapat mengusai diri pun ditambah lagi ucapan seniornya itu yang terus bertubi-tubi menyerangnya bagai hantaman tajam di kepalanya.
Ia pun melangkah mendekati Mira dan memukulnya dengan tangannya sendiri, hantaman terus menerus ia juruskan pada muka Mira, sementara Mira terus menjambak rambutnya. Dia tidak peduli dengan tarikan diatas kepalanya yang ia lakukan adalah terus dan terus memukul wajah senior itu sampai mereka pun dipisahkan.
“Sena! Tenang. Lo kenapa hah?” ucap Leo lantang yang sudah memeluk tubuhnya erat.
“Lepas! Gue bukan jalang! Tarik ucapan lo itu!” teriak Sena dalam pelukan Leo yang terus menahan tubuhnya agar tidak memukul Mira seniorya itu.
Bersamaan dengan itu juga Rey dan Jeno sudah sampai ke kantin dengan nafas terengah-engah karena berlari sekuat mungkin untuk sampai di tempat itu.
“See, lo kenapa?” tanya Rey yang sudah meraih tangan juniornya yang masih dalam dekapan Leo.
“Jauhi tangan lo sial!” teriak Selly kepada Rey seniornya itu yang sudah menggenggam sebelah tangan Sena.
Keadaan makin ricuh karena makin banyak mahasiswa bisnis yang berdatangan melihat keributan tersebut.
“Sena kenapa?” tanya Rey pada Selly yang barusan meneriakinya.
“Lo masih tanya dia kenapa? Semua itu karena lo, haiss!” teriak Selly tak kalah kencang dari sebelumnya.
“KALIAN SEMUANYA BUBAR!!” ucap Leo kencang dan mampu membuat semua mahasiswa yang ramai tersebut bubar dengan kesibukan mereka masing-masing.
Jeno yang melihat itu kebingungan ditambah lagi penampilan Sena yang sudah basah dan tak teratur tersebut pun membuatnya berjalan menghampiri Sena yang sudah melemah dalam dekapan Leo.
“Sena lo kenapa bisa gini?” tanya Jeno sambil menepuk bahu Sena.
“Kalian jangan ganggu dia, lo berdua mending pergi dari sini!” ucap Selly kepada kedua orang yang tak lain adalah Rey dan Jeno yang berusaha mendekat.
“Kita khawatir dengan keadaannya, please lo jangan egois dalam hal ini!” jawab Jeno datar.
“Kalian masih gak tahu apa peyebabnya? Dia begini karena kalian berdua yang terus hadir di setiap sisi kehidupannya. Kalian gak pernah sadar kehadiran dan perhatian kalian yang membuatnya sakit. Dan lo kak, temui kak Mira dan tanya apa yang udah terjadi barusan, gue yakin dia akan menjelaskannya secara rinci, jangan tanya ke Sena bahkan dia gak ngerti sama sekali tentang ini!” ucap Selly yang mampu membuat Rey melangkah pergi entah dari tempat itu.
Semuanya terjadi begitu saja, tanpa ada yang mampu memahaminya dengan baik. Masih baikkah untuk keadaan selanjutnya? Ku kira antara mungkin dan bisa adalah jawaban yang paling pas dibenak yang merasakan dan membacakan kisah ini!
__ADS_1