
'Setelah sekian waktu hidup di bumi, akhirnya gue sadar bahwa yang paling menyebabkan banyak lelah adalah berharap pada manusia'_sajaktanpaanjad.
'
'
Happy Reading :)
Dan kesalahan terbesar gue adalah menganggap semua orang itu baik. Jika saja dari awal tidak ada yang berubah dari semua yang gue rencanain dan harapan mungkin hari gue masih bisa berada dalam keadaan memiliki beberapa yang telah hilang. Kau. Dia. Mereka. Kalian dan semuanya.
Ada sedikit sesal yang ku rasa sampai hari ini. Masih dengan pertanyaan yang sama kenapa menjadi seperti ini dalam waktu yang begitu singkat untuk langkah yang sejauh ini. Jika pergi dan meninggalkan adalah suatu hobi dari beberapa manusia, lalu bagaimana dengan beberapa manusia lainnya yang punya hobi bertahan dan menerima?
Akan kah mereka tetap pada posisi yang sama?
Mungkinkah mereka diciptakan begitu hebat sehingga bisa bertahan dan menerima tanpa batas?
Beberapa hal dalam hidup wajar terjadi untuk beberapa kali. Namun, ada juga beberapa hal yang terjadi bisa berulang kali.
Jika pergi dan meninggalkan atau menghilang adalah pilihan terbaik agar yang di tinggal bahagia dan hidup dengan baik menurut mereka, maka, apakah yang di tinggal akan hidup sesuai dengan pikiran mereka?
Ternyata, sedangkal itu pemikiran mereka menurutku saat ini. Ya, itu sangat dangkal.
Mereka begitu egois menurutku!
Saat ini, gue udah sampai di titik yang mana, gue gak mau ngapa-ngapain lagi, gue udah gak keberatan dengan banyak hal yang bakal pergi dari gue, gue gak akan ngerasa kehilangan jika di tinggal lagi. Gua gak akan keberatan dengan banyak sikap yang menyakiti.
Gue lelah dan mau berhenti sejujurnya. Gue mau pura-pura gak tahu tentang banyak hal dan gak akan gue cari tahu lagi. Gue akan hidup dengan apa yang bisa buat gue baik-baik saja.
Gue hanya perlu berdamai dengan keadaan dan terbiasa dengan beberapa hal.
Gue gak akan marah! Sekali lagi gue hanya lelah dan gak mau melakukan apa-apa lagi!
Gue udah cukup hancur dengan realita yang terjadi.
Kondisi gue sekarang, mungkin berantakan sekali sampai gak tahu harus mulai membereskannya dari mana! Dan bahkan gue udah gak mau melakukan apa-apa lagi.
Gue mau berterus terang sekarang. Gue gak mau pendam ini semua lagi. Gue berhak bersuara bahkan berteriak selantang mungkin bukan?
Tapi, di suasana seorang diri seperti ini saja, di kondisi yang agaknya yang tahu hanya diri sendiri.
Lucu bukan?
Wahai diri sendiri!!!
Kenapa kita harus seperti ini?
'Orang lain mana ngerti betapa menyakitkan ada di posisi ini!'.
Gue pernah berharap kalo bisa, gue mau orang lain selalu mengatakan dengan jelas apa yang mereka mau dan inginkan agar gue gak perlu membuat filing.
Yang paling gue takutin adalah 'kehilangan karena kesalah pahaman'
Karenanya, gue udah berjuang begitu keras, berusaha lebih mengerti bertahan tanpa bertanya pada diri sendiri apakah gue masih baik-baik saja?
'Dari aku untuk aku yang aneh ini'
Kehilangan akan selalu ada, tidak semua harus kamu pertahankan. Kamu berhak untuk menjadi sedikit egois sesekali.
Nyatanya, lo akan tetap kehilangan. Karena seberapapun lo menjaga dan bertahan dengan kokoh. Lo akan tertinggal karena tak di inginkan.
Diri sendiri yang payah kamu!
Dan sekarang gue juga mengenal si keras kepala yang luar biasa yang tak pernah lagi percaya diri untuk saat ini. Dan itu adalah kau diri sendiri!
Sekarang, lo mulai belajar untuk tidak terburu-buru mengambil kesimpulan dalam banyak hal.
Juga kepada mereka yang datang. Akan ada yang benar-benar ingin tahu dan juga berpura-pura.
__ADS_1
Bahkan untuk saat ini, yang hampir lelah dan patah semangat akan berusaha keras kepala lagi nanti untuk memecahkan beberapa persoalan yang butuh kejelasan. Terus berbicara tanpa jeda dan sekarang hanya berusaha untuk berhenti sejenak tanpa tahu akan kembali baiknya kapan. Memendam rasa sakit sekali bukan?
Kemarin berlari dengan harap-harap yang masih sama, namun tak tahu arah selanjutnya akan kemana. Karena semuanya hanya semu.
Pada akhirnya, menerima diri sendiri dan terbiasa adalah pilihan yang tepat. Kita akan baik-baik saja besok, esok atau nanti.
"Hufhhh... Udah sore ternyata! Balik ah," ujarnya berdiri dan meraih tas kecilnya di bangku panjang taman itu.
'
'
'
Di tempat yang sama...
"Yakin lo tuh orang ngajak ketemuannya di sini?" tanya Bayu, pasalnya mereka sudah hampir setengah jam tapi belum melihat sosok yang di tunggu.
"Yakin elah. Nunggu dikit lagi!" Jeno fokus ke ponselnya untuk kembali menghubungi orang yang di maksud.
"Kalo 5 menit kedepan gak muncul juga, gue balik duluan dah. Masih ada urusan di kantor gue. Bisa dibacok sama bokap entar," keluh Bayu.
"Sok sibuk lo. Baru juga jadi karyawan kantoran!" Ejek Jeno.
"Eh, bocah disana tuh gue bukan karyawan biasa tapi karyawan yang melatih diri untuk memimpin ingat perusahaan!" Tegas Bayu sedikit kesal karena ia merasa membuang waktu saja.
"Iya tau gue. Semoga Om benar-benar bakal bunuh lo setelah ini," ucap Jeno tertawa puas.
"Teman Dajjal tuh kek di depan gue sekarang!" Ujar Bayu menyeruput kasar minuman ditangannya.
"Kak Leo kemana sih? Apa masih sibuk atau lupa?" tanya Jeno akhirnya.
"Mana gue tahu, gue kan Bayu!" Ucap Bayu malas
"Gue telpon aja kali ya? Tapi ga enak!" Jeno sedikit bingung antara mau telpon dan tidak.
"Kalo kak Leo mah yang kita tunggu kenapa gak ngomong dari tadi Samsul. Kan gue dah gerutu gak jelas dari tadi!" ucap Bayu sedikit kaget karena yang mereka tunggu adalah senior mereka di kampus sewaktu kuliah.
"Biar gue tebak. Tujuan pertemuan kita kali ini bukan soal kerjaan kan?" Bayu mengangkat alis sebelahnya dengan smirk.
"Hm," deheman Jeno menjawab pertanyaan sahabatnya.
"Eh, BTW kak Leo sekarang sukses ya! Perusahaan punya banyak cabang di kota-kota besar, jadi pengen ajuin kerjasama dah kalo gue diangkat nanti." Ujar Bayu serius.
"Iya. Kalo lo diangkat, kalo gak bagusnya lagi lo pindah jadi karyawan kak Leo aja pas tuh!" Seru Jeno membuat sahabatnya jengkel.
"Jeno! Lo gak mau kan kalo kita dengan style kek gini adu pukul disini?" kesal Bayu. Mereka selalu seperti itu jika bersama tapi tak pernah sekalipun mereka benar serius dan saling pukul. Mereka sahabatan dari dulu sangat akrab.
"Boleh tuh, kapan lagi di tantangin kek gitu!" Jeno tertawa ringan.
"Hai! Maaf ya lama, tadi masih meeting penting soalnya!" Sapa Leo yang sudah mengambil tempat duduk di samping Bayu dengan berhadapan sama Jeno.
"Oh! Hai kak! Apa kabar, udah lama gak ketemu!" Sapa Bayu antuasias.
"Eh, Bayu! Baik gue. Lo juga gimana kabarnya, udah di perusahaan sekarang?" tanya Leo basa-basi dengan junior satunya ini. Kalo Jeno ia sudah tahu bahwa dia memimpin perusahaan milik ayahnya dan kebetulan mereka bekerja sama di beberapa proyek juga. Setelah lulus antara Jeno dan Leo mereka tidak putus kontrak, mereka bahkan sudah dianggap akrab sekarang. Banyak hal yang mereka bahas jika Kana bertemu.
"Masih mulai dari bawah kak! Bokap gue kan dari dulu kak Leo tahu sendiri!" Keluh Bayu.
"Hehehe Om sedikit tegas sih! Eh Jen, gimana acara kemarin lancar? Sorry gak sempet dateng!" Tanya Leo mengingat kemarin ulang tahun perusahaannya.
"Lancar kak! Gapapa kali, lagian acaranya gak terlalu lama juga. Kak, gimana perkembangannya sekarang?" tanya Jeno karena tak suka basa-basi dan langsung fokus ke tujuan.
"Oh, iya. Kita gak punya banyak waktu lupa!. Jadi gini kita tetap pada situasi dan kita yang sekarang. Kemarin ada laporan juga perusahaan Om Reza ada sedikit persoalan sama perusahaan milik mereka. Dan lo tahu mereka licik seperti biasanya untungnya mereka belum tahu kalo Sena adalah putri dari Om Reza jadi posisi Sena sedikit aman. Hanya yang jadi persoalannya sekarang perusahaan gue dan lo kan adalah bagian pemilik saham yang sedikit berpengaruh juga sama perusahaan Om Reza jadi si Mira sekarang lagi ngincar terlebih dahulu orang terdekat dari kita buat di hancurin. Demi membalaskan dendamnya sama keluarga Om Reza," ucap Leo panjang lebar.
***Kalian masih ingat si Mira senior mereka di kampus yang sama angkatan dengan Rey dan Leo dulu kan?
kalo gak salah di part 22 sama 23.
__ADS_1
Nah author sedikit cerita ya!
Mira dendam sama keluarganya Reza yang tiada lain tiada bukan adalah ayah Sena. Tapi untungnya Mira belum tahu jika Sena juniornya adalah putri dari Reza. Kenapa? Karena ayah Sena menutupi semua akses bagi yang mencari tahu tentang keluarganya. Banyak orang hanya tahu jika ia memiliki seorang putri tapi tidak ada yang mengenalnya.
Berawal dari kecelakaan yang menimpa ibunda dari Sena yang menyebabkan ia kehilangan nyawanya. Waktu itu, mobil yang dikendarai oleh sang Ibunda dari Sena mengalami kecelakaan maut yang juga pada saat itu terjadi kecelakaan yang sama ditempat yang sama ayah dari si Mira ini meninggal di tempat juga. Karena hal itulah si Mira mengambil kesimpulan bahwa penyebab kematian ayahnya adalah kesalahan dari istri Reza ayah Sena.
Drai situlah Mira dan mamanya menyimpan dendam besar terhadap keluar Andin.
Awalnya waktu masih kuliah Mira sedikit curiga bahwa Sena yang adalah juniornya itu adalah anak dari keluarga yang menyebabkan kematian ayahnya. Karena itulah, dulu Mira meneror Sena dengan mengirimkan benda dan kejadian bersifat misterius sambil mencari kebenaran siapa Sena sebenarnya. Bahkan dulu, Mira tidak segan-segan melakukan Bulian kepada sena.
Saat ia terus menyuruh orang mencari tahu riwayat Sena, disitulah Reza ayah Sena bertindak. Ia memblok semua data berkaitan keluarnya di media dan di semua data pemerintahan. Reza adalah salah satu orang yang cukup berpengaruh dalam dunia bisnis dan bekerjasama dengan baik dengan pemerintah. Maka dengan mudah dia menyembunyikan semua status Sena. Sehingga pencarian Mira pun menyerah karena tahunya dari data yang ia dapatkan Sena adalah yatim piatu saat itu.
Tidak berhenti sampai disini. Ia masih saja membenci Sena karena orang yang ia cintai Rey malah memilih Sena daripada memilih dia.
Mira merasa tidak adil. Semua yang ia suka seakan Sena merebut darinya. Akhirnya ia memutuskan untuk menyakiti Sena saja. Dengan cara membuatnya sampai sedikit depresi dengan banyak teror waktu itu. Ketika mereka masih kuliah. Perlahan bisa mau menghancurkan Sena dengan cara menjauhkan semua orang yang menyayanginya.
Mira juga adalah anak dari keluarga terpandang jadi apa saja yang dia mau akan dia lakukan tidak peduli dengan apapun yang melarangnya karena baginya tidak akan ada yang mampu menyainginya. Dan itu memang kenyataannya.
Karena banyaknya kejadian dan ancaman yang diterima Sena sampai membuatnya benar-benar down saat itu. Maka beberapa orang yang menjadi orang terdekatnya, Rey, Jeno, Leo dan Selly sahabatnya memilih perlahan pergi dan meninggalkannya.
Semua itu mereka lakukan bukan karena takut dengan ancaman Mira yang terhadap mereka tapi karena mereka mau Sena tetap hidup bahagia dan baik-baik saja tanpa adanya mereka di sekelilingnya.
Dan setelah mereka pergi dengan berbeda cara mereka meninggalkannya. Sena kembali sembuh dan Mira juga berhenti mengganggunya karena dia sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi. Bahkan Rey yang secara terang-terangan suka padanya menghilang tanpa jejak dari pandangannya. Begitu juga Leo dan Jeno mereka menjauhinya.
Dan sekarang mungkin Mira terus berusaha membalaskan dendamnya terhadap keluarga Reza, walaupun yang ia tahu tinggal seorang Reza saja yang ia lihat hidup.
Jadi, antara Rey, Leo, Jeno dan Selly apakah mereka salah?***
Pertanyaan ini hanya bisa di jawab oleh para reader's yang tahu betul bagaimana awalnya.
Sudah tahu alasan menghilangnya Rey, menjauhnya Leo dan Jeno dan perginya Selly dengan alasan pindah. Lalu tidak kembalinya sang ayah?
Semua karena mereka tidak mau Sena mengalami kehancurannya di usianya yang sekarang, nanti entahlah.
Kembali ke cerita...
"Jadi perkara si Mira senior itu belum juga usai?" tanya Bayu.
"Emang siapa yang bilang ini tuh udah kelar?" tanya Jeno sinis.
"Eh, bocah. Lo gak bilang kek gue makanya gue ngerasa bego sama nih cerita ya!" kesal.
"Ini tuh bukan cerita tapi kenyataannya!" tegas Jeno.
"Udah, udah! Jadi kita tetap pada posisi kita dulu sampai kita nemuin solusinya!" ucap Leo menengahi adu bacot kedua sahabat itu.
"Berarti kita juga belum bisa balik ke Sena jika masalahnya masih seperti itu!" Ujar Jeno.
"Balik ke Sena? Sejak kapan lo udah hidup bareng tuh anak? Jadi ngomong lo kek gitu?" selidik Bayu.
"Y-ya ma-maksud gue balik jadi temennya lagi elah!" Gagap Jeno karena merasa tertangkap.
"Udahlah. Lo masih cintakan sama Sena?" tanya Leo to the point.
"Pertanyaan yang gak butuh jawaban tuh Bang!" Kesal Leo.
"Oke. Kita juga tahu gimana lo! So, jangan dulu muncul di hidup Sena agar dia baik-baik saja!" Tegas Leo.
"Tapi gue kasian dia Bang. Dia banyak sakit sama sikap gue," ucap Jeno melemah.
"Kalo lo cinta sama dia, buat dia tetap baik-baik aja. Suatu waktu lo bakal kembali baik sama dia dan kita semua!" ucap Leo pasti.
"Iya gue juga liat dan tahu bagaimana Sena sekarang. Udah sejauh ini, kita gak boleh gegabah. Satu langkah saja yang salah mungkin Sena bakal lebih hancur sehancurnya dari ini!" tambah Bayu.
"Lo harus pandai membatasi diri. Lo juga harus bisa menahan perasaan lo ke dia. Gue tahu lo rindu sama keberadaannya. Sama, kita pun demikian! So, mari kita bekerjasama dengan baik demi Sena!" ujar Leo pada akhirnya.
"Maaf. Karena untuk mencintai lo gue harus pura-pura menjauh. Nyatanya gue kangen banget sama lo. Gue bahkan belum diterima sama lo, udah menjauh lagi sekarang. Gue bakal buktiin semua tentang lo akan terus ada dan selalu dalam hidup gue. Bukan untuk mengenang tapi untuk memperkuat agar keberadaan dan ketidakberadaan lo menjadi suatu hidup dan anggapan bahwa lo memang selalu ada di samping gue!" Batin Jeno dengan pandangan jauhnya.
__ADS_1
^^^***^^^
^^^_27 Sept. 2021^^^