Tak Lagi Sama

Tak Lagi Sama
Tidak Semua yang Pergi itu Jahat


__ADS_3

✨✨✨


Happy Reading :)



°


°*


Melewati banyak hal dari suka dan duka. Tantangan, masalah dan rintangan tak terhitung, hidup yang penuh kejutan, realisasi dan roller coaster emosi yang tak berujung. Terimakasih untuk diri yang tetap kuat. Memang tidak mudah. Berharap hidup yang sejahtera, semua impian tercapai, semua orang mendapat banyak kebahagiaan, positif dan progresif. Juga untuk lebih baik tetap aman dan sehat.


Satu Tahun Terlewati...


Tidak banyak yang berubah. Hidup masih seperti biasanya, kuliah dan juga teman-teman yang masih sama. Hanya bedanya aku sekarang sudah berada di tahap akhir. Disibukkan dengan urusan mencari dosen, tidak punya waktu untuk bersantai dan masih banyak lagi.


Namun, sampai hari ini satu hal yang terus mengganjal dalam pikiran, ingatan dan bahkan dalam keseharianku. Papa tidak kembali, tidak pernah pulang setelah terakhir kali aku dan mang Edi menjemputnya waktu itu, katanya ia tengah sibuk. Namun sebisa mungkin aku berpikir dan terus berpikir positif tentangnya. Semoga ia dalam keadaan baik-baik saja.


Ada beberapa juga yang terus menjadi beban pikiranqku sampai hari ini. Kak Rey yang ternyata tidak pernah kembali setelah aku benar-benar menyadari ternyata aku sudah jatuh cinta padanya di saat yang tak bisa ku tebak itu kapan.


Memang benar kata orang, kamu akan menyadari bahwa kamu mencintainya setelah kamu kehilangan orang tersebut dan bahkan ketika ia sudah pergi dan tak kembali lagi padamu.


Begitupun Jeno. Setelah tahu semuanya, tentang orang yang terus menyuruhku untuk menjauhinya, tentang perasaannya yang tak terbalaskan, tentang kenyataan seperti yang ia ucapkan untuk terakhir kalinya saat ia menemuiku waktu itu ia mengatakan bahwa mencintai tak harus memiliki.


Mampu membuatku menjadi orang asing dalam kehidupannya. Ya, dia ada. Dia baik-baik saja, hanya saja dia bukan yang dulu lagi bahkan jika kami berpapasan dan bertabrakan pun saat ini ia akan tetap menganggap ku tidak ada.


Ada banyak hal yang tidak aku tahu tentangnya. Mulai dari orang yang menerorku, aku tidak tahu siapa pelakunya sampai hari ini. Namun, Jeno tahu orang itu dan memilih diam dan tidak memberitahuku apa-apa.


Dan yang lebih membingungkan lagi teror itu pun berakhir dengan sendirinya ketika aku menyadari semua orang yang menyayangiku pergi dan meninggalkanku termasuk Kak Rey, Jeno dan...... Papa, tapi ku harap terkhusus untuk Papa tidak ada kaitannya dengan itu.


Setelah semuanya terlewati aku mulai menyadari. Untuk mendapatkan kedamaian dan yang terbaik, tidak apa-apa untuk melepaskan beberapa hal, tidak apa-apa untuk mengubah pikiran, tidak apa-apa untuk berbicara dan tidak berbicara, tidak apa-apa untuk di anggap tidak ada, juga tidak apa-apa untuk pergi dan melepaskan.

__ADS_1


Hidup ini adalah tentang diri kita sendiri.


Kita berhak pergi kemana saja dan memilih siapa saja. Begitupun mereka yang pergi dari kita. Tidak apa-apa memilih dan tidak memilih, jika memang merasa beberapa hal tidak layak diperjuangkan.


Jangan memaksa, kita layak dan masih berhak menentukan.


Membawa beberapa orang ke masa depan untuk menjadi bagian dari kehidupan kita bukan perkara main-main.


Lepaskan saja. Nanti juga kita akan mengerti kenapa kita harus mengalami ini semua sekarang.


Kalo kata mba @jessicaberliin;


Self healing terbaik adalah diam, menghilang, berdamai dengan diri sendiri, makan makanan enak kemudian tidur.


Mungkin seperti itulah aku sekarang. Diam, melihat dan membiarkan beberapa orang pergi tanpa tahu alasannya, berusaha damai dengan diri sendiri dan menikmati apa yang tersedia didepan, dan itu yang tengah gue lakuin sekarang.


Menurut ku, dalam hidup kita jangan terlalu berharap banyak terhadap orang-orang yang kita temui. Manusia itu gampang berubah, hari ini mungkin kita menjadi segalanya dan hari esok kita akan menjadi bukan lagi siapa-siapa.


merasa lelah hingga semuanya terasa hampa,


hingga kita perlu terbangun lagi dan kembali, keadaan hanya tengah menjeda kita untuk beristirahat dan merenung, meskipun kita terluka tapi kita masih mampu untuk berjalan di esok hari.


Tidak apa-apa jika merasa tidak baik-baik


saja, keadaan hanya tengah menguatkan,


hanya karena tersandung dan terjatuh, bukan berarti harus menyerah.


Jangan sampai lupa kita hanya manusia biasa, begitupun mereka dan yang lainnya.


"Gapapa, memang pada beberapa titik dalam hidup, setiap orang pasti kebingungan. Kita merasa berselisih dengan diri sendiri. Bingung dengan apa yang kita sukai, apa yang akan menjadi mimpi dan bagaimana orang lain memandang kita. Kita akan akan baik-baik saja," ucap Ivan pada akhirnya, ketika ia mungkin lelah melihatku menghabiskan hari-hari ku dengan tak bersemangat. Ia tahu betul bagaimana keadaanku sekarang.

__ADS_1


Dan satu lagi, Ivan sudah tinggal bersamaku selama satu bulan terakhir ini. Ia menjadi anak broken home yang berakhir kedua orang tuanya pisah dan pergi entah kemana meninggalkannya sendiri. Sejauh yang aku tahu, hak asuh dari Ivan dimenangkan oleh ibunya tapi melihatnya beberapa bulan terakhir ini, ia seperti sudah ditelantarkan oleh mereka.


Bahkan yang lebih mirisnya lagi Ivan tidak fasilitasi apapun dari keduanya. Dia dibiarkan begitu saja seorang diri tinggal di rumah sebelah yang nyatanya rumah itu bukan lagi milik mereka, entahlah mungkin mereka sudah menjualnya.


Intinya, Ivan sekarang tidak memiliki orang tua lagi menurut perkataan Ivan sendiri.


Anak mana yang tidak menjadi sakit jika nyatanya kedua orangtuanya tidak mengharapkannya ada sama sekali.


Ku kira Ivan juga akan melakukan hal itu.


Aku mengetahui semua tentang Ivan setelah pertengkaran hebat antara kedua orang tuanya yang sampai menyeret Ivan ke pengadilan saat mereka akan bercerai.


Aku tahu persis bagaimana keadaannya saat itu, karena cuma aku satu-satunya yang ada dan berusaha menenangkannya saat itu.


Dan sekarang, Ivan sudah menjadi bagian dari keluarga ku. Dia tinggal bersamaku karena aku sudah menganggapnya adikku sendiri. Papa tahu akan hal ini, karena aku sudah menghubunginya bulan lalu walaupun tidak sempat balik, tapi ia mengurus semuanya hanya demi membantu Ivan.


"Hm, benar kita memang akan baik-baik saja!" jawabku melegakan diri.


"Bagaimana dengan liburan kita?" tanya Ivan antusias mengingat kami sudah merencanakan akan menghabiskan satu hari besok dengan liburan di suatu tempat yang bagus walaupun hanya sehari tapi sedikit tidaknya ada waktu jeda yang diberikan.


"Jadi dong! Kemana kita?" tanyaku lagi.


"Pantai adalah salah satu tempat paling pas untuk berefresing dengan melihat cuaca sekarang," ucap Ivan.


"Hayuk! Setuju gue!" Ucapku mengakhiri perbincangan karena kami sudah menuju kamar masing-masing untuk menyiapkan apa yang di perlukan untuk libur sehari kami besok.


Pada akhirnya, begitulah hidup, akan ada yang pergi karena tidak dihargai, ada yang pergi karena sadar diri, ada yang pergi karena merasa keberadaannya tidak diperlukan lagi.


Jadi tidak semua yang pergi itu jahat,


apalagi perihal rasa. Nyatanya tak semuanya bisa kita gapai dan raih lalu memeluknya. Ada beberapa yang menjadi indah saat kita tak lagi bisa melihat dan memeluknya dalam kesadaran hidup.

__ADS_1


_senin, 02 Agustus 2021


__ADS_2