Tak Lagi Sama

Tak Lagi Sama
Jangan terlalu dekat.....


__ADS_3

✨✨✨


Di kantin....


"Haahhh! lapar banget gue sumpah," ucap Selly.


"Ya makanlah, udah di kantin juga!" jawab Sena malas.


"Hisss, pesanan kita lama banget deh!" gerutu Selly.


"Disini tu bukan cuma lo doang yang makan, jadi sabar elah!" jawab Sena.


"Lo kenapa sih dari tadi, gak searah banget sama gue? lagi sakit lo!" tanya Selly.


"Biasa aja. Gue malas dengar lo gerutu mulu!" seru Sena.


Kondisi kantin kampus memang selalu ramai setiap jam. Banyak mahasiswa yang kadang makan sambil mengerjakan tugas mereka.


Sementara sibuk dengan ponsel, seorang cowok tengah berjalan santai menuju meja kedua sahabatan tersebut


"Hai....!" sapa cowok tersebut


"H-haiii," jawab Selly gagap sementara Sena tetap fokus pada ponselnya tanpa melirik siapa orang yang sedang menyapa mereka. Sena memang tidak terlalu peduli dengan keadaan sekitarnya, ia tidak terlalu welcome dengan orang baru.


"Gue boleh gabung gak? soalnya gak ada meja kosong lagi!" seru cowok tersebut.


"Oh, boleh, boleh duduk aja!" ucap Selly santai tanpa memperdulikan Sena yang memang dasarnya malas tahu.


"Tapi temannya gak keberatan kan?" tanya cowok tersebut karena merasa tidak ada tanggapan dari Sena.


"Gapapa duduk aja, dia orangnya santai kok!" jawab Selly.


"Oke deh, makasih ya!" seru cowok tersebut sambil manarik kursi yang bertepatan di depan Sena.


"Anak bisnis juga?" tanya Selly.


"Gak, saya anak fakultas sebelah!" jawabnya.


"Ekonomi?" tanya Selly.


"Iya, tepat sekali!" seru cowok tersebut


"Tapi, kok bisa sampai masuknya di kantin sini?" tanya Selly.


"Oh itu, tadinya gue mau ketemu teman di sekitar sini, tapi orangnya masih ada jam kuliah jadi gue mampir kesini buat nunggu sekalian," jawabnya.


"Oh, makan ya!" tegur Selly kerena sudah tiba pesanan mereka lebih tepatnya cuma Selly yang makan sementara Sena cuma memesan cokelat dingin saja.


"Oh silahkan," jawab cowok tersebut sambil sesekali melirik ke arah Sena yang dari tadi bahkan tidak bicara sama sekali.


"See, tadi lo kemana dulu pas datang ke sini?" tanya Selly.


"Hmm...?" tanya Sena sambil melirik ke arah sahabatnya.


"Gue nanya lo masih ke mana dulu tadi pagi?" ulang Selly.

__ADS_1


"Taman!" jawab Sena.


"Ngapain Lo ke sana pagi-pagi?" tanya Selly heran.


"Cari sesuatu!" jawab Sena sambil menyesap minumannya.


"Udahlah, malas gue kepoin kegiatan lo yang unfaedah banget!" jawab Selly malas melihat tampang sahabatnya yang menjengkelkan


Beberapa menit kemudian...


"Oh, iya kenalin nama gue Gery!" ucapnya tiba-tiba karena merasa canggung dari tadi memperhatikan kedua sahabat tersebut tanpa mengetahui nama mereka.


"Eh iya. Nama gue Selly dan ini Sena. Sorry ya kita sampai lupa," ucap Selly sekalian memperkenalkan nama mereka.


"Gapapa, boleh tahu kalian udah semester berapa?" tanya Gery.


"kita baru semester 4, lho?" tanya Selly.


"Sama. Gue juga baru semester 4," ucap Gery santai karena merasa seumur dengan mereka.


"Wah,, bagus dong jadi kita gak perlu terlalu canggung gitu, walaupun teman gue tampangnya gini," ucap Selly tertawa karena ia gampang akrab dengan orang baru.


Karena merasa bosan dengan suasana, ia pun mengambil ponselnya berniat untuk menghubungi seseorang.


Ketika membuka daftar kontak di ponselnya ia mencari nomor tujuannya sampai tak sadar ia tersenyum sekilas melihat nama yang terpampang di layar ponselnya.


Junior ganteng 🐶


Ketika menyadari perubahan ekspresinya, ia kembali fokus dan mengetik pesan.


Dek!


Iya kak!


Cafe XX jangan lupa jam 16.00. Jangan sampai telat!


Siap kak!!  


Setelah mengirim pesan ia pun berdiri untuk segera pulang karena tidak ada jam kuliah lagi.


"Sell, gue balik duluan ya!" ucap Sena.


"Oh, gak jalan dulu baut refresh gitu!"tanya Selly.


"Gak deh, gue ada janji," jawab Sena.


"Ya udah sana duluan!" ucap Selly.


"Ok. See you next again!" ucap Sena sok Inggris.


Di parkiran....


"Woi dek!" teriak seseorang.


"Kak Leo!" jawab Sena.

__ADS_1


"Balik Lo?" tanya Leo


"Iya nih, kakak sendiri?" Sena.


"Mau balik. Lo di jemput?" Leo.


"Nggak. Gue mau mesen taxi," Sena.


"Bareng kakak aja!" Leo.


"Beneran??" Sena tak percaya.


"Ya udah kalau gak mau!" ucap Leo berjalan menuju mobil.


"Mau kok. Ayok!" Sena berjalan membuka pintu mobil Leo.


Seseorang yang tengah berdiri sambil bersandar di tiang parkiran tersebut tampak menatap fokus pada kedua orang yang sepertinya akan pulang.


"Sedekat itukah mereka?" ucapnya.


Di perjalanan....


"Dek! gue lihat akhir-akhir ini Lo sering banget bareng Rey. Lo lagi dekat ya sama dia?" tanya Leo.


"Gak sedekat itu juga kak. kebetulan dia emang sekarang udah jadi tetangga aku jadi ya gitu deh," jawab Sena fokus pandangannya ke jalanan.


"Oh, dia pindah ke kompleks dekat Lo sekarang?" tanya Leo penasaran.


"Iya kak. Lebih tepatnya apartemennya sekitar situ, tapi See belum pernah tuh ke sana?" ujar Sena.


"Bukan gue berniat buat ikut campur sama kehidupan Lo dek, cuma kakak mau saran aja ya, kalau boleh jangan terlalu dekat sama orang yang belum lo kenal baik. Apalagi kakak cukup tahu bagaimana Rey, dia sosok yang dingin sama siapa pun. Jadi kakak heran aja, kenapa ke Lo bisa sedekat itu. sedangkan gue tau banget dia bahkan jarang dekat sama cewek," ucap Leo panjang lebar.


"Iya. makasih kak udah ngingetin See, gue temanan sewajarnya aja kok! jadi kak Leo tenang aja," jawab Sena.


"Baiklah. Kakak percaya sama kamu. Kalau ada apa-apa jangan sungkan buat hubungi kakak ya!" ucap Leo.


"Iya kak!" Sena.


Leo adalah senior dan juga sebagai kakak untuk seorang Sena. Ia sudah cukup kenal baik. Leo begitu akrab ke Sena karena mengingatkan ia pada adiknya yang sudah meninggalkannya lama. Jadi setiap melihat Sena ia akan teringat pada adiknya. Itu yang membuat ia terus berniat untuk menjadi kakak yang baik dan menjaganya.


Di Kafe....


"Hai..." ucap Sena ketika tiba di kafe sudah melihat sosok juniornya yang manis itu sedang duduk sambil memainkan ponselnya.


"Ha kak!" jawab Ivan dengan senyum manisnya.


"Udah lama? maaf ya kakak lambat balik ke rumah tadi," ucap Sena sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal karena merasa gak enak sudah di tunggui.


"Gapapa kak, gue juga baru beberapa menit disini. Kakak mau pesan apa?" tanya Ivan.


"Oke mari kita pesan sepuasnya. Makan sepuasnya, kakak juga udah la gak nongkrong disini," ucap Sena riang.


"Untuk membuka makan sore kita mari bersulang kak!" ucap ivan sambil mengangkat jus jeruk pilihan mereka setelah memesan makanan sebanyak itu.


Setelahnya mereka tertawa riang. Ivan yang melihat momen langka tersebut pun mengambil ponselnya dan mengabadikan dengan mengambil beberapa gambar dari seniornya.

__ADS_1


"Manis banget senyumnya. Andai aku dari dulu udah sedekat sekarang, mungkin kakak akan jadi alasan untuk aku bertahan," batinnya mengingat bagaimana keadaan keluarganya yang sudah tak sebaik dulu. Ia merasa dirinya bahkan sudah tidak pernah tertawa selepas sekarang. Ia beruntung bisa ada di momen ini.


__ADS_2