Tak Lagi Sama

Tak Lagi Sama
Ayok Pacaran !!


__ADS_3

'Hidup mengirimkan seseorang untukmu bertumbuh dan berkembang lewat tiga hal: Kedatangannya, Kehadirannya, dan Kepergiannya. Jangan berfokus pada kepemilikan dan kehilangan, berfokuslah pada progres evolusimu _R. Rusandi


...°°••°°...


...☕...


Karena kau terlalu menikmati peran dalam hidup, kau pun menjadi sadar bahwa sosok Jeno yang sudah kau kenal begitu lama adalah sosok yang banyak campur tangan dalam perubahan hidup yang kau jalani. Ada banyak orang di luar sana yang bisa menyayangi dan mencintaimu begitu dalam, tapi ingatlah satu hal cinta dan kasih sayang yang kau dapatkan tidak akan pernah ada yang sama seperti sosok yang satu ini beri untukmu.


Seseorang pernah berkata kepada temannya ketika berada di ujung bangku jalanan tahun lalu,  Kamu akan menemukan banyak yang lebih dari aku, namun yang seperti aku hanyalah aku. Kata-katanya tersebut masih terngiang di benak Sena kala ia mendengarnya karena iapun ada di ujung bangku tersebut.


Hingga kau pun menjadi bersyukur karenanya, "Jeno_ya...." Panggil Sena dalam keheningan saat mereka sedang berduaan di ruangan tamu tanpa satu kata terucap dari bibir mereka. "Hm? Kenapa?" jawab Jeno yang dari tadi merasa canggung.


"Sini dekatan!" Ucap Sena.


Jeno yang tanpa suara pun mendekatkan dirinya disebelah Sena dalam sofa yang duduki Sena awalnya. "Bolehkah aku memelukmu sekali saja?" Sena memohon sambil menatap lekat lelaki di sebelahnya sekarang. Sosok yang ia rindukan begitu lama.


"Kenapa harus meminta ijin hm? Kamu ga perlu seperti ini See..." Jeno yang sudah memeluknya terlebih dahulu, mendekapnya begitu erat dan menghirup dalam wangi shampo yang ia pakai pada rambut sebahunya.


Sena yang merasa kehangatan tersebut pun membalas pelukan itu dengan tak kalah eratnya. Ia begitu merasa nyaman saat ini. Jadi, biarkan ia sedikit egois untuk saat ini saja.


"Apa kau tahu bagaimana aku menjalani hari-hari kemarin? Aku begitu berusaha keras untuk tetap ada dan tidak untuk menyerah." Sena mulai bercerita dalam dekapannya.

__ADS_1


"Dulu, aku sering ngerasa ga pernah ada orang yang takut kehilangan aku. Ga akan pernah ada orang yang takut ditinggalkan olehku.  Dua hal itu selalu sering membuatku merasa kurang berharga. Sampai aku sadar, kalau mereka ga pernah takut kehilangan karena aku emang ga pernah hilang dan meninggalkan," ujar Sena menjeda omongannya.


"Aku yang egois! Terimakasih sudah selalu mencari dan menemukan cara untuk berjalan dan bertahan! Maaf untuk banyak hal dan banyak cara yang terlampau menyakiti dan mengecewakanmu. Aku tahu dan benar-benar tahu, ini ga mudah sama sekali. Tapi, melihatmu tersenyum dan baik-baik saja saat ini adalah hal luar biasa yang harus ku syukuri. Aku janji ga akan terulang lagi hal-hal seperti kemarin. Aku bakal menjagamu dengan baik. Dan...." Jeno menggantung kata-katanya dan melonggarkan pelukannya dan mulai menatap Sena begitu dalam  "Aku akan menyayangimu! Maaf jika aku seperti pengecut waktu itu. Aku hanya bingung dengan perasaanku sendiri tapi kali ini, Sena! Ayok pacaran!!" Ujar Jeno yang sudah menatap lekat kedua matanya. Di sana tidak ada keterpaksaan sama sekali maupun kebohongan saat ia mengucapkan kata-katanya tersebut.


"Apakah kamu sedang bercanda dan menggangguku lagi seperti dulu?" tanya Sena tak percaya.


"Untuk apa aku bercanda. Aku bukan Jeno yang jahil seperti dulu. Jadi, apa jawabannya? Atau aku akan digantung ya, hm?" Jeno tersenyum hangat saat menatapnya lagi.


"Aku gak percaya masa? Kita bahkan belum ada sehari bertemu kalo lo lupa" Sena terkekeh pelan menanggapinya.


"Bahkan kalo kamu bertanya tentang perasaan bukan karena hanya pertemuan hari ini, tapi dari beberapa tahun ini hanya kamu yang menjadi tempat aku pulang. Tidak apa-apa jika ini terasa lebih cepat untukmu. Tapi, apakah kau tahu aku begitu menyesali banyak waktu yang ku sia-siakan bahkan di saat aku telah kehilanganmu saja baru aku sadar betapa dalam rasa yang aku miliki." Jeno tersenyum simpul dengan tatapan yang sedikit nanar. "Gapapa, aku akan menunggu lebih lama lagi. Mau kamu beri jawaban sampai kapan? Seminggu? Sebulan? Setahun atau lebih lama lagi aku akan menunggu dengan baik," ujar Jeno tersenyum.


"Apa aku terlihat bercanda saat ini? Segitu buruknya perlakuan aku ke kamu dulu sampai kamu menjadi ragu ya, wahh seharusnya aku jadi sosok yang dingin saja waktu masih sekolah biar kamu ngejar aku lebih dulu," tawa Jeno bersamaan lelehan bening dari kedua pipinya yang sudah tak terbendung lagi.


Sena dengan cepat menghapus air mata itu dengan kedua tangannya dan tersenyum, "Hm, ayok pacaran jihy, heheh!" Ucap Sena tersenyum bahkan tertawa lepas seakan tidak percaya apa yang mereka ucapkan.


"A- apa? Aku ga denger kamu ngomong apa barusan. Coba kamu ulang sekali lagi!" Mohon Jeno dengan tatapan lebih tajam dan tak sabaran. "See, coba ulang apa aku ga salah dengar barusan?" Jeno kekeh memegang kedua pipi tirus Sena.


"Ga ada pengulangan. Aku udah ngomong dan itu sekali saja!" Tegas Sena buang muka yang sudah memerah karena malu.


"Sayang! Kamu ga lagi ngelindur kan?" Jeno menatap Sena lurus dan tak teralihkan lagi.

__ADS_1


"Gak! Gua gak ngomong apa-apa kok!" Sena makin malu walau tatapan tak lepas.


Cup


Yaps, tepat di bibirnya. Lembut dan hangat.  Hanya menempel saja, sambil tersenyum dalam ciuman, Jeno berucap, "udah bagus aku-kamu sayang, jangan lo- gue lagi ya!"


Kedua belah bibir yang masih menempel tersebut belum juga berakhir, mereka berdua hanya diam dengan posisi yang sama.


Jeno perlahan memundurkan wajahnya dan mencium kening Sena lalu memeluknya erat, "Terimakasih. Aku akan selalu mencintai dan menyayangimu lebih dari ini lagi. Aku janji ga akan berulah lagi. Ingatkan aku jika aku sedikit keliru, tergur aku jika aku salah. Kalo ada masalah bilang ya!" Ujar Jeno memeluknya makin erat.


.


.


.


ciaaaaa gak tahu lagi gw nulis apaan ini 😂🤣


dahlah Y


yang penting baca aja ya, heheh😁

__ADS_1


__ADS_2