Tak Lagi Sama

Tak Lagi Sama
Kak Leo


__ADS_3

Jangan terburu-buru, semua yang memang akan berakhir denganmu gak akan salah arah dalam jarak.


'


'


'


Dan sekarang mungkin aku berada pada suatu titik sadar bahwa tanpa mereka yang sudah pergi pun tak apa-apa.


Sudah terbiasa dengan hal seperti ini. Benar, tersisa diri sendiri yang sekarang masih ada dan tetap bertahan.


Maka dari itu tidak perlu tempat


singgah untuk mengistirahatkan


lelah, juga tidak butuh pulang ketika merasa sesuatu sudah hilang.


Hanya butuh diri sendiri tetap ada


meskipun kerap kali aku


mempunyai keinginan untuk menyerah dan berhenti bertahan.


(Ding dong, Ding dong) bel rumah


"Ivan ada tamu!!" teriak Sena dari lamunannya di meja makan karena mengingat Ivan sepertinya ada di sekitar ruangan depan.


"Iya, ini dibukain pintunya," jawab Ivan dengan sedikit teriak yang sudah tiba di pintu utama.


"Kak Leo!!" ucap Ivan sedikit kaget.


Bagaimana tidak, sudah lama sejak ia selesai wisuda pergi dan sekarang baru kembali.


"Ssttt!!!! Jangan teriak bocah!"ucap Leo sedikit kesal pada junior recehnya tersebut.


"Lagian kakak kemana aja sih! Sumpah gue gak bisa nebak bakal jadi apa kakak ntar!" Ujar Ivan membayangkan bagaimana nasib seniornya jika bertemu dengan Sena.


Bukankah mereka berpisah tanpa tahu apapun, memang waktu itu sedikit lebih rumit jadi sedikit wajar jika secara tiba-tiba kembali.


"Sena mana?" tanya Leo pelan.


"Ada di ruang makan tuh, gak tahu ngelamun apaan udah hampir sejam dia disana tapi gak ngapa-ngapain!" seru Ivan.


"Lo juga kenapa bisa disini malam-malam?" tanya Leo heran.


"Kak, banyak hal udah terjadi sejak kakak pergi dan ga ada di sini. Jadi, butuh waktu buat cerita semuanya!" ucap Ivan sedikit kesal.

__ADS_1


"Ya udah gue samperin Sena dulu!" Ucap Leo melangkah pergi ke ruang makan sementara Ivan sudah mengekorinya dari belakang.


'


'


"Masih sama, setelah hampir setahun lebih ini. Dia ternyata masih seperti dulu, terlihat baik sekali, sehat dan bahkan terlihat paling bahagia. Dia sosok yang paling lincah dan pintar dalam berpura-pura. Dia pemilik topeng terbaik yang pernah gue temui. Entah kenapa, melihatnya dari sudut seperti ini membuatku merasa sangat pilu dan terpukul. Bagaimana bisa gue Setega itu padanya? Gue kira dengan memberinya ruang ia akan baik dan berubah lebih, namun gue gagal menjadi sosok kakak untuknya," ucap Leo dari sudut ruangan makan tersebut dengan kehadirannya yang tidak di sadari oleh objek yang menjadi topik saat ini. Ya, Leo kembali sekarang tanpa sepengetahuannya lagi sama ketika ia pergi saat itu.


Tatapan Leo sedikit buram karena matanya yang sedikit berkaca-kaca melihat pemandangan yang selalu sama dari beberapa tahun yang lalu.


"Selalu seperti itu, ia menghabiskan hari-harinya!" ucap Ivan disebelahnya yang turut larut dalam pandangan mereka sekarang.


"Bagaimana dengan Om?" Tanya Leo mengingat ayah Sena selalu kembali untuk beberapa saat.


"Bahkan, sejak itu. Ia pun tak pernah kembali!" jawab Ivan melemah mengingat bagaimana tegarnya gadis yang di pandangan mereka sekarang.


"Ya Tuhan. Betapa egoisnya gue!" seru Leo.


Ternyata keputusannya meninggalkannya saat itu sedikit keliru.


"Dek!" panggil Leo tersenyum hangat.


Tak ada jawaban hanya tatapan dalam diam yang ia dapatkan.


Tak ada senyuman, tak ada arti dalam tatapan.


"Kenapa?" tanya Sena dingin.


"Kakak udah balik Lo!" seru Leo tersenyum lepas.


"Kakak Leo udah balik kak!" tambah Ivan antusias.


"Hm, ayok duduk!" ajak Sena yang sedikit tersenyum.


"Lo gak ada niatan mau peluk gue?" tanya Leo kesal.


"Heheh- ya udah sini pelukan kita!" ucap Sena yang kembali menghampiri Leo dan memeluknya.


"Kita gak akan pernah nemu kebahagiaan yang sama disosok yang berbeda, setiap orang punya hangat peluknya masing-masing, punya pundaknya yang nyaman tersendiri.


Karenanya, satu yang hilang gak akan bisa digantikan dengan banyak yang datang," batin Sena dalam pelukan Leo yang sudah ia anggap kakak atau pun saudara sekarang.


"Gimana kabar lo?" tanya Leo yang masih nyaman memeluk adiknya tersebut.


"Gue baik-baik aja kak!" seru Sena dalam pelukannya.


"Hm, selalu sama. Udahlah gapapa!" seru Leo melepas nafas kasar, ia tahu betul sosok yang dipeluknya sekarang.

__ADS_1


"Kakak udah makan?" tanya Sena yang sudah melepas terlebih dahulu pelukan tersebut.


"Belum. Kan niatnya mau makan bareng makanya kakak buru ke sini!" seru Leo senyum.


"Ya udah kita makan lagi aja!" seru Ivan yang sudah sibuk menyiapkan bahan di dapur yang gabung sekalian ruang makan.


"Kalian dah makan?" tanya Leo sedikit murung.


"Udah tadi," jawab Sena


"Si bibi kemana? Gak keliatan biasanya bakal nyapa gue deh!" seru Leo.


"Balik kampung, lagi ada urusan!" seru Sena.


"Ya, pantas. Eh dek, Ivan udah tinggal sini?" tanya Leo.


"Hm, dia udah jadi adek gue." jawab Sena.


"Kok bisa?" tanya Leo heran.


"Bisa dong!" jawab Sena yang sudah menghampiri Ivan di dapur.


"Orang tua gue cerai! Dan Papa Reza ngangkat gue jadi bagian dari keluarga ini!" jujur Ivan tersenyum penuh arti.


"Lo gak harus ngomong kek gitu!" ucap Sena dengan wajah marah.


"Gapapa. Kak Leo berhak tahu!" Seru Ivan.


"Oke, mulai sekarang lo harus jadi anak yang penurut ya, jangan kek dia nih!" Ucap Leo menyindir.


"Gue malas berantem kak serius!" jawab Sena melirik.


"Iaia, masak yang enak. Kakak dah lapar banget!" seru Leo sambil mengacak rambut kedua bocah menurut penglihatannya sekarang karena antara Sena dan Ivan sama-sama pendek.


Begitulah kenyataan, kadang mereka yang terus ada dan bersama-sama dengan kita tidak menjamin mereka akan tetap ada.


Mereka akan pergi juga pada akhirnya.


Dan datu hal, jangan pernah menyalahkan yang pergi dan meninggalkan karena mereka juga merupakan bagian dari korban tuntutan sang takdir.


Baik-baiklah, semua yang terjadi punya kelanjutannya di level berikutnya. Jadi mau sejauh apapun mereka pergi jika mereka di peruntukkan berada disini mereka juga akan kembali.


Begitu juga sekuat apapun mereka dari beberapa buat bertahan, jika tidak diperuntukkan berada di sekitar, mereka juga akan pergi pada masanya.


Semua hanya soal waktu saja.


_12 Agust. 2021

__ADS_1


__ADS_2