
"Perlu waktu yang lama untuk kembali berdamai dengan rasa".
'
'
Waktu memang seperti itu. Ketika kita ingin segalanya berjalan lebih cepat, ia seolah-olah
tetap diam tak mau bergerak. Tapi, ketika ingin segalanya berjalan lebih lambat, ia seolah-olah berlari mengejar kita tanpa henti.
"Woahh, memahami wanita itu memang tantangan mutlak untuk lelaki" ucap Jeno menghembuskan nafasnya secara kasar.
"Nanti kalau kamu sudah dewasa lagi, kamu pasti bisa paham jalan pikiran mereka!" ucap ayahnya tersenyum ringan.
"Belum terpikirkan, masih ingin menjalani ini semua. Biarkan ini mengalir dengan sendirinya seperti air," ucap Jeno sambil menyesap kopinya pelan.
"Kamu harus tahu. Tidak selamanya air mengalir ke tempat yang bagus dan
tenang seperti danau. Bisa saja, air itu mengalir dan berakhir ditempat yang tidak bagus dan berbahaya untuk dia seperti jurang. Dalam hidup, kau harus menentukan masa depanmu dari sekarang. Jangan ikuti alur takdir hidup. Walaupun takdir tak bisa diubah, tapi kita sebisa mungkin berusaha mengubah takdir itu menjadi baik.
"Entahlah. Semua yang terlihat bagiku sekarang seakan terlalu susah untuk di gapai," ucap Jeno melemah.
"Mungkin yang paling erat kau peluk saat ini adalah yang paling kuat meremukkanmu
nanti. Longgarkanlah, karena yang dilepaskan dengan terpaksa, sakitnya tak pernah
sederhana.
Maka jatuh cintalah sewajarnya. Jangan terlalu berlebihan. Segala sesuatu yang
berlebihan itu tidak baik. Mencintailah sewajarnya dan membencilah sewajarnya. Jangan terlalu cinta hingga akhirnya benci, dan jangan juga terlalu benci hingga akhirnya menjadi cinta. Mungkin menurutmu jatuh cinta dengan sewajarnya, tetapi banyak orang tak mengerti defenisi dibudaki cinta. Pakai hati dan otakmu saat jatuh cinta. Agar kau tak terluka!" ucap ayahnya pasti sambil meneguk minuman sore saat ini.
"Ahh,,,, semuanya semakin sulit untukku pahami!" ucap Jeno frustasi sambil mengacak kasar rambutnya.
"Lain kali lebih selektif dalam memberikan hati, agar kau tidak tersakiti pula.
Tidak ada yang namanya persahabatan di satu hubungan. Saat kau lengah sedikit, ada
__ADS_1
kemungkinan orang terdekatmu yang akan menusukmu dari belakang duluan. Seperti
orang yang kau kenal," ucap ayahnya lagi.
"Hubungan ini memang sudah rumit dari awal. Aku sendiri tak begitu mempercayai cinta, aku tidak ingin mencintai seseorang dan berakhir merasakan sakitnya ditinggal!" seru Jeno pada akhirnya.
"Lalu mengapa kau membiarkannya berkeliaran disekitarmu dan melakukan apapun yang dia mau? Bukan karena kau
hanya ingin membuktikan jika cinta itu hanya sebuah kata klise yang tak memiliki makna kan?" tanya ayahnya terkekeh.
"Entahlah. Menurutku dua orang yang terikat hubungan hanyalah didasari oleh rasa tertarik semata, hanya rasa saling membutuhkan," jawab Jeno polos.
"Ya dan hanya seklise itu menurutmu dan tak seharusnya kau merasa sakit saat dia akan pergi ataupun kau tinggalkan!" ucap ayahnya pasti.
"Memang seharusnya ia tidak perlu merasa kehilangan seperti ini sekarang!" seru ibunya yang sedang berjalan melewati ruangan tempat mereka ngobrol sekarang.
"Heheh-" ayahnya malah tertawa ringan.
"Jangan pernah merasa penting dalam kehidupan seseorang. Merasa tak tergantikan. Merasa bahwa menjalani hubungan lebih dulu sebagai teman akan menjadi pilihan terakhirnya. Hati manusia mudah berubah nak!" ucap ibunya lagi dengan sedikit teriak dari kejauhan.
"Hah!!! Jeno ke kamar dulu Yah," ucap Jeno kemudian pergi dari tempat tersebut, ia sepertinya merasa sangat tertohok dengan kata-kata ibunya barusan dan semuanya benar adanya.
"Gue sebenarnya pandai menunggu. Gue bisa menunggu dalam tahun-tahun yang akan datang lagi. Tapi hal yang paling gue takutkan udah terjadi, aku udah ga bisa menunggu lo lagi. Dulu, gue paling takut suatu hari jika terbangun. Lo udah pergi jauh dan ga akan pernah balik lagi. Walaupun setiap saat hidup itu repetitif dan mudah ditebak.
Tapi, teruntuk lo yang menemukanku di puing reruntuhan masa lalu. Terimakasih, kebaikan dan semua tentang lo mengubah deskripsi gue tentang cinta.
Memang benar, berjuang paling sulit adalah tetap bertahan.
Hanya orang tertentu yang mampu melakukan itu, dan nyatanya gue ga mampu dalam hal itu. Maafin gue See, yang hanya mampu berjuang dibatas sekarang.
Gue sadar ketika kita tidak dipilih oleh mereka yang kita sayangi untuk menjadi bagian dari
hidupnya. Pasti kita akan merasakan sakit yang amat luar biasa.
Gapapa, lo udah banyak berkorban untuk gue. Gue cuma berharap lebih suatu saat nanti agar lo gak ngerasain sakit rasanya ditolak.
Namun Lo juga harus tahu akan lebih menyakitkan jika harus bertahan dengan seseorang yang nyatanya gak cinta sama kita bukan?
__ADS_1
Bukankah terkadang kejujuran akan selalu menyakitkan!
Walaupun demikian itu adalah yang terbaik untuk kita.
Gue bersyukur, mungkin kita akan merasa kehilangan, itu memang harus terjadi. Akan ada sosok yang lebih tepat yang akan hadir dalam hidup yang tentunya nanti!" ucap Jeno ketika melihat potret Sena yang menjadi pajangan dindingnya saat ini.
"Seharusnya lo gak berpikir untuk meninggalkan saat itu, jika keadaan lo akan seperti ini," ucap Bayu yang tidak disadari kehadirannya oleh Jeno ketika ia mendengar semua apa yang Jeno katakan barusan.
"Sejak kapan lo jadi setan yang ada di mana-mana? Dan lo ngapain di balkon gue anjay?" ucap Jeno heran dengan lemparan bantal yang terus di tujukan pada Bayu saat ini
"Gue dah lama ya disini. Nyokap Lo ga bilang apa, kalo gue datengin Lo!" ucap Bayu kesal dengan lemparan sahabatnya.
"Nyokap gue ga bilang apa-apa ya!" ucap Jeno yang sudah mengambil tempat untuk duduk di sofa pojok balkonnya tersebut.
"Bertahanlah, karena tidak ada hubungan yang baik-baik saja!" ucap Bayu tenang dengan pandangan jauh.
"Gak ada kesempatan lagi. Bahkan semuanya udah berakhir bro!" jawab Jeno tersenyum tanpa arti.
"Kenapa, lo gak berpikir untuk memulainya dari awal?" tanya Bayu dengan sebelah alisnya terangkat.
"Ngapain gue tetap kekeh berjuang jika kenyataan gak sesuai ekspektasi!" ucap Jeno pasti.
"Bukan kah hati manusia bisa berubah?" ucap Bayu meyakinkan.
"Bahkan sampai detik gue memutuskan untuk berhenti pun saat itu hatinya tetap buat orang lain!" ucap Jeno pelan.
"Maafin gue bro! Gue terus nyuruh lo buat perbaiki padahal nyatanya gue gak turut rasain apa yang lo rasa. Gue udah berusaha untuk memahami semuanya tapi sampai detik ini pun gue gak paham. Lo benar, cinta gak bisa di paksain. Kalo emang dia buat lo, dia akan kembali dengan sendirinya suatu saat nanti dengan cara berbeda gue yakin itu!" ucap Bayu menepuk pelan bahu Jeno.
"Lo gak salah. Mungkin belum waktunya aja.
Gimana game kita yang tertunda kemarin?" ucap Jeno menantang.
"Gaskan yok!" ucap Bayu yang sudah masuk ke kamar Jeno untuk menyiapkan pertarungan mereka kali ini.
"Lo ga berubah njer!" ucap Jeno terkekeh.
"Pada akhirnya, lo akan tetap dan menetap tapi bukan sebagai harapan untuk menjadi satu-satunya. Adakalanya hidup ini juga harus tentang gue bukan? Gue butuh waktu buat diri sendiri. Gue sadar untuk yang sekarang mungkin juga ada pada posisi lo yang sebenarnya. Lo gak salah apa-apa tentang hidup gue See! Lo hanya tetap pada garis lo yang sebenarnya. Hanya saja gue yang terlalu berharap lebih tentang lo. Gue juga sadar cinta kan emang gitu, suka egois dalam beberapa keadaan. Tapi, untuk sekarang maaf atas semua kebingungan dan semua yang terjadi tanpa alasan menurut lo! Gue akan memperbaiki semuanya, tapi bukan sekarang. lo tenang aja, lo cukup hidup dan menjalankan semua apa yang membuat lo lebih berarti!
__ADS_1
See you later Sena, at the best time according to fate. I'll make sure to make up for everything!" batin Jeno di sela senyumannya.