
"Jika menyangkut kehidupan sama pentingnya pergi bersama siapa dan hendak kemana dengan siapa. Maka, jangan takut dengan apapun yang menanti di masa depan. Jangan menyerah perihal cinta. Hidup adalah ungkapan cinta di tingkat yang lebih dalam."
✨✨✨
Sore harinya, ia tengah duduk sambil menikmati lelah sepanjang hari yang terlewat bersama anjing peliharaannya. Ia begitu meresapi waktu yang masih ia milikinya. Ia bisa dan masih berada sampai hari ini semua bukanlah kebetulan semata. Jika orang pernah bilang hidup adalah ungkapan cinta yang paling dalam maka iapun tengah mensyukurinya saat ini.
Ya akan ku rangkai dengan rapi lagi tentang sosoknya yang mengartikan cinta lebih dalam dari hidupnya.
"Haaaaah....! Ku kira aku sudah tidak bisa menguatkan diri lagi, aku seperti berada di fase yang cukup melelahkan. Aku sama sekali tidak merasakan kelegaan ketika melihat keadaan dan suasana yang kurang berpihak lagi, terlalu banyak yang ingin menggapainya. Ingin rasanya aku hanya bermimpi dan berharap lebih jauh lagi tentangnya.
Kata orang jika menunggu itu menyenangkan, maka itulah cinta. Namun, semakin ke sini semakin pula aku merasa tak lagi bisa untuk menunggu walaupun itu cukup menyenangkan.
Bukan maksud ingin menyerah, hanya saja bisakah aku beristirahat sebentar tanpa ada yang mengisi kekosongannya tanpa ku? Ku rasa jika Itu ku lakukan maka yang hampir ku genggam tentangnya pun akan perlahan suram dan bahkan hanya akan membekas jika tentang ku.
Ah sudahlah!!! sepertinya cukup rumit ku kira kan," ujarnya sambil memandang jauh ke depan.
"Tapi.. Bagaimana ia bisa tahu akan apa yang sudah ku lalui jika saja tak ku samarkan jejaknya. Ah bodohnya, ia bahkan tidak akan tahu tentang perasaanku sekarang. Baginya mungkin aku hanya lah pengganggu yang rumit," ucapnya tersenyum seperti ejekan untuk dirinya.
Sementara di tempat lain....
"See, lo ngapain aja selama ini, ga pernah mau gue ajak jalan. Dasar sok sibuk lo!" gerutu Selly.
"Gue lagi butuh waktu aja Sell. Lagian lo kenapa ga pernah main ke sini?" tanya Sena.
"Lo mah suka mendramatis tau gak. Mana ada lo sibuk buat sesuatu yang berfaedah. Yang ada lo tuh sibuk menyusahkan orang. lo kira gue ga tahu tentang lo sama kak Rey, juga tentang lo sama si Jeno terus sama adik tingkat itu!!" seru Selly sinis.
"Maksud Lo?" tanya Sena tak mengerti.
"Ngaku lo sekarang, di antara mereka bertiga dengan perbedaan karakter, tokoh mana yang kau pacari??" tanya Selly to the point.
"Kenapa Lo, sakit?" tanya Sena memegang kening sahabatnya.
"Gue sehat bego!. Jangan mengalihkan pembicaraan ya, lo jujur sama gue sekarang pacaran sama siapa lo!" teriak Selly tanpa memperdulikan keadaan rumah yang terlihat kesibukan dari pekerja-pekerja rumah tersebut.
"Gue gak pacaran sama siapa-siapa!!" jawab Sena.
"Gak usah boong lo sama gue!" tatap Selly
"Serius gue, sumpah!" jawab Sena
"Ah, sudahlah. Biar gue cari tahu sendiri ajalah," ujar Selly sambil menggigit apelnya.
Ting!
Ponselnya berbunyi menandakan ada pesan, ia dengan santai mengambilnya untuk melihat siapa yang mengirimnya pesan.
JENO
See,,!
setelah membaca pesan tersebut ia pun membiarkan saja, karena ia sudah tahu anak itu memang akan selalu mengganggunya.
Ting!
Ting!
JENO
Lo tau gak,,,?
__ADS_1
Ngapain?
Dua pesan kembali masuk dengan tatapan merasa aneh ia pun berucap" Si Jeno kenapa sih?" ucapnya dengan masih melihat ponsel tersebut.
"Kenapa dia?" tanya Selly yang masih fokus dengan Anjing peliharaan Sena.
"Ngirimin gue pesan aneh," Sena
"Dia kan emang aneh dari dulu, suka gangguin Lo unfaedah," Selly.
Ting!
Senaa!!!
Kenapa Lo?
Ngertiin gue napa,,,
Aneh Lo!! Sakit Lo??
______________________________________________
Ting!
Ting!
Kak Rey
Dek!!!
Ntar malam ada waktu gak**?
Kenapa emang?
Ada dong, gue jemput ntar ya😉
______________________________________________
Ting!!!! (JENO 3 psn)
Gue di taman depan rumah Lo!
Kalo ada waktu.
Temui gue🙏
"Eh, Sell. si Jeno suruh gue temui dia! Kenapa ya?" tanya Sena
"Mana gue tahu!. Kalau penasaran ya udah temui aja. Palingan ada senjata baru buat ajak Lo perang tu," Selly.
"Tapi seriusan dia udah nungguin gue sumpah," Sena.
"Halah, sana aja temui dia dari pada dia kesini, bikin mood gue rusak entar. Husss sana cepat keburu dia belum kesini!!" ucap Selly mendorong Sena agar pergi.
__ADS_1
"Ya udah Lo tunggu disini dan jangan dulu balik, kan kita masih mau atur kamar gue!" ucap Sena beranjak pergi karena memang ia menggunakan pakaian yang wajar untuk keluar rumah.
Beberapa menit kemudian....
"Tuh anak kenapa sih?" gumam Sena melihat dari kejauhan tampak Jeno bukan seperti biasanya.
ia pun berjalan menghampirinya.
"Jeno!!" sapanya.
Ia hanya menatap datar tanpa ekspresi, tidak seperti biasanya jika mereka bertemu ia akan mencari gara-gara.
"Ngapain gue di panggil ke sini?" Sena.
Namun tak ada jawaban sama sekali selain tatapan jauh ke depan tanpa bergerak sedikit pun.
"Lo mau ngajak gue ribut apalagi kali ini?" Sena tahu betul sifat anak di sebelahnya sekarang.
Masih sama tak ada jawaban juga.
"Jadi Lo suruh gue ke sini, cuma buat duduk dan lihat Lo dengan tampang seperti itu lalu gue pun penuh tanya gitu?" Sena kesal dibuatnya.
"Ya udah gue balik aja. si Selly lagi di rumah takut gue tuh anak buru pulang," ucapnya yang sudah bangkit dan beranjak dari tempat itu.
"Gue pengen istirahat!!" ucap Jeno pelan tapi masih bisa di dengar olehnya Sena.
Sena yang sudah berada beberapa langkah dari tempat tersebut pun berhenti lalu menoleh ke arah Jeno yang tengah memandangnya dengan tatapan beda sekarang.
"Bisa gak, gue istirahat sebentar?" ucapnya lagi karena melihat Sena yang bahkan tidak menjawab pertanyaannya.
"Ya udah balik Lo biar istirahat. Simpel kan?" ujar Sena biasa.
"Gue lelah!" ucapnya lagi.
"Kalo emang lo gak bisa balik sekarang, ya sudah istirahat saja disini nyaman kok!. Lo aja yang bikin ribet!" seru Sena dan hendak melangkah.
"Gue takut, gue gak bisa!! ucap Jeno lantang dan berhasil membuat Sena melihat lagi ke belakang.
"Karena ada yang sedang berusaha juga," Ucapnya lagi dengan pelan.
"What is wrong with you? There is a problem?" tanya Sena yang sudah duduk di sampingnya.
"Gue suka sama seseorang!!" jujur Jeno dan itu mampu membuat Sena disampingnya menatap penuh tanya.
"Tapi gue lelah berusaha untuk selalu ada untuknya. disisi lain gue pengen banget buat istirahat sebentar tapi gue takut kehilangan jejak!" seru Jeno
"You will be fine," ucap Sena menguatkannya.
"Dia bahkan gak tahu perasaan gue sekarang!" ucap Jeno tersenyum miris.
"Jika lo udah benar-benar di fase paling melelahkan, istirahat saja dulu. Nanti ketika lo udah bisa untuk kembali beritahu dia tentang rasa agar kau tak seperti ini lagi. Hiduplah dengan baik dan melakukan apa yang mau lo lakuin karena lo berhak akan itu!" ucap Sena meyakinkan.
Drrrrtttt! drrrrrttttt!
"Halo Sell,,"
"Cepatan balik. ada Ivan di rumah!"
"Oke gue balik sekarang," ucapnya dan mengakhiri telpon tersebut.
__ADS_1
"Istirahatlah sebanyak yang kau mau, sampai kau kembali pulih dan melakukan apa yang menurutmu menyenangkan!. Gue balik duluan ya, ada teman di rumah lagi nunggu!" ucap sena lalu beranjak pergi meninggalkannya sendiri yang tengah menatap bahunya yang semakin jauh dan berakhir hilang.
"Lo emang susah buat digapai sama orang kayak gue, maaf gue selemah sekarang dalam berusaha. Gue juga manusia, adakalanya gue berada di waktu jeda yang melegakan seharusnya tapi nyatanya gue bahkan gak bisa buat berhenti sebentar," batinnya menatap jauh.