Tak Lagi Sama

Tak Lagi Sama
Tetaplah Hidup


__ADS_3

✨✨✨


Sekarang kubilang pada diriku, "ayok,


tetap bertahan hidup. Apapun mungkin bisa hilang, pergi dan meninggalkan. Tapi, kita harus tetap hidup. Kita harus tetap hidup. Kita harus tetap hidup. Apapun yang terjadi di masa depan."_Boy Candra





Disuatu keberadaan kita mungkin tidak sedang hancur. Kita hanya sedang di bentuk menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri dan sedang di persiapkan menjadi sebaik-sebaiknya.


Kita hanya perlu tahu bahwa kehidupan manusia tidak bisa di tukar dengan apapun. Menurutku selama di dunia ini masih ada orang, kita akan tetap bisa hidup. Juga akan ada beberapa perasaan bodoh seperti ini dan itu.


Kali ini untuk keadaanku sekarang benar-benar seturut dengan kata hlayosorry untuk menguatkan diri "dan untuk diri sendiri, maaf untuk malam-malam panjang dengan mata yang sulit tertidur, kepala yang sering sakit, terkadang lelah pikiran, sakit hati yang dipaksa dibungkam, sakit fisik yang susah diterima. Terimakasih sudah bekerja sama dengan selalu terlihat baik-baik saja dan bahagia didepan semua orang_


Di setiap malam selalu seperti ini, terlalu memikirkan banyak hal dimalam hari yang panjang. Bagi banyak orang malam hari adalah waktu istirahat.


Namun entah kenapa aku merasa berbeda. Setiap malam aku harus bertengkar terlebih dahulu dengan pikiran dan masih banyak hal lagi. Sampai akhirnya aku lelah dan tertidur dalam suatu keadaan yang tak bisa ku definisikan.


Kenapa aku berbeda dari yang lainnya? Padahal aku hanya ingin malam hari yang tenang tanpa memikirkan banyak hal yang membuatku takut disetiap sudut malam.


Aku mungkin saat ini sedang banyak lelah.


Setelah aku pertimbangkan matang-matang, dari jauh hari yang terlewat aku pun memutuskan untuk menghubungi seseorang yang tak pernah kembali setelah apa yang ia tinggalkan untukku dan mampu membuatku tak bisa mengendalikannya lagi.


"Mari kita coba menghubunginya!" seru Sena setelah berhasil meraih ponselnya dan mencari kontak yang dimaksud.


Suatu di luar dugaan jika nada sambung telpon tersebut tersambung terhadap nomor yang dituju.


"Woahh, setelah sejauh ini. Tetap saja masih deg-degan untuk berbicara dengannya. Gue kalah juga pada akhirnya!" ucap Sena mengingat ia begitu keras kepala tidak mau menghubunginya lagi setelah kejadian tahun itu.


Pada deringan ketiga akhirnya tersambung juga dan tak ada suara dari sebrang.


"Kak!" kata pertama yang keluar dari mulut Sena setelah beberapa tahun terlewat.


"....." Tak ada jawaban hanya deru nafas halus yang ia bisa dengar dan menandakan orang tersebut masih disana dan mendengarkannya.


"Woahh, gue kalah dan gue akui juga akhirnya!!" ucap Sena melepaskan nafasnya secara perlahan.


"Mengapa?" tanya orang tersebut.

__ADS_1


"Gue baru saja memastikannya akhir-akhir ini, setelah sejauh sekarang!" ucap Sena dengan pandangan lurus.


"Bagaimana?" tanyanya sambil tersenyum tipis.


"Mau ku sebut bodoh juga terhadap diri sendiri, tapi disetiap mata kuliah bisa ku selesaikan dengan baik," jawab Sena terdengar tawa yang sedikit miris.


"Anak kecil yang bodoh!" ucapnya terkekeh.


"Hiikss,,, hikss!" tangis Sena pun pecah tak kala mendengar suaranya dan ejekannya yang sudah dirindukan.


"Don't cry too much, you'll get sick!"ucapnya menenangkan.


"Berhenti bersikap seperti itu padaku, jika pada akhirnya kau pun akan pergi dan meninggalkanku!" seru Sena pasti.


"Maaf!" jawabnya diseberang sana.


"Kenapa gue baru sadar setelah lo udah gak ada disini lagi?" ucap Sena terdengar miris.


"Gak ada yang tahu besok lusa kita akan kemana dan bagaimana, jalani hidupmu dengan baik dan bahagia!" jawabnya tenang.


"Gue gak bisa! Kamu kemana?" ucap Sena dengan terisak.


"Gak kemana-mana. Masih disini dan melihat mu dari jauh, kenapa kamu gak bahagia, hm? Padahal udah ku bela-belain buat berada jauh dan tak terlihat untuk membuatmu lebih baik!" serunya dengan tersenyum miris.


"Kamu akan baik-baik saja," ucapnya tersenyum.


"Kak Rey,,!!" panggil Sena sedikit pelan. Ya, orang yang tengah berbincang dengannya sekarang adalah ia yang dulu pernah ada dan pergi entah kemana.


"Hm?" gumam Rey dari seberang.


"G- gu- gue, gue udah sayang sama seseorang-" ucapan Sena menggantung.


"Sejak kapan?" tanya Rey pelan.


"Hm?" jawab Sena sedikit bingung.


"Sejak kapan kamu sayang sama orang itu?" tanya Rey lembut.


"Sejak, sejak ia udah gak sama gue lagi," jawab Sena menjeda.


"Woah, beruntung sekali orang itu, sayangnya ia gak tahu kalo seorang cewek cantik dan baik seperti mu menyukainya!" seru Rey tersenyum.


"Hm. Sayang sekali bukan?" Ucap Sena kemudian.

__ADS_1


"Ia sayang sekali. Kenapa gak jujur aja tentang perasaanmu ketika masih ada dan bersamamu saat itu?" tanya Rey memancing.


"Sudah kubilang, jika saja aku tidak berhasil dalam beberapa mata kuliah maka akan ku katakan bodoh pada diriku sendiri sekarang!" seru Sena sedikit kesal.


"Yaak! Mengapa kau makin membuatku tertawa sekarang hah?" ucap Rey yang bahkan sudah tertawa.


"Kak Rey!" panggil Sena lagi.


"Berhenti membuatku makin tertawa, aku bahk-" ucapannya terpotong.


"Gue sayang sama lo kak!" ucap Sena pada akhirnya.


"Hm. Kakak tau, apakah kamu baik-baik aja?" ucap Rey.


"Berhenti bertanya tentang keadaanku sekarang!" teriak Sena kesal.


"Ya, ya, ya. Jika begitu haruskah kuberitahu bagaimana kabarku sekarang?" tanya Rey mengejek dengan terkekeh.


"Sudahi saja. Jangan menghubungiku lagi!" ucap Sena semakin kesal.


"Siapa tadi yang menghubungiku duluan,hm?" ujar Rey semakin menggodanya puas.


"Baiklah akan ku matikan!" ucap Sena.


"Yak! Gitu aja ngambekan," ucap Rey terkekeh.


"Terserah!" jawab Sena kesal.


"Tetaplah hidup. Jangan sering nangis.


Jangan diet. Jangan malas olahraga. Jangan sering makan mie. Jangan pulang larut dan jangan maksain diri lagi buat makan seafood, hm!" ucap Rey panjang lebar.


"Semua masalah akan ada jalan keluarnya. Jangan menyerah sama apa yang tengah lo alami sekarang. Tetap kuat seperti yang lo terlihat sebelumnya. Adakalanya lo musti berjuang mati-matian dan tetap bertahan pada posisimu sekarang untuk tetap baik. Kamu akan baik-baik saja! Udah ya, nanti kalau ada waktu ku hubungi lagi.  Jika ada seseorang yang selalu ada dan terus memperdulikan bagaimana pun keadaanmu pertahankan dia dan jaga dirimu baik-baik.


Maafin kakak. Kakak belum bisa dan tak pernah bisa buat lo bahagia pada akhirnya!" Ucap Rey mengakhiri telpon tersebut.


"Kak!!" ucap Sena pelan dan terisak.


"Adakalanya kita harus menghilangkan seseorang dari hidup kita. Entah dia yang pergi atau kita yang memang seharusnya pergi, entah dia yang hilang atau kita yang malah menghilang.


Pada akhirnya gue sadar sekeras apa pun kita menjaganya, kalau memang bukan


takdirnya maka ia akan terlepas juga. Karena ada beberapa kondisi yang memang sudah tidak bisa diapa-apain lagi. Selain membiarkannya, meninggalkannya dan melupakannya!" gumam Rey ditempat yang sangat jauh dan pantas memilih dimana ia berada seharusnya.

__ADS_1


_01 sept. 2021


__ADS_2