
Happy Reading :)
Teruntuk diri sendiri yang biasa-biasa saja, terimakasih sudah bertahan sejauh ini, terimakasih karena tetap kuat sampai saat ini.
'
'
'
Kadang hidup tidak bisa di tebak. Semua akan terjadi begitu saja.
Walaupun sampai hari ini, hidup terus dan terus saja berjalan yang nyatanya kadang punya harapan yang terlalu tinggi tapi kurang dalam bersyukur dan berterimakasih.
Tapi, walaupun hidup tak menuntut untuk lebih sempurna setidaknya ada beberapa hal yang telah kita lakukan dan mampu membuat sesuatu yang berguna.
Hari ini, banyak yang terjadi yang tidak pernah ku tebak,
Roler coaster emosi tak berujung yang nyatanya kurang mampu ku kendalikan, walaupun boleh di kata aku sudah dewasa seharusnya.
Tapi melihat dan mengalami banyak hal membuat aku berkata 'Ya udahlah' gapapa. Toh, akan kembali baik juga pada akhirnya.
Ketika aku terbangun dari kursi panas setelah sidang ini, aku bersyukur karena bisa melewati ini dengan baik.
Ya, aku skripsian juga pada akhirnya. Banyak hal ku lewati, perkara malas, gabut, tugas-tugas yang pernah menumpuk, teman-teman yang numpang nama saat deadline, tugas akhir yang merenggut kebebasan plus dosen-dosen tercinta dengan banyak kemauan tersendiri dan masih banyak lagi.
Dengan melihat beberapa orang dalam kesibukannya masing-masing dalam ruangan ini, membuat aku mengambil kesimpulan. Mereka semua yang ada, yang datang, yang pergi dengan tujuannya masing-masing, masih bisa ada sampai saat ini dengan mungkin banyak persoalan yang lebih pelik dari yang ku alami.
Dan semuanya udahkan?
Berjalan semestinya, sewajarnya dan seharusnya.
Kalaupun ingin merubah beberapa hal, nantinya juga tujuannya akan sama pada ujungnya. Jadi terkhusus untuk hari ini, maaf jika masih kurang kebaikan yang aku buat.
Setidaknya, aku melukis beberapa kenangan sampai hari ini.
Maaf juga dalam hal memberi dan berterimakasih, beribadah dan sujud syukur aku sering lalai.
Aku bermimpi dan berharap terlalu banyak dengan syukur yang sesederhana sekarang.
"Woah, luar biasa! Bagaimana hari ini?" tanya Selly tersenyum, jangan lupa dengan selempang bertuliskan nama dan titelnya masih tersampir di pundaknya.
Ya, hari ini ada beberapa dari kami yang disidangkan.
"Bukankah bisa dilihat, sejauh ini gue hidup dan melakukan apa yang bisa membuat gue senang? dengan menikmati dan menghadapi apa yang di depan," ucapku tersenyum lebar.
"Yaa, benar. Lo cukup optimis akhir-akhir ini!" seru Selly mengejek.
Ucapannya hanya ku tanggapi senyuman. Benar katanya, beberapa waktu terakhir ini, ada banyak hal terjadi dan memaksaku untuk harus optimis dalam beberapa hal.
Semuanya itu karena gue takut terlalu berprasangka jauh tentang hidup. Jika saja gue harus mengantisipasi beberapa hal, bagaimana jika yang di antisipasi gak sesuai dengan perkiraan?
Maka, ya udahlah cukup hidup dan melakukan apa yang mau kita lakukan.
Intinya, jika gak mau di rugikan jangan merugikan, begitu pun dengan banyak hal lainnya.
Walau nyatanya, hidup kadang memukul kuat untuk lebih dewasa tapi sampai saat ini gue masih ada dan baik-baik saja.
__ADS_1
"Haaaah! Sell, apa rencana lo setelah ini?" tanyaku pada Selly yang tidak puas mengambil gambar untuk momen hari ini.
"Sama. Bukankah lo selalu berprinsip untuk melakukan apa yang mau kita lakukan! Gue pun demikian!" jawab Selly pasti.
"Hm, mari kita lihat. Eh, Jeno hari ini jadi sidang gak ya?" tanyaku mengingat ia tidak terlihat sama sekali.
"Entah. Mungkin jadwalnya di tunda!" jawab Selly.
"Sepertinya begitu!" jawabku melemah.
"Kenapa?" tanya Selly.
"Hm?" gumamku.
"Ya, kenapa lo gak berusaha untuk memperbaiki segalanya antara lo dan Jeno?" tanya Selly mendekat.
"Gue sendiri bingung, harus memulainya dari mana!" ucapku dengan pandangan lurus.
"Ini tuh udah akhir See, mungkin setelah ini kita ga akan bertemu seperti biasanya lagi. Mungkin esok gak akan ada lagi waktu untuk memperbaiki semuanya. Kan kita gak tahu hari esok! Jeno mungkin butuh waktu, gue paham tapi kenapa gak lo aja yang berusaha memperbaiki ini? Cukuplah dia yang berjuang dan berusaha sejauh hari kemarin!.
Karena terkadang kita menyesali semuanya, jika seseorang sudah pergi karena menyadari bahwa keberadaannya tidak dihargai!" Ucap Selly panjang lebar.
"Lo benar Sell, dia butuh waktu. Dia udah terlalu lelah untuk beberapa tahun terakhir ini! Tapi gue harus gimana?" ucapku lesu.
"Lo harus mengalah, jika lo gak mau kehilangan lagi!" jawab Selly.
"Hm, gue usahain!" jawabku meragukan.
Tanpa mereka sadari, dari tadi ada seseorang yang tengah berdiri dan bersandar sambil mendengar pembicaraan mereka. Ia tengah berdiri sambil memegang buket bunga sebagai ucapan selamat untuk seseorang.
Setelah, selesai dan tak ada lagi suara di sebelah tembok tempatnya berdiri tersebut ia pun memanggil seorang mahasiswa yang kebetulan lewat di lorong tersebut dan memberinya buket tersebut sambil berbincang dan setelahnya ia melangkah pergi dari tempat tersebut.
'
'
'
"Selamat ya buat kalian berdua! Sering-sering kasih kabar lo berdua jangan hilang setelah ini!" ucap Bayu sambil memberikan buket bunga sebagai ucapan selamat untuk Sena dan Selly.
"Terimakasih Bayu!" jawab mereka serentak.
"Lo juga cepat nyusul ya!" ucap Sena tersenyum.
"Pasti!" jawab Bayu.
"Kita foto dulu dong!" ujar Selly yang sudah menggandeng tangan Bayu.
Mereka pun mengambil beberapa gambar dan setelahnya Bayu pamit.
"Kakak!!! Akhirnya lo ujian juga!" seru Ivan yang sudah merentangkan tangannya dari sudut ruangan tersebut.
Namun,, belum sempat ia memeluk Sena. Orangnya sudah berpindah tempat yang berakhir ia hanya memeluk angin.
"Kak!!" Teriak Ivan tak peduli dengan banyak seniornya.
"Ya ampun ku kira siapa tadi! Sini!!" ucap Sena tertawa karena sudah mengerjai adiknya.
__ADS_1
"Selamat ya kak. Om pasti bangga anak bontotnya udah ujian aja, padahal kemarin baru menangis karena banyak tugas, karena dosen. Oh, sampai lupa kemarin kakak masih sempat nangis kejer karena gak ada liburan ya!"ucap Ivan yang sudah memeluk Sena erat.
"Iya. Padahal baru kemarin gue jajah lo bikinin gue kopi sama belanjain cemilan buat begadang ya dek!" ucap Sena mendramatis.
"Gak usah lebay lo berdua. Mentang-mentang udah saudaraan sekarang makin ngelunjak lo berdua di depan gue!" Ucap Selly kesal.
"Kasian yang dikacangin!" gumam Ivan.
"Iya. Dunia ini cuma milik lo berdua, gue mah cuma ngontrak!" gerutu Selly.
"Sini pelukan!" ucap Ivan yang sudah menarik lengan Selly. Mereka terlihat sangat bahagia hari ini.
Awalnya semua berubah ketika lo pergi saat itu. Lo begitu tega menurut pandanganku saat itu. Namun, seiringnya waktu gue belajar memahami. Sampai hari ini gue mendapat pengalaman berharga setelahnya.
Pada akhirnya, gue mulai menyadari bahwa kita hidup dan hanya sebatas merencanakan tanpa menetapkan apa yang harus terjadi. Karena terkadang setiap orang bisa saja berubah ketika kita berdiri dan kembali.
Sampai hari ini, diantara lo dan banyak hal yang terjadi gue cuma mau berterimakasih.
Terimakasih karena pernah hadir di beberapa waktu yang tak bisa gue hitung!
Gue hanya menyayangkan satu hal bahwa 'gue udah nyia-nyiain waktu ketika kalian masih ada dan bersama gue'.
Maaf dan terimakasih.
Gue udah mengerti bahwa jika memang beberapa hal di takdirkan untukku, nanti juga akan terjadi dengan sendirinya.
"Sekali lagi maaf dan terimakasih," gumamku tersenyum.
"Lo Sena kan?" tanya seorang cowok yang menghampiriku ketika sedang duduk sambil memangku buket bunga yang diberikan oleh beberapa teman kelas juga junior setelah sidang tadi.
"Iya!" Jawabku tersenyum.
"Ini, ada seseorang yang memberikannya tadi!" ucap cowok tersebut sambil memberiku buket bunga yang kelihatannya segar.
"Dari siapa?" jawabku sambil menerima bunga tersebut.
"Gak tahu mba. Tapi kayaknya ada kartunya di situ!" ucapnya lagi dan beranjak pergi.
"Terimakasih ya!" Ucapku.
Setelah menerima buket tersebut. Aku pun mengambil kartu ucapan yang terdapat di dalam bunga itu.
Buket bunganya ini
Dan kartu ucapannya :)
Gue tersenyum sambil memandang bunga dan kartu ucapan tersebut.
"Siapapun lo, terimakasih!" gumamku tersenyum dan membawa pulang bunga tersebut dan beberapa hadiah lainnya.
"Hari ini luar biasa!" Gumamku dalam perjalanan pulang.
Sampai disini, akhirnya saya mengerti.
__ADS_1