
Viona yang baru saja sampai di kampung halaman nya terkejut melihat penampakan rumah nya.
" kamu kenapa sayang? kenapa shock begitu?"
"apa aku tidak salah lihat? atau kita salah rumah mas?" tanya viona menjawab pertanyaan suami nya
"maksudnya?"
"kenapa rumah ku, berubah warna, dan terlihat sangat terawat , apa selama saya di kota, ada yang tinggal di rumah ini?". ucap viona masih melihat keliling rumah nya
"tidak, kita tidak salah rumah , ini buktinya rumah buk asih tetap sama " sambung viona turun dari mobil . Viona tambah terkejut melihat orang orang kampung pada berkumpul di dekat rumah nya
"wahh takdir baik membawa nya "
"dulu nya tersiksa sekarang bahagia"
"kebaikan dan ketulusan nya membawa berkah "
banyak lagi ucap ucapan para tetangga viona yang terdengar oleh Frans dan viona
"assalamualaikum ibuk ibuk apa kabar buk?" tanya viona sopan dengan senyuman nya , ia tidak berubah tetap viona yang dulu ramah meskipun dulu keramahan nya tidak pernah di hiraukan orang lain
"Alhamdulillah sehat nak viona, bagaimana keadaan mu dan adik adik mu Reno dan Riko " ucap salah seorang dari mereka
"Alhamdulillah kami sehat semua buk, Riko Reno lagi belajar di sebuah sekolah disana bu" jawab viona
"baik lah para ibu semuanya, kami permisi ke dalam dulu, kasihan istri saya baru sampai dan mau istrahat terlebih dahulu buk, mohon maaf ya ibuk ibuk " ucap frans tetap ramah meskipun ia tak menyukai para ibu ibu tersebut karena mengingat cerita Riko Reno , bagaimana mereka diperlakukan oleh para warga di kampung .
Viona membuka pintu dan semakin terkejut dengan penampakan di dalam rumah . Kursi kayu yang dulu telah berganti dengan sofa bagus, gorden , ranjang semua telah berubah .
"viona " ucap suara parau yang mengagetkan viona
"Bu " ucap viona sambil memeluk wanita yang semakin tua tersebut
"nak, ibu bahagia melihat mu sekarang , ibuk bahagia sekarang gadis yang dulu selalu bersedih sekarang sudah ada senyum manis di bibir nya" ucap Bu asih tetangga viona yang selalu membantu viona dalam keadaan susah
" bagaimana kabar ibu"
"ibu sehat nak, bagiamana adik adik mu "
" mereka sehat bu, sekarang mereka sekolah di sekolah yang sangat besar Bu, di sekolah nya mas Frans, suami viona dan ya "
"mas ini buk asih, yang selalu ada untuk kita di saat di kampung dulu, dan Bu ini suami viona , mas Frans " buk asih hanya mengangguk tersenyum
"mas sudah tahu sayang, terimakasih ibuk yang selalu ada untuk istri dan adik adik saya dulu " ucap Frans
__ADS_1
" sudah lah, jangan di ingat lagi yang sudah terjadi, sekarang kalian istirahat lah dan ya makanan sudah ibu siap kan di meja makan ya , ibu mau pulang dulu "
"makasih bu, kenapa ibu repot repot " ucap viona tidak enak
"kenapa ibu yang repot , kan ibu cuma membantu meletakkan di mangkok yang menyiapkan semuanya ini ya anak buah nya suami kamu, nak Frans" ucap ibu asih melihat Frans
"ya sudah ibuk permisi dulu , kalau ada apa apa panggil ibu saja ya " ucap Bu asih berlalu
"jadi Vayo yang melakukan semua ini mas?" tanya viona penasaran
"bukan dong sayang " jawab Frans
"terus?"
"mas dong, kalau bukan perintah dari mas mana mungkin Vayo melakukan semua ini, itu berarti mas yang melakukan semua ini" ucap Frans berbangga hati
"hmmm ya sudah , teserah mas saja , ayok mandi lalu makan , dan istirahat , esok kita akan ke makam ayah dan ke rumah nya Tiara " jawab viona pergi ke kamar nya
.
.
" apa ada perkembangan nya ?" tanya Handoko kepada anak buah nya
" belum tuan , tidak ada yang bernama Shintia yang di rawat di rumah sakit X , dan juga tidak ada di kota ini atas nama Shintia yang berasal dari pulau seberang sekitar 19 tahun yang lalu" jawab seseorang tersebut
.
.
.
" Terimakasih telah membersihkan liontin saya " jawab Laila ke seseorang yang ada di toko perhiasan
"sama sama buk, lagi pula saya suka melihat dan membersihkan barang langka yang seperti ini" jawab seseorang tersebut
"apa anda tahu mengenai permata dan kalung ini " ucap Laila iseng bertanya
"tentu Bu, apa lagi ini yang kedua kalinya saya memegang liontin yang seperti ini" ucap nya yang membuat Alex dan Laila terkejut
" maksud bapak?" tanya Alek penasaran
"ya ini yang kedua kali nya saya memegang liontin yang Persis sama seperti ini" ucap nya
" tapi saya baru pertama kali kesini pak, dan ya Kalung ini di buat khusus oleh ayah kami berarti Shintia berada di kota ini Lex , bibik mu berada disini Lex " ucap Laila senang
__ADS_1
" apa anda yakin pak? liontin nya sama seperti ini?" tanya Alex meyakinkan
"tentu , bukankah liontin ini bisa di buka?" ucap nya sambil membuka liontin Laila
" apa masih ingat , bagaimana ciri ciri pemilik liontin tersebut dan kapan kau memegang nya?"
" lebih kurang satu bulan ini, seorang wanita cantik , putih dan tinggi " jawab nya
"apa kau membaca isi liontin tersebut ?" tanya Laila tak karuan
"ya ,liontin itu tertulis Shinta F "
"ya Allah , Shintia itu pasti kau , dimana kau sekarang , kenapa kita juga belum bertemu " jawab Laila sedih
" boleh saya melihat cctv anda, melihat siapa pemilik liontin tersebut"
"tapi itu privasi pak " jawab nya ke pada Alex
"saya mohon, ini sangat penting untuk kami ketahui pak " ucap Alex , sehingga pemilik toko perhiasan itu menyetujui dan memeriksa cctv
"ahh seperti nya anda kurang beruntung pak, karena file satu bulan belakangan akan terhapus otomatis , dan cctv di saat wanita itu datang sudah tidak ada" jawab nya membuat Alex frustasi
"saya masih ingat , wanita cantik itu di temani oleh seorang lelaki "
"apa itu suami nya?"
"saya juga Kurang tahu pak, tapi yang pasti lelaki itu ..."
"apa lelaki itu tampan, tegap dan berwibawa ?" tanya Laila
"iya benar "
"seperti nya itu oom mu Lex, suami bibik mu "
"tapi lelaki itu sering masuk tv dan terkenal kok itu pengusaha kaya raya " jawab pengusaha tersebut
"nama nya siapa pak?" tanya Alex
" Tuan muda fr....."
"mohon maaf pak, pelanggan yang memesan satu set perhiasan telah datang " karyawan yang lain memberi tahu nya
"baiklah, mohon maaf pak buk ini liontin nya sudah selesai, saya akan melayani pelanggan lain" jawab nya berlalu
"tapi pak , tunggu dulu, siapa nama lelaki tersebut " ucap Alex yang sudah tidak di dengar pemilik toko perhiasan tersebut
__ADS_1
" ma, tunggu sebentar, kita harus menunggu bapak itu dulu, dari dia kita akan berjumpa bibik " ucap Alex meyakinkan mama nya