Takdir Seorang Gadis Desa

Takdir Seorang Gadis Desa
bab 13. Perjalanan cinta viona di mulai


__ADS_3

"mampus kau" ucap Wulan lari mengejar viona keluar hotel


Wulan berlari sekencang-kencangnya hingga sampai di parkiran hotel ia bingung kemana larinya viona .


"ke arah mana ia lari " Wulan kebingungan


"mbak" panggil seseorang , Wulan menoleh ke arah suara


"mbak yang tadi " jawab wulan sambil mengatur nafas nya setelah berlari


"iya saya, yang nabrak mbak tadi, mbak kenapa? dari awal kita ketemu mbak seperti.." ucap mbak mbak pembawa motor terhenti karena di potong Wulan


"iya mbak, apa mbak melihat seorang wanita cantik lari keluar dari hotel barusan?" tanya Wulan memotong pembicaraan mbak mbak tersebut


"iya ada dia pergi ke arah sana sambil ketakutan " jawab orang yang telah menabrak Wulan barusan


"terimakasih mbak, saya harus cepat " ucap Wulan berlari tak menghiraukan lagi jawaban dari lawan bicaranya


Tak jauh dari hotel , viona melepas high heels yang ia pakai, ia berlari tanpa tahu arah ,yang ia tahu dia harus jauh sejauh mungkin dari hotel barusan .


kemana tujuan ku, aku harus kemana, aku tidak tahu kota ini ,aku ingin pulang ke kampung halaman ku ingin bersama adik adik ku, itu saja lebih dari cukup bathin Wulan sambil mengeluarkan air mata


Viona terus berlari kencang, hingga ia pun menabrak punggung seseorang.


"Hay ada gadis cantik ini " ucap seseorang tersebut , ia dia preman malam yang sedang mencari mangsa


"broo keluar, ada mangsa " sang preman memanggil teman teman nya , membuat viona tambah ketakutan


ya Allah, ujian apa lagi ini, aku berlari untuk menyelamatkan harga diri ku, menyelamatkan kehormatan ku tapi kenapa malah aku seperti masuk kandang jahanam yang akan menghancurkan hidup ku kata hati viona sambil melihat sekitar yang sepi


"tolong jangan ganggu saya ,saya mohon " viona memohon kepada mereka


"kami tidak akan menyakiti kamu sayang, kita akan bersenang-senang " jawab salah satu dari mereka


"jangan jangan , jangan sentuh saya" ucap viona, mereka semakin mendekat

__ADS_1


harus apa aku, disini tak ada satu pun kayu atau apa yang bisa ku pakai sebagai senjata untuk melawan mereka , ayo viona lakukan sesuatu viona berbicara dalam hati


"massss tolong aku " ucap viona teriak kencang , mengalihkan pandangan tiga orang preman tersebut di saat yang sama viona berbalik dan lari sekencang-kencangnya nya


"sial dia kabur, ayo kejar " ucap salah satu dari mereka ,


viona tak menghiraukan apa apa lagi , yang dia tahu harus terlepas dari para preman tersebut , bahkan ia lupa melihat kanan kiri dari jalan yang lalui hingga...


ciiieetttt Bbbbruuuuaakkkkk viona terjatuh ,karena tertabrak mobil mewah seseorang.


Melihat semuanya itu, para preman tersebut berbalik arah dan kabur karena takut disalah kan.


Sang empunya mobil turun


" oh my god, what happened" ucap nya sambil membanting pintu mobil


lelaki tersebut menghampiri viona yang jatuh pingsan karena terbentur mobil.


" Heii bangun bangun, aduhh bikin ribet aja, lagian lari kok ngak lihat lihat ,gadis aneh " umpat sang pemilik mobil tersebut sambil membalikan tubuh viona , ia terpana pada pandangan pertama


"ngomong apa an sih gue, cantik karena di poles pun " sambung nya kemudian ,


"bangun woi bangun , jangan repotin gue dong, masih ngak mau bangun , mau tak mau " ucap lelaki tersebut sambil menggendong viona ke mobil nya karena tak mungkin ia tinggal begitu saja di jalanan.


"mau di bawa kemana ya? ke rumah sakit? kalau ada media gimana? wawww berita hot ini sama mereka, belum lagi pertanyaan dari keluarga saya " ungkap nya ngedumel sendiri dalam mobil


" terpaksa ke kediaman rahasia gue" sambung nya


Di lain sisi Wulan masih sibuk mencari keberadaan viona , karena ia takut tertangkap lagi oleh anak buah mami Tina


"vio kamu dimana? aku takut terjadi apa apa sama kamu vi, jangan sampai kamu tertangkap lagi oleh orang orang Suruhan mami tina, Meraka pasti tidak akan tinggal diam untuk menangkap mu kembali dan kalau itu sempat kejadian ,tak ada yang bisa membantu kamu lagi vi " ucap Wulan kwatir atas viona sambil berjalan melihat kanan kiri, hingga ia melihat seseorang lagi menelfon.


"ya Allah kenapa ngak kepikiran dari tadi, bukan kah handphone ku bersama vio, aku harus menelfon nya ,Bodohnya aku " umpat Wulan sambil menepuk jidatnya sendiri


Viona sekarang berada dalam gendongan lelaki yang menabraknya barusan, ia mereka telah sampai di rumah rahasia yang tidak di ketahui oleh keluarga nya. Hanya sang asisten yang mengetahui rumah ini, rumah ini terdapat satu orang asisten rumah tangga.

__ADS_1


"Buu Bu odah Bu odahh " panggil sang empunya rumah


"iya tuan" Bu Odah terdengar berlari membuka kan pintu untuk sang majikan


" Ya Allah tuan, ini siapa, kenapa?" tanya Bu Odah kaget dan kwatir. Bu Odah adalah sang asisten rumah tangga, entah apa alasan sang majikan lebih suka memanggil nya dengan sebutan bu' bukan bibi,.


" simpan dulu pertanyaan nya Bu, bantu buka pintu kamar tamu Bu, dia sangat berat sekali " ucap sang lelaki ngos ngosan


"hufft akhirnya lega juga" ucap nya setelah meletakan viona di atas bed yang cukup besar.


"Bu bikin dia sadar , tadi dia nabrak mobil saya " ucap nya


" dia yang nabrak tuan? kok dia yang pingsan " Bu odah keheranan dengan omongan majikan nya


"karena dia lemah mobil saya kuat " ucap nya keluar dari kamar tersebut , baru saja keluar kamar handphone gadis tersebut berbunyi


"tuan ini handphone nya" Bu Odah menyerah kab handphone milik viona


"without a name " ucap nya lalu mengangkat telfon tersebut


"viona ,kamu dimana? apa kamu baik baik saja? sekarang kamu dimana sayang, biar mbak yang jemput mu sekarang ,kamu tidak aman mami Tina tidak akan tinggal diam dia pasti menyuruh anak buah nya menangkap kamu kembali " suara dari arah sana yang tergesa-gesa , ketakutan tanpa titik koma itulah yang terdengar oleh sang penerima telfon.


" adik kamu lagi pingsan , karena menabrak mobil kesayangan saya, sekarang dia menumpang pingsan di kediaman saya , merepotkan saja " jawab nya ketus


" ya Allah, an anda siapa? tolong jangan sakiti dia , dimana alamat tuan biar saya kesana sekarang" sang pendengar sedikit kesal karena dari omongan Wulan ia seperti mau menyakiti viona


" saya tidak berminat menyakiti dia, bahkan dia merugikan waktu Tanaga pikiran saya , besok pagi saja kamu menjemput nya karena saya mau istirahat " jawab lelaki tersebut


" kamu tidak perlu kwatir saya tidak tertarik dengan wanita wanita seperti kalian , dan saya adalah Frans Prayoga Aditya " ucapnya mematikan telfon dari Wulan


**terimakasih telah mampir


🙏🙏🙏


jangan lupa like , vote dan hadiah nya all**..

__ADS_1


__ADS_2