Takdir Seorang Gadis Desa

Takdir Seorang Gadis Desa
Bab 67


__ADS_3

" apa ? jadi ibu dan adik nya mbak berada di kota ini sekarang?" ucap viona mengobrol dengan Wulan via telepon


"dan ibu sama Fandi sudah tahu semua mengenai mbak dan mas Roy ? sambung viona penasaran


"iya vi, mbak Wanda yang ngasih tahu " jawab Wulan dari seberang sana


"mbak Wanda? istri nya mas Roy? " tanya viona penasaran


"hooh Vi , mbak Wanda sudah tahu semuanya , dia murka ke mbak " jawab Wulan sendu


"maafkan viona mbak, ini semuanya karena viona "


"bukan viona ini semua sudah takdir mbak , bukan kah masing masing dari kita punya takdir? ada nya masalah kamu kemarin hanya perantara so jangan salah kan diri mu " ucap Wulan


"iya mbak, tetap saja viona merasa bersalah "


"tidak usah bahas itu lagi, jadi kapan kamu kesini , ngak rindu mbak ya? "


"viona rindu banget sama mbak, cuma viona ngak yakin di izinin pergi sendiri apa lagi setelah kejadian kemarin mbak" jawab viona sedih


"kejadian apa Vi, kok mbak ngak tahu?


"ceritanya panjang mbak, intinya Kania berencana menculik bahkan mencelakai vio , untung ngak jadi kesampaian " cerita vio


"waw Kania? model sekaligus mantan suami mu Vi, ckckck ya sudah deh kapan kapan kesini ya, ehh mbak hampir lupa bilang mungkin lusa atau esok kami mau pindah "


"pindah kemana mbak? "


"kata mas Roy ke rumah Vi, karena ibu dan Fandi sudah disini lagi pula sebentar lagi ada bayi, jadi kata mas Roy dari pada nanti kerepotan pindah pas ada bayi lebih baik sekarang"


" oooo semoga betah di rumah yang baru ya mbak, dan semoga lancar hingga persalinannya nanti " doa viona


"kamu kapan Vi)"


"kapan apa nya mbak?"


"hamil nya "


"boro boro hamil mbak, di sentuh aja kagak hahahahah" tawa viona berhenti seketika mendengar deheman seseorang


"Hem Hem "


"tuan?" kaget viona

__ADS_1


"mbak udah dulu ya, ada tuan Frans , bye mbak assalamualaikum " ucap viona mengakhiri panggilan telepon nya


" membicarakan orang lain di belakang nya adalah dosa besar "


"saya tidak ada membicarakan orang lain di belakang mereka"


"buktinya tadi kau membicarakan aku dengan mbak mbak mu itu " ucap Frans


"mana ada saya menyebut atau membicarakan tuan"


"jadi itu apa tadi kalimat terakhir yang kau bilang ke mbak mbak mu itu "


"hmmm Kalimat terakhir saya adalah assalamualaikum"


"kalimat sebelumnya "


"yang mana"


"yang ngak di sentuh "


"oohh yang itu, mbak Wulan nanya kapan saya hamil, lalu saya jawab gimana mau hamil di sentuh aja ngak? lagi pula yang saya bicarakan bukan orang lain melainkan suami saya, suami kontrak lebih tepat nya " ucap viona sambil merapikan ranjang tempat tidur


" OOO jadi kau mau di sentuh? ayok la kemari " ucap Frans membalikan tubuh viona


"katanya kau mau di sentuh bukan? sini lah mari saya sentuh "


"aku tidak pernah berkata demikian tuan "


"lalu barusan apa yang kau bicarakan ha' , menceritakan aib keluarga mu sendiri kepada orang lain, apa lagi yang kau ceritakan ? apa kata mu pantas kau menceritakan tentang suami mu kepada orang lain" ucap Frans menjatuhkan viona di atas kasur sebelum ia pergi keluar dari kamar


Viona terduduk dan merenungi semua yang di ucapkan oleh suami nya .


" saya salah menceritakan semua nya kepada mbak Wulan meskipun ia tahu semuanya dari awal ?" ucap viona sambil tertawa namun sedang menahan air mata supaya tidak jatuh


" kau bahkan berkata tidak mungkin bisa menyayangi ku, kau seperti mempunyai dua kepribadian Frans, di suatu kondisi kau seperti mengkhawatirkan ku dan membuat ku terbuai oleh perilaku mu setelah itu kau seperti menghancurkan harapan ku " ucap viona terduduk di lantai dengan tangisan yang tak bisa ia bendung lagi


"lalu apa kau mau menyerah begitu saja? apa sampai disitu perjuangan mu viona? " ucap seseorang di dekat pintu


"Tante Je , dari kapan tante ada disana?"


"sejak frans keluar dari kamar, tante mendengar semua nya , berjuang lah jangan sampai seperti kami, saya dan om mu dulu tidak ada yang berjuang untuk menghangatkan kembali keadaan kami, om mu hanya memarahi Tante, membenci yang tante lakukan tapi tidak berjuang untuk seperti semula dan Tante? tidak ada beda nya dengan Om mu, hingga kejadian seperti ini terjadi " ucap Jelika menasihati viona


"kamu tidak usah bingung seperti itu, sebenarnya Tante sudah curiga dengan hubungan kalian dari awal menikah, hingga kemarin Tante beranikan menanyakan ini ke mbak Anggita, rupanya dugaan tante benar ada perjanjian di dalam pernikahan kalian " sambung Jelika kemudian

__ADS_1


"hanya vio yang berjuang Tan, Frans tidak " ucap viona sendu


"kamu salah Vi, Frans tidak berjuang lagi untuk mencintai mu bahkan dia sudah sangat mencintai mu , itu terlihat dari sikap dan perilaku nya di malam saat kamu hampir di culik, Tante tahu benar bagaimana Frans , dia sangat mengkhawatirkan kamu namun mereka para laki laki sedikit butuh waktu untuk menyadari jika dirinya telah jatuh cinta pada seseorang wanita seperti hal nya Frans kepada dirimu sekarang "


"lalu viona harus bagaimana Tante"


"berjuang Vi, buat dia mengungkapkan cinta kepada mu "


"sudah pernah vio coba Tante, tapi gagal "


"gunakan cara halus , dengan cara yang matang , mulai malam ini lakukan trik yang Tante bilang"


"tapi apa berhasil ?"


"jangan menyerah sebelum mencoba, dimana viona yang dulu? yang pantang menyerah apa pun yang terjadi? bahkan hinaan dan cacian datang silih berganti dari orang orang, apa kamu pernah menyerah? tidak kamu tidak pernah menyerah " ucap Jelika kepada viona


"jika karena hina an , cacian , serta nyinyiran orang se kampung bahkan sedunia mungkin saya memang sudah kebal tante, tapi jika menyangkut perasaan serta hati viona rapuh tante" jawab viona lemah


"apa beda nya itu semua Vi, semua itu sama saja cuma beda cara saja , buktikan dong jika kamu bisa "


"tante , benar baiklah viona akan melakukan saran dari tante Je "


"nah gitu dong, semangat" ucap tante Jelika


.


.


.


Di kamar mandi viona sedang melihat baju yang ada di tangan nya , saran tante Jeje (Jelika) tiap malam harus memakai lingerie apa pun respon dari Frans nanti.


"ini kedua kalinya saya memakai baju kurang bahan ini, cuma beda warna hmmmm apa ini benar? apa tante Jeje tidak terlalu berlebih-lebihan? dalam hal ini?" gumam viona bertanya tanya


"apa saya bisa nanti bersifat cuek, seolah-olah tidak terjadi apa apa?, tante Je kau menyiksa ku bukannya Frans yang tersiksa tapi aku " gumam viona memukul jidat nya ..


" baiklah , waktunya keluar dari toilet ini, vio kamu harus fokus dan abaikan apa pun itu yang di lakukan beruang kutub yang berwujud singa itu , oke tarik nafas dalam dalam , lepas kan " viona mulai melangkah kan kaki dan membuka pintu toilet


kretttttttt


"sepi tak ada orang , syukur lah " ucap vio menuju meja rias..


bersambung......

__ADS_1


__ADS_2