Takdir Seorang Gadis Desa

Takdir Seorang Gadis Desa
Bab 59


__ADS_3

"pergi kau dari sini Wanda ,jika sesuatu terjadi pada istri ku, awas kau " ancam Roy kepada Wanda


Roy mengangkat Wulan ke kamar tidur,


" Wulan bangun nak , kamu kenapa " tangis buk Rani pecah melihat anak nya lemas tak berdaya. Meskipun seorang anak melakukan kesalahan baik di sengaja meskipun tidak , seorang ibu tetap akan menyayangi anak nya, seorang ibu tetap akan sakit ketika melihat anak nya kesakitan .


"tolong kau telfon dokter ,cepat " ucap Roy kepada Fandi


"aku tidak tahu nomor ponsel dokter bahkan alamat ini bagai mana cara nya aku menghubungi dokter " jawab Fandi jujur


"ahhh sial " ucap Roy mengambil ponsel untuk menghubungi dokter pribadi nya


"sayang , bangun ayo"


"nak kamu kenapa?


"Bu, kita memang tidak saling kenal, tapi saya hanya ingin mengatakan kalau anak mu, istri saya tidak pernah bersalah dengan apa yang terjadi saat ini, jadi ku mohon jangan salah kan istri ku lagi " ucap Roy kepada buk Rani yang hanya kwatir atas kondisi putri nya


Ting tong


"tolong bukak pintu , seperti nya itu dokter " Roy berbicara kepada Fandi


"baik mas "


"tolong periksa istri saya dok, dia pingsan tiba tiba "


"baiklah silakan keluar dulu pak Roy "


"istri ku sakit, kau suruh aku keluar? kau mau apa ?" ucap Roy


"sudah lah nak, biarkan dokter memeriksa Wulan terlebih dahulu " ajak buk Rani mengajak Roy untuk keluar


Roy mondar mandir di depan kamar , menunggu dokter keluar


"gimana kondisi istri saya dok?"


" untuk lebih lanjut nya , kita lakukan pengecekan di rumah sakit aja ya pak" ucap dokter tersebut


"memang kenapa dengan istri saya dok"


"ngak kenapa kenapa, itu hal wajar untuk wanita hamil muda "


"hamil?"


"iya selamat ya pak, untuk lebih jelas nya kita lakukan pemeriksaan di rumah sakit" mendengar hal itu , Roy sangat bahagia bahkan dia melupakan apa yang terjadi barusan


"saya akan menjadi papa lagi, Wulan istri ku hamil dokter, terimakasih dok, terimakasih"


"sama sama pak, saya pamit dulu , tolong ibu Wulan nya jangan capek capek dulu terutama tingkat emosi buk Wulan tolong di jaga dulu, karena ketika streess tinggi, beresiko bagi ibu hamil apa lagi hamil muda "


"baik dok terimakasih "ucap Roy " Fandi tolong antar kan dokter Dika "


"baik mas, mari dok" jawab Fandi


"sayang " panggil Roy


"mas , ibu ..."


"husstt jangan mikir macam macam dulu ya sayang, kata dokter kamu ngak boleh stres apa lagi sedih , please pikirkan tentang baby kita " ucap Roy sambil mengusap kepala Wulan

__ADS_1


hiks hiks hiks tiba tiba Wulan menangis sejadi-jadinya , membuat Roy bingung


"kamu kenapa nangis sayang, kamu kenapa? apa ada yang sakit ?" tanya Roy kwatir


Wulan menggelengkan kepala " Wulan ngak nyangka aja, ada baby dalam perut ini " Wulan mengusap perut nya


"sayang kamu di kamar dulu ya , mas mau bicara sama ibu dan Fandi dulu " ucap Roy


"aku juga ikut mas "


"please sayang, tolong kali ini aja percayakan ini sama saya " mohon Roy


"baiklah mas " ucap Wulan menyerah


.


.


.


.


"buk seperti nya ada mobil yang mengikuti kita buk " ujar pak sopir kepada Anggita


"siapa mereka?" ucap Anggita sedikit kwatir


"ma, viona takut "


"sayang cepat hubungi Frans "


"baik ma"


Viona menghubungi suami nya ,


"iya kenapa, apa terjadi sesuatu pada mu?" ucap Frans di sebrang sana


"buk mereka mengejar kita " selah pak supir


"lebih cepat lagi pak dan cari celah untuk kabur dari mereka" jawab Anggita tak kehilangan akal, karena bukan kali ini saja dia mendapat kan teror seperti ini


"baik buk"


"siapa yang mengikuti kalian ? dimana posisi kalian sekarang , cepat kirim lokasi nya viona " ucap Frans di seberang sana


"baik tuan ,cepat lah saya takut " ucap viona


"jangan takut saya akan datang, pejamkan mata mu dan jangan buka hingga saya sampai, mengerti " ucap Frans memberi perintah


"baik tuan" ujar viona mengikuti perintah suami nya


strreeettttttttttt....


mobil yang di tumpangi Anggita dan viona berhenti mendadak karena sudah di kepung.


"sial mereka ada dua mobil " ujar anggita sedangkan viona menutup matanya rapat


"bagaimana ini buk?" tanya pak sopir


"jangan di buka pak, tunggu orang orang saya datang sebentar lagi "

__ADS_1


"heeehh bukak, dan kau cepat lah keluar " ujar salah seorang tersebut menunjuk viona. Mendengar dan melihat itu Anggita keheranan karena ia kira musuh atau saingan bisnis suami nya yang mengincar dirinya tapi rupanya dia menginginkan viona


viona? kenapa mereka menginginkan menantu ku, siapa dia? oh my God tolong dan lindungi lah viona, dia sudah cukup menderita selama ini, tolong jangan tambah lagi ya Allah gumam Anggita


"jika kau tidak mau membuka , akan kami buka dengan paksa " tutur seseorang tersebut kembali


"ya Allah lindungilah viona, mama dan pak supir , tuan Frans cepatlah datang viona takut " ucap viona sambil menutup matanya


"sesuai perintah suami mu Frans, apa pun yang terjadi jangan pernah bukak mata mu nak, ingat itu " ucap Anggita kepada viona karena dengan menutup matanya , viona tidak akan tahu jika yang di incar orang orang ini adalah dia


syukur lah viona menutup matanya hingga dia tidak tahu jika dirinya yang diinginkan mereka tutur Anggita


" baiklah, cepat ambil batu itu kita bukak dengan paksa " ucap seseorang tersebut memerintahkan anggota nya


" bagaimana buk, mereka ingin menghancurkan kaca mobil kita , apa kita keluar saja buk"


"tidak pak, tunggu satu dua menit lagi, "


"tapi buk, kenapa mereka menginginkan nona V...." ucap sopir tersebut terpotong karena di kode oleh Anggita


"baiklah lah pak saya akan keluar, setelah saya keluar tolong pintu nya langsung bapak kunci , saya tidak mau terjadi apa apa pada viona " ucap Anggita


"mama mau kemana? mama nggak boleh pergi , mama disini aja " ucap viona memegang Anggita masih sambil menutup matanya


"mama tidak apa apa Vi, tutup saja mata dan telinga mu percaya lah kepada suami mu sayang ,oke " ucap Anggita melepas tangan viona


"siap pak"


"siap buk" tutur pak supir


Anggita keluar dengan cepat, dan pintu mobil langsung terkunci


"kalian mau apa?"


"kami mau menantu mu, serahkan dia padanya dan anda silakan pergi "


"kenapa kalian menginginkan menantu ku ?"


"bukan urusan anda "


"siapa bilang? dia menantu ku apa pun tentang nya menjadi urusan ku "


"banyak bacot capat serang perempuan tua ini " ujar seseorang yang seperti nya ketua dari orang orang tersebut


"siapa yang kau bilang tua ha' , sini kau lawan saya jika berani " ucap Frans yang tiba di waktu yang tepat


perkelahian tidak bisa di hindari, dengan bantuan beberapa orang , Frans bisa mengalahkan orang orang tersebut .


"ma mama ngak apa?" tanya Frans kepada mama nya yang berdiri di dekat mobil


"mama ngak apa sayang" ucap mama Anggita kwatir atas keselamatan menantu nya


"viona ?"


"dia di mobil nak, lihatlah "


Frans membuka pintu dia Melihat istrinya memejamkan mata dan menutup telinga dengan tangan. Viona ketakutan dan gemetaran dia bahkan tak henti hentinya berdoa dan membaca sholawat


"viona sekarang bukak la mata mu, aku sudah disini" ujar Frans duduk di samping viona

__ADS_1


mendengar itu viona membuka mata nya dan langsung memeluk Frans " tuan saya takut, mereka mengejar kami , dan mama mama keluar" ujarnya gemetaran


"tidak apa semua nya sudah pergi, mama juga baik baik saja, sekarang ayok kita pulan " ucap Frans dengan kondisi yang Masih di peluk oleh istri nya...


__ADS_2