Takdir Seorang Gadis Desa

Takdir Seorang Gadis Desa
Bab 90


__ADS_3

" memang kenapa? kok mas seperti ngak percaya aku kesini ?" tanya viona heran


"gimana mas mau percaya, jangankan samperin mas, pamit tadi pagi sebelum kantor aja , sayang ngak mau lihat muka nya mas" ucap frans sedih


"mmm maaf ya sayang, tapi sekarang mau nya bareng mas terus , mas nanti malam kita tidur di rumah kita ya" ucap viona memonyongkan kan bibir nya


"mmmm mas rindu banget sama kamu sayang " ucap frans mencium kening viona " nah mas sebenar juga mau pulang ke rumah kita, tapi gimana cara bujuk mama ya" sambung Frans kepada viona


"mmm kalung kamu mana?" tanya frans karena melihat viona tanpa kalung tersebut


"ada ne dalam tas, kait nya rusak" jawab viona


"oke setelah ini, kita ke toko perhiasan untuk memperbaiki kalung kamu ya sayang" ucap Frans


"oke "


.


.


.


"entah kenapa , mama seperti sudah mengenal viona lebih jauh , walaupun baru pertama kali bertemu " ucap Laila kepada Alex


"mungkin hanya perasaan mama saja mam, karena rindu Nindy kali " ucap Alex menenangkan mama nya


"hmmm bisa jadi mama rindu Nindy , entah sampai kapan adik mu itu dia di negri orang Lex " ucap Laila sambil menggelengkan kepalanya


" mama sih yang selalu manjakan dia " jawab Alex tersenyum


.


.


.


"ini bukan rusak dek, hanya tertarik saja " jawab tukang perbaikan liontin viona


"adek keturunan darah biru ya?" tanya nya kemudian


"kenapa pak?, kenapa bertanya seperti itu ke istri saya?" ucap Frans di belakang viona

__ADS_1


"OOO maaf tuan, saya tidak tahu jika adek maksud saya nyonya ini istri tuan?" ucap bapak bapak tersebut


"kenapa memang dengan liontin ini? " tanya frans penasaran


"di lihat dari keaslian liontin , ini bukan kalung biasa tuan, berlian nya asli bahkan susah di dapatkan seperti nya kalung ini berumur lebih kurang dari 30 tahun lamanya , bahkan untuk sekarang harga nya melebih Milliaran tuan, bahkan lebih tergantung rantainya " jawab tukang perbaiki kalung tersebut membuat viona membulatkan matanya serta sambil melirik suami nya Frans


Setelah memperbaiki kalung tersebut viona dan Frans meninggal kan toko perhiasan tersebut


"siapa sebenarnya ibu ku mas?, dari mana ibu mendapatkan kalung ini?" ucap viona memikirkan apa yang di ucapkan oleh bapak bapak pemilik toko perhiasan tadi


jangankan kamu sayang, mas aja bingung, dari awal mas udah menduga jika kalung itu bukan kalung sembarangan gumam frans dalam hatiny


"jangan di pikirkan sayang , nanti sakit kasihan debay kita dalam perut " jawab frans menenangkan istrinya dengan mengelus perut buncitnya


"mas , aku mau mencari keluarga ibu ku mas " jawab viona kemudian


"mas akan bantu sayang "


"tapi hanya ini yang viona punya mas, bahkan viona ngak tahu foto kakek nenek bahkan keluarga ibu yang lain, jangan kan memberi tahu bahkan tak pernah menceritakan keluarga nya kepada kami " ucap viona kemudian


"mbak Wulan , ya mas mungkin mbak Wulan tahu mengenai keluarga ibu" sambung viona setelah nya


.


.


.


"sayang kamu kenapa? kan mama nya nelfon kok ngak di angkat" ucap Wulan pelan kepada putri sambung nya itu


" kenapa bu? mama aja udah bertahun-tahun melupakan alea, alea terima aja kok ma, dan alea baru satu Minggu tidak menjawab telpon dari mama yang selama ini tidak pernah tahu mengenai alea, tapi mama sudah merasa sedih saja, bagaimana alea yang sudah bertahun-tahun ini Bu" jawab Alea menangis


"sayang " ucap Wulan memeluk putrinya tersebut


"kamu boleh kesal dan marah sayang , bahkan kamu juga boleh untuk kecewa nak, tapi jangan berlarut-larut sayang "


"dan ya apa pun yang pernah di lakukan oleh mbak Wulan, kesalahan sekecil maupun sebesar apa pun ,ingat dia tetap ibu kandung kamu sayang, orang yang melahirkan kamu yang mempertaruhkan nyawa nya demi untuk melahirkan kamu sayang, sesungguhnya tidak ada seorang ibu di dunia ini yang tidak menyayangi anak anak nya termasuk mbak Wanda ibu kandung mu sayang " sambung Wulan menenangkan anak nya


" Apa Alea berdosa bu? " tanya Alea melihat ibu sambung nya tersebut


"tidak ada manusia yang sempurna sayang, semua manusia tempat nya salah dan penuh dosa, jika kita telah menyadari semua kesalahan yang kita perbuat, ayok berubah menjadi kepribadian yang jauh lebih baik lagi , karena Allah maha pemaaf sayang" jawab Wulan kepada anak nya

__ADS_1


tok tok tok


" nyonya ada tamu " ucap asisten rumah tangga nya Wulan


"siapa?"


"nyonya viona dan tuan Frans nyonya " jawab asisten tersebut , mendengar hal tersebut Wulan tampak tersenyum bahagia kedatangan viona dan suami nya


Setelah cipika cipiki dan menanyai kabar dari masing masing nya , mereka pun mulai mengobrol santai


" Subhanallah , kamu hamil Vi, wah wah Mbah bahagia dengar nya, mbak Shinta pasti bahagia mendengar ini jika beliau masih ada " ucap Wulan mengenang seseorang yang sudah di anggap nya kakak tersebut


" tapi sekarang hanya tinggal kenangan mbak , ibu sudah tidak ada " jawab Wulan sedih


"mbak Shinta sudah tenang Vi, doakan saja jangan di tangisi " jawab Wulan aT as


"mbak sebenarnya viona kesini mau menanyakan sesuatu kepada mbak tentang ibu" ucap viona


"mengenai apa Vi?" jawab Wulan bingung , sambil melihat ke arah frans dan suami nya yang kebetulan lagi di rumah


" mbak, apa mbak tahu? tentang keluarga nya ibu ? " tanya viona


" secara detail nya mbak tidak mengetahuinya Vi, yang mbak tahu keluarga besar nya mbak Shinta ada di kepulauan Jawa, ibu mu sebenarnya dari keluarga terpandang Vi, bahkan mbak Shinta pernah meneteskan air mata ketika melihat sebuah kabar berita mengenai ayah nya kakeknya kamu masuk rumah sakit pada saat itu "


"kamu bayangin aja Vi, masuk rumah sakit saja masuk berita Lo, bagaimana terkenal nya keluarga mu di kepulauan jawa sana" sambung Wulan


"apa mbak tahu gelar atau nama keluarga nya ibu tersebut?" tanya frans


"hmm siapa ya? son son guson atau siapa ya? mbak lupa sih , sudah lama mbak Shinta cerita tentang hal itu?"


"jika benar seperti itu adanya, tidak lah sulit mencari tahu siapa sebenarnya keluarga viona pak Frans " ucap Roy kepada Frans


"maksud nya?" jawab frans masih belum mengerti


" kita hanya perlu membuat sebuah event besar yang menghadirkan semua pengusaha bahkan orang orang penting di negara ini disana kesempatan kita untuk mencari tahu siapa keluarga viona " jawab Roy


"saya butuh rincian mengenai rencana dari anda pak Roy "


"baiklah akan saya jelaskan nanti " jawab Roy kepada frans


"sayang kamu tidak harus kwatir, akan mas Pastikan kamu akan bertemu dengan keluarga pihak ibu mu, itu janji mas" jawab Frans mencium viona dengan tidak menganggap ada Wulan dan Roy disana

__ADS_1


__ADS_2