
Setelah berkenalan dengan orang tua Wulan dan adik nya Fandi. Wulan dan Viona memilih untuk mengobrol di taman belakang .
"rumah mbak luas dan cantik "
"Alhamdulillah Vi, rumah kamu juga tak kalah luas dan megah Vi " ucap Wulan
"hmmm rumah mas Frans? rumah mertua aku lebih tepat nya hehhe" jawab viona terkekeh kekeh
"jadi ?"
"jadi?" tanya viona balik kepada Wulan
"gimana? hubungan kamu dengan tuan Frans Vi?
"ya begini lah mbak, seperti nya tuan muda tersebut tidak tertarik dengan diri ini mbak?"
"maksud nya?" tanya Wulan bingung
"ya gimana ya mbak, masak viona udah pake baju tipis kurang bahan dia ngak noleh sedikit pun, ngak tergoda gitu lo mbak, aneh ngak sih?" tanya viona ke pada Wulan
"hahha hahha Vi Vi , ada berbagai macam lelaki di muka ini Vi, dan berbagai juga kepribadian dan perilaku nya , termasuk mengenai yang itu itu, tipe gampang tergoda atau tidak "
"hmmm mungkin dia tipe yang tidak gampang tergoda mbak, atau memang dia tidak tertarik sedikit pun "
"hahahha vio vio, ada laki laki yang pandai menahan godaan nya Vi, karena berbagai alasan mungkin takut dosa kalau bukan istri nya dan.."
"dan vio istri nya mbak "
" mbak belum selesai berbicara vio"
" kasus kamu berbeda dengan itu Vi , kalian memiliki drama pernikahan seperti di sinetron-sinetron , nah berkemungkinan suami kamu tipe yang tak mau asal asal menyentuh kamu sedang kan hubungan kalian belum ada kejelasan "
"nah itu dia mbak, setiap viona ingin meminta kejelasan dengan sindiran maupun secara jelas se jelas nya , dia tak ada merespon , aneh kan mbak " cerita Viona ke Wulan
"mungkin cara mu kurang greget kali Vi, coba lagi terus deh mana tau beruntung pas di akhir " ucap Wulan
"apa yang beruntung ini " ucap buk Rani nimbrung bersama mereka
"ehh ibu, heheh"
" sering sering ke sini ya nak vio, biar rumah rame "
"ahhh bentar lagi juga rame kok buk, saat adek bayi nya lahir " ucap viona mengelus perut Wulan
"hmmm seperti saat nya kita gerak " tiba tiba Frans datang bersama Roy
"laaahh kok cepat amat sih " jawab Wulan kecewa
__ADS_1
"tadi nya mau lama, tapi barusan dapat telfon dari kantor , dadakan mau keluar kota malam ini , karena ada pertemuan penting besok pagi " ucap Frans sambil melihat viona
keluar kota kok dadakan, ngak bilang bilang lagi gumam viona memonyongkan bibir nya
"nak vio bibir nya kenapa, kok monyong " tanya buk Rani melihat ekspresi viona
"hmmm heheh ngak apa Bu"
"biasa buk, mau di tinggal suami luar kota " ejek Wulan tertawa
"apa an sih mbak , ngak kok " elak viona
"ikut aja, selagi bisa , saya rasa pak Frans tidak keberatan , bukan begitu " tanya Roy juga meledek Frans
"akan di bicara kan lagi nanti di rumah " jawab Frans kepada Roy " ayok pulang" ajak Frans ke pada viona
setelah berpamitan kepada Wulan buk Rani dan Roy , viona dan Frans bergegas pulang.
"sepertinya kau tak bisa ikut , karena itu akan membosankan bagi mu nanti, karena saya meeting nya cukup lama, lagi pula jika meeting selesai kami langsung pulang" ucap Frans di dalam perjalanan pulang
"saya juga tak ingin ikut tuan, pergilah dan hati hati " jawab Viona
"baiklah "
"apa kau pergi sendiri an?"
"tidak , Vayo dan Alex ikut bersama ku " ucap Frans
.
.
.
Viona mempersiapkan segala sesuatunya untuk keperluan Frans di luar kota.
"memang luar kota nya tak bisa di tunda hingga besok pagi " ucap mama Anggita tiba tiba di kamar mereka
"ngak ma, karena meeting nya besok pagi , kalau berangkat pagi maka akan terburu buru ma, " jawab Frans kepada mama nya Anggita
"hmm baiklah, ajak sekalian viona"
"ngak bisa ma karena Vayo dan Alex ikut"
"apa hubungannya dengan kau ajak viona Frans?"
"ada hubungannya ma"
__ADS_1
"apa?" tanya mama Anggita
"hmm hmm kasihan nanti mereka kan Jomblo, ya jomblo sedan kan Frans punya viona, kasihan kan ma" ucap Frans tak masuk akal
" alasan Klise kamu Frans, oke lah hati hati di jalan "
"siap ma, sekalian bilang ke papa kakek ya ma" ucap Frans sambil berpamitan dengan mama nya .
"ya, mama istirahat dulu " ucap Anggita berlalu yang di balas anggukan oleh viona dan frans .
"oke selesai " ucap viona
"baiklah, saya berangkat dulu , kamu hati hati di rumah, kalau ada apa apa panggil mama aja ya, dan ingat sebelum saya pulang kamu ngak boleh keluar dari gerbang rumah ini , paham?"
"paham pak guru " ucap viona becanda
" bagus, selamat malam istri remaja, saya tahu kok kamu ngak akan bisa tidur nyenyak tanpa ada saya di samping mu jadi jangan sungkan untuk menghubungi saya , hanya butuh waktu 3-4 jam ke kota X , jadi kau hitung saja jam berapa bisa menghubungi ku " oke " ucap frans panjang lebar
" seperti tingkat kepercayaan diri anda sangat tinggi tuan, tenang saja saya akan tidur lebih nyenyak tanpa anda di sisi saya " ucap viona sombong dan yakin
" yakin? saya kurang percaya "
"permisi tuan, pak Alex dan Vayo sudah menunggu di bawah " ucap pelayan memanggil Frans
"oke , saya akan segera datang "
"baiklah saya pergi dulu " ucap Frans yang di anggukan viona , viona mengambil tangan Frans dan memciumi nya. Melihat itu Frans tersenyum bahagia
"hati hati di jalan" ucap viona, yang di jawab anggukan oleh Frans
Sebelum benar benar meninggal kan kamar , Frans berbalik lagi ke arah viona
"apa ada yang tertinggal ?" tanya viona yang tak di jawab Frans
"cup" Frans mencium kening viona , viona terdiam
"saya pergi dulu , sampai jumpa" ucap Frans berlalu, tapi viona tetap kaku pada tempat nya.
setelah Frans menghilang dari pandangan mata nya, viona berlari ke balkon dan melihat ke bawah .Viona melihat Frans akan memasuki mobil bersamaan dengan itu Frans juga melihat ke arah kamar mereka dan tersenyum melihat viona berdiri di balkon sambil melambai kan tangan , lambai an tangan viona juga di balas oleh Frans , hingga mobil tak nampak lagi dari pandangan mata viona.
"sudah lah bro, stop melambai nya, kau sekarang di atas mobil, siapa yang kau lambaikan , viona pun juga tidak akan melihat lagi lambaian tangan mu " ucap Alex yang masih melihat tangan Frans yang masih belum berhenti melambai meskipun sudah di dalam mobil
"tenang bos, cuman satu hari kok, besok juga pulang " ucap Vayo ikut mengejek bos nya
"diam la kalian berdua, apa mau merasakan cabe terasi lagi?"
"ngakkk" ucap mereka serentak
__ADS_1
"makanya jangan macam macam , diam dan fokus " ucap Frans tersenyum bahagia
"