
Berapa menit kemudian , viona pelan pelan membuka matanya dan melihat keberadaan Frans.
"huuu akhir nya dia tertidur juga " viona turun dari ranjang melihat Frans yang sedang tertidur lelap di atas sofa
"saya tidak tahu bagaimana takdir kita untuk kedepannya tuan, tapi semakin kesini saya semakin yakin untuk tetap mempertahankan rumah tangga kita , meskipun kadang kala saya juga ragu karena berbagai alasan " ucap viona pelan sambil membelai rambut Frans
"kamu tampan ketika tidur, tetapi mengapa seperti singa kalau sudah bangun " sambung nya tersenyum
"selamat malam tuan " ucap viona sambil menyelimuti Frans "maaf untuk malam ini kamu harus tidur di sofa , tidak untuk malam malam lain nya " ucap nya kemudian sambil menuju ke ranjang untuk tidur karena matanya yang sudah mulai mengantuk
.
.
.
kediaman utama
"ada apa Jelika? ku dengar dari pelayan kau teriak teriak mencari ku " ucap kakek Handoko setelah memanggil jelika
"syukur lah ayah sudah pulang , karena aku sudah tak sanggup lagi menahan sakit hati ini " ucap jelika menangis
mungkin kah jelika sudah mengetahui tentang mas Defran dan wanita itu gumam Anggita yang ada disana
"sakit apa yang kau maksud, berbicara lah yang jelas "
"aku tidak tahu bagaimana cara kau mendidik anak, sehingga anak mu melakukan ini kepada ku "
"jangan salah kan ayah ku karena apa yang di perbuat oleh anak nya, lagi pula apa maksud mu, dari tadi kau seperti bergumam sendiri tanpa ada yang jelas " timpal Handi karena tak rela ayah nya di hina
" hmmm mungkin bukan ayah yang salah, karena nasib ku yang tak beruntung di nikahi olah anak angkat keluarga ini dan ternyata anak angkat tersebut tidak mendapatkan apa yang di dapat kan anak sesungguhnya di keluarga ini"
"berbicara lah yang jelas Jelika, jangan berbelit berbelit , lagi pula sudah ribuan kali saya sebut kan tidak ada perbedaan diantara handi dan defran, apa yang di dapatkan Handi juga di dapatkan oleh Defran,.bahkan kau juga mengetahui itu dengan pasti tapi karena keserakahan mu , kamu tidak pernah melihat semua itu " ucap kakek Handoko melihat jelika
"Lalu kenapa Defran melakukan ini semua kepada ku ayah? dia menduakan ku bahkan sudah menikah dengan perempuan murahan itu ayah , apa yang salah dari didikan mu ayah? kenapa dia menyakiti hati ku " teriak jelika
"dia bukan wanita murahan jelika, bahkan dia jauh lebih baik dari mu , sesungguhnya jelika aku sudah muak dengan tingkah mu " Defran tiba tiba muncul dari pintu utama
"satu lagi, kau menanyakan didikan ayah ku bukan? tidak ada yang salah dari didikan ayah ku, tapi pertanyakan lah pada diri mu? apa yang salah dari didikan ayah mu sehingga kau tak punya prilaku baik sama sekali " ucap Defran tak bisa lagi mengontrol emosi nya
"ayah lihat lah anak mu, bahkan ia tega menghina ayah ku yang sudah meninggal , kau sangat jahat defran " ucap jelika menangis yang di tenangkan oleh Anggita karena Anggita berfikir bagaimana pun sampai saat ini Jelika adalah adik ipar nya . Bahkan dia juga ikut sedih melihat rumah tangga Jelika sekarang meskipun kesalahan terbesar ada di tangan jelika tetap saja yang di lakukan Defran tidak lah benar
__ADS_1
"jaga ucapan mu Defran, apa benar yang di katakan istri mu , apa benar kau sudah menikahi nya defran?"
"menikahi nya? apa ayah tahu siapa perempuan itu ayah ?" tanya Jelika terkejut
"sudah lama saya bilang kepada mu Jelika, urusi suami mu keluarga mu, fokus kepada urusan mu tapi apa? kau malah sibuk untuk ikut campur ke masalah yang tidak ada hubungan nya dengan mu bukan? sekarang apa yang aku takutkan terjadi " ucap Handoko melihat nanar jelika yang sedang menangis
"ayah mengetahui semuanya, tapi kenapa ayah tidak melakukan apa pun ayah, kenapa ayah membiarkan keluarga ku hancur?"
"apa lagi yang harus ku lakukan Jelika? apa aku harus membunuh wanita itu? "
"iya kalau di perlukan"
"jaga bicara mu jelika, saya tidak sekeji itu "
"ya sekarang saya tahu, kenapa anak mu melakukan itu karena ia mendapat kan dukungan dari ayah nya " ucap Jelika kepada Handoko
"tutup mulut mu jelika , Bahkan ayah ku menantang hubungan ku dengan nya, ayah ku melakukan apa saja untuk aku tidak bersama nya, walaupun ayah ku tahu dia melakukan semua itu hanya untuk mempertahankan menantu nya yang serakah, yang selalu mencuri uang perusahaan diam diam " Jelika terkejut mendengar hal itu
"kenapa kamu kaget? kami semuanya mengetahui apa yang sering kau lakukan? apa kau pikir kami semua bodoh hingga tak tahu apa yang kau lakukan Jelika? dengan alasan ingin membantu Ervan kau menjalan kan misi mu bukan?" sambung Defran menunjuk Jelika
"sudah hentikan semua ini , sekarang bicarakan dengan baik masalah kalian "
"aku hanya ingin bercerai ayah "
" Ayah percuma aku mempertahankan semua ini , tidak akan membaik seperti semula ayah, aku mohon maaf ayah " ucap defran melangkah pergi
"mau kemana kau , apa kau pergi ke perempuan murahan itu " teriak jelika
"kendalikan diri mu jelika, tenangkan pikiran mu " ucap kakek " bawa dia ke kamar nya Anggita " ucap kakek kemudian
"baik ayah " jawab anggita..
.
.
.
.
Apartemen
__ADS_1
"silakan sarapan tuan" ucap viona melihat frans sambil memijit leher nya
"kau kenapa ? kau sakit tuan?"
"seperti nya karena tidur di sofa ,leher ku jadi sakit "
"lagian kenapa tidur di sofa sih tuan? " jawab viona lupa tentang tadi malam
"semua gara gara kau " ucap Frans
"aku?"
"jangan pakai pakaian itu lagi , jika tak ingin membuat leher ku sakit"
"maaf tuan, baik " jawab viona menunduk malu
ponsel Frans berbunyi , tertulis mama memangil
"hallo ma"
"......"
"apa ma? benarkah paman berbuat sejauh itu? aku pikir hanya sekedar mainan" jawab Frans
"........."
"baik mah, habis sarapan Frans akan antar viona terlebih dahulu ke rumah ,"
"......"
"iya mah " Frans mengakhiri panggilan ponsel nya
"kenapa tuan? apa terjadi sesuatu ?" tanya viona kwatir
"paman Defran selingkuh bahkan sudah menikah lagi, Tante jelika dari semalam menangis dalam kamar dan ngak keluar kamar " ucap Frans " oo iya untuk beberapa waktu kedepannya kita akan tinggal di kediaman utama, habis ini aku akan antarkan kau " sambung Frans
"Kasihan tante Jelika, dia pasti sangat sedih mengetahui lelaki yang ia sayangi cintai menduakan cinta nya " ucap viona merasakan kesedihan Tante viona
"Paman melakukan semua ini , karena Tante jelika tidak melakukan apa pun kewajiban nya sebagai istri, jadi kamu nggak perlu merasa sedih dan kasihan seperti itu "
"apa pun alasannya , meskipun Tante jelika yang bersalah , paman tidak lah benar mengkhianati tannte jelika tuan " ucap viona sambil menghidangkan makanan
__ADS_1
perempuan ini sangat berbeda, meskipun ia telah di hina, di caci maki ia tetap memiliki rasa kasihan dan peduli kepada seseorang tersebut tidak salah jika aku mencintainya gumam Frans sambil melirik Viona