
Frans memandangi langit yang mulai senja, ia mengingat semua kejadian beberapa minggu yang lalu .
"hmmm betapa bodoh nya saya, saya meragukan nya hanya karena pesan pesan tersebut " ucap nya sembari menggeleng kan kepala
"dan anak itu, Dion babak belur karena kecerobohan yang saya buat" sambung nya sendiri
"kenapa viona lama sekali di dalam, apa dia lupa bawa handuk lagi?" ucap Frans sambil berjalan ke arah kamar mandi
"sayang, apa kamu lupa bawa handuk lagi?" tanya Frans dari luar
"hmm tuan kali ini bukan handuk tapi keperluan lainya untuk wanita di kondisi tertentu"
"apa itu? saya bisa mengambil kan nya untuk mu" jawab frans dari luar
"masalah nya barang tersebut ngak ada di kamar kita, tertinggal di apartemen " jawab viona
"jadi saya perlu mengambil nya ke apartemen?" tanya Frans bingung
"tidak usah tuan, bisakah kau membantu ku untuk membelikannya"
"tentu , kau tinggal bilang nama barang yang kau butuhkan ?"
"belikan aku pembalut" ucap viona malu malu menyebut kata itu
"pembalut? pembalut luka? memang kau kenapa? apa ada yang luka ?" tanya Frans kwatir
"bukan saya tidak luka tuan hanya saja...."
"hanya saja apa?"
"saya say saya lagi datang bulan , dan membutuhkan pembalut " ucap viona membuat mata frans membulat
"jadi kau meminta ku untuk membeli pembalut untuk itu?' tanya frans memastikan
"iya tuan, jika kau mau membantu ku , jika tidak maka aku...."
"baiklah baik lah, aku akan membantu mu " ucap Frans terpaksa
.
.
Beberapa menit kemudian di swalayan. Frans berkeliling sambil bersiul mencari keberadaan yang di cari.
"mana keberadaan nya " ucap frans bingung
"seperti nya itu" ucap Frans sambil berjalan
"apa kah ini pembalut nya? tetapi kenapa ada gambar anak kecil ? dia tertawa lagi, apa kau menertawakan saya karena gagal malam pertama? " ucap Frans pada pempers tersebut.
karena melihat Frans seperti kebingungan , salah seorang karyawan swalayan tersebut menghampiri nya.
"ada yang bisa saya bantu pak?"
"ada saya mau membeli pembalut untuk wanita" jawab Frans santai
"kenapa kau tertawa, saya membeli bukan untuk dijual diri saya tapi untuk istri saya " jawab Frans melihat swalayan tersebut senyum senyum mentertawakan Frans
"mm maaf pak, di sebelah sini " ucap nya mengantarkan Frans ke tempat yang ia maksud
"terimakasih, pergilah " ucap frans
" sebanyak ini? viona pakai yang mana ya,? apa kah yang hitam ini? pink? atau hijau ya ? dan pink yang ini? membuat saya bingung" ucap Frans melihat macam macam merek pembalut tersebut
"baiklah supaya tidak salah , saya akan mengambil satu di setiap merek nya " ucap frans sambil memasukkan semua produk pembalut tersebut ke dalam keranjang
Jangan di tanya bagaimana karyawati menanggapi Frans membawa sekeranjang penuh pembalut tersebut.
__ADS_1
"apa bapak akan jualan ini?
"tidak " jawab nya simpel
"semuanya ini untuk istri saya " ucap nya berlalu setelah membayar pembalut tersebut.
.
.
.
"sayang , saya datang " ucap Frans sambil membawa pembalut sekantong penuh
"Hay tuan, wawww ini apa?" tanya viona shock melihat pembalut yang di bawa frans
"ini pembalut mu "
" sebanyak ini? dua tahun pun saya tidak akan membeli pembalut tuan" jawab viona mengambil keranjang tersebut dari tangan Frans
" sayang, kenapa tidak digunakan?" tanya Frans bingung karena pembalut yang barusan dia belikan di letakkan begitu saja oleh viona
"apa?" tanya viona
"itu " tunjuk Frans ke pembalut tersebut
"ooooo karena untuk sekarang aku tidak lagi membutuhkan nya?" jawab viona enteng sambil menyisir rambut panjang nya
" maksud nya? apa datang bulan mu sudah berakhir?"
" belum, baru mulai masak langsung berakhir " ucap viona
"lalu?"
"tadi Tante Jeje datang, dan akhirnya aku make stok nya Tante Jeje " jawab Viona enteng
"kenapa? apa kepala mu sakit?" ucap viona melihat Frans menggelengkan kepalanya
"tidak, saya hanya berpikir berapa lama saya akan menunggu?"
"menunggu apa?"
"menunggu berkahir nya kamu memakai yang saya belikan barusan" tanya Frans
"seminggu an , sebentar kok"
"sebentar?, seminggu?"
"kenapa?"
"bisa di percepat ngak sih sayang?"
"tahu caranya gimana?" tanya balik viona
"ngak
"sama aku juga ngak tahu heheheh" ucap viona tertawa
"sabar"
"sudah tidak bisa sayang "
"kenapa? kemarin kemarin tuan bisa bisa saja, malahan sanggup melihat ikan teri terbelah?" ucap viona sambil duduk di atas ranjang
" iya itu kemarin, sekarang ngak lagi sayang"
"apa beda nya sekarang sama kemarin "
__ADS_1
"beda dong, sekarang saya ingin kita benar benar menjadi pasangan suami istri sesungguhnya , tanpa ada batasan antara kita lagi " jawab frans juga duduk di samping viona
"baiklah tuan singa"
"sayang, bisakah kau memanggilku tidak dengan tuan lagi? aku ini suami mu bukan majikan mu" pintak Frans
"lalu tuan ingin di panggil apa?"
"sayang mungkin, atau mas deh "
"baiklah mas Frans, apa kita tidak akan makan malam? ayok kita ke bawah" ajak viona kepada Frans
"tunggu sebentar lagi " Frans menahan viona
"ada apa?"
"mas ingin memakan mu saja "
"mas lupa jika aku sedang..."
"tentu ingat, bukan kah ini boleh , dan ini juga tak masalah " ucap frans menggoda viona dengan matanya
"hahahah separoh paruh itu ngak enak mas "
"wAhhh jadi sayang mau full sekalian ya " ucap Frans yang membuat muka viona kemerahan karena malu
"bukan itu mas, udah ah , ayok kita makan " ajak viona
"eitttss ada sesuatu di bibir mu sayang, itu apa?'
"kenapa mas? " ucap vio sambil menyentuh bibir nya dengan tangan
"eitsss jangan sentuh?"
"lalu ?"
cup frans menempel di benda kenyal milik viona lalu ******* nya lama , tangan nakal frans mulai merambah ke kedua gunung milik viona.
"mas " ucap viona melepaskan bibirnya
"husstt mas tahu batasan nya sayang" ucap Frans melanjutkan aksinya , Viona hanya pasrah dan dia percaya suami nya tahu batas batasan tertentu ketika ia dalam keadaan tidak suci.
saat Frans ingin menyicipi kedua gunung tersebut ..
tok tok tok
"tuan nyonya, kakek dan yang lain nya menunggu di bawah untuk makan malam" ucap pelayan tersebut
mendengar itu Frans kesal dan kecewa
"baiklah , kami akan turun " jawab viona
"ayok mas kita turun, sabar la sayang , akan ada waktu nya yang tepat dan pas " ucap viona untuk pertama kali nya ia memanggil suami nya dengan sebutan sayang
"kau tadi bilang apa sayang? boleh di ulangi lagi " ujar Frans
"yang bagian mana?" ucap viona tertawa
" sayang, aku ingin mendengar lagi dari mulut mu "
"baiklah sayang ku, ayok kita ke bawah karena semuanya sudah menunggu kita " ucap viona , yang membuat hati Frans berbunga bunga
maaf ya semuanya 🙏
saat puasa harus baca beginian 🤦
🙏🙏
__ADS_1