Takdir Seorang Gadis Desa

Takdir Seorang Gadis Desa
Bab 94


__ADS_3

streeetttttttt Frans menarik selimut yang menutupi tubuh viona dan menggelitik pelan badan istri nya tersebut.


"mas mas ampun hahahhaa "


"jadi mau bandel lagi ?"


"ngak , kasihan Lo nanti debay nya "


"ngak kok, debay nya kesenangan pun " ucap Frans menciumi perut viona


.


.


.


" apa kau telah menghubungi mommy mu sayang" tanya Roy kepada anak nya


" belum pa, lagi pula nomor handphone mama ngak aktif, seperti biasa ngak bisa di ganggu " jawab alea


Mendengar itu Roy hanya diam , karena malas melanjutkan , Roy kwatir luka lama anak nya akan kesendirian ingat kembali meskipun sulit di lupakan alea


" sayang besok temenin mama belanja yok " ucap Wulan mengalihkan bicara


"siap Bu " Alea semangat


.


.


.


"mas sebelum kita ke rumah, kita belanja dulu ya " ucap viona sebelum pergi ke rumah mereka , karena sudah mengantongi izin dari mama Anggita


"ngak usah repot-repot sayang ,kan ada mbak mbak disana" jawab frans ngak suka jika viona kecapean


" beda Lo mas " jawab viona merengek


"baiklah sayang " Frans memilih menurutinya kali ini


Perjalanan di dalam mobil


"kenapa Vayo" jawab frans menjawab panggilan ponsel asistennya


"....."


"apa ngak bisa besok? sekarang libur saya ingin menemani Viona belanja " jawab frans


"..,..."


"apa? mereka akan berangkat sore ini ke Amerika ? ahhh bikin repot saja "


"...."


"baiklah , jemput saya di depan pusat belanja X " frans mengakhiri panggilan telepon nya


"sayang, maaf ya mas ngak jadi bisa menemani mu belanja " ucap frans merasa bersalah


"ngak apa sayang, mas kerja kan untuk kami berdua " jawab viona mengelus perut nya

__ADS_1


"tapi gimana kalau sayang, langsung pulang saja takutnya nanti kenapa Napa Lo " ucap frans


"ngak kenapa mas, lagi pula aku merasa baik baik saja kok , dan jika nanti penat ya aku istirahat sejenak mas " jawab viona


"baiklah , sudah sampai dan itu seperti nya Vayo"


"oke mas "


"sayang jaga mommy ya , Daddy ngak bisa nemenin soalnya mau kerja nak" ucap frans menjongkok dan berbicara ke perut nya viona


"kok debay yang jagain aku mas, bukan aku yang jagaian debay "


"ngak, karena bayi kita adalah bayi kuat dan super karena berasal dari orang orang kuat" jawab frans yang membuat Vayo menggeleng kan kepala nya


"baik lah, cepat la pergi kasihan tu asisten kaku mu mas " tutur viona


"da sayang " cup ciuman mendarat di jidat nya viona


.


.


.


" jadi bayi nya belum bisa di bawa pulang?" tanya pak Handoko


"belum ayah, kata dokter karena lahir prematur jadi organ organ nya belum berfungsi sempurna yah " jelas jelika


"ada apa dengan mu Anggita , kenapa kau seperti orang yang kwatir akan sesuatu?"


"entah lah ayah, setelah viona dan frans pamit, tadi saat saya melihat mereka dari atas , seperti ada orang yang mengikuti mereka dari arah sebarang sana" ucap Anggita menjelaskan


"tetap saja , aku kwatir pah, mengingat viona sedang hamil, mama ngak mau terjadi apa apa dengan cucu kita pa, dan begitu juga dengan viona " jawab Anggita


"jika kau kwatir , kenapa tak mengirim orang orang mu, untuk mengawasi mereka dari jauh " saran dari Handoko


"tidak perlu berlebihan ayah , pengawalan mereka juga sudah cukup "


"cukup jika beradu otot pa, tapi jika lawan menggunakan taktik dan tipuan dalam perang, mama tidak yakin " Jawab Anggita tak yakin


"baiklah , hubungi orang orang kita, dan jangan sampai ketahuan oleh viona dan Frans jika kita juga mengawasi mereka " jawab Handi menyetujui pendapat ayah nya


"baiklah pa" ucap Anggita mengambil telpon genggam nya dan menghubungi orang orang yang akan mengawasi viona dari jauh


.


.


.


"oke semua nya sudah, saya mau ke toilet dulu ya " ucap viona kepada beberapa orang bodyguard nya


"kalian mau apa? "


"kami punya kewajiban untuk memastikan keselamatan anda nyonya " ucap salah seorang dari mereka


"kalian tak harus mengikuti saya sampai toilet juga kali "


"kami akan menunggu di depan pintu nya nyonya "

__ADS_1


"baiklah , susah berdebat dengan kalian " jawab viona


Di dalam toilet


setelah mengeluarkan dari tadi yang ingin di keluarkan, viona Merapi kan pakaian nya di depan kaca


" mbak " ucap seorang di belakang viona


"iya "


huupppssss mulut viona di tutup dengan kain, dan viona tak sadarkan diri . Viona di bawa oleh seseorang tersebut dengan menutupi kepala nya dengan topi dan kacamata , seseorang tersebut juga mengganti sandal yang di pakai viona , dan memakaikan Hoodie pada viona sehingga siapa pun tidak akan mengenal viona termasuk para pengawal yang mengawasi viona .


lebih kurang sepuluh menit telah berlalu , orang orang yang mengawasi viona curiga karena nyonya nya yang belum belum nongol dari tadi.


"nyonya " salah seorang dari mereka memanggil viona, karena ngak ada jawaban alhasil mereka mendobrak pintu toilet , tapi yang mereka dapatkan hanya sandal dan tas yang viona pakai tadi.


.


.


.


" apa?" Frans menerima telfon dan langsung meninggalkan klien nya begitu saja , dan melihat itu Vayo sang asisten mengejar


"kenapa bro? apa semuanya baik baik saja ?"


"istri gue, viona di culik" ucap Frans berlari entah kemana


"hei bro, tenang la jangan panik , rilex "


"bagaimana gue bisa ngak panik, istri gue dalam bahaya "


"oke , terus loe mau apa sekarang? mau kemana loe? parkiran disana ? Dan loe berangkat sama gue tadi, ayo ikut gue " jawab Vayo yang menggelengkan kepala melihat kepanikan Frans.


.


.


.


"bagus kalian berhasil , pergilah dari sini " ucap seseorang tersebut


"hmmmm " viona memegang kepala nya dan mulai sadar diri dari pingsan nya


"dimana aku? " ucap nya setelah melihat di sekeliling , ia tertidur di sofa yang cukup besar dan kamar yang luas yang hampir sama besar dengan kamar milik nya


"siapa kamu?" tanya viona melihat kepada seseorang tersebut


"aku adalah orang yang selalu menunggu ke datangan mu, aku adalah orang yang sangat mencintai kamu bahkan cinta ku melebihi cinta Frans kepada mu " ucap seseorang yang bertopeng tersebut .


" memangnya kamu siapa? saya tidak mengenal mu, lepaskan saya, saya ingin pulang , saya ingin bersama suami dan keluarga saya " jawab viona yang hampir menangis


"jangan kau sebut namanya di dekat ku , di dalam rumah ku ini, aku benci dengan nama itu'


"itu suami saya, meskipun mulut saya tak menyebut nya , tapi hati dan doa saya selalu ada mamanya " ucap viona


"diam lah" ucap orang tersebut dan meninju lemari yang ada di dekat nya


"jika tidak karena saya mencintai mu , saya akan menghukum mu, istirahat lah dan jangan berfikir untuk kabur dari istana mu ini" sambung orang tersebut dan berlalu pergi dari kamar yang di tempati Viona

__ADS_1


__ADS_2