Takdir Seorang Gadis Desa

Takdir Seorang Gadis Desa
Bab 25 pernikahan Wulan


__ADS_3

Di dalam kamar Riko dan Reno


"bang kok kita pakai baju ini, kayak pergi ke hajatan aja bang hehehe " tanya Reno sembari berkaca


"Abang juga ngak tahu dek, mungkin kita harus berpakaian rapi dan keren seperti ini ke sekolah kita yang baru " jawab Riko , yang sebenarnya tidak tahu mengapa harus berpakaian batik seperti sekarang ini


"hehehe tapi ngak apa la bang, paling tidak kita merasakan pakai batik dan baju bagus kan bang, kalau pergi ke hajatan dulu juga ngak apa , seperti teman teman Reno kalau pergi hajatan , pesta pasti Meraka pakai baju bagus dan rapi seperti ini " jawab Reno membayangkan teman teman nya pergi ke hajatan atau pesta di kampung


"iya dek, dan kita akan melihat mereka dari kejauhan heheheh lucu juga kita waktu di kampung ya dek " jawab Riko juga mengingat saat saat di kampung . Seseorang yang mendengar di depan pintu mengerutkan kening mendengar ucapan Riko barusan


"kenapa melihat dari kejauhan , kenapa kalian ngak ikut hajatan " karena penasaran lantas Frans langsung bertanya


"iyalah mas bro mana pernah kami di undang untuk menghadiri pesta maupun hajatan hehehe "jawab Reno tersenyum tanpa ada nya raut kesedihan di muka nya , mungkin karena hal tersebut sudah biasa bagi mereka


"Tuan, nyonya sudah selesai " ucap wanita yang membantu viona berkemas


Frans berpaling dan terpukau melihat viona berbalut gaun putih , make up nya tidak terlalu glamor, gaun tersebut kelihatan sangat cantik dan elegan di tubuh nya viona.



wawww dia sangat cantik, ah aku ngomong apa bukanya gaun nya yang cantik makanya dia juga kelihatan cantik ucap Frans dalam hati


"mas bro kak viona cantik sekali ya " lamunan Frans buyar saat mendengar ucapan Riko


"hmmm ya ya tentu , istri nya mas bro " jawab Frans tertawa, sedangkan viona mendengarkan yang di ucapkan oleh suami nya Frans, jantung nya berdetak sangat kencang ,bahkan dia merasa sekarang wajah nya seperti kepiting rebus


ya Allah apa mereka semua mendengar detak jantung ku, apa aku harus ke kamar mandi dulu menyembunyikan suara detak kan ini, kalau mereka tahu ahh memalukan nya ungkap viona di dalam hati


" ya Allah viona please jangan ke Geeran Napa, ingat hanya pernikahan kontrak, istri kontrak " gumam viona pelan


"maaf nyonya , nyonya berbicara sesuatu " tanya sang perias karena mendengar gumaman viona tetapi tidak terdengar jelas

__ADS_1


"OOO tidak, saya tidak berbicara apa apa " jawab viona cepat kepada wanita tersebut


"ayok kita berangkat, jangan sampai terlambat " ucap tuan muda


Sekarang Mereka berada di dalam mobil yang di kendarai oleh sang asisten tuan muda yaitu vayo.


Tidak banyak omongan saat di dalam mobil, semua berada di alam pikiran masing masing-masing. Cuma sesekali Frans melihat sekilas ke arah viona , karena sekarang seperti candu bagi tuan Frans melihat wajah nya viona . Mobil berhenti di depan sebuah gedung yang menjulang tinggi.


"seperti nya saya tahu dengan gedung ini " ucap vio pelan tapi masih terdengar oleh tuan Frans


"tentu kau tahu, bukan kah kau pernah menginap disini" jawab Frans tanpa melihat viona


"ayok keluar, nanti terlambat bukan kah kau ingin melihat mbak mu menikah?" sambung Frans


" iya , tapi kenapa kau mengetahui apa kau .." ucapan viona terputus karena tuan muda Frans berlalu dari hadapan nya , viona mempercepat langkah nya hingga ia tepat di belakang frans


"terimakasih untuk semua ini tuan, kau sangat baik " ucap viona berterima kasih


"hmmm " jawab tuan muda dengan tersenyum


"kamu jangan ke pede an dulu, aku kesini hanya demi Riko dan Reno biar mereka bisa berpamitan dengan mbak kamu itu " cetus Frans, entah kenapa ia berbicara seperti itu, entah apa yang sedang ia tutupi.


"aku tahu dan sadar diri kok tuan, tuan tidak usah kwatir saya tahu batasan saya " Jawab viona sedih mendengar jawaban Frans


"mbak " panggil viona setelah masuk ke apartemen Om Roy tempat tinggalnya Wulan


"vio , kamu kok disini?" jawab Wulan bahagia memeluk vio


"Hay mbak Wulan" panggil Riko


"hallo adik adik tampan nya mbak " jawab wulan bahagia

__ADS_1


"Tuan , terimakasih telah menyempatkan waktu untuk hadir tapi ..." ucap om Roy terpotong kepada Frans


"tidak perlu kwatir pak Roy, aku tidak akan pernah ikut campur apa yang terjadi di dalam rumah tangga orang lain, itu urusan anda bukan urusan saya, jadi kecemasan anda saat ini tidak beralasan , tenang saja, saya akan tutup mulut dengan nyonya Wanda ,lagi pula saya sangat jarang bertemu dengan beliau, saya dengar dengar beliau bahkan tambah sibuk akhir akhir ini " Frans memotong ucapan om Roy


"hmmmm kata kata mu tidak pernah saya ragukan lagi tuan muda, saya ingin bahagia , saya juga ingin di perlakukan sebagai seorang suami, saya juga ingin ada yang menunggu di rumah, tapi Wanda tidak pernah mengerti hal itu walaupun sudah ribuan saya memohon kepada nya untuk berbagi sedikit waktu nya untuk saya, boro boro Wanda memberi sedikit waktu nya dengan saya malah dia meninggal kan saya pergi keluar negeri demi karir nya , tapi semua sudah terlambat hati telah menemui yang lain " ucap Roy Melihat kepada Wulan


"hmm tapi bagaimana pun, ada waktu untuk tetap akan memilih" jawab Frans tersenyum


"tentu, bahkan sekarang sudah saya putuskan siapa yang akan saya pilih, cuma menunggu waktu " jawab om Roy tersenyum


"pelajaran berharga untuk semua wanita, kalau tak ingin lelaki nya jatuh hati ke hati wanita yang lain, pandai pandai lah menjaganya " ucap Frans melihat kepada viona , setelah mengucapkan itu Frans seperti malu sendiri


apa yang sudah ku ucapkan , dan kenapa aku mengucapkan seperti itu seolah seolah memberi peringatan kepada nya , seperti nya aku bener benar sudah hilang akal ungkap Frans dalam hati


kenapa dia berbicara kepada ku? apa dia lupa ini cuma pernikahan kontrak viona dan Frans seperti berbalas kata di dalam hati mereka masing-masing


Sekarang Wulan sudah sah menjadi istri Om Roy, meski hanya menjadi istri sirih.


"mbak selamat ya, Wulan selalu berdoa untuk kebahagiaan mbak , sekarang Wulan mau pamit terlebih dahulu " ucap viona kepada wulan


"iya vi, makasih ya, viona kita tidak tahu bagaimana takdir akan membawa kita kelak, tapi mbak mau bilang sesuatu sama kamu vi, dan mbak rasa ini ngak salah " ucap Wulan kepada viona di balkon ,ya Wulan membawa viona untuk bicara hanya berdua saja


"apa mbak" tanya viona penasaran


"buat suami mu jatuh cinta kepada mu Vi, buat dia tidak bisa jauh dari mu dengan begitu dia tidak akan menceraikan kamu vi " ucap Wulan menasihati viona


"tapi ini hanya pernikahan kontrak mbak" jawab viona


"kata siapa Vi? yang mbak tahu kalian menikah secara sah secara agama maupun hukum, lakukan lah Vi apa yang mbak bilang jika kamu ingin mengubah nasib mu . Lagi pula di agama kita tidak ada pernikahan kontrak, hapus kan kontrak itu dengan cinta Vi hingga yang tinggal hanya pernikahan sampai maut memisah " jawab Wulan kepada vioana


Terimakasih telah mampir all..

__ADS_1


mohon like dan vote dan hadiah nya..


terimakasih semuanya


__ADS_2