Takdir Seorang Gadis Desa

Takdir Seorang Gadis Desa
Bab 64


__ADS_3

" Ada apa Pak vayo? apa terjadi sesuatu ?" tanya kepala sekolah


"nyonya Viona menghilang bersama Reno pak, mohon bantuan nya untuk mencari di seluruh sudut yayasan ini pak, karena saya yakin nyonya viona masih berada di sekitaran sini " jawab Vayo


"baik pak, kami akan mencari di seluruh sudut sekolah ini " jawab Pak sekolah


" pak antar saya ke ruangan CCTV" ucap Frans menghentikan langkah kepala sekolah. Frans baru ingat jika sekolah ini di awasi oleh CCTV


"baik pak mari " jawab nya


"Vayo Riko ayok ikut saya " ajak Frans yang kepada Riko dan Vayo


.


.


.


Ruangan CCTV


"silakan pak" ucap petugas penanggung jawab CCTV


"tunjukkan saya kejadian sekitar 10 menit yang lalu di depan asrama anak laki laki karena sebelum saya menerima telpon dari Alex , viona masih disana" tanya Frans kepada pengurus tersebut


" ini pak " ucap nya


"next , oke stop"


"Viona sampai di toilet dan ini Reno yang sedang menunggu di luar "


"kenapa istri saya tidak kelihatan?" tanya Frans emosi


"bos mana ada Cctv di dalam toilet , kamu waras ?" jawab Vayo karena petugas tersebut bingung mau jawab apa


"aduh kemana dia ya , nah itu viona keluar toilet ikuti kemana dia "


"lah kenapa viona belok kesana? seharusnya belok sini mau kemana mereka?" timpal Frans melihat viona dan Reno jalan ke koridor yang lain


"sabar la bos, semua akan terlihat di CCTV ini" Vayo menenangkan Frans


" kenapa hanya sampai disitu? Viona dan Reno sudah tidak terlihat " ucap Frans karena tiba tiba viona dan Reno sudah tidak tampak lagi


"iya pak, karena cctv yang ini hanya bisa memantau sampai depan toilet pak " jawab petugas tersebut


"jadi katamu kita tidak mendapatkan apa apa dari cctv ini? untuk apa kau bekerja dan aku gaji jika kau tak bisa menunjukkan semua sudut di sekolah ini dengan cctv yang kau pantau?" Frans memarahi petugas tersebut


"iya pak karena ..."


"karena apa? gara gara sistem mu yang jelek aku kehilangan jejak istri ku "


"broo sabar dong, bapak ini mau menjelaskan sesuatu , tapi kau tak memberi nya celah sedikitpun , cctv ini hanya bisa memantau sampai depan toilet, sedangkan koridor yang di lewati nyonya viona dan Reno di awasi oleh cctv yang lain, kenapa kau sangat bodoh " ujar Vayo karena pusing melihat kepanikan dan emosi Frans, hingga ia lupa kalau sekarang jam kerja nya dan hanya memanggil bro

__ADS_1


" itu sedari tadi yang ingin saya sampaikan kepada bapak " ucap petugas itu kepada Frans


"kau mau menyampaikan aku bodoh?"


"bukan bukan pak, nyonya viona akan terlihat dengan cctv yang ini " ucap petugas menyodorkan komputer yang lain


baru kali ini saya mendengar tuan Frans di bilang bodoh oleh orang lain huhuh serem juga pak Frans kalau lagi marah , kayak singa gumam petugas tersebut


"mau kemana dia "


"seperti nya nyonya viona menuju pohon itu pak " tunjuk petugas tersebut


"seperti nya istri anda ingin menyelamatkan kucing yang terjebak di pohon itu tuan bos " ucap Vayo kepada Frans


"diam kau"


"apa? dia mau manjat? eh kau jangan kau lihat istri ku , cepat matikan komputer itu dan tutup mata kalian termasuk kau Vayo " ujar Frans melihat istri nya mau memanjat pohon di belakang sekolah


"kenapa masih kau nyalahkan komputer nya ?"


"bagaimana cara nya aku mematikan komputer sedangkan mata saya tertutup pak " jawab petugas tersebut dan Vayo sudah tidak tahan lagi untuk melepaskan tawa nya


"bodoh"


"biar Riko yang mematikan komputer nya mas bro " jawab Riko sambil mengambil ahli komputer


"sekali an hapus Vidio yang melihat kan kaka mu naik pohon "


"mas bro "


"iya kenapa?"


"ini menunjukkan waktu sekarang "


"jadi ?"


"jadi kak viona juga masih di atas pohon ini " ucap Riko kepada Frans


"apa?"


"ayok kita kesana sekarang " ajak Frans keluar dari ruangan Cctv tersebut dan pergi menuju pohon belakang sekolah yang di panjat viona


"tolong tolong " teriakan Reno menggema di seluruh sudut sekolah


"Reno dimana kak viona, dan kenapa kau meninggalkan kaka mu sendiri an " ucap Frans saat bertemu Reno berlari an meminta bantuan


"mas bro, tolong Kak viona hiks hiks" ucap Reno menangis


"ada apa dengan Kaka mu, dimana dia, apa dia masih di atas pohon?"


"masih mas bro , kak viona ..."

__ADS_1


"pak, nyonya viona terjebak di atas pohon , dia tidak bisa turun karena ada seekor ular " teriak seseorang guru kepada Frans


"apa? ular? " jawab Frans kaget , dan berlari menuju pohon


"viona ..." suara Frans terhenti melihat istri nya terdiam bak patung di atas pohon lantaran takut di patuk ular yang siap mematuk kapan pun yang tak jauh dari dirinya


"sayang , tenang lah semua akan baik baik saja oke " ucap Frans menenangkan viona yang sudah pucat ketakutan


"tuan, saya takut " ucap viona pelan karena takut ular akan mematok nya


"tidak usah takut, saya ada disini , sekarang pelan pelan turunkan kaki mu "


"tidak bisa tuan, satu kaki ku tersangkut oleh ranting "


"kamu bisa viona, cepat lah tarik pelan pelan lalu jatuh kan badan mu, kamu tidak perlu takut saya akan menyambut mu "


"saya takut tuan"


"ayo sayang, apa kau tidak mempercayai ku?"


"aku percaya, tapi ular itu selalu melihat ku " ucap vio berkeringat dingin


"ayo lakukan pelan pelan tarik kaki mu,dan jatuh kan diri mu, aku akan menyambut mu di bawa, cepat lah, sebelum ular itu mematok mu vioana" ujar Frans


streeettttttt viona menarik kaki nya, dan ular menyadari gerakan yang viona lakukan, ular tersebut akan mematok viona


"cepat jatuh kan dirimu " teriak Frans


"aaaaaaaaaaaa " teriakan viona buggghhhhh Frans menyambut viona dan segera menjauh dari tempat itu karena takut nya ular tersebut melompat ke bawah .


Viona memejamkan matanya di dalam gendongan Frans . Sedangkan Vayo dan yang lainnya mengurus ular kobra tersebut . Viona membuka mata dan beradu pandang dengan Frans hingga mereka tersadar oleh suara Riko .


"Kakak apa kakak baik baik saja " mendengar hal itu Frans menurunkan viona dari gendongan nya.


"ngak apa dek" jawab Riko


"maafkan Reno mas bro, Reno gagal menjaga kak viona" ucap Reno menyesal


"kamu tidak salah sayang, kaka yang ngeyel ingin membantu kucing tersebut turun dari pohon , kaka kira kucing tersebut hanya terjebak ngak bisa turun ternyata ada seekor ular disana " jawab viona menenangkan adik nya yang merasa bersalah


"apa kau selalu senang membuat orang lain bahkan seluruh sekolah ini panik mencari mu viona ?" tutur Frans kesal karena viona


"Kaka harus mintak maaf kepada mas bro, mas bro sampai panik dan ketakutan saat tidak menemukan kakak di toilet bahkan mas bro marah marah tidak jelas kepada semua orang " jelas Riko kepada viona


mendengar itu viona melihat ke arah suami nya dan berkata " maafkan saya tuan, saya menyesal karena tidak hati hati " viona sambil berlinang air mata. Bukan nya menjawab ucapan viona, Frans malah menarik tubuh viona ke pelukan nya begitu erat .


Terimakasih telah mampir all 🙏🥰


sembari menunggu up selanjutnya , ayok mampir dulu di novel pertama author yok ,...🥰🥰


__ADS_1


__ADS_2