Takdir Seorang Gadis Desa

Takdir Seorang Gadis Desa
Bab 80


__ADS_3

semoga bab 79 lolos duluan 🙏🙏 karena tidak akan nyambung jika bab 80 yang lolos terlebih dahulu 🤦🤦


"mas nanti aku ke tempat Tiara ya?" ucap viona sambil merapikan baju Frans


"hmmm ngapaen ganggu orang bulan madu " jawab Frans


"ngak kok mas, mau cerita cerita atau nanti aku ajak Tiara kenalan sama mbak Wulan aja mbak, boleh ngak" tawar viona ke Frans


"ikut ngantor sama mas aja yok sayang" alih alih di jawab, malahan frans menawarkan viona ke kantor nya


"ngapaen ke kantor nya mas? lagian mas kan sibuk "


"nengok mas kerja"


"ngak ah nengok di rumah aja"


"gini aja biar adil, sayang bawakan mas bekal aja deh nanti siang, nah habis itu kita bareng ke rumah tiaranya , oke " ucap Frans memberi penawaran


"memang nya kenapa kalau aku aja yang duluan ke tempat Tiara mas ? " ucap viona mencoba membujuk Frans


" no sayang atau tidak sama sekali"


"hmm baiklah mas, dari pada ngak sama sekali" jawab viona memonyongkan bibir nya


cup " bibir mu menggoda mas pagi pagi " ucap frans setelah merasakan bibir monyong viona tersebut


"gombal, sekarang ayo ke bawa sarapan " ajak viona kepada suami nya


"baiklah, ujung Minggu ini kita pindah ke rumah kita ya sayang"


"rumah yang di tepati Tiara sekarang mas? tapi jika mereka tidak mendapatkan kontrakan baru yang cocok gimana mas?" tanya viona risau akan sahabat nya


"kita lihat nanti ya , ayok " ucap Frans mengulurkan tangan ke viona, ya mereka bergandengan tangan menuju meja makan.Semua mata tertuju kepada mereka, bergandengan tangan sambil tertawa dan senyum senyum manis ini pertama kali nya di lakukan oleh pasangan tersebut .


ya Allah , terimakasih telah mendengar kan doa hamba, seperti nya mereka sudah sudah menjadi suami istri sungguhan tanpa kontrak lagu gumam Anggita melihat keduanya selalu tersenyum dan becanda


" senyum dan tawa indah pagi ini semoga membawa keberuntungan untuk mu Frans " ucap kakek Handoko tersenyum


"terimakasih kek, pagi semua " sapa Frans kepada anggota keluarga lainnya .


"pagi kak " ucap Ervan yang tak biasanya ada dimeja untuk sarapan


"pagi " jawab frans tegang karena masih mengingat kejadian berapa minggu yang lalu , tapi meski demikian Frans tidak lah seburuk yang orang kira. Ia tetap menyayangi adik sepupu nya itu , karena bagaimana pun mereka tumbuh bersama


.

__ADS_1


.


" kenapa melamun sayang?" tanya buk Rani melihat alea menatap kosong kedepan


"nenek" ucap alea tersenyum


" nenek tahu kamu anak yang kuat dan tegar tapi orang tegar dan kuat juga tidak harus menahan air mata mereka, mereka juga bisa berbagi kesedihan nya, air mata nya, kecewa ny kepada orang lain " tutu buk Rani


"nek , apa alea menyakiti hati Mamy?" tanya nya ke buk Rani


" sayang, kenapa mommy kamu harus sakit hati, seharusnya mommy kamu bangga punya anak sebaik kamu.yang terpenting apa pun yang terjadi alea tidak boleh membenci mommy, tidak boleh menghakimi nya, karena tidak ada manusia yang sempurna sayang termasuk mommy mu " ucap Bu Rani


"makasih ya nek, nenek sudah sayang kepada alea " ucapnya memeluk Bu Rani


.


.


.


" so semua sukses?" tanya tante Jeje kepada viona yang muka nya seperti kepiting rebus


"je , tengok tu wajah nya viona udah merah kayak udang rebus " ucap Anggita tertawa


"tapi kasihan Frans ya mbak?"


"iya masak baikan nya di saat viona datang bulan, gagal dong malam pembukaan nya hahhha " tawa tante Jeje semakin membuat viona malu sambil mengulek cabe


"sudah sudah nanti sambal nya manis, karena ulah Jeje , vio nya senyum malu malu terus " ucap anggita


"mmmm sambal vio emang Ter enak deh , mantul pedas nya " Tante Jeje mencolek sambal yang sedang di ulek oleh viona


"tentu sambal terasi untuk suami tercinta " ucap Anggita yang kini menggoda menantunya


" mama bisa aja heheh" ucap viona senyum senyum sendiri


" itu yang udah Mateng apa an vib? " tanya Tante Jeje


" puding Tant" jawab viona


"hmm sambal terasi sebagai pembuka , puding sebagai penutup ?" ucap jelika


"karena sehabis makan sambal ini mas Frans pasti kepedasan , jadi puding nya sebagai pendingin aja tant, heheheh " jawab viona


"istri idaman " jawab Jeje

__ADS_1


"tentu, dan menantu terbaik " ucap mama Anggita tersenyum


.


.


.


"sambal ter enak , yang di sempurnakan oleh puding terlezat, terimakasih sayang , kau memang terbaik" ucap frans setelah menyantap makanan yang telah di bawakan oleh viona


"makanan nya banyak Lo sayang, apa ngak mau berbagi dengan mereka " ucap viona melihat ke arah Alex dan Vayo yang sedang melihat Frans menyantap makanan.


Tadinya mereka sudah di tawarkan oleh viona, namun di larang oleh Frans dengan alasan belum waktunya makan siang, dan alasan utama masakan istri nya harus dia yang menyicipi pertama kali nya.


"apa kalian lapar?" tanya Frans kepada Alex dan vayo dengan cepat mereka mengangguk kepala .


"kalian boleh makanan yang di bawakan istri saya ,tapi ingat jangan ketagihan dengan masakannya " ucap Frans setelah itu


"baiklah " ucap mereka serentak dan beranjak dari tempat mereka menuju ke sofa tempat Frans dan viona duduk


"ingat jangan kecanduan" ancam nya lagi


"tenang bos " ucap vayo yang tak sabar merasakan masakan viona , karena dari cara Frans menikmati makanan nya , masakan viona tersebut sangat lah enak


"uuu pedas tapi nagih " ucap Alex berbicara sambil makan


" eitssss apa kau ketagihan?"


"ngak ngak salah bicara " jawab Alex secepat mungkin


" baiklah setelah ini silakan kalian keluar dari ruangan saya" ucap frans mengusir mereka


"apa kau ingin mandi bos" jawab Vayo kecoplosan, mendengar itu mata elang Frans seperti ingin memakan vayo yang di depan nya


" maksud saya , saya saja kepanasan setelah makan ini, saya juga ingin mandi , apa kau juga ?"


" apa kau sudah gila? kau menawarkan diri untuk mandi bersama ku? apa kau benar-benar sudah sakit jiwa ?" ucap Frans , viona yang mendengar percakapan mereka hanya hening dan menggelengkan kepala


"bukan Mandi bersama tapi mandi masing masing bos" teriak Vayo


"ahh sudah lah cepat la pergi, saya ingin keluar sebentar dengan istri saya " ucap frans Melihat mereka berdua


"Alex kau melihat apa kepada istri ku" Alex di buat kaget karena terpergok melihat kalung di leher viona.


"tidak , rantai kalung itu , saya kenal rantai itu " ucap Alex kepada Frans , yang hanya melihat rantai dari kalung tersebut sedangkan liontin nya tertutupi oleh baju viona.

__ADS_1


"iya karena , banyak orang yang punya rantai kalung seperti itu, kenapa kau gugup "


benar juga kata Frans, tidak hanya my mom dan tante Shintia yang punya rantai seperti itu, tapi bukan kah kata kakek kalung itu di buat khusus, ah sudah lah mungkin iya kata Frans sekarang dunia sudah moderen, kalung seperti itu mungkin sudah ribuan di dunia ini gumam Alex kemudian


__ADS_2