
Sebelum Jeje menjawab, pelayan teriak teriak dari belakang
"tuan tuan tuan nyonya itu nyonya viona pingsan " ucap pelayan tersebut membuat semua orang berlari kebelakang.
"sayang sayang, kamu kenapa?" ucap Frans mengangkat viona ke kamar nya
"cepat hubungi dokter " ucap Handi kepada kepala pelayan
.
.
.
"kau mau apa?" ucap frans kepada dokter yang akan memeriksa viona
"saya mau periksa tuan?"
"memang harus menyentuh nya? "
"Frans diam lah, bagaimana memeriksa Pasian jika tak di Sentuh" tutur pak Handi menggeleng kepala nya
"baiklah, tapi jangan kau pegang baju nya, "
"bagaimana cara periksa tuan? jika tidak membuka sedikit baju istri anda?" tanya dokter akan menyingkap sedikit baju dekat perut viona
"Frans, diam lah biar kan dokter melakukan tugas nya " ucap mama Anggita
"tapi ma..."
"ya Ampun, ayok kita keluar semuanya, jika tidak bocah ini akan bicara terus " ucap kakek Handoko menarik tangan frans keluar dari kamar
setelah beberapa menit , dokter keluarga Prayoga keluar dari kamar tempat viona di periksa
"bagaimana dengan istri saya dokter " ucap frans berdiri dari tempat duduk nya
" itu biasa tuan bagi per....."
"biasa kau bilang? istri saya pingsan tiba tiba di bilang biasa? apa kau tahu sebelum dia pingsan , bahkan dia mual mual karena mencium bau nya saya ?" ucap Frans memotong pembicaraan dokter tersebut
"Frans lepaskan tangan mu dari baju nya dokter Tio" hardik kakek Handoko kepada frans yang menarik kra baju nya dokter tersebut
"lebih baik kau diam dulu , dengarkan apa yang akan di ucapkan nya " tutur pak Handi
"baiklah , maaf " timpal Frans kemudian, melihat itu semua orang yang ada disana hanya geleng-geleng kepala
"hal seperti itu biasa terjadi untuk wanita hamil tuan" ucap dokter Tio tanpa Jeda karena takut di potong kembali oleh Frans
"hamil, istri ku benaran hamil dokter, wah wah wah terima kasih dokter" ucap frans memeluk dokter tersebut ,
"tadi saja kau mau membunuh ku , sekarang kau malah memeluk ku " ucap dokter tersebut , dokter Tio adalah dokter muda yang menggantikan ayah nya sebagai dokter pribadi keluarga Prayoga, bahkan Tio termasuk teman terdekat Frans
"kau ...."
__ADS_1
"apa? tadi aku sopan sebagai dokter, tapi sekarang aku sudah selesai menjalankan tugas ku, dan sekarang aku sebagai Tio " jawab dokter tersebut memotong pembicaraan frans
"ya kau memang benar, terimakasih bro "
"sama sama, selamat calon ayah " ucap tio sekali lagi memeluk Frans
"ma, pa, kek, tante , Frans akan menjadi ayah " tutur Frans bahagia
" aku akan menjadi kakek " ucap Handi bahagia dengan berlinang air mata
"dan aku nenek muda " ucap Jelika senyum
"teserah kalian mau apa, yang terpenting aku akan menjadi eyang kakung hahahha" ucap Handoko bahagia
"sayang " ucap Frans menghampiri viona yang sudah sadar
"mas, menjauh lah aku ngak mau dekat dekat kamu , bau " ucap viona mengusir frans , mendengar itu Frans sedikit kesal dan kecewa , dan semua orang yang menyaksikan mereka hanya tertawa geleng geleng.
"kau apa kan istri ku? hingga dia tidak mau lagi dekat dekat dengan aku suami nya?" tanya frans kepada tio
"Ya begitulah orang hamil, ini belum apa apa selamat menjalani selama 9 bulan kedepannya bro " jawab Tio dengan senyum " Tante om, kakek semuanya , Tio undur diri dulu ya, lama lama disini ,bisa bisa Tio hanya pulang nama " sambung tio pamit undur diri
"baiklah nak, hati hati " jawab Anggita
"hei tuan muda kau tak perlu kwatir, anggap saja ini semua pembalasan saat kau berada di kandungan mama mu " ucap Handi melirik frans, mendengar itu Jeje dan lainnya hanya tertawa
"maksud nya pa?" tanya Frans bingung, sedangkan viona hanya diam mendengarkan
"itu sangat menyiksa , selamat merasakan frans" jawab Handi tersenyum
"sayang, kamu ngak benci aku kan? cuma ngak suka bau badan aku doang kan? " tanya Frans kwatir
"untuk saat ini masih bau, untuk kedepannya kita lihat saja nanti , rada rada kesal ada sih " jawab viona santai membuat orang tertawa
" viona sayang, mulai sekarang kamu harus jaga makan , jaga kesehatan ya nak, karena disini sudah ada baby mungil " tutur Anggita
"iya ma"
"ya udah sayang, ayok pulang ke rumah kita " ajak Frans
"pulang?" ucap Anggita
"tidak mama tidak setuju, viona akan tinggal disini sampai dia melahirkan , lagi pula siapa yang akan merawat menantu ku jika kalian pulang ke rumah kalian"
"sampai 9 bulan? tanggung kenapa ngak 9 tahun aja ma " jawab frans kesal
"ide yang bagus juga , mama setuju " Jawab mama Anggita pura pura tidak tahu anak nya lagi kesal
Viona hanya diam, karena meskipun ia tidak menyukai bau suami nya Frans, tetap saja ia ingin pulang ke rumah nya, ingin Frans yang mengurusi nya .
"ma "
"tidak ada ma ma frans, sekarang istrahat la sayang " ucap mama Anggita " dan Frans cepat turun makan malam , kau belum makan kan?" sambung mama Anggita
__ADS_1
.
.
.
Tiara menceritakan semua kejadian tadi malam kepada Dion . Kekhawatiran nya kepada viona Karena orang yang mengikuti mereka tadi siang.
"mungkin kebetulan sayang, tidak usah kwatir berlebihan , toh pak frans akan selalu mengawasi viona " jawab Dion memenangkan Tiara
"ini bukan kebetulan mas, aku yakin itu"
"baiklah besok mas akan bicara mengenai ini dengan pak Frans, dan tentunya pak frans akan lebih waspada " ucap Dion
"hmm makasih ya mas, sudah banyak yang di lalui viona , aku ngak mau dia mengalami hal yang buruk lagi, mas bahkan juga tahu semenjak ayah nya meninggal , tidak ada lagi senyum di bibir nya , dan sekarang setelah takdir baik nya datang, viona kembali ceriah dan tersenyum, dan aku ngak mau senyum itu kembali hilang" tutur Tiara
"viona sangat beruntung mempunyai sahabat seperti kamu sayang" jawab Dion memeluk istrinya
"dan aku beruntung bisa menjadi sahabat orang sebaik viona mas" jawab Tiara
.
.
.
"sayang " ucap frans yang mau berbicara sama viona dengan jarak dua meter
"iya " jawab viona sedih
"sayang kenapa sedih? apa bau mas masih tercium? apa mas tambah jarak lagi ?"
"ngak mas, vio mau di peluk ?" ucap viona mencibir
"mau di peluk mas?" jawab frans girang
"bukan " jawab viona mewek
" terus mau di peluk siapa?" Frans sedikit kesal
"itu yang badan nya besar , lembut dan wangi " Jawaban viona semakin membuat frans geram
"siapa dia sayang?, mas ingin bertemu dengan nya "
"aku juga mas, sekarang jemput lah dia ke rumah kita"
"memang siapa yang ada di rumah kita? siapa yang bersembunyi di rumah kita?"
"hmm mana pernah boneka beruang itu sembunyi"
"boneka?"
"iya boneka beruang yang mas berikan pada viona, boneka yang besar kemarin, jemput lah dia, viona rindu " hekhekhek viona merengek-rengek membuat frans bingung...
__ADS_1