Takdir Seorang Gadis Desa

Takdir Seorang Gadis Desa
Bab 99


__ADS_3

" Tapi mah ...."


"tidak ada tapi tapi an, kami lalai dan teledor Frans , jika terlambat beberapa menit saja mungkin viona tidak lagi ada bersama kita sekarang " ucap Anggita


" Frans Frans kau sedari kandungan selalu membuat papa mu ini susah nak " ucap Handi memukul bahu anak nya


"aku?"


"ya , apa kamu tidak tahu jika mama mu telah memberi perintah seperti itu, tentu tidur pun dia akan bersama dengan istri mu" ucap Handi melepaskan nafas nya


"papah " ucap Anggita melirik ayah mertua nya


"ma, ini bukan salah mas Frans ma, hmmm mama jangan marah ke mas Frans ya " ucap viona senyum ke mama nya


"seperti nya bumil juga takut jauh dari suami nya mbak " tutur jeni tertawa , mendengar itu semua orang yang berada di sana hanya tersenyum


"sayang ini kalung nya" ucap Frans sambil memakai kan kalung tersebut ke leher jenjang nya viona


"makasih ya mas, aku kira mas tidak akan menemukan kalung dan tulisan itu "


" mas akan melakukan apa pun untuk menemukan mu sayang, mas mintak maaf karena lalai menjaga mu dan anak kita " ucap frans mengelus perut istri nya


" makasih mas , aku tidak menyangka jika kak Ronal bisa melakukan semua itu, dia seperti bukan dirinya sendiri mas " Viona masih mengingat kata kata yang keluar dari mulut lelaki yang menculik nya


"itulah sayang, seseorang jika sudah terobsesi dan tidak bisa mengendalikan dirinya maka ia akan nekat melakukan apa saja demi memenuhi keinginan nya " ucap frans


"aku ngak mau tahu mas, pokok nya sekarang aku mau pulang kampung titikkkkkkk" huekkk huekkk huekkk itulah viona sedari bangun tidur, entah kenapa ia nangis sejadi jadinya hanya karena ingin pulang ke kampung halaman nya.


"ia sayang ia, tapi tunggu satu dua hari lagi ya, kita ngak bisa dadakan pulang kampung sayang, mana lagi mas ngak tahu gimana sekarang kondisi rumah sayang di kampung" ucap Frans kwatir jika rumah viona nantinya tidak nyaman lagi di tinggali lantaran sudah di tinggal berapa bulan terakhir


"maksud mas ? rumah ku jelek gitu? kan aku ngak mintak mas ikut , ya sudah aku saja yang pulang kampung " uhuuueekk uhueekk viona tetap menangis


" bukan itu maksud mas sayang ..."


"terus maksud mas apa? jika bukan itu? " hikkhikkhik huuekkk nangis viona makin kencang


"oke oke baiklah, kita akan pulang kampung tapi stop dulu nangis nya sayang " ucap Frans mencoba menenangkan viona


"beneran?"

__ADS_1


"iya sayang iya , sekarang sayang mandi dulu ya "


"oke deh mas " ucap viona tersenyum bahagia tanpa ada bekas sedih di wajah nya


" hallo Vayo, aku ada tugas penting untuk mu ". Frans menelfon asisten setelah viona pergi mandi


"......"


"aku akan ke kampung istri ku sekarang, kau pergi lah dahulu dengan membawa beberapa orang untuk hal hal yang perlu kau kerjakan akan ku tulis melalui pesan " ucap Frans mengakhiri panggilan telefon dengan Vayo


"hati hati di jalan ya sayang, sebenarnya mama kwatir tapi kasihan nanti cucu mama jika keinginan nya tidak terpenuhi " ucap Anggita melepas viona dan Frans


"hmmmm maaf ya ma, viona banyak mau nya " ucap viona merasa bersalah


"hmmm no sayang, itu biasa , hati hati di jalan oke, ngak boleh kecapean dan satu lagi jangan lama lama ya sayang di kampung nya"


"oke mama, viona janji hanya berapa hari di kampung dan langsung pulang ke sini " jawab viona meyakinkan mama mertua nya


"Frans jaga viona dan cucu mama , awas saja jika kejadian kemarin terulang lagi, mama tidak akan memaafkan kamu Frans " ancam Anggita kepada Frans


"siap bos " jawab Frans sambil tersenyum


"sayang, pak frans dan viona pulang kampung " ucap Dion kepada Tiara


"iya mas, viona juga ngabari aku, kita entah kapan lagi menginjak kan kaki lagi di tanah kelahiran kita itu mas " ucap Tiara sedih


"sabar sayang, semua ada waktunya , mungkin kita bisa mintak tolong viona sayang, kirim sedikit rejeki untuk ibu di kampung " ucap Dion kepada istri nya tersebut


"baik mas, nanti akan ku hubungi viona dan transfer ke rekening nya " ucap Tiara senang


" kemarin saat mbak Wanda kesini untuk bertemu Alea, seperti ada yang berbeda mas " ucap Wulan mengingat Wanda yang kemarin siang datang ke rumah nya


"mungkin dia sudah sadar sayang, makanya sifat nya sudah jauh berbeda " jawab roy sambil sarapan


"bukan itu mas, mbak Wanda seperti menyembunyikan sesuatu kepada kita, dan ya apa mbak Wanda sakit ya karena ...."


" mungkin karena kelelahan aja sayang, dia kan sibuk , oke jangan banyak pikiran dong sayang, ayo sarapan "


"iya mas, tapi Alea kok belum turun turun ya " tanya Wulan

__ADS_1


"sayang, Aleaaaaa " teriak Wulan dari bawah


"iyaaa buuu" jawab alea tergesa gesa dari atas


" hmm ayo sarapan, nanti telat Lo" ucap Wulan


"oke Bu" ucap alea duduk di samping Wulan


" bagaimana Jeni je" tanya Anggita kepada Jelika yang barusan pulang dari rumah sakit


" sudah banyak perkembangan sih mbak, dan dokter nya bilang berkemungkinan Minggu depan sudah bisa pulang " jawab Jelika senang


"syukur lah je, mbak bahagia mendengar berita tersebut "


"makasih mbak " ucap Jelika


"kamu kenapa je? apa ada yang kamu pikir kan? coba cerita ke mbak, ada apa?" Anggita seperti tahu jika Jelika sedang memikirkan sesuatu


"Ervan mbak "


" kenapa dengan Ervan je?"


" kita melupakan pendapat nya mbak, bagaimana jika nanti setelah ia tiba di Indonesia , Ervan malah marah mbak " ucap Jelika ketakutan


"bahkan semua kejadian ini, Ervan tidak tahu mbak " sambung Jelika


" siapa bilang Ervan tidak tahu semuanya , dia cucu ku, tidak ada yang tidak dia ketahui " ucap Handoko tiba tiba


"maksud ayah?"


"Ervan , sekarang bukan lah anak manja seperti dulu lagi, dia bukan anak cengeng lagi, sekarang dia jauh berbeda , jangan kan tentang jeni bahkan penculikan Viona dia tahu segalanya "


"dari mana ia tahu semuanya yah?"


"bukankah sudah ku katakan jika dia cucu ku? dia juga punya orang orang di samping nya ,tak sampai di situ bahkan dia juga mengkonfirmasi langsung ke pada ku " ucap Handoko tersebut dan berlalu pergi


"itu artinya Ervan sudah mengetahui semua nya je, kamu tidak perlu kwatir lagi mengenai itu "


"jika begitu kenapa Ervan tak pernah membicarakan itu ke pada ku mbak?" tanya Jelika bingung

__ADS_1


"karena sepertinya dia langsung berkomunikasi dengan kakek nya dan mas nya Frans sayang " timpal Def yang baru sampai . Sekarang hubungan Def dan Jelika sudah sama seperti pertama kali menikah penuh dengan cinta dan keharmonisan . Kepergian lani tidak hanya meninggalkan malaikat kecil yang membawa kebahagiaan tetapi juga membawa kehidupan Def dan Jelika penuh warna lagi.


__ADS_2