
" Biarkan Alea berbahagia dengan hidupny yang sekarang, saya tidak mau mengganggu mereka dengan penyakit ini " ucap Wanda kepada dokter andi
"mam, kenapa mommy selalu egois dari dulu, kenapa tidak pernah merasakan apa yang alea rasakan, kenapa mam kenapa mommy tidak pernah bertanya apa yang alea mau, dan yang menyakitkan adalah kenapa mommy menyembunyikan semua ini dari Alea, kenapa mommy " terisak-isak alea berbicara di depan pintu ruangan inap Wanda
"Alea "
"apa mommy pernah tahu, bahwa Alea sangat rindu akan mommy, apa mommy tahu alea sangat menyayangi mommy, mengapa mam, kenapa mommy menghukum ku" ucap alea memeluk Wanda dengan tangis begitupun Wanda memeluk erat anak nya dengan tiada kata yang berhasil lolos dari bibir Wanda yang pucat
"anak ku, maafkan mommy , mommy Hanya tidak mau membuat alea sedih "
"tapi dengan begini , alea lebih menyedihkan mommy, alea ingin merawat mommy hingga mommy sembuh "
"itu tidak mungkin lagi nak, semua nya sudah terlambat .."
"ngak mommy, mommy ngak boleh bicara seperti itu, mommy pasti sehat, aku ngak mau kehilangan mommy "
"ah anak ku sayang mommy mencintai mu tapi kita tidak bisa melawan takdir nak "
"mbak, kita bukan tuhan yang bisa menentukan takdir mati dan hidup. Aku tahu mbak wanita kuat dan tegar , kami yakin mbak bisa melewati ujian ini hingga sembuh nanti " ucap Wulan berada di samping Alea
" saya tahu Wulan, tapi harapan itu sangat tipis "
"tipis tapi ada kan mbak? ayok lah berjuang demi alea mbak "
mendengar itu Wanda tersenyum " paling ngak jika nanti saya sudah tiada, saya tidak kwatir lagi karena sudah ada ibu yang menjaga dan merawat Alea dengan baik, Alea beruntung punya kamu Wulan"
"mbak, seorang ibu kandung tidak bisa di gantikan mbak, mbak pun tahu itu, meskipun saya selalu ada untuk Alea , dia juga membutuhkan ibu yang melahirkan nya mbak "
"mari kita lihat nanti saja, saya akan berjuang hingga akhir jika itu yang kalian inginkan "
"saya tahu kamu bisa Wanda , saya kenal kamu ,kamu wanita yang kuat "
"terimakasih mas, terimakasih untuk semuanya" jawab Wanda kepada roy mantan suami nya
__ADS_1
.
.
.
tok tok tok
"assalamualaikum "
"Waalaikumsalam " sahut dari dalam sambil membuka pintu
"Viona "
"Tante "
"ayok masuk" ajak Tante Desi sambil mempersilakan masuk
" terimakasih ya nak, telah mau mampir kesini dengan apa yang sudah kami lakukan "
"oo iya Vi, hati hati di jalan ya "
" aaaaaaa huuuaaaaa huaaaaaa" belum sempat viona menjawab , teriakan dan tangisan terdengar dari dalam kamar
"Sesil " ucap Tante Desi sambil berdiri , dan di ikuti oleh viona
betapa terkejutnya viona melihat kondisi sesil sekarang, kurus seperti tidak teruurus meskipun Tante Desi mengurusinya. Rambut nya yang acak acak kan dan perut yang membuncit karena sepertinya sebentar lagi sesil mau melahirkan . Di tambah lagi viona sedikit shock melihat kaki yang terikat
"Tante ini apa? kenapa Tante mengikat kaki sesil"
"apa lagi yang bisa Tante lakukan nak, di saat semuanya sibuk, dan Tante harus ke kebun dan ke sawah, Tante terpaksa mengikat kaki sesil supaya ia tak kabur dan berbuat macam macam "
"tapi hal semacam ini tidak lah manusiawi Tante " mendengar hal tersebut Frans tertarik untuk melihat nya
__ADS_1
" Sesil harus mendapatkan perawatan insentif Tante , bukan seperti ini apa lagi ia dalam keadaan hamil tua " ucap viona
"sudah nak , sudah Tante sudah tidak mempunyai biaya lagi untuk itu, sawah dah kebun sudah Tante jual untuk biaya berobat nya sesil dan biaya berobat nya oom mun, hanya tinggal sekeping sawah dan kebun kecil untuk kami bergantung hidup dan tidak mungkin Tante jual lagi nak, apa lagi semenjak oom mu meninggal Tante tidak punya pemasukan lain selain bertani " jawab Desi dengan sedih
"Sesil, apa kamu ingat saya?" ucap viona dari depan dekat pintu karena di larang Tante Desi mendekat, kwatir sesil akan mengamuk dan menyakiti viona
" kamu viona? anak pelacur hahahha hahhaha hahahhahaha " sesil terdiam dan setelah nya menangis " tapi sekarang aku juga lagi mengandung tapi bapak nya ngak mau tanggung jawab hahahhahaa berarti nanti anak ku lahir juga akan di bilang anak pelacur kan ehh ehhh bukan bukan bukan tapi anak haram hahahahha karena dilahirkan di luar pernikahan hkkkhikkkhikkk " sesil menangis histeris
" Sesil apa pun yang sudah terjadi pada mu sekarang, coba lah untuk berdamai dengan keadaan mu sekarang sesil, terima dan perbaiki semuanya, aku tahu kamu bisa " jawab viona tegas memandang mata sesil , Sesil hanya diam tidak menjawab
"sayang, seperti nya kita harus pulang karena hampir malam " ajak Frans kepada viona
"Tante , viona pulang dulu ya, Tante harus sabar dan kuat ya dan ini no hp viona kalau ada apa apa cepat kabari viona ya Tante, dan ya ini ada sedikit rejeki untuk Tante dan sesil" ucap viona memberi amplop kepada Desi
"tidak usah nak, kamu dan suami mu berkunjung kesini saja Tante udah senang, Tante ngak bisa menerima ini" ucap Desi menyodorkan amplop tersebut , namun viona menolak dan memaksa Desi menerima amplop tersebut
.
.
.
" Jeni , andai Kaka mu Ervan ada disini kita pasti lebih bahagia ya nak " ucap Jelika mengobrol dengan jeni
" sabar Je, ada waktunya Ervan akan kembali ke pada kita " jawab Def kepada istrinya
"iya mas" ucap Jelika tersenyum
"jika kamu kesepian, kita bisa pindah lagi bersama mbak Anggita " ucap Def menawarkan istri nya, Karena memang semenjak Jeni keluar dari rumah sakit ,Jelika memutuskan untuk pindah ke rumah mereka sendiri . Meskipun Handoko cukup berat tapi demi menghargai keputusan jelika dan Def , Handoko mengizinkan mereka pindah
" sesekali kita akan menginap ya mas, mungkin besok kita akan kesana mas, karena kan viona akan kembali ke kota , aku rindu viona mas " jawab Jelika
"oke Sayang, sekarang ayok kita makan karena mas sudah lapar sebelum Jeni bangun " ajak Def kepada istri nya
__ADS_1
"oke mas "
"