
Sudah larut malam, tapi viona belum juga bisa memejamkan mata nya, bolak balik bolak balik itu lah yang ia lakukan semenjak Frans pergi .
"kenapa dia tak menghubungi ku ya, apa tuan singa itu sudah sampai?" tanya viona pada dirinya sendiri
"kenapa mata ini tak mau terpejam? kenapa perkataannya benar? aku tidak bisa tidur tanpa nya di samping ku, " ucap viona memukul jidatnya sendiri
"andai Tante je ada disini pasti aku akan ajak dia ngobrol di tengah malam, tapi tante je kan lagi di kediaman nya sendiri " sambung viona , sambil mengambil handphone dan membuka galeri photo .
"Tiara , apa kabar kamu? bahkan kita tak berjumpa setelah hari kelulusan itu, apa kamu sekarang sudah melanjutkan sekolah mu Tiara? " ucap nya sambil melihat foto ny berdua dengan sahabat nya Tiara.
"bagaimana hubungan mu dengan bang Dion Ti? apa kalian sudah sering bertemu? apa kah Tiara sudah memiliki ponsel ? " ucap viona sendiri , karena viona ingat terakhir handphonenya Tiara rusak hingga tak bisa pakai kembali.
"bahkan kau pernah berbalas pesan melalui ponsel ku ya ti" ucap viona sambil membaca chattingan Tiara bersama Dion , kekasih nya tiara yang kebetulan Kaka kelas mereka di semasa SMA.
Ting pesan masuk ke handphone milik Viona
✉️ "kenapa kau masih online? , kau lagi berbalas pesan dengan siapa?, awas saja jika kau macam macam di saat aku tidak ada di samping mu " pesan dari tuan singa
"rupanya kau ingat aku juga ya tuan?, aku balas apa ya? ngak mungkin dong aku jujur mata ku ngak mau tidur nanti bisa bisa dia besar kepala" ucap viona setelah membaca pesan dari Frans
✉️ " tadi nya aku akan menghubungi mu, sudah sampai atau belum " Ting terkirim dan terbaca
"owalahh kenapa aku balas nya gini an ya , besar kepala ini tuan singa " ucap viona menyesali apa yang ia tulis
✉️ " aku sudah sampai berapa menit yang lalu, sekarang tidur lah , jangan siksa diri mu karena merindukan ku " pesan dari Frans
✉️ " kenapa tingkat percaya diri mu sangat tinggi sekali?"
✉️ " karena itulah kenyataannya nya " pesan Frans
Viona akan membalas pesan Frans, namun tiba tiba panggilan Vidio dari Frans di handphonenya nya
"kenapa dia video call? kenapa aku gerogi ya? kok deg deg " ucap viona sebelum menjawab Vidio call dari Frans
"kenapa kau Vidio call tuan?"
"karena sebelum aku Vidio call kau tidak akan tidur istri remaja ku " ucap Frans sambil tiduran di ranjang hotel
"kau sendiri an? vayo dan Alex kemana?"
"kenapa kau mencari mereka ha' " tanya Frans tak suka
"aku cuma bertanya , bukanya kalian berangkat bertiga? "
"terus harus tidur ber tiga gitu?"
"ngak juga sih " jawab viona cengar cengir
"tidur lah, aku akan menemanimu hingga tertidur?"
"ha' seperti orang pacaran dong?"
__ADS_1
"maksud mu? kau pernah melakukan seperti ini dengan pacar mu dulu?"
"hahahaha" viona tertawa
"kenapa kau tertawa, saya bertanya dengan serius"
"bagaimana caranya saya memikirkan pacaran? hidup saya saja tidak terfikir kan tuan " ucap viona, namun tidak di gubris oleh Frans
"kenapa dengan ekspresi kau?"
"tidak apa, tidur lah "
"baiklah " ucap viona sambil menyandarkan handphone nya di samping lampu di atas meja hingga Frans dan dia masih melihat satu sama lain
"apa kau berbohong pada ku" tanya Frans kembali
"berbohong tentang apa?'
"tentang kau tidak pernah pacaran "
"aku tidak berbohong lagian lelaki mana yang menyukai ku tuan? kau kan tahu sendiri bagaimana kisah ku? tak ada seorang orang tua mana pun yang mau anak nya bergaul dengan ku apa lagi berpacaran " ucap viona mengingat masa masa sulit di kampung
"lalu dari mana kau tahu kebiasaan orang pacaran "
"Dari sahabat ku satu satu nya , namanya Tiara "
"Tiara ?" tanya Frans
"aaaaasiiimmmm ,haasimm , hasiimm" omongan viona terpotong karena bersin dari Frans
"bersin kau sangat lucu hahahahha ekspresi nya apa lagi" viona menertawakan Frans
"diam lah, dan pejamkan mata mu, saya ke toilet sebentar, selamat malam" ucap Frans sebelum ke toilet
"baiklah "
satu menit dua menit Frans belum juga tampak di layar ponsel viona itu artinya dia belum keluar dari toilet hingga viona tertidur lelap
"ternyata dia sudah tertidur " ucap Frans kembali dari toilet
"aku tahu jika kau tak bisa tidur sebelum melihat ku sama seperti ku, tapi entah kenapa masih ada yang mengganjal di hati ku , aku harus menclearkan semua ganjalan ini sepulang dari sini " ucap Frans melihat viona tertidur hingga Frans pun tanpa sadar juga sudah tertidur pulas.
.
.
.
" Alea ini nenek rani, mama nya ibu" ucap Roy mengenal kan buk Rani dan Fandi
"dan ini Fandi adik nya ibu " sambung Roy
__ADS_1
"hallo nek, hai bang Fandi " sapa alea rama
"hallo sayang , kamu sangat cantik " puji buk rani
"terimakasih nek" jawab alea sopan
"baiklah Daddy ada sedikit pekerjaan dan harus pergi sekarang " ucap Roy pamit
"oke dad"
" ibu mana nek?" tanya alea, yang mengagetkan buk Rani
" ibu?"
"iya ibu Wulan " jawab alea santai
"kau tidak marah dan benci kepada ibu Wulan nak?"
"untuk apa aku benci Bu? Daddy sudah lama menderita , semenjak ada ibu Wulan Daddy telah mendapatkan kembali kebahagiaan nya " jawab alea seperti orang dewasa saja
"Alea, sudah lama sampai kah?" ucap Wulan dari belakang , rutinitas semenjak hamil mual dan muntah di pagi hari
" hai Bu, apa kabar mu, apa adik ku sehat?x
"ibu sehat sayang, adik mu sehat "
"sudah ngobrol nya ayok sarapan dulu " ucap Bu Rani
"sayang apa mommy mu tahu , alea kesini?"
alea menggeleng kan kepala nya " seperti nya tidak mommy , palingan sebentar lagi juga hubungi aku , karena laporan orang orang rumah" jawab alea santai
"its oke, sekarang alea bersama ibu , nenek Daddy dulu disini oke"
"iya Bu, makasih bu" mendengar itu Wulan hanya tersenyum dan mengangguk .
.
.
.
matahari yang menembus gorden di kamar tidur , membuat mata viona silau dan terbangun dadi tidurnya .
"mmmm" viona mengeliat dan melihat di sekitarnya
"sudah siang, aku telat bangun" jawab nya melihat handphone ternyata ada pesan dari Frans
✉️ " selamat pagi ratu ngorok, jangan lupa sarapan, saya buru buru meeting , ingat jangan kemana mana , oke "
Viona tersenyum membaca pesan dari Frans, tapi tidak membalas pesan dari Frans karena takut mengganggu Frans meeting.
__ADS_1
"begini kah rasa nya jatuh cinta? aku jatuh cinta kepada seseorang yang dingin, kasar , cuek jutek , tapi hatinya baik dan lembut dan penuh dengan cinta , tuan Frans cepat lah kembali " ucap viona tersenyum sendiri di atas ranjang