
Sekarang Wulan sudah berada di depan pintu rumah tuan muda Frans.
Tok tok tok
Assalamu'alaikum
Assalamualaikum
"waalaikumsalam " jawab bi odah bukak pintu,
"maaf buk, mbak nya viona gadis yang.." obrolan wulan terpotong
"oooh teman nona viona, ayok masuk neng" ucap buk Odah
"mbakkkkk" panggil histeris viona seketika melihat Wulan datang, ia menangis di pelukan Wulan
"hush hush udah vi, semuanya akan baik baik saja, jangan menangis ,ini belum seberapa Vi, ayok kuat dan semangat" ucap Wulan menghibur, mendengar itu viona hanya tertunduk sedih
"hei apa udah drama nya? saya masih punya banyak urusan, jangan akting di rumah saya" ucap Frans ketus, seketika Wulan melihat ke sumber suara, matanya membelalak sempurna, yang ia bayangkan semalaman yang ia pikir tidak mungkin , sekarang benar benar terjadi di depan matanya
" ha' tuan Frans? Frans Prayoga aditya o.m. hallo ini ngak mimpi kan ? vio kamu diselamatkan sama pengusaha no 1 di kota ini di kepulauan ini Vi , ya Allah" ucap viona menepuk nepuk pipi nya
" ternyata kedua kedua nya sakit sama " Frans berlalu di hadapan mereka
" ehhh kalian ngak mau pergi dari rumah saya" sambung Frans sebelum melewatinya pintu
"iiii ya pak, " ucap viona terpotong
"dari kapan saya jadi bapak kamu yang kedua kali nya ha' " tuan Frans jutek
"maaf mas tuan muda, terimakasih untuk semua bantuan nya, maaf merepotkan " jawab viona mengucapkan terimakasih
" hmmm cukup sekali kamu menabrak mobil saya, dan cukup kali ini kamu merepotkan saya , sekarang silakan pergi " ucap nya berlalu
"ganteng tampan kaya raya kok ngak ada hati dan etika sih vi, kasar lagi pantasan ngak laku laku " gumam Wulan tapi masih terdengar oleh viona
"hussssh mbak, ayok kita pergi ,vio harus ke kampung sekarang " ucap viona
"viooooo untuk apa kamu pulang kampung??? percuma kamu di kampung vio, kamu tetap akan di cari dan di kejar oleh si betina itu, dan ia tetap akan menjadi kan kamu perempuan pe..." sebelum Wulan menyelesaikan pembicaraan ,tetiba bunyi Tit tit tiiiittttttttt mereka di kejutkan dengan klakson mobil tuan Frans
"ayok" ucap Wulan,
__ADS_1
"mungkin tuan Frans akan menumpangi kita " ucap nya senang kepada viona
"buk Odah tutup pintu nya jangan lupa kunci ya, ehh kalian silakan pergi " ucap nya menancap gas meninggal kan viona dan Wulan
"belagu amat sih itu orang kaya, hmmmm memang bagus tak ada wanita yang mau pada nya judes jutek sih " Wulan kesal atas perlakuan Frans
"mbak husss ngak boleh ngomong gitu, gimana pun ia udah bantu vio mbak" ucap viona mengingatkan kebaikan tuan Frans
"hmmm oke deh vi, tapi benaran Lo Vi gosip nya kalau ia tak menikah hingga akhir bulan ini, semuanya harta warisan nya jatuh ke tangan saudara yang lain nya Lo, hihihi itu ketentuan dari kakek nya , gosippp hehehe" si Wulan tukang gosip
"udah lah mbak, jadi vio harus kemana sekarang mbak kalau ngak ke kampung, adik adik vio gimana? " ucap nya sedih
"mbak ada solusi nya, ayok cap cus naik taxi aja" ucap Wulan menarik tangan viona , viona hanya menurut karena memang ia tak tahu harus apa , kemana ia akan pergi ia tak tahu.
Berapa menit kemudian, di sebuah restoran hotel tertutup.
"mbak kita ngapaen kesini? vio takut" ucap viona, seperti nya ia masih trauma atas kejadian tadi malam
" vio santai rilex tenang, ada mbak oke, kita akan bertemu sama teman mbak di restoran hotel ini , mencari solusi masalah yang sedang kamu hadapi " ucap Wulan panjang lebar
" makasih ya mbak, udah bantu vio sejauh ini , vio ngak tahu harus balas dengan apa mbak " ucap vio terharu
"mbak bahagia bisa membantu kamu vio, karena mbak dan ibu kamu, kami ngak mau kamu terjebak di dunia yang sama dengan kami " ucap Wulan mengingat Shinta
" tenang vio, mbak Shinta bahagia karena kamu bisa lepas dari buaya darat semalam dan dari tangan mami Tina ".ucap Wulan sambil menepuk bahu viona
" iya mbak " jawab viona
" ayok vi " ajak Wulan untuk masuk ke dalam hotel untuk menemui Om Roy
Setiba nya di restoran, sudah tampak Om Roy melambai kan tangan ke arah Wulan. melihat itu Wulan tersenyum
Om Roy telah di temanin oleh seseorang yang memunggungi Wulan dan viona.
"hallo om" Wulan menyapa
"hallo cantik " ucap om Roy tanpa malu malu cipika cipiki dengan Wulan
sedangkan viona hanya diam seperti patung, ia tak tahu harus bilang apa
"vio, ini om Roy teman mbak " ucap Wulan memperkenalkan , lalu viona bersalaman hormat kepada om Roy
__ADS_1
"anak sopan dan santun " puji om Roy kepada viona , mendengar itu vio hanya senyum
"oo iya kenal kan ini rekan kerja om tuan mu .." ucapan Om Roy terpotong
" apa kalian tidak bisa datang tepat pada waktunya, apa kebiasaan kalian tak bisa menghargai waktu " ucap lelaki tersebut berdiri dan berbalik ke arah Wulan dan viona
" tu tu an " ucap Wulan dan viona kaget ternyata teman nya om Roy adalah tuan muda Frans Aditya
"jadi tuan sudah tahu mau ketemu kami " tanya viona tanpa sadar mengucapkan itu , lalu ia menutup mulut nya karena merasa kecoplosan
" bukan urusan mu , cepat duduk dan bicarakan" ucap frans segara duduk
bicarakan apa ya yang di maksud tuan muda sombong ini ucap viona dalam hati
wawww amazing Vi, sungguh takdir Allah siapa yang tahu, semoga dengan pertemuan ini bisa mengubah nasib mu ya vi, aku rela berkorban demi kamu vi, aku siap menikah dengan Om Roy yang penting kamu bahagia, mungkin dengan ini aku bisa membalas sedikit kebaikan mbak Shinta dulu bathin Wulan dengan mata yang sendu jika ia mengingatkan masa lampau
maafkan saya mbak, maaf kan mbak Vi, semuanya gara gara mbak sambung Wulan dalam hati
" oke pak Roy disilakan di mulai karena saya akan menghadiri rapat penting " ucap tuan Frans kepada Om Roy
"baik tuan muda" ucap Roy angguk
sekaya Om Roy aja, menganggukkan kepala di depan nya. bathin Wulan
"Wulan kamu pasti sudah tahu siapa tuan muda, tidak perlu saya jelas kan , dan tugas kamu menjelas kan siapa tuan Frans kepada viona " ucap om Roy kepada Wulan
"tentu om " ucap Wulan senyum
"ahh kamu menggoda sekali ketika tersenyum " Roy lupa jika di meja yang sama ada orang lain selain dia dan Wulan
"pak Roy" tegur tuan Frans
"ehh maaf tuan, jadi tuan muda Frans membutuhkan seorang istri " cetus Roy, sedikit membuat mata Wulan membulat tapi tidak dengan viona
butuh istri kok bilang ke kita sih pak, aduhhh mbak ngapaen kita kesini sih, katanya mau menyelesaikan masalah vio, ini malah dengar curhatan orang mau nikah tapi tak ada calon viona dalam hati
" jadi inti nya saya akan menikah secara sah baik secara agama dan hukum tetapi kita cuma nikah kontrak " ucap tuan muda menunjuk dan melihat viona
" lah bapak kok nunjuk saya, lihat saya, ke mbak Wulan ya maksud nya hehehe" viona tertawa
"wulan milik saya , kamu milik tuan muda" jawab Roy santai
__ADS_1
"jadi saya " viona spontan berdiri dan menunjukkan diri nya , semua yang berada di meja tersebut mengangguk tanda mengiyakan.
Viona jatuh terduduk di atas lantai...