Takdir Seorang Gadis Desa

Takdir Seorang Gadis Desa
Bab 97


__ADS_3

" Tidak ada jalan keluar selain turun dari jendela ini, tapi bagaimana caranya aku bisa turun? lumayan tinggi dan aku tidak mau terjadi apa apa kepada bayi yang ku kandung " ucap viona sambil membuka gorden kamar yang ia tempati sekarang


.


.


.


"kalian sangat lamban, ini sudah terlalu lama bagaimana jika terjadi sesuatu pada menantu dan janin dalam kandungan nya " ucap Anggita memarahi Anggota nya


"kami sudah menemukan titik keberadaan nya bos, beberapa di antara orang kita sudah menuju kesana , termasuk anggota kepolisian "


"cepatlah bertindak sebelum orang tersebut melakukan sesuatu hal yang tidak bisa kita kendalikan lagi, karena setahu saya dia mempunyai akses yang luas " jawab Anggita


.


.


.


"mau apa kau Laras? apa mau kabur dari sini? itu tidak akan mungkin bisa kamu lakukan Laras, karena sekarang kita berada di lantai 2 , lagi pula jika kau nekat anak yang di kandungan mu bisa celaka " ucap Ronal melihat aksi yang di lakukan viona


"apa yang kak Ronal lakukan tidak lah baik, saya istri orang dan sedang mengandung anak suami saya , jadi saya mohon tolong izinkan saya untuk kembali " ucap viona memohon kepada Ronal


"tidak Laras, kita akan bersama sama selama nya , bersiap lah kita akan pergi ke bandara dan akan melakukan penerbangan ke Swiss "


"tidak ,kamu tidak bisa melakukan hal itu kepada saya , sadar lah kak Ronal ,jalan mu salah "


"diam lah Laras, aku dalam keadaan waras melakukan hal ini ,aku sangat mencintaimu kamu dan kita akan bahagia "


"bagaimana bisa bahagia sedangkan saya tidak mencintai kamu kak Ronal " jawab viona tegas


bughhh Ronal meninju pintu karena emosi mendengar apa yang di katakan viona


"cepat persiapkan keberangkatan kita , kita terpaksa memajukan keberangkatan seperti nya Frans sudah mengetahui dimana posisi kita, cepat dalam waktu 3 menit kita harus meninggalkan kediaman ini " ucap Ronal kepada anak buah nya


.


.


.


.


"ada keperluan apa tuan? " tanya seorang pengawal di depan rumah yang tak kalah megah dan besar


"tolong bilang kepada tuan rumah anda, jika saya Handoko Prayoga ingin bertemu " ucap kakek yang masih terlihat tegap itu meskipun di dalam dirinya sudah ada penyakit yang cukup mematikan


"baik" ucap salah seorang pengawal tersebut, serta memberi kode kepada teman yang lainnya untuk masuk kedalam memberi tahu tuan nya


Tak lama kemudian, pengawal yang tadi nya masuk ke dalam, dengan berjalan kencang berlari ke luar pagar


"silakan masuk tuan " ucap nya tersenyum

__ADS_1


.


.


.


"kosong bos, rumah ini telah kosong" ucap orang nya Frans


"kita terlambat " buggh Frans memukul meja yang di hadapan nya


"kemana mereka?"


"rumah ini memiliki kamera tersembunyi ,cepat cari ruangan cctv nya dan lihat arah kemana mereka pergi " ucap Roy memerintah anak buah nya


"pak , apa ini milik viona ?" ucap Dion membawa ikat rambut ke pada Frans


"liontin , ya ini punya istri ku " ucap frans


"aku menemukan nya di kamar lantai dua " jawab dion


"ayok periksa mungkin kita menemukan petunjuk disana , cepat" ucap Frans sambil menuju kamar yang di maksud Dion


mereka memasuki kamar tersebut, dan melihat secara detail berharap ada petunjuk atau suatu hal


"tidak ada apa apa " ucap Roy


"viona meninggal kan liontin yang sangat berarti dalam hidup nya, ini pasti ia sengaja dan aku yakin ada petunjuk yang di tinggal kan viona " jawab frans yakin


"dimana kau menemukan liontin itu Dion " tanya Alex Ferguson


streeekkkk Alex menyibak gorden tersebut dan melihat kebawah


"tidak ada apa apa " ucap nya kemudian mau menutup gorden kembali


"tunggu, di kaca itu ada sesuatu "ucap frans menghentikan Alex menarik gorden


Alex melihat dengan teliti, dia melihat tulisan yang hampir hilang di kaca tersebut .


" Ronal , Swiss " ucap Alex membaca tulisan tersebut


" sudah di pastikan Ronal yang menculik istri ku " gumam Frans marah dengan mengumpulkan tangan nya


"simpan dulu emosi mu , swiss itu berarti Ronal akan membawa viona ke Swiss , kita harus bergerak cepat sebelum terlambat " jawab Roy menenangkan Frans


"ayo bergerak" ucap nya langsung bergegas untuk turun


.


.


.


Flashback on

__ADS_1


Viona mendengar semuanya yang di ucap kan Ronal kepada anak buah nya .


"jika mas Frans kesini , aku harus memberinya petunjuk , hingga rencana Ronal gagal " ucap viona kepada dirinya


" apa yang harus aku lakukan, bahkan disini tak ada yang bisa ku tulis, pena buku, bahkan lipstik pun tidak ada, aku harus mencari cara lain " sambung nya kembali dan melihat kaca yang berembun


"kaca " ucap nya kemudian menulis sesuatu di kaca


"semoga mas Frans membaca tulisan ini sebelum tertutup embun lagi " ucap viona setelah menulis


"apa yang kau lakukan , ayok cepat bos sudah menunggu di bawah " anak buah Ronal membuat viona terkejut


"tidak ada apa apa, turunlah dulu saya mau ke kamar mandi dulu"


"apa kau mau mengecoh ku?";


"maaf aku tidak bisa BAB jika ada orang lain di dalam kamar ku " jawab viona mencari alasan


"baiklah aku akan menunggu di luar, cepatlah" jawab nya keluar dengan cepat viona menutup pintu


"aku terpaksa meninggalkan liontin ini, jika tidak mas Frans tidak akan tahu jika ada tulisan di jendala ini " ucap viona meninggal kalung nya di dekat jendela di bawah gorden


"maaf ibu, viona harus meninggalkan kalung peninggalan ibu disini, tapi viona janji akan mendapatkan nya kembali " ucap viona sedih


.


.


.


"ada apa tuan Handoko, tidak biasa nya kau mengunjungi kediaman ku " jawab lalaki paro baya tersebut


"siapa yang pernah menyangka , jika aku dan kedua anak ku ini akan menginjak kan kaki di kediaman mu ini sekarang " jawab Handoko yang memang tidak terlalu mengenal keluarga ini meskipun tahu jika keluarga Pangestu adalah para pejabat di kota ini


" hahahha aku merasa beruntung konglomerat seperti anda mampir di kediaman saya , tapi kedatangan mu malam malam begini di tambah dengan kedua anak mu, pasti ada hal yang sangat penting yang ingin kau bicarakan kepada ku "


"iya kau sangat benar tuan Rio Pangestu, kami datang kesini di karena kan oleh ulah anak mu " ucap Handi sudah tak sabar


"Handi " ucap Handoko memberi kode untuk bersabar


"apa maksud mu?" tanya Rio tak suka mendengarkan ucapan Handi


"apa kau tahu dengan perempuan di ponsel ku ini?" tanya Handoko memperlihatkan foto cucu menantu nya


"wanita ini ...."


"Laras " ucap wanita paro baya yang memotong pembicaraan Rio Pangestu


"kau mengenal nya?" tanya Handoko


"aku tidak begitu mengenal nya, tapi aku tahu saat kami dinas di desa X, dan ya wanita ini maksud ku foto wanita yang ada di kamar anak ku, ada apa dengan nya?" tanya nyonya Rio tersebut


"dia menantu saya, istri dari Frans Aditya Prayoga namanya Viona Larasati , dan sekarang anak kalian yang bernama Ronal Pangestu telah menculiknya , karena obsesinya untuk memiliki istri dari anak ku " jawab Handi yang membuat suami istri tersebut shock dan terkejut

__ADS_1


"parah nya lagi, dia menculik viona sedang mengandung muda " sambung Def


"apa?" ucap mereka serentak dan dengan mata membulat sempurna


__ADS_2