
"sayang mama menyayangi mu, sudah mama bilang tuan muda yang dingin seperti beruang kutub itu tidak salah pilih istri " Anggita memeluk menantu nya
"maaf ma, vio keterlaluan dan tidak sopan kepada tante Jelika " vio merasa sedikit bersalah
"no sayang, apa yang kamu lakukan sudah tepat sayang" ucap Frans merangkul istri nya secara spontan , Viona sedikit risih tapi karena sekarang ada mama papa dan kakek maka viona mengikuti alur sang suami
mmmuuach Frans mencium kening viona, membuat semua yang ada di ruangan tersenyum malu. Begitu pun dengan viona bak seperti kepiting rebus
kau sudah keterlaluan tuan muda, o.m.g jantung ku hampir copot, apa mereka mendengarkan jantung ku yang berdetak kencang gumam viona dalam hati
"sekarang kalian beristirahat lah, mama hampir lupa kalau kalian masih pengantin baru" ucap mama Anggita di iringi tawa papa dan kakek Handoko .
Di dalam kamar..
"kamu terlaluan tuan?"
"keterlaluan yang bagian mana ?" Frans sambil berjalan ke balkon
"Di dalam surat perjanjian tidak ada di katakan bahwa tuan bisa seenaknya saja untuk mencium saya "
" hmmm memang, dan sudah pasti nya dalam surat perjanjian tersebut juga tidak di sebutkan di larang mencium mu, apa kau lupa di dalam surat perjanjian tertulis jika di depan keluarga besar ku kita harus harmonis "
"harmonis bukan dengan ciuman juga kali, mana itu ciuman pertama ku "
"hahahha ciuman pertama mu? kalau di kening saja itu ciuman pertama mu berarti ini juga ciuman pertama mu?" ucap Frans sambil berbalik ******* bibir **** milik viona. Sekuat tenaga viona memberontak dan melepaskan tapi percuma karena kedua benda kenyal itu sudah menyatu dengan sempurna .
"maaf " ucap Frans melepaskan viona
"apa yang kau lakukan "
"aku melakukan apa yang aku mau "
"tapi kau melanggar perjanjian kita "
"yang membuat perjanjian adalah diriku , tak masalah jika sedikit perjanjian di langgar dan di tambah dengan peraturan baru "
"peraturan baru apa"
"nanti juga kau tahu , sekarang tidur lah karena malam ini dan sampai waktu yang tak tertentu kan kita akan tinggal di sini " ucap Frans berlalu
Viona melihat dirinya di pantulan kaca, dia meneteskan air mata.
"jika tadi dia berani mencuri ciuman pertama ku, maka tak di ragukan lagi dia juga mampu merebut mahkota ku "
" Aku hanya tidak mau tuhan, memberikan kesucian diri dalam keadaan terpaksa dengan kondisi yang tidak memungkinkan seperti ini "
"aku akan menyerahkan diri ini dengan ikhlas kepada suami yang benar benar mencintai ku, bukan kepada seseorang yang tidak mencintai ku , aku ingin menjalankan kewajiban ku sebagai seorang istri jika hubungan pernikahan ini normal bukan di atas kertas perjanjian " ungkapan hati viona pilu
__ADS_1
Di tempat lain
"cari tahu asal usul wanita ,jangan lewatkan sedikit pun baik itu keluarga maupun orang orang di sekitar nya " ucap jelika kepada anak buah nya
"baik bos " jawab salah satu di antara mereka
"pergi " perintah Ervan
"lihat saja kau es batu, aku akan membuka rahasia yang kau simpan rapi "
"bodoh , kau saja belum mengetahuinya apa rahasia nya sekarang malah ngomong mau membuka, rahasia apa yang akan kau buka" ucap Jelika kepada sang putra kesayangannya
"bentar lagi kita juga akan tahu mah, aku yakin 1000% pasti ada sesuatu di antara mereka, hmmm dan yang pastinya jika kita mengetahui nya ini akan menjadi ancaman bagi tuan muda sialan tersebut " ucap Ervan bengis
"semoga kecurigaan mu benar, dan jika dia bermain main dengan pernikahan nya secara otomatis saham terbesar akan jatuh kepada mu "
"tidak hanya itu mam, jika dia mengecewakan sang kakek tua tersebut bisa jadi semua harta warisan akan jatuh ke tangan ku " ucap Ervan tertawa sinis di ikuti oleh mama nya Jelika
Apartemen Roy
Wulan sangat menikmati hari hari menjadi istri nya om Roy. Bahkan tak pernah sang suami keluar rumah dengan perut tak berisi, yah semenjak menikahi Wulan hidup Roy jauh lebih teratur dan disiplin soal makanan.
Lagi enak enak nya memasak, Wulan mendengar bel berbunyi.
"hmm mas Roy? tumben sudah pulang " Wulan berbicara sendiri
"Hay boleh saya masuk?" tanya tamu remaja tersebut
"hallo tentu boleh, ini kan juga apartemen mu " jawab Wulan seperti sudah mengetahui siapa gadis remaja di depan nya walaupun mereka belum kenalan
"silakan duduk , kau datang dengan siapa? bahaya lo umuran kamu berkeliaran sendiri an, kamu mau minum apa? dan mau makan apa? "
" apa kamu tidak mau kenalan dengan saya terlebih dahulu? " ucap gadis belia yang baru seumuran dengan Reno tapi yah seperti nya dia di paksa dewasa karena keadaan
"kamu ngak usah canggung, saya sudah tahu kok papa sudah menikahi mu, jangan kaget gitu , papa ngak pernah bilang kok " sambung nya
"maaf , saya tidak bermaksud dan tidak ada niat untuk mengambil tempat mama kamu dan ..."
"kamu tidak perlu memintak maaf , kamu tidak salah karena memang my mom meninggal yang meninggal kan semua tanggung jawab nya "
"aku alea anak dari suami mu, tentu kamu sudah tahu karena papa sudah memberi tahu mu" alea mengambil tangan Wulan dan menyalaminya
"aku Wulan "
" aku harus panggil apa? " tanya alea
" panggil dengan sebutan yang membuat mu nyaman aja alea " ucap Wulan tersenyum dan membelai rambut alea
__ADS_1
"apa kau tak ingin memeluk ku?" tanya gadis itu, membuat Wulan bingung
"tentu " ucap Wulan sambil memeluk alea lembut
andai pelukan ini ku dapatkan dari mama kandung ku sendiri, tapi my mom terlalu sibuk hingga tak punya waktu untuk memeluku, jika aku minta peluk mama selalu bilang jangan manja kamu udah besar , memang kamu mau apa? tinggal minta ke asisten mama atau papa aja ya " gumam alea dalam hati , Wanda istri pertama Roy selalu beranggapan semuanya tentang materi ,uang dan kemewahan hingga ketika anak nya minta di peluk ia beranggapan jika si anak ingin sesuatu.
"kamu kenapa nangis? apa kamu rindu mama kamu? kenapa ngak di telfon aja? suruh pulang atau kamu yang kesana " ucap Wulan melihat anak sambung nya menangis
"percuma, apa aku bisa memanggil mu ibu? "
"tentu sayang, kau bisa memanggilku dengan apa pun yang kau mau, yang penting jangan bersedih lagi " jawab Wulan terharu
"apa aku boleh menginap disini?"
"tentu kau boleh menginap sesuka hati mu sayang " jawab Wulan tersenyum karena ia tak menyangka anak suami nya bisa menerima nya.
Kediaman utama
Viona kebingungan karena sepertinya ia tersesat di rumah sebesar istana milik keluarga kakek Handoko ini. Tadi nya ia hanya ingin jalan jalan melihat di sekitaran rumah, tapi tiba tiba ia ingin ke dapur untuk mengambil air minum tapi malah tersesat
"ya ampun aku lagi di mana ini?"
"kenapa ngak ada satu pun orang disini ya?"
"apa ini bagian belakang rumah besar ini ya? jika begitu aku harus maju jalan kedepan" ucap nya berbicara sendiri
Dari kejauhan ada sepasang mata elang yang mengintai viona .
"waw ada umpan ne, perempuan yang kau nikahi sangat menggoda dan cantik tuan Frans yang dingin, boleh kah aku menyentuh nya sedikit saja " ucap nya pelan lalu melangkah mendekati viona
"Hay Kaka ipar "
"iya Hay, maaf bisa kau bantu aku? kemana arah ke dapur ya?" tanya viona sopan
"tentu kakak ipar mari " sambil merangkul viona, namun di lepaskan viona secara spontan
"kenapa kaka ipar? bukan kah lebih menyenangkan jika kau di sentuh oleh dua orang tuan muda di rumah ini? ayolah viona jangan malu malu begitu "
"jaga ucapan mu tuan Ervan ,aku adalah kaka ipar mu, istri dari saudar mu ingat itu " jawab viona
"aku tidak peduli dengan es batu tersebut, ayok kita bersenang-senang " ucap ervan sambil menarik paksa viona , dengan sekuat tenaga viona melawan dan berteiak
"percuma sayang tidak akan ada yang dengar" jawab Ervan
Ervan mendorong viona ke dinding, dan akan mencium paksa bibir viona
prakkkkk satu tendangan ke kepala Ervan sudah membuat nya terjatuh ke lantai.
__ADS_1
"berani sekali kau bangsat mengganggu bahkan menyentuh istri ku " ucap Frans sambil menarik viona ke dalam pelukannya