
Tiara menghubungi ponsel viona, namun tidak ada jawaban dari viona
"ya Allah viona, angkat dong , aku takut kamu dalam bahaya Vi " ucap Tiara sambil tetap menghubungi viona
Di tempat lain, viona baru saja turun dari mobil
"makasih ya pak " ucap viona setelah turun
"sama sama nyonya, saya langsung pamit ya nyonya " jawab sang sopir
"oke pak, pak jangan panggil nyonya terus dong, panggil nak aja biar enak di dengar " ucap viona
"baiklah nak " ucap pak sopir , dan melanjutkan perjalanan ke kediaman utama . Tanpa viona ketahui seseorang sedang menguntit nya dari tadi, seperti nya mereka mencari informasi dimana viona tinggal , karena setelah viona turun mereka juga pergi dari sana.
Notifikasi handphone viona berbunyi
"Tiara?"
"halo Vi, loe di mana ? apa baik baik saja, mereka mengikuti loe Vi, bukan kebetulan lagi " ucap Tiara tanpa jeda
"Ra tenang la, gue udah di rumah dalam ke adaan baik baik saja, dan ngak ada siapa siapa ?" jawab viona menenangkan Tiara
"benerkah? tapi kenapa hati gue ngerasa kalau mereka ngikutin loe , loe dalam bahaya Vi " tutur Tiara dalam sambungan telfon
" mungkin karena loe lagi hamil kali Ra, makanya perasaan loe kadang kayak ketakutan, kwatir tapi gue tetap akan hati hati dan waspada kok Ra, jadi tenang la "
"baik lah Ra, jaga diri lu baik baik ya " ucap Tiara mengakhiri panggilan telfon nya.
.
.
.
Malam hari di rumah viona dan Frans
"sayang, mas pulang " teriak Frans dari Bawah, tak biasanya viona tak menyambut kepulangan nya .
"kemana dia? tak biasa nya viona tak membuka kan pintu untuk ku " ucap frans memeriksa ke dapur Mereka
"sayang kamu dimana?" teriak Frans mulai mengkhawatirkan istrinya , ia berlari menuju lantai dua sambil memanggil viona
"sayang " ucap frans sampai di kamar mereka , tapi frans tidak melihat tanda tanda keberadaan viona , frans memeriksa kamar mandi tapi tetap nihil .
"apa dia masih di rumah Tiara ? no no bukan kah tadi dia bilang sudah pulang dan bahkan kami sempat vidio call saat viona sampai rumah "
__ADS_1
"ya Allah dimana kamu sayang? " sambung frans sambil menghubungi nomor ponsel viona tapi ternyata handphone viona ada di kamar mereka
"handphone Viona, berarti dia ada di rumah ini " sambung Frans sambil mencari di seluruh sudut rumah , sesekali memanggil namanya.
"Aku bahkan sudah tiga kali ke keliling rumah keluruh sudut rumah ini, viona tetap tidak ada, apa istri ku di culik? dimana kamu sayang, aku harus menghubungi papa" ucap frans kwatir sambil menghubungi papa nya Handi
"Pa, halo pa viona hilang pa, frans sudah mencari di seluruh sudut rumah , tetap viona ngak di ketemu dan ya ponsel nya ada di kamar, apa viona di culik? pa frans sangat mengkhawatirkan viona, sekarang Frans harus apa pa?" ucap frans tanpa jeda
"kau memang sudah mencari di sudut rumah mu, tapi kau belum mencari di seluruh sudut kediaman ini " jawab pak Handi , yang sulit di mengerti Frans
"maksud papa?" tanya Frans bingung
"cepat la kesini " ucap pak Handi menyelesaikan panggilan telfon nya
Ting, notifikasi pesan masuk dari aplikasi biru dari ponsel Frans
"Vidio dari papa" ucap Frans membuka vidio tersebut , mata frans membulat melihat apa yang ia lihat di dalam video tersebut. Orang yang sedang dia kwatirkan ternyata sedang menyantap seluruh hidangan makanan yang di sajikan disana , viona bahkan tak memperhatikan sekeliling nya lagi untuk menyantap itu semua.
✉️ "apa kau tidak pernah memberi istri mu makan? hingga ia menghabiskan semua makanan di atas meja 😁😁😁" pak Handi mengirim teks setelah itu
"sayang kau bahkan makan enak, sedangkan aku keringat dingin disini mencari mu?" jawab Frans kesal , sambil berlari ke mobil untuk menyusul istri nya ke kediaman utama
.
.
.
"maaf tuan, nyonya ada tamu di luar"
"siapa?" tanya Roy
"mereka tidak bilang tuan"
"biar Wulan yang lihat dulu mas " ucap Wulan menuju pintu dengan perut sudah memuncit itu, dari kejauhan Wulan melihat tamu yang di maksud penjaga rumah nya .
" siapa itu ya? " ucap Wulan melihat lelaki dan perempuan para yang masih keliatan bugar tersebut
"maaf buk, pak ada yang bisa kami bantu?" ucap Wulan menemui mereka , mereka melihat Wulan dari bawah sampai atas sehingga Wulan sedikit risih karena diliatin orang yang tak di kenal.
"apa kamu Wulan? istrinya Roy?" tanya perempuan para baya tersebut
"iya buk saya Wulan, ibu dan bapak mau ketemu suami saya?" tanya Wulan " ayok masuk dulu buk , pak " sambung Wulan mempersilakan mereka masuk
"dimana Roy? " tanya lelaki para baya tersebut
__ADS_1
"mas Roy sedang makan pak, kebetulan kami lagi makan malam, ibu dan bapak sekalian aja yok kita makan malam bersama" tawar Wulan, sedangkan kedua orang tersebut saling lirik
"ngak apa kok pak buk, ayok silakan" ucap Wulan sambari membawa mereka ke meja makan
"siapa sayang?" tanya Roy sambil melihat ke arah mereka
"papa mama " jawab Roy berdiri dari kursi
"Oma opa " panggil alea,
Mendengar itu Wulan terkejut, dengan siapa yang ia temui barusan, Wulan sedikit takut kedatangan orang tua Roy, karena takut di bilang perusak rumah tangga Roy dengan wanda, Wulan hanya diam berdiri melihat semua yang terjadi di depan mata nya.
"kenapa kamu diam" ucap mama Roy mendekati Wulan dan mengelus perut buncitnya Wulan dengan tersenyum
"Bu saya mintak maaf atas semua yang terjadi " ucap Wulan menyesali semua nya
"husst kenapa kamu mintak maaf? kamu salah apa? saya tahu pasti semua cerita sebenarnya" ucap buk Rita kepada viona " apa kau tidak mau memeluk mama mertua mu ini" sambung nya kemudian
"mama " ucap Wulan memeluk ibu mertua nya , yang melihat kejadian tersebut juga terharu, dan mereka melanjutkan makan malam bersama.
.
.
.
Dari kejauhan Frans sudah melihat viona duduk bersama keluarga yang lain nya. Jika tadi di dalam Vidio yang di kirimi pak Handi, viona menyantap makanan di meja makan , maka sekarang ia dengan lahap memakan buah dan cake yang ada di meja ruangan keluarga sambil tertawa-tawa bersama yang lainnya.
"bahkan dia tidak mengingat suami nya yang malang ini " ucap frans pelan sambil berjalan ke arah mereka
"sayang kau ...."
Uuweekk uwekkk uwekkkk Sebelum Frans menyelesaikan bicara nya, viona langsung mual ketika melihat suami nya
"sayang kamu kenapa, kamu baik baik saja" ucap frans mendekati viona
uweekk uwekkk "ngak ngak mau, mas bau " weekk ucap viona menolak pelukan Frans dan viona berlari ke belakang karena mual
"aku belum mandi, tapi juga tidak sebau itu " ucap frans sepeninggal viona, sambil mencium ketiak nya
"sudah ku duga , viona benaran hamil mbak " tutur Jeje kemudian
"hamil ?" ucap mereka yang ada disana serentak ....
mintak like ,vote dan coment nya ya all
__ADS_1