
Sekarang Wulan dan viona berada di apartemen nya om Roy , karena mau tidak mau Wulan menerima tawaran om Roy untuk tinggal di apartemen nya , karena inilah satu satu nya tempat ter aman sekarang dari mami Tina beserta orang orang nya.
Wulan dan viona lagi berdiam diri di dalam kamar, hening mereka berada di dalam fikiran masing masing.
"mbak bagaimana mungkin vio menikah dengan dia , itu sama aja dengan tawaran mami Tina mbak " vio membuka pembicaraan dengan suara tanpa semangat
"berbeda vio sangat berbeda , mami Tina kamu menjual harga diri kamu , kamu memuaskan nafsu para lelaki seperti mbak dan ibu mu " ucap Wulan sedikit emosi , karena vio menolak menikah dengan tuan Frans, yang menurut Wulan ini satu satu nya jalan keluar dari masalah viona
" tapi bukan kah vio disini juga sama menjual harga diri mbak? vio cuma di kontrak mbak, vio cuma di kontrak untuk menjadi istri " ucap vio sedih mengingat kata kata yang di lontarkan tuan Frans tadi
" viona meskipun itu cuma istri kontrak tetapi kamu sah secara negara dan agama, apa pun yang kau lakukan tidak melanggar agama kita, tidak seperti kami yang makan zina tiap hari " ucap Wulan menitik kan air mata
"mbak ada jalan lain mbak selain menikah " ucap viona
"apa jalan lain itu viona? coba kasih tahu mbak " tanya Wulan
"apa pun itu mbak, pokok jangan menikah ,karena vio mau sekolah dan mencapai cita cita vio mbak, " jawab vio putus asa
"vio pergi dari kota ini mbak, ke kota mana pun, vio akan bekerja kalau bisa sambil kuliah" ucap viona yakin
"hmm ke kota mana kamu akan pergi vio? apa kamu yakin akan mendapatkan pekerjaan yang kamu inginkan? tidak mudah mencari pekerjaan di kota mana pun vio, apa lagi dengan bekal ijazah kamu yang baru tamat Sekolah menengah , siapa yang kamu punya nanti di kota yang baru itu? siapa yang akan meu membantu kamu? ujung ujungnya kamu jadi gembel vio" jawab Wulan menatap viona
"lagi pula apa kamu tidak ingat akan adik adik mu? bagaimana mereka bisa hidup, kamu kira duit yang di tinggalkan oleh mbak Shinta akan cukup selama lamanya?" sambung viona
mendengar hal itu viona terdiam tak bisa berkata kata karena semuanya yang di ucap kan Wulan di benarkan oleh fikiran dan hatinya
" apa beda nya nanti mbak? jika Wulan menikah dengan dia, nasib adik adik Wulan akan tetap sama " jawab viona akhirnya
__ADS_1
"beda Wulan sangat berbeda , dia orang yang kaya raya , mbak dengar dia juga sering menyantuni anak yatim , tidak mungkin adik adik ipar nya di terlantar kan nya" Jawab Wulan tegas
"adik ipar kontrak mbak " jawab viona sedih,
"Viona paling tidak ..." ucapan Wulan terputus karena mendengar bunyi handphone nya berbunyi
"dari rumah sakit " ucap Wulan memandang viona
"Hallo "
" " pihak rumah sakit
"apa? " Wulan terkejut mendengar ucapan dari pihak rumah sakit
"jangan buk, saya yang bertanggung jawab untuk semuanya, beri saya waktu hingga nanti sore " ucap wulan kepada pihak rumah sakit
"kenapa mbak?"tanya viona kwatir
"mbak apa yang harus kita lakukan " ucap viona mendekati Wulan
"terpaksa dan ikhlas lah Vi, menikah dengan tuan frans " ucap Wulan, mendem itu viona hanya terdiam dan menggangguk
"baik lah mbak akan menghubungi om Roy terlebih dulu, kita akan bicara dengan tuan Frans secepatnya hingga sore nanti semua yang ber urusan dengan pihak rumah sakit sudah clear " jawab Wulan, sedangkan viona hanya diam mengikuti arahan dari Wulan, seperti nya ia pasrah tapi tak rela.
Sekarang Meraka ber empat berada di ruangan tuan Frans.
"hmmm seharus kamu dari awal tidak usah sok menolak dan seperti jual mahal , kalau ujung ujung nya kamu yang bermohon hmmm" cibir tuan Frans kepada viona
__ADS_1
Mendengar itu viona tak tahan meredakan emosi nya
"anggap saja ini pengorbanan saya demi seorang ibu yang telah melahirkan saya, membesarkan saya , apa pun itu pasti akan saya lakukan meskipun harus menikahi lelaki ketua seperti tuan , lagian ini cuma nikah kontrak toh" judes mulut viona, entah dari mana ia dapat keberanian berbicara seperti itu, entah apa yang terjadi pada diri viona karena selama ini ia tak pernah berbicara kasar mau pun menyinggung perasaan orang lain
mendengar itu Wulan mencubit lengan viona, mengkode untuk stop berbicara kasar.
"hmmm pahit juga mulut mu " ucap Frans
"oke untuk pernikahan ini saya ada beberapa syarat yang harus kamu tanda tangani dan harus kamu setujui " ucap tuan Frans
" apa pun syarat nya pasti saya setujui tuan muda Frans Prayoga Aditya dengan syarat anda juga menyetujui dan mengabulkan syarat dari saya " ucap viona lantang menjawab tuan muda
"syarat dari saya tak banyak, cuma tanggung semua biaya pengobatan ibu saya selama di rumah sakit hingga ia pilih dan yang kedua saya ingin adik adik saya Riko dan Reno ikut ke kota karena di kampung tidak ada yang menjaga nya dan anda juga harus memenuhi kebutuhan adik adik saya tanpa kekurangan apa pun " sambung vionna
"cuma itu? oke fix tapi sorry adik adik kamu bisa saja saya Bawak ke kota ini Tapi tidak bisa tinggal dengan kita bersama setelah kita menikah nanti, karena saya ngak mau adik adik kamu merusak dan mengacau di rumah saya " jawab Frans kepada viona
"tapi? percuma anda hanya membawa adik saya ke kota, lalu mereka akan menjadi gembel begitu?" viona emosi dengan jawaban Frans
"saya tidak sekejam itu , mungkin akan saya sekolah kan atau saya belikan sebuah rumah dan terdapat pengasuh di sana bisa jadi kan " jawab frans jutek
Viona akan menjawab , tapi Wulan melarang dengan kedipan mata.
"baiklah tuan, yang penting adik adik nya viona mendapatkan tempat yang layak dan kebutuhan nya terpenuhi " ucap Wulan menyela
"akan saya pastikan itu semua " jawab tuan muda melirik viona
"dan semua persyaratan surat surat perjanjian sebelum pernikahan itu terjadi, nanti malam asisten saya akan menemui kalian " sambung tuan Frans
__ADS_1
"tak masalah, tapi sebelum itu terjadi selesai kan terlebih dahulu tanggung jawab mu yang pertama tuan muda , syarat pertama dari ku, selesai kan semua urusan administrasi rumah sakit ibu ku hingga ia benar benar sembuh " jawab viona kepada Frans
gadis malang, apa kah ia benar benar tidak tahu penyakit yang ia derita ibu nya ? hmmm sangat kecil kemungkinan untuk bisa bertahan hidup lebih lama bathin tuan Frans