Takdir Seorang Gadis Desa

Takdir Seorang Gadis Desa
bab 101


__ADS_3

mohon maaf baru nongol sekarang πŸ™πŸ™


InshaAllah novel ini akan saya tuntaskan sampai selesai.. meskipun sudah hampir dua bulan mau masuk tiga bulan saya off menulisπŸ™πŸ™


"tok tok tok "


"siapa itu sayang yang bertamu malam malam "tanya Frans mendengar ketokan pintu


" sebentar ya mas , mungkin buk asih atau pak RT" jawab viona membuka pintu


"Viona " ucap wanita paroh baya yang terlihat murung


"tante Desi " ucap viona kaget , karena tak menyangka Desi akan mengunjungi nya


"kamu apa kabar? " tanya desi


"siapa sayang?" tanya Frans yang tiba tiba di belakang viona


melihat siapa yang datang , Frans ingat betul cerita dan foto yang di perlihatkan Vayo saat mendatangi keluarga viona di kampung untuk menikahi viona .


" ada perlu apa anda bertamu malam malam ke rumah istri saya?" tanya Frans seperti nya masih marah kepada Desi


"mas, dia Tante ku " jawab viona melirik suami nya


"iya Tante yang menyia-nyiakan kalian? hingga Riko dan Reno trauma untuk menginjakkan kakinya di kampung ini, kemana aja anda selama istri dan adik adik nya menderita" ucap Frans bengis , mendengar itu Desi hanya diam seribu bahasa dan menyesali semua perbuatan nya


"sudah lah mas, tidak baik berbicara seperti itu, bagaimana pun Tante Desi adalah adik nya ayah mas" ucap viona menenangkan suami nya


"ayok masuk Tante " tawar viona


"terimakasih nak " ucap nya sambil masuk dan duduk

__ADS_1


" ada keperluan apa Tante datang menemui viona?" tanya viona tanpa basa basi


"viona (sambil memegang tangan viona ), pertama tama Tante meminta maaf sebesar-besarnya nya kepada viona atas apa yang telah Tante lakukan kepada kamu dan adik adik mu, Tante jahat, tante kasar dan Tante sangat kejam kepada kalian, yang seharusnya mengayomi kalian, menjaga kalian, melindungi kalian tapi malah Tante melakukan yang sebaliknya " ucap Desi dengan tangis nya


"sudah lah Tante , viona sudah memaafkan semua yang terjadi di masa lalu, viona sudah ikhlas dengan semua nya Tante " ucap viona tersenyum kepada Desi


"sesil apa kabar Tante? pasti sekarang dia sudah kuliah di universitas yang dia idamin selama ini, viona turut bahagia ya Tante " sambung viona


Desi tidak menjawab , malah dia menangis sejadi jadinya mendengar perkataan viona. Melihat itu viona dan Frans saling lirik dan bingung dengan apa yang terjadi


"Tante Kenapa nangis? viona mintak maaf jika ada kata kata viona yang salah , sekali lagi viona meminta maaf ya Tante "


"kamu tidak salah nak, kamu tidak salah hanya saja semua yang terjadi dengan Tante sekarang seperti balasan dari perbuatan Tante di masa lalu "


"maksud Tante ?" ucap viona tidak mengerti


"Sesil hamil di luar nikah nak, sesil terpelosok di lembah hitam pergaulan bebas saat menuntut ilmu , Tante malu Vi, Tante malu " ucap Desi yang menangis di pelukan viona


"di tambah lagi lelaki yang mehamili sesil tidak mau bertanggung jawab , dengan alasan dia tidak yakin jika anak itu anak nya, lelaki itu menuduh sesil tidur dengan banyak lelaki" ucap perempuan paruh baya tersebut pilu


"sabar Tante , apa Tante tidak mendatangi rumah keluarga nya?"


"sudah, hanya malu , hinaan dan cacian yang kami dapat hingga akhir nya om kamu , ayah nya sesil meninggal karena tidak terima ini semua , sakit jantung Vi " ucap Tante Desi


"innalilwainnailaihirojiun , viona turut berdukacita ya Tante, semoga om di terima di sisi Allah SWT" Desi hanya mengangguk mendengar semua ucapan viona


" setelah meminta maaf dari kamu, Tante merasa tenang , Tante dan sesil akan menjalani hukuman dari apa yang kami perbuat dulu"


"viona, orang kampung tidak akan tahu aib ibu kamu jika Tante tidak koar koar nak, jika kamu bertanya-tanya dari dulu dari mana sumber berita itu, itu dari Tante " ucap Desi


"Tante juga yang mengasut semua orang menjauhi kamu dan adik adik mu " mendengar semuanya itu viona menetes kan air mata dan kembali mengingat semua kejadian di masa lalu

__ADS_1


"kalau viona boleh tahu , kenapa Tante melakukan semua itu? apa ibu dan ayah dulu punya salah kepada Tante ?" tanya viona pelan dengan meneteskan air mata


mendengar itu Desi menggelengkan kepalanya nya " mereka tidak punya salah nak, hanya iri dan dengki Tante mu ini lah yang membuat Tante melakukan semua itu, dari kecil ayah mu selalu di sayang oleh nenek dan kekek mu Vi, bahkan meskipun ayah kalian merantau pun , ibu masih saja menyebut nama nya setiap hari, bahkan ibu menghadiahkan ayah mu sawah, kebun dan ladang meskipun tidak semua di ambil nya "


"Tante berpikir dengan melakukan itu semua kepada kalian, kalian akan pergi dan Tante akan mengambil rumah ini untuk sesil tapi nyata nya pembalasannya begitu cepat untuk Tante"


"Tante juga meminta maaf, sepeninggalan ayah kamu semua kebun Tante ambil ahli tanpa memikirkan kamu, ibu dan adik adik mu viona , jika Tante tidak melakukan itu mungkin ibu mu Shinta tidak akan pernah pergi ke kota, dan mungkin semua derita yang kalian lalui kemarin tidak akan terjadi "


"Tante benar , jika Tante tidak melakukan itu dan sedikit melihat dan membantu kami pada saat itu mungkin ibu tidak akan menjual diri nya Tante " ucap viona akhirnya lolos begitu saja dengan tangisan


"sayang kuasai diri mu " ucap Frans membelai punggung viona


"Tante minta maaf Vi " ucap Desi


"tapi viona sadar Tante, apa pun yang terjadi di masa lalu tidak akan berubah meski pun viona tidak memaafkan Tante, hanya ada sakit hati dan kecewa Tante, jika viona tidak memaafkan Tante"


"apa viona memaafkan Tante nak?" ucap Desi , mendengar itu viona menganggukkan kepala dan Desi memeluknya dengan erat


berapa detik kemudian ,ibu ibu tergopoh-gopoh mendatangi rumah nya viona


"buk Desi buk Desi, itu sesil meraung-raung lagi " ucap ibu ibu tersebut dengan ngos ngos san


"sesill" ucap Desi berdiri dan langsung lari ke rumah nya


melihat itu viona dan Frans bingung


"kenapa dengan sesil ya mas, apa dia mau melahirkan ya ?" tanya viona yang tak di jawab oleh suaminya, karena Frans pun bingung


"maaf buk, sesil mau melahirkan ? sampai meraung-raung ?" tanya viona kepada ibu ibu tadi


"belum nak viona, hampir tiap hari dia meraung-raung Vi, kata dokter sih karena tidak bisa menerima kenyataan jika dia hamil dan pacarnya tidak mau bertanggung jawab di tambah lagi ayah nya meninggal dunia satu bulan yang lalu"

__ADS_1


mendengar penjelasan ibu ibu tersebut ,viona sangat prihatin dan sedih atas apa yang terjadi pada sepupunya tersebut


__ADS_2