
"morning sayang, gimana tidur nya semalam? nyenyak ? tanya Anggita meja makan
"nyenyak kok ma, yang lainnya mana ma?"
"papa nemenin papa check up sayang, Tante Jeje belum balik "
"kakek sakit apa ma?"
"jantung , jadi kakek harus check up rutin , so siang ini kamu mau ikut mama? "
"hmmm ngak ma, vio di rumah aja "
"kenapa? ngak di kasih izin sama Frans? tenang aja nanti mama yang hubungi Frans " ucap mama Anggita
" ngak la ma, vio di rumah aja , kapan kapan aja ya ma vio ikut mama" jawab viona sopan
"oke deh sayang" jawab anggita
"gimana hubungan kalian? apa ada kemajuan?"
"ya begitulah ma, mas Frans harus di ketok dulu kayak nya "
"hahaha kamu bisa aja, saran dari Jeje udah bagus, dan jangan sampai kakek mu tahu yang sebenarnya cukup masalah om def dan Jeje membuat kakek hampir drop " ucap mama Anggita
" di usia senja ayah , kenapa banyak masalah yang menimpa" sambung Anggita sedih memikirkan keluarga nya yang terpecah belah dengan banyak masalah
"mbak perempuan itu hamil" tiba tiba Jelika datang dengan tangis nya , langsung memeluk Anggita
"sudah je, jangan siksa dirimu , sayangi dirimu je, sudah sudah " nasihat Anggita sambil menenangkan Jelika
"tante tahu dari siapa?"
"om mu yang bilang, saat sarapan tadi , hancur mbak hatiku " jawab Jelika
"Je , inilah resiko yang mbak maksud kemarin, di madu tidak la mudah je, sekarang keputusan ada sama kamu je, apa pun itu mbak akan suport kamu"
"apa sebaiknya aku menyerah mbak"
"ambil keputusan dengan kepala tenang dan dingin Je" ucap Anggita
"Vi, bawa tante mu ke kamar nya " sambung Anggita
" baik ma, mari Tante " ucap viona membawa Jelika ke kamar nya
.
.
.
__ADS_1
"bu sebentar lagi Daddy sama mommy benar benar akan berpisah " ucap alea kepada wulan
"maafkan ibu nak, tapi sejujur-jujurnya ibu tak menginginkan itu terjadi, ibu juga sudah pernah bilang sama Daddy untuk kembali kepada kalian tapi..." ucap Wulan kepada anak tirinya
"ibu tidak salah bu, Alea tidak sedih bu, Alea bahagia melihat ayah bersama dengan pilihan nya dan mommy dengan pilihan hidup nya "
"kamu anak baik sayang, ibu tidak tahu bagaimana cara Daddy dan mommy mu merawat dan mendidik alea di masa kecil sehingga sekarang sudah menjadi remaja yang sangat baik, penuh keikhlasan dan kesabaran " ucap Wulan jujur kepada Alea
"Bik Nur ibu, Alea belajar banyak dari buk nur, beliau lah yang menjaga alea dari kecil , hmmm ketika mama dan papa sibuk, ada bik nur yang selalu menemani Alea " ucap Alea sedih
"lalu sekarang bik nur dimana? "
"di kampung nya Bu, di usir mama karena mama ngak suka alea lebih dekat kepada bik nur ketimbang mama" ucap Alea sedih
.
.
.
"seperti nya mau hujan, tetapi kenapa mas Frans belum ada kabar ya? " ucap viona berdiri di depan jendela menunggu kedatangan Frans
"apa ada kabar dari Frans?" tanya Anggita
" belum ma" jawab viona risau
"jangan kwatir mungkin terjebak macet dan hp nya lowbat " Jawab mama Anggita menenangkan menantu nya
" kamu yakin ngak apa sendirian? kalau ada apa apa panggil mama oke" ucap Anggita
"oke mah siap, selamat malam ma"
"malam juga sayang" jawab Anggita berlalu
sudah menunjukkan pukul 11 malam , viona masih terjaga dan menunggu Frans, dari tadi ia menghubungi Frans , tapi nihil tak pernah tersambung.
"semoga kamu baik baik aja mas, aku kwatir " ucap viona sambil melihat ke luar "
"nyonya belum tidur? ini sudah malam nyonya, biar saya nanti yang bukak kan pintu untuk tuan muda " ucap kepala pelayan tersebut
"belum buk, ngak usah buk biar saya aja "
"tapi nyonya nanti bisa sakit dan tuan...."
"kalau ibuk tidak keberatan , boleh temanin saya disini? "
"tentu boleh nyonya, saya akan menemani nyonya menunggu tuan muda " jawab buk kepala pelayan tersebut
buuuarrrr suara petir dan angin kencabg di ikuti oleh guyuran hujan yang sangat lebat mengejutkan viona tiba tiba.
__ADS_1
"kenapa mas Frans belum datang juga " ucap viona sambil melirik keluar jendela
"nya tidur la , biar ibu yang berjaga "
" saya belum ngantuk buk, apa ibuk mengantuk? ibu boleh tidur kok " tawar viona
"saya tidak mengantuk nyonya, tapi dari tadi nyonya mondar mandir terus , duduk lah di sofa ini nyonya, InshaAllah tuan muda akan baik baik saja"
"aaammin ya Allah, makasih ya buk "
ya Allah lindungilah suami hamba di mana pun ia berada gumam viona dalam hati
teng teng teng menandakan sudah pukul 00.00 , viona tetap memandang keluar jendela dan selalu berdoa demi keselamatan Frans .
"nyonya , kenapa nyonya duduk nya disana, duduk lah di kursi ini nyonya " ucap ibuk kepala pelayan, melihat viona duduk di lantai sambil melihat keluar
"jika saya duduk di kursi itu, saya tidak bisa melihat keluar buk" jawab viona
Akhir nya ibuk pelayan berinisiatif mengambil sebuah kursi dan meletakkan nya di dekat jendela
"duduk lah disini nyonya, nyonya tidak akan duduk di lantai dan tetap bisa melihat keluar " ucap pelayan tersebut
"terimakasih buk " ucap viona sambil duduk di atas kursi yang disediakan oleh pelayan tersebut .
Mata viona menyerah, ia ketiduran di atas kursi tersebut. Hingga mobil Frans memasuki gerbang kediaman Prayoga.
Frans memasuki rumah,
"maaf tuan , nyonya ada di dekat jendela sana " ucap pelayan tersebut kepada Frans
"mengapa istri saya berada di sana?" jawab Frans
"nyonya tidak mau tidur di dalam kamar tuan, ia kekeh ingin menunggu tuan muda , bahkan ia tidak mau tidur di atas sofa karena tidak bisa melihat ke luar jendela"
"kenapa kau tidak memaksanya untuk tidak menunggu ku?" Frans melihat istri nya tertidur di atas kursi tersebut
"saya sudah bilang tuan, tapi nyonya menolak , nyonya sangat kwatir karena tuan tidak ada kabar , bahkan nyonya baru tertidur kira kira 30 menit yang lalu, nyonya tak henti hentinya berdoa untuk keselamatan tuan dari tadi "
"hmmm terimakasih telah menemani istri ku" ucap Frans sambil mengangkat viona bak pengantin baru
"kau begitu mengkhawatirkan kan aku ?" ucap Frans setelah menidurkan viona
"kau sudah pulang?" ucap viona Antara sadar dan tak sadar , dengan mata sedikit terbuka
"kenapa tidak ada kabar, apa kau melupakan aku? aku mengkhawatirkan mu , dan ketakutan jika terjadi sesuatu pada mu " ucap viona dengan suara parau dengan mata yang tertutup
"sekarang tidur lah, saya sudah ada di samping mu, maaf karena sudah membuat mu lama menunggu dan mengkuatirkan mu sayang, aku mencintaimu " ucap Frans sambil mengecup dahi viona
Sedangkan orang yang ia kecup telah kembali ke bawah alam mimpi .
__ADS_1
"hmmm seperti nya dia hanya bermimpi barusan, apa sebegitu nya kau mengkuatirkan saya? hingga terbawa mimpi oleh mu " ucap Frans membelai rambut viona .