Takdir Seorang Gadis Desa

Takdir Seorang Gadis Desa
bab 23 seranjang


__ADS_3

"mau kemana kau ?" tanya Frans melihat viona membawa satu bantal dan selimut


"aku tidur di luar saja tuan" ucap viona, karena memang rumah ini cuma ada satu kamar tamu dan itu sudah di tempati oleh Riko dan Reno


"kau mau memperlihatkan kepada adik adik mu, jika saya kejam seperti itu?" jawab Frans sambil membuka pintu kamar mandi


"mana mungkin mereka percaya kau kejam , kau ada malaikat penolong bagi mereka, mungkin itu yang ia pikirkan sekarang" jawab viona


"hmmm itu kau tahu, tetap lah di posisi mu, ada yang harus aku bicarakan pada mu " Frans menahan viona dalam kamar nya


entah apa lagi yang akan ia bicarakan, apa kata kata seperti apa lagi yang akan menyusuk hati ku gumam viona dalam hati


tok tok tok lamunan viona Buyar karena mendengar ketukan pintu ,


"Riko reno kenapa sayang " tanya viona membuka pintu


"ini kak handphone Kaka, kami lupa mengembalikannya " ucap Riko sambil memberi kan benda pipih tersebut


"terimakasih sayang, sekarang silahkan tidur ya jangan lupa baca doa nya " ucap viona , mereka berlalu dan viona menutup pintu kemudian


"siapa yang datang " tanya Frans keluar dari kamar


"Riko dan Reno " jawab vio singkat, Frans melihat handphone yang di bawa viona


"wawww kau juga mempunyai ponsel ya? lumayan ,tidak jelek jelek amat , type cukup bagus di tahun keluar nya " ucap Frans tanpa sadar menghina viona dan mengambil ponsel tersebut dari tangan viona


"hmmm ini harga nya lumayan " sambung Frans sambil menganggukkan kepala nya


" emang kenapa kalau ini mahal, atau murah atau lumayan? apa kami juga tidak berhak membeli barang seperti ini?" jawab viona menjawab ucapan Frans


"kenapa kau seperti kesal, memang ada yang salah dengan ucapan ku? maksud ku kalian hebat saja bisa membeli ponsel yang seperti ini , uang dari maa... " Frans berhenti karena sadar dengan ucapan nya

__ADS_1


" ponsel ini saya dapat kan dari ibu saya, ibu membeli kan kami ponsel supaya ibu tidak repot lagi menghubungi kami dan sebaliknya , kami tidak perlu lagi meminjam ponsel tetangga kami untuk berbicara dengan ibu " jawab viona iba hati dan dengan air mata berlinang


"aku tidak tahu ibu dapat uang dari mana, aku tidak peduli itu yang kami tahu ibu sudah banyak berkorban untuk kami, bukan kah halal haram nya sesuatu hanya Allah yang menentukan " ucap viona masuk ke kamar mandi


"maksud ku ...." ucapan Frans tidak di dengar vio, karena ia langsung menutup pintu kamar mandi


"tadi nya aku hanya ingin membuat nya jengkel dan kesal aku tidak bermaksud menghina dia apa lagi ibu nya ahhh seperti nya aku sudah keterlaluan " gumam Frans menyesal


Viona di dalam kamar mandi


"Aku tidak sanggup jika ada orang yang menghina ibu ku, meskipun hinaan itu benar, tapi dia tidak punya hak untuk berbicara mengenai ibu ku, karena dia tidak tahu bagaimana ibu ku melalui hidup nya yang penuh dengan air mata " gumam viona menangis di dalam kamar mandi


"Bu vio rindu, kepada siapa vio akan mengadu " sambung viona ,tiba tiba vio teringat akan Wulan


"mbak Wulan, sedang apa mbak sekarang? apa mbak baik baik saja " sambung nya , vio juga teringat kartu nama yang di kasih Wulan .Viona keluar dan Melihat sang tuan muda sudah berada di di alam mimpi . Melihat itu Wulan senang paling tidak ia tak mendengar ucap ucapan yang menyakitkan dari Frans.


"ini dia, aku akan mencoba menghubungi mbak Wulan" ucap vio pergi ke roof top kamar tuan Frans.


"waalaikumsalam , ini viona ?" jawab Wulan di seberang sana


"iya mbak, mbak dimana ?" tanya viona ke pada Wulan


"mbak, masih di tempat yang sama Vi, apartemen om Roy " jawab Wulan di sana


"OOO mbak sendirian ? " tanya Wulan ingin tahu


"hmm sebentar lagi Om Roy datang, sekalian membawa baju untuk akad esok " jawab Wulan datar


"jadi esok mbak nikah?" tanya viona


"iya , nikah sirih di apartemen ini " jawab nya singkat

__ADS_1


"mbak, kalau vio bisa , pasti vio akan datang mbak, tapi vio ..." viona terdiam tak bisa melanjutkan kata kata nya


"mbak mengerti dengan keadaan kamu vi, mbak paham dengan kondisi kamu, jalanin peran mu dengan baik Vi, jaga hati kamu vi jangan sampai jatuh hati ke pada orang yang tak punya hati " ucap Wulan menasihati viona


"iya mbak, makasih ya mbak , mbak vio ngak tahu entah sampai kapan vio meminjam baju baju mbak , vio belum ada duit untuk beli baju ganti mbak " ucap viona ngak enak, memang selama dia kabur dari mami Tina , baju yang ia kenakan adalah baju baju Wulan yang berada di apartemennya Om Roy.


"Vi Vi , kamu jujur polos banget sih, itu baju udah untuk kamu semua ,ngak usah di kembalikan lagi " jawab Wulan tersenyum di sebrang sana.


"heheh makasih ya mbak, udah malam mbak, vio tutup dulu ya mbak " jawab viona , menutup telfon


"hmmmm mbak Wulan semoga bahagia selalu menyertai orang baik seperti mbak, maaf mungkin vio ngak bisa menghadiri pernikahan mbak, bagaimana cara vio pergi mbak, vio aja ngak tahu apa apa di kota ini , disini pun vio hanya menumpang mbak " ucap vio duduk di atas kursi.


Vio melihat langit yang di penuhi dengan bintang, kadang ia tersenyum , terkadang senyum nya hilang


"andai hidup seperti kalian , selalu bersinar walaupun sinar kalian hanya keliatan di malam hari paling tidak kalian tidak berhenti bersinar" ucap viona hingga ia tertidur disana.


"gadis itu apa sampai pagi ia disana? nyusahin orang aja " gumam Frans, yang sebenarnya ia belum tidur bahkan ia mengetahui semua yang terucap dari mulut viona , Frans melangkah ke arah viona


"ckckck ada ya orang yang bisa tidur dimana saja " ucap Frans melihat ke arah viona


Frans tertegun melihat viona tertidur "sangat cantik , natural " ucap Frans saat rambut viona di tiup angin malam dengan lembut.


Tangan Frans bergerak untuk membelai rambut dan pipi viona, Frans tersenyum mulai mendekati wajah viona , dua benda kenyal tersebut hampir saja bersentuhan tiba tiba saja pikiran sehat Frans kembali


"apa yang akan ku lakukan " sambil menarik diri dari wajah viona


"ahhh aku sudah gila dengan gadis ingusan ini" ucap nya sendiri tanpa pikir panjang Frans mengangkat tubuh viona ke dalam kamar dan meletakan nya di atas kasur.


"oke saat nya tidur " ucap Frans sambil mengambil sebuah bantal ke atas sofa


"apa aku harus tidur di sini? bukan kah aku pemilik rumah dan seluruh isi nya? lalu kenapa aku yang harus disini?" sambung Frans bergumam

__ADS_1


"ahhh dia istri ku , tidak akan berdosa bukan tidur seranjang dengan nya " ucap Frans langsung merebahkan badan nya di samping viona .


__ADS_2